Lelembut

Lelembut
Di tinggal pergi


__ADS_3

Teman nya yang sedari tadi berada di kamar mandi sudah keluar dengan wajah pucat. sebab ia melihat jari jari tangan yang bergerak di balik pintu kamar mandi saat membuka pintu. Dengan rasa ketakutan, ia berlari hingga keluar dari area kamar mandi.


Keringat dingin mulai muncul tak kala melihat kedua teman nya pergi meninggalkan diri nya seorang diri di sini dan suasana saat ini sedang hujan. Dengan sekuat tenaga ia berlari, kedua teman nya tidak menengok ke arah nya.


Kedua teman nya jalan lurus seolah tidak mendengar teriakan nya. Dengan nafas tersengal senggal, ia melihat kedua teman nya jalan berbarengan sama sosok pocong yang kain nya sudah kotor terkena tanah.


Sosok pocong itu melayang, kedua kaki nya tidak menapak tanah dan tidak juga meloncat. Diri nya benar benar syok saat melihat hantu pocong dengan kedua mata nya sendiri. Perlahan kedua teman nya hilang dari pandangan nya, dan sekarang diri nya seorang sendiri di sini.


Masi ingatkah kalian dengan cerita kemarin yang dua anak sedang duduk di emperan kelas, menunggu teman nya yang sedang ke kamar mandi. Di ujung cerita ada seorang yang menghampiri mereka berdua. Yang di yakini bahwa orang yang menghampiri mereka ialah teman nya yang hilang sedari subuh. Dan baru muncul di saat hujan.


Lantas siapa yang ikut pulang bersama dua orang itu? yang satu melihat teman nya sudah kembali, yang satu nya lagi melihat pocong. Di mana kah yang asli?


...🍂🍂🍂...


Adzan Maghrib berkumandang hujan mulai reda. Angin masih berhembus membawa hawa dingin. Di sebuah jalan nampak lah seorang siswa yang masih berseragam Pramuka jalan seorang diri menyusuri jalan jalan yang penuh dengan kubangan air. Orang ini jalan dengan wajah lesu. Sesekali memandang langit sore yang masih berwarna abu abu.


Siswa ini bernama Abi yang tadi di tinggal sendiri di sekolah. Saat sampai di depan rumahnya Abi merasakan tubuh nya sangat berat. Terutama bagian punggung sangat berat, seperti menggendong batu yang ukuran nya melebihi berat badan nya.


Sampai di kamar nya, Abi langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang tanpa melepas seragam Pramuka. Rasa lelah menguasai diri nya membuat kedua mata sangat berat, dan pada akhirnya tertidur.


Di dalam mimpi nya Abi bertemu dengan sosok sosok yang bentuk nya menyeramkan. Sosok itu berbadan besar yang seakan membawa diri nya. Abi yang berada dalam mimpi nya berusaha menghindar dari kejaran sosok sosok yang menyeramkan.


"Tolong...siapa pun tolong aku!" dalam mimpi nya sedang berlarian di tengah hutan yang sangat gelap.


Bruk!!


Kaki nya tersandung akar akar pohon yang mencuat dari dalam tanah. Tubuh Abi tumbang jatuh, Abi tidak melihat di sekitar ia terjatuh. Hanya samar samar kalau di depan mata nya ada batu yang ujung nya lancip terkena dahi nya. Batu lancip itu membuat dahi Abi bolong sebesar kancing baju.

__ADS_1


Darah itu keluar dengan deras sampai terkena mata kiri. Rasa sakit ini tak sebanding rasa ketakutan di tengah hutan. Suara suara misterius itu kembali terdengar oleh nya. Dengan tubuh yang sakit, Abi sekuat tenaga berdiri walau badan sempoyongan.


Abi kembali lari dengan kaki yang sedikit pincang. Berusaha agar tidak di tanggap oleh mahkluk mahkluk itu.


" Tolong...selamatkan aku " suara Abi kembali menggelegar di tengah kesunyian malam.


Tidak sampai menunggu berjam jam, Abi mendengar suara sautan yang ia yakini bukan suara orang. Suara ini sangat lirih seolah berada di belakang nya " jangan lari nanti jatuh. Tidak bisa ku makan "


Kata kata 'makan' itulah yang membuat sangat yakin kalau itu bukan manusia.


" Ya tuhan suara apa itu" kata batin nya.


Sudah satu jam Abi berlarian di tengah hutan. Berlari kesana kemari tak membuah kan hasil. Abi merasa diri nya dibuat kebingungan saat di tengah hutan, dan sudah tiga kali melewati tanaman mawar liar.


Dengan tubuh yang tak berdaya, Abi memutuskan mengistirahatkan sejenak di bawah pohon randu yang tinggi nya mencapai empat meter. Peluh keringat dan bau darah tercampur menjadi satu. Rasa perih dan sakit di pergelangan kaki sudah tidak bisa di rasakan lagi. Mungkin rasa lelah menguasai diri nya.


Mata kanan di buka sedikit, betapa terkejutnya. Ternyata di depan nya sudah terdapat kereta kuda berserta kuda putih berjumlah tiga. Dan di dalam nya ada seorang putri yang badan nya manusia, tapi kepala nya hewan. Hewan itu tidak berbeda jauh dengan hewan yang menarik kereta ini.


Ya orang yang berada di dalam kereta ini siluman kuda, wajah nya berganti menjadi kepala kuda lengkap dengan mahkota yang berada di antara kedua telinga.


Mahkota itu berwarna hitam yang berkilau. Baju nya mengenakan pakaian jaman dulu khas wanita Jawa. Mengenakan kemben dan jarik yang menutupi bagian bawah.


Dengan sisa tenaga nya, Abi berusaha membuka kedua mata sebelum diri nya di ambil oleh mereka. Namun sayang nya, gerakan Abi mampu terbaca oleh siluman kuda ini. Leher Abi sudah dijerat menggunakan tali.


Abi yang waktu itu ingin membebaskan dirinya tidak bisa lari lagi sebab leher nya sudah dijerat menggunakan tali.


"Lepas! aku ingin pulang, lepaskan aku!!" memberanikan diri menatap si siluman kuda.

__ADS_1


" Hahaha...kau sudah jadi milik ku. Kau tidak bisa lari lagi. Akan ku jadikan kau makanan untuk ku dan anak anak ku"


Suara itu sangat menyeramkan buat Abi. Bukan takut dengan wajah nya, tapi takut bahwa diri nya sudah di targetkan untuk sebagai makanan buat dia.


Tali yang berada di leher perlahan turun sampai ke bawah. Menutupi semua tubuh Abi. Abi merasakan sesak nafas karna tali itu semakin erat kaitannya.


Bug! tubuh Abi tergeletak tak berdaya.


...🍂🍂🍂...


Suara gaduh membuat Abi sadar. Dengan mata yang berkunang kunang, Abi bisa sedikit melihat keadaan di sekitar nya.


Deg...jantung Abi seakan mau keluar. Kedua mata terbelalak lebar. Di satu sisi ia sangat senang bisa melihat teman nya dan satu sisi ia ketakutan sebab teman nya yang menghilang tadi ternyata badan nya sudah di kuliti oleh siluman siluman kuda. Tidak hanya satu saja, melainkan ada empat orang yang berada di sini.


Dua orang yang jalan bersama sosok pocong juga ada di sini. Mereka berdua di rantai dengan badan penuh dengan luka. Dan sisa nya masih di rantai di atas pohon.


Kemungkinan diri nya target yang terakhir. Setelah di ingat ingat lagi ternyata penyebab mereka berada di sini ialah bermain jelangkung di malam persami. Abi menyesal telah ikut bersama mereka. Abi tidak mau diri nya harus ikut bersama mereka dan menjadikan tubuh nya sebagai santapan mereka.


Dalam hati nya terus berdoa agar diri nya terbebas dari tempat terkutuk ini.


Dan tiba tiba tubuh nya di tarik dari belakang. Dalam sekejap diri nya sudah berada di depan rumah nya. Aneh? ya diri nya merasakan aneh. Seakan diri nya sedang naik rollercoaster, penuh dengan kejutan yang tak di sangka sangka.


Yang awal nya tersesat di tengah hutan, bertemu siluman kuda, tubuh nya di ikat di sebuah tempat mereka tinggal. Dan akhir nya Abi di selamatkan oleh seseorang yang tidak ia ketahui.


Saat berada di depan rumah nya, Abi baru sadar bahwa diri nya masih di dalam mimpi. Walaupun ini masih di dalam mimpi tapi Abi bisa merasakan ketegangan yang terjadi tadi, seolah diri nya tidak berada di dalam mimpi. Seolah nyata.


Rasa senang ini timbul dalam hati nya, dengan langkah gembira. Abi masuk ke dalam rumah nya menuju kamar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2