
Waktu sepulang dari sekolah, Arumi lari mengarah ke lantai atas yang mana letak kamar nya berada di lantai atas. Di saat sudah berada di dalam kamar, tanpa mengganti pakaian terlebih dahulu, Arumi mencari buku kuno yang di letakan di lemari buku.
Setelah dapat, Arumi membawa buku kuno itu di meja belajar dan segera membuka lembaran demi lembaran. Hingga ke lembaran yang terakhir.
Di lembaran yang Arumi pegang di sini ada tulisan Jawa kuno yang Arumi sendiri tidak tau apa arti ini. Tulisan Jawa kuno ini sangatlah berbeda jauh dengan tulisan Jawa jaman sekarang.
Di saat Arumi bingung membaca isi tulisan yang berada di buku kuno ini. Ada satu gambar yang membuat Arumi mengerutkan kedua alis. Gambar ini seakan memberi kunci dari teka teki yang menimpa diri nya dan kedua sahabatnya.
Seakan buku kuno ini tau cerita dan asal usul gadis yang di gambar oleh Anin. Gambar nya berupa pohon asem yang gambar nya sama persis dengan pohon asem yang berada di sekolah baru nya.
Arumi bingung sampai kedua tangan nya menyangga kepala dengan posisi kepala sedikit menunduk. Tak lupa kedua iris mata masih menatap gambar yang berada di dalam buku kuno.
" Ini kok sama ya cuma beda tahun sama warna bangunan, selebih nya masih sama tidak kurang atau lebih " gumam Arumi yang masih menatap buku kuno.
Brak!!!
Pintu kamar mandi tertutup dengan sendiri nya padahal tidak ada angin yang berasal dari dalam. Kalau pun pintu bisa tertutup pasti ada orang di dalam kamar mandi.
Arumi menegakan badan dan kepala nya menolah ke belakang mengarah ke kamar mandi.
Pintu kamar mandi masih tertutup rapat, dengan perasaan bimbang, akhirnya memutuskan untuk mengecek apakah angin atau ada orang luar yang masuk ke dalam kamar mandi.
Kalau pun di nalar dengan logika, masa ia orang asing bisa masuk ke dalam kamar pribadi Arumi. Kalau masuk ke dalam harus melalui pintu, otomatis orang asing tidak bisa masuk karna gagang pintu atau knop di ganti dengan sistem pin atau sidik jari. Kalau kalau orang asing bisa masuk ke dalam, masuk nya lewat mana? masa iya manjat dinding yang tinggi nya kurang lebih tiga meter.
Dengan rasa penasaran di tambah rasa was was, kedua kaki Arumi melangkah menuju depan pintu kamar mandi. Dengan tangan yang sedikit bergetar, pintu kamar mandi di dorong menggunakan jari telunjuk.
" Kosong " ucap Arumi saat sudah membuka pintu kamar mandi.
" Terus tadi angin dari mana, kalau angin AC kejauhan " pikir Arumi yang ingin beranjak dari tempat ini, namun ekor mata sebelah kanan menangkap tulisan aneh yang berada di cermin yang terpajang di atas wastafel.
Arumi mengurungkan niat dan kembali masuk ke dalam kamar mandi. Sesampai di depan cermin Arumi bisa melihat inisial huruf yang tertulis di cermin menggunakan cairan merah. Awal nya Arumi tidak ngeh cairan merah itu, di awal menganggap nya obat merah karna warna nya hampir sama. Namun saat di endus endus dari jarak dekat, baru sadar kalau cairan merah itu darah yang sudah kering.
Arumi memundurkan kepala nya dengan cepat sembari bergumam " L"
Arumi mematung di depan cermin hingga membutuhkan waktu lima detik. Setelah sadar baru lah menghapus noda merah yang ada di cermin menggunakan air mengalir.
" Siapa yang nulis di cermin, pasti orang gabut nih " ucap nya yang masih di dalam kamar mandi.
Di saat Arumi masih memikirkan siapa pelaku nya, mata batin nya menangkap 'sosok' perempuan yang posisi nya membelakangi Arumi. 'Sosok' ini menghadap dinding dengan rambut basah.
__ADS_1
'Sosok' ini memakai seragam putih abu abu dengan kondisi punggung nya berlubang sampai tulang punggung kelihatan dan di tambah mengeluarkan bau busuk yang teramat tajam.
Arumi langsung membalikan badan dan bergegas keluar dari kamar mandi sambil berteriak" oi.. siapa kamu? " baru di teriakin oleh Arumi 'sosok' yang berdiri menghadap dinding perlahan melayang dan menghilang menembus dinding tanpa mengucapkan kata.
" Kurang *jar setan itu, enggak ada sopan sopan nya " umpat Arumi yang sudah berdiri di dekat dinding kaca, sembari berkacak pinggang.
Baru tiga langkahan, kaki kiri Arumi tidak sengaja menginjak sesuatu yang berada di bawah sana. Arumi menundukkan kepala nya agar terlihat jelas benda apa yang barusan ke injak.
" Kalung " ujar Arumi sembari memperhatikan bentuk kalung yang barusan ia temukan.
Arumi menggenggam kalung itu dan bergegas menuju meja belajar untuk menyelesaikan translate nya.
" Kalung siapa lagi ini, gue kan enggak punya kalung model begini. Terus bunda juga enggak punya kalung beginian, mana model nya udah lama " membolak balik kalung yang ia genggam.
( Ilustrasi )
Di balik kepingan inisial huruf ada noda darah yang sudah mengering, hingga berubah warna menjadi merah bata dan sedikit warna coklat.
" Lagi lagi huruf L, siapa sih sebenarnya?. Jangan nambah beban pikiran deh " tutur Arumi sembari meletakan kalung di atas buku kuno.
...****************...
Di tengah membakar jagung manis Arumi mendekat ke arah bunda Aurora yang sedang memberi bumbu ke jagung bakar.
" Bun, Arumi boleh curhat apa enggak? " dagu nya menempel di pundak bunda Aurora.
" Boleh lah,tapi ya jangan gini dong, bunda kan enggak bisa gerak bebas. Minggir dulu, mau nih jagung nya gosong"
" Ehe..." menampilkan cengirnya.
Dan Arumi menceritakan kejadian tak masuk akal di siang hari tadi, mulai dari pintu kamar mandi yang tiba tiba tutup sendiri dan sampai menemukan kalung yang entah asal nya dari mana.
Bunda Aurora hanya menanggapi dengan anggukan kepala.
" Mungkin hantu nya mau minta tolong ke Arumi, kan Arumi bisa lihat dan komunikasi, jadi nya hantu itu datang ke Arumi " ucap bunda Aurora yang masih membolak balik jagung bakar.
Sedangkan deddy Baskoro sibuk dengan dunia nya sendiri, tak bukan dan tak lain ialah sebatang rokok dan pemantik api.
__ADS_1
Saat Arumi berbincang dengan bunda Aurora, deddy Baskoro merasakan ada hawa hawa tak enak yang berada di sekitaran mansion.
" ' Tamu' dari mana ini? kenapa bisa masuk ke dalam " ucap deddy Baskoro yang masih memegang rokok. Baru Lima kali hisapan, batang rokok yang ia pegang di matikan menggunakan percikan air kolam renang dan batang rokok yang sudah padam langsung di buang ke tong sampah.
Deddy Baskoro bergabung bersama anak dan istri nya.
" Siapa yang kamu bawa nak? " menatap intens anak nya.
" Bawa? apa nya yang di bawa ded? Arumi enggak bawa apa apa, cuma bawa ponsel doang" memperlihatkan ponsel nya.
" Bukan itu yang deddy maksud. Tamu yang tak di undang, kenapa bisa masuk ke dalam? apa Arumi mengenali nya"
" Apa cewek yang tadi ya!? " batin Arumi.
" Arumi sudah ketemu dengan 'sosok' itu?" lagi lagi pertanyaan deddy Baskoro sangat lah tepat.
Arumi mengangguk.
" Kenapa Arumi bawa 'sosok' itu masuk ke dalam "
" Arumi pun enggak tau ded, tiba tiba muncul aja di kamar Arumi saat baru pulang dari sekolah. Mana setan itu meninggalkan kalung lagi "
" Kalung? coba deddy mau lihat, bawa ke sini " dengan ucapan tegas.
Lima menit kemudian... Arumi datang sambil membawa kalung yang di kantongi di dalam saku celana pendek.
" Ini ded, yang Arumi maksud " memperlihatkan kalung yang ada inisial huruf.
Deddy Baskoro mengambil kalung yang berada di tangan Arumi " darimana asal kalung ini? "
Bunda Aurora pun ikut mengamati kalung ini bersama deddy Baskoro.
" Kalung itu jatuh di depan dinding kaca, yang membawa kalung ini ya setan tadi. Yang menyelinap masuk ke dalam, ya jadi nya Arumi simpan kalung itu siapa tau ada petunjuk dari kalung itu " ujar nya yang duduk tak jauh dari kedua orang tuanya.
" Besok diskusi kan dengan kedua sahabat mu, pasti mereka berdua ada ide. Kalung ini jangan kamu pakai apa lagi di hilangkan, simpan baik baik " menyerahkan kembali kalung nya.
" Kenapa tidak boleh di pakai? "
" Jangan itu punya orang lain, bukan punya mu. Kalau kamu mau biar bunda Carikan dengan model yang sama, asal kan kalung itu tidak kamu pakai " bunda Aurora mewanti wanti anak nya memakai kalung ini, karna bunda Aurora seperti ada firasat yang tidak enak.
__ADS_1
" Baik lah, akan Arumi simpan di lemari buku " di masukan kembali kalung itu ke dalam saku celana.
Bersambung...