Lelembut

Lelembut
Penyesalan


__ADS_3

Sosok yang bernama Puput masih singgah di dalam tubuh Arumi. Isak tangis pecah kembali di saat teringat masa masa sebelum ia meninggal. Di mana masa masa itu sangat lah jauh kepada Allah tidak mau menjalankan sholat maupun puasa di bulan Ramadhan, dan satu hal lagi yang membuat Puput ingin kembali hidup yakni meminta maaf kepada ibu dan nenek nya yang selalu ia bentak dan tidak mau mendengar nasehat nya.


...🍂🍂🍂...


Dulu...Puput di kenal sebagai anak yang baik dan penurut. Setiap hari selalu rajin beribadah dan belajar. Tak bosan bosan nya Puput belajar, pernah suatu ketika Puput melihat kedua orang tua nya bertengkar hebat di kamar orang tua nya. Kebetulan pintu nya terbuka, sontak Puput yang masih duduk di bangku sekolah dasar melihat hal yang tidak pernah ia lihat seumur hidup. Bagaimana bisa seorang anak kecil melihat orang tua nya bertengkar dengan suara keras dan bermain tangan.


Puput yang masih berdiri tepat di depan kamar orang tua, langsung menangis. Seorang anak kecil harus melihat hal yang tidak boleh untuk di perlihatkan.


Orang tua nya yang berada di kamar tidak sadar kalau anak nya berdiri di depan pintu, hal itu membuat psikis anak terganggu.


Dan puncak pertengkaran ini, ibu nya Puput di tampar oleh ayah kandung atau suami nya. Tersungkur di bawah dengan tatapan yang tak berdaya disertai tangis pilu. Puput yang berdiri di luar kamar tidak bisa bergerak karna tubuh nya sudah di peluk oleh seseorang dari arah belakang. Ia tengok ke belakang ternyata yang memeluk nya adalah nenek nya orang tua dari ibu ku.


Tubuh ku di tarik oleh nenek menjauh dari kamar orang tua ku. Ku ingin memberontak, ku ingin berteriak tapi apalah daya, nenek ku membisikan kepada diri ku " jangan melihat yang membuat hati mu terluka nak, dan nenek berpesan tetap lah menghormati kedua orang tua mu, walau kenyataan nya tak seindah harapan mu. Tetap lah berperilaku sopan di depan orang tua mu "


Ucapan nenek membuat tubuh ku bergetar tak kuasa menahan rasa sesak di dada, orang yang aku sayangi, cintai ,hormati harus merasakan pahit nya kehidupan. Rasa ku saat ini bisa di rasakan oleh nenek, nenek diam diam menangis sembari memeluk erat tubuh ku.


Dalam batin ku " mengapa harus ibu ku yang mengalami nya dan mengapa ayah ku sangat membenci ibu ku "


Dalam batin terus mengutarakan kalimat yang sama, hingga tidak menemukan jawaban.


...🍂🍂🍂...


Hari pun terus berjalan hingga diri ku memasuki usia remaja, yang mana usia remaja masa masa mencari jati diri. Yang dulu nya anak yang baik dan penurut, kini diri ku berubah semenjak kedua orang tua ku bercerai di saat diri ku memasuki masa sekolah SMP.


Kasih sayang dari orang tua yang ku damba dambakan dari kecil, tak pernah lagi ku rasakan. Rasa kasih sayang terkikis oleh berjalan nya waktu. Diri ku, berada di dalam ruang yang begitu hampa dan gelap tak ada satu orang pun yang menyinari lentera. Aku duduk di ruang yang begitu gelap, rasa sunyi ini sangat lah sakit bila di rasakan. Pedih hati ini bila di ingat wajah kedua orang tua ku. Sungguh aku merindukan kasih sayang mu walau hanya setitik, itu bagi ku sangat lah bermakna.

__ADS_1


Aku tinggal bersama nenek dalam satu rumah yang sangat sederhana jauh dari kata mewah. Ibu ku berkerja di luar kota yang mengharuskan pulang satu hari dalam satu seminggu. Dan ayah ku sudah menikah kembali dengan kekasih nya yang umur nya jauh lebih muda dari usia ibu ku.


Sungguh aku muak dengan semua ini, aku iri dengan teman ku yang mempunyai keluarga yang utuh dan penuh dengan kasih sayang. Sedangkan aku tumbuh dengan sifat yang keras kepala, sulit di atur dan suka berkata kasar. Semua ini akibat sering bergaul dengan orang orang di luar sana, pelarian ku hanya bermain sama mereka. Sembahyang ku sering aku tinggalkan, entah sudah berapa lama aku tidak menunaikan ibadah sholat.


Kenakalan ku sering di panggil oleh guru, aku sadar bahwa ini selama ini aku salah, tapi...mau gimana lagi sudah terlanjur masuk ke dalam lubang yang dalam. Akan tetapi kenakalan ku ini sebanding dengan prestasi ku yang sudah ku ukir sendiri. Aku pernah mengikuti lomba sains tingkat kabupaten dan mendapatkan juara tiga. Sungguh aku sangat senang bisa mewakili sekolahan ku tingkat kabupaten, sekali lagi aku belum merasa puas akan pencapaian ini. Seolah hati ku merindukan seorang yang begitu aku rindukan. Rindu yang tak pernah terbalaskan. Sakit...tentu saja sakit, tapi aku bisa apa? rasa sakit ini menjadi berubah menjadi benci. Benci terhadap orang tua ku sendiri, sungguh lucu bukan nasib ku benci dengan orang tua nya sendiri.


Lambat laun rasa benci dan kecewa melebur menjadi satu di dalam hati ku ini. Pernah sekali aku melihat orang yang ku sebut b*jinga* itu(ayahnya) bersama istri baru nya, seketika hati ku mendidih melihat kebersamaan nya, rasa rindu ini sudah tak lagi ku rasakan. Ingin sekali ku hampiri dan menonjok muka mereka satu persatu, tapi mereka berdua keburu pergi menggunakan sepeda motor.


Sampai tak terasa aku sudah memasuki sekolah kejuruan yang terkenal di kota ini. Aku masuk ke sekolah ini melalui nilai prestasi. Setelah masuk ke sekolahan ini kenakalan ku ini makin menjadi, aku sering tidak masuk kelas, sering tidak mengerjakan tugas dengan tepat waktu, sering bolos saat jam pelajaran berlangsung. Aku tidak sendirian lagi disini ada empat teman ku yang sering ku ajak main di gudang sekolah yang jauh dari pantauan guru.


Saat bolos jam pelajaran ku ajak empat teman ku untuk pergi ke gudang sekolah seraya membawa dua slop rokok, dan botol alkohol yang selalu ku bawa di dalam tas. Kenakalan ku ini karena rumah tak sehangat dulu.


Apakah anak broken home selalu berakhir begini?


...🍂🍂🍂...


Siska memeluk tubuh Arumi yang sedang mediumisasi, memeluk dengan erat seakan merasakan kepedihan yang di rasakan Puput. Tak henti henti nya Siska menangis.


" Kamu itu orang baik, kamu enggak jahat. Kamu hanya kurang kasih sayang dari orang tua mu, kenapa kamu harus memilih jalan yang tidak benar. Kenapa kamu menjauh dari Tuhan? kamu bisa menceritakan keluh kesah mu dengan nenek mu, pasti nenek mu sangat terpukul mendengar kamu sudah tiada di bumi ini " ujar Siska sembari melepas pelukan.


" Aku sangat bodoh bukan..?" tersenyum getir dengan air mata yang terus menetes.


Siska terdiam sejenak, setelah mendengar ucapan Puput.


" Aku sadar bahwa selama ini aku salah mengambil jalan. Aku menyesal, aku tersesat tidak tau jalan "

__ADS_1


Kakek Djoko menyahut seruan " kami tidak bisa menolong mu lebih lanjut. Kami hanya bisa mendoakan mu agar menemukan jalan terang "


" Mengapa...mengapa tidak bisa!..tolong, tolong lah aku, seluruh badan ku sakit. Aku tidak bisa menemukan jalan terang, semua gelap tidak ada satu orang pun yang bisa melihat ku, hanya kalian lah yang bisa melihat ku "


" Puput kita sudah beda alam, kami hanya bisa mengantarkan doa. Selepas bisa menemukan jalan atau tidak, itu semua dari kuasa Tuhan, bukan manusia. Maaf kami hanya bisa memberikan doa yang terbaik buat mu " Siska memberi kode kepada kakek Djoko untuk segera mengeluarkan Puput dari tubuh Arumi.


Kakek Djoko yang paham akan kode Siska, segara memegang telapak tangan Arumi " kami akan memberikan mu doa Al Fatihah " kakek Djoko dan Siska berdoa dalam hati di tujukan untuk Puput.


Dengan tuntunan dari kakek Djoko, Arumi sudah sadar dan sosok Puput sudah pergi dan tidak akan kembali ke rumah ini.


Arumi yang baru sadar, merasakan tubuh remuk. Pegal seluruh tubuh nya. Rasa nya seperti sehabis lari maraton. Energi nya terkuras habis, membuat diri nya lemas.


Siska melihat Arumi lemas, langsung menyodorkan es teh tawar tadi.


Siska memilih ngobrol dengan kakek Djoko" kek, ternyata kasihan juga kisah nya Puput. Belum tobat sudah di panggil oleh Sang Maha Kuasa "


" Ya begitu lah hidup manusia. Tidak ada orang yang tau kapan kita di panggil, semua orang pasti di panggil namun dengan cara yang berbeda. Manusia tidak ada yang bisa hidup kekal abadi di dunia, kelak kita akan hidup abadi di alam nya tuhan. Manusia di kelilingi dengan tiga kata yakni, jodoh, rezeki, dan kematian. Semua sudah di atur sedemikian rupa. Hanya satu kata yang terus berdampingan dengan kita. Yakni, kematian, siap tidak siap kematian akan datang dengan seizin tuhan "


Arumi dan Siska mengangguk mendengar penjelasan dari kakek Djoko.


"..."


"..."


Selesai berbincang bincang, kakek Djoko melakukan ritual pemagaran rumah Siska agar makhluk negatif tidak bisa masuk ke dalam.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2