
Sehabis sholat isya buku kuno Ini. Mengeluarkan cahaya merah yang sangat pekat bila di lihat dengan mata batin. Orang awam tidak akan bisa melihat cahaya tersebut. Bila orang memiliki sensitif yang tinggi, maka akan merasakan buku kuno ini mengeluarkan kilatan cahaya merah.
Arumi masuk ke dalam kamar setelah selesai makan malam, Arumi yang hendak duduk mata kiri melirik ke arah buku kuno yang di simpan di dekat rak buku. Buku itu masih mengeluarkan cahaya merah, membuat Arumi penasaran.
Arumi mengambil buku kuno itu dan mulai membaca nya. Lembaran demi lembaran telah ia baca dan sampai lah lembaran yang menurut nya sangat penting dengan tulisan berwarna hitam pekat.
Jangan pergi kemana mana, arti tulisan baris pertama. Dengan tulisan aksara Jawa kuno. Dan barisan kedua di artikan jangan tidur.
Arumi kaget dengan arti tulisan yang kedua, mengapa diri nya tidak boleh tidur, sedangkan besok ada praktik seni budaya. Hati nya bimbingan ingin mengikuti saran dari buku kuno ini atau mengikuti keinginan diri nya.
Kalau mengikuti saran dari buku otomatis diri nya tidak tidur semalaman dan hasil nya besok bangun kesiangan dan tidak bisa mengikuti praktik. Kalau tidur di bawah jam dua belas bisa jadi akan datang nya malapetaka besar bagi diri nya.
Di tengah tengah kebingungan ponsel nya berdering ada pesan masuk dari kakek nya. Arumi membuka pesan itu dan membaca nya dengan mulut terbuka selebar satu jari.
" Jangan tidur sore sore " pesan singkat dari kakek nya membuat Arumi tambah kaget.
" Kok pada suruh jangan tidur sih, ada apa? kalau ngantuk gimana?. Masa harus nahan ngantuk " menghentakkan jari nya di atas meja.
" Jangan bilang kalau nanti deddy juga ikut ikut jangan tidur sore " menengadah kepala nya menatap langit langit kamar.
" Sebenar nya ada apa sih? kok gue enggak tau dan enggak ngerasain apa apa. Apa se bahayanya itu kalau nekat tidur sore " salah satu tangan menutupi kedua mata.
Tok tok tok
Suara ketokan pintu membuat Arumi beranjak dari tempat duduk, berjalan menuju pintu.
Cklek...
" Ada apa bund?..." satu tangan nya masih memegang knop pintu.
" Di panggil deddy di ruang kerja " ucap bunda Aurora.
" Sekarang? "
" Iya lah sekarang, cepat keburu deddy marah " pergi berlalu meninggalkan Arumi yang masih berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
" Kenapa enggak sekalian ngomong waktu tadi makan di bawah " batin Arumi seraya jalan mengarah ke ruang kerja deddy nya yang berada tepat di samping kamar nya.
"...."
"..."
Arumi masuk ke ruang kerja deddy Baskoro " deddy memanggil ku " melangkahkan kaki nya mengarah ke meja kerja. Arumi berhenti tepat di samping deddy nya yang sedang kerja.
" Duduk "
Arumi segera mencari tempat duduk, melaksanakan titah dari sang deddy.
" Arumi bantu deddy mengerjakan laporan ini " memberi map berisi dua lembar laporan dengan jumlah angka nya sangat banyak.
Seketika kedua mata nya pegal setelah melihat angka dan angka di dalam laporan.
" Ded, yakin suruh mengerjakan ini?. Enggak salah ini. Seorang anak sekolah harus mengerjakan laporan keuangan perusahaan dengan materi yang beda jauh apa yang di kerjakan di sekolah" menutup kembali map nya. Mengembalikan map itu kepada yang punya.
" Arumi sekolah jurusan apa? " tanya deddy Baskoro sembari melepas kaca mata.
" Deddy kerja bagian apa? " ujar deddy yang diam diam menyodorkan map ke hadapan Arumi.
" Perka...." kedua mata nya terbelalak, menyadari kalau jurusan sekolah dengan pekerjaan deddy nya masih satu garis. Arumi mengatupkan bibir nya rapat rapat.
" Kok enggak di lanjutkan ucapan tadi " kedua tangan nya gesit membuka map dan sudah ada bolpoin di atas lembaran laporan.
" Hehehe..." cengir ku.
" Pekerjaan deddy ini lambat laun kau akan bisa dan mengerti. Hari ini tidak mengerti apa pun, esok kau akan mahir dan paham dengan tulisan dan angka yang tercetak di lembaran ini "
" Ya...ya Arumi paham ucapan deddy, tapi kan belum waktu nya. Lagi pula Arumi masih kelas sepuluh ded. Masih dasar dasar nya dulu. Di sekolahan belum di ajari laporan keuangan, Arumi mana bisa " tutur ku.
" Ya udah deddy ajari tentang ini " dengan senyum yang mengembang.
" Bentar " mendekatkan kursi nya " kenapa deddy kekeh mau mengajarkan ku tentang laporan keuangan. Kan bisa suruh asisten deddy " kedua mata nya menatap serius ke arah deddy nya.
__ADS_1
"Huh..."membuang nafas kasar." Sebenarnya deddy ada maksud tertentu"
" Maksud deddy apa? "
" Deddy menyuruh mu datang kesini agar mata kamu masih terjaga sampai dini hari "
" Sudah ketebak ded, sebelum deddy ngomong. Arumi sudah tau dari kakek sama buku kuno, untuk selalu terjaga di malam hari. Tapi mana bisa ded, ini Arumi sudah ngantuk, kenapa sih jangan tidur dulu emang ada apa? "
" Deddy tau nya dari kakek untuk selalu menjaga kamu, maka nya deddy ajak kamu ke sini biar kamu ada kerjaan jadi enggak mungkin mau tidur jam segini "
" Tapi hari ini bawaan nya ngantuk ded " Arumi merengek menempelkan pipi nya di atas meja kerja.
" Karna kamu sudah di tandai oleh seseorang yang berniat jelek ke pada mu. Dia sudah mulai dari sore hari sampai malam hari ini. Kalau kamu tidur di bawah jam sebelas maka salah satu qorin mu akan di ambil oleh dia dan tidak akan di kembalikan "
" Dan dia menyuruh prewangan nya untuk datang kemari " tutup deddy Baskoro.
Sahut Arumi " kan mansion ini sudah di pagar sama kakek, jadi kiriman jelek akan terpental "
" Iya memang benar, tapi jangan jadi orang yang gampangan atau meremehkan. Bisa jadi kiriman dia lebih besar energi nya dan bisa membobol pertahanan pagar rumah. Terutama orang yang di target jangan tidur sore sore bahaya. Dari pada melek enggak ada kerjaan, mending bantu deddy di sini "
Arumi terdiam sesaat" ok lah Arumi di sini bantu deddy. Tapi deddy harus ngajarin aku biar paham mengerjakan laporan keuangan "
" Biar kamu tau walau sedikit sedikit, yang penting paham dengan materi satu ini "
Pada akhirnya Arumi menerima tawaran deddy nya membantu pekerjaan nya. Untung nya otak Arumi di desain encer jadi sangat mudah menerima materi baru walau sebentar.
Di tengah tengah asik mendengarkan materi yang di sampai kan oleh deddy. Dari arah atas terdengar suara petasan yang sangat keras. Membuat fokus nya buyar.
" Baru jam segini udah mulai " gumam Arumi.
Suara suara aneh itu semakin keras dan semakin banyak. Membuat deddy Baskoro berhenti menjelaskan materi yang ia berikan.
" Lanjutkan sebisa mu, hiraukan suara suara itu. Biar ini jadi urusan deddy"
Deddy Baskoro ikut menangkis bola bola kiriman yang di tujukan untuk Arumi.
__ADS_1
Bersambung...