
Kakak dari deddy Baskoro tiba di mansion sekitar jam tujuh malam, kakak dari deddy Baskoro bernama Abay. Ia kakak paling tertua dan Abay sudah berkeluarga, anak yang pertama bernama Agus dan yang kedua masih dalam kandungan istri nya. Abay tinggal bersama dengan kedua orang tua nya. Abay main ke rumah adek nya bersama keluarga dan orang tua ( kakek Djoko nenek Suminten ).
Yang menyambut kedatangan tamu ialah bunda Aurora bersama deddy Baskoro.
" Assalamualaikum.." istri dari Abay menyapa adek ipar (bunda Aurora).
" Wa'alaikumsalam Isti, lama enggak ketemu bagaimana kabar mu dan anak yang masih dalam kandungan mu? " bunda Aurora mengelus perut buncit kakak ipar nya.
" Alhamdulillah semua baik baik aja dek Aurora. Kapan nih Arumi di kasih adek, kasihan Arumi sendirian mana mansion nya besar lagi "
" Hehe...bisa aja deh ngobrol nya, mari masuk ke dalam " selepas menyapa kakak ipar nya. Sekarang giliran menyapa kakak dari suami nya.
" Apa kabar kak Abay lama enggak main ke sini? "
" La ini udah main ke sini " di akhir kekehan kecil.
Bunda Aurora celingukan mencari sesuatu " ded, nenek sama kakek kata nya datang kesini kok enggak ada, kemana ded? "
Ucapan bunda Aurora terdengar oleh Abay " masih di luar nanti masuk ke sini "
" Loh kenapa masih di luar kan di luar udara nya dingin, ded tolong samperin orang tua mu. Suruh masuk ke dalam, enggak baik orang tua kena udara malam" menarik lembut lengan suami nya.
" Ya udah ded kesana dulu. Bunda langsung ke dalam aja buatkan kopi hitam tiga sama teh hangat tiga "
Bunda Aurora mengangguk dan membalikan badan berjalan menuju ke dalam untuk membuat minuman.
...****************...
" Bapak sama ibu ngapain di sini " deddy Baskoro menghampiri kedua orang tua yang berdiri di samping taman depan dekat dengan lampu taman.
" Bapak lagi melihat 'pagar' mu yang ada di atas, maka nya ibu di tarik ke sini untuk menemani bapak mu. Mumpung kamu di sini, ibu ke dalam dulu mau bantu istri mu buat kopi " menepuk lengan anak nya sebelum pergi masuk ke dalam.
" Udah aku perbaiki semalam pak"
" Hmm..patas saja ada yang berbeda, apa masih ada yang menyerang mansion mu nak? " mendongak menatap mansion anak nya.
" Tadi sore masih ada yang datang, kalau nanti enggak tau masih apa enggak nya. Ini mansion ku apa perlu di bersihkan atau enggak? " pertanyaan Baskoro membuat kakek Djoko berhenti memandang mansion anak nya.
" Perlu biar benar benar bersih, sudah kamu siapkan alat dan bahan. Kalau sudah kita bisa melakukan 'perbersihan' sekarang. Mumpung keluarga kita lagi ngumpul kita adakan doa bersama " kakek Djoko melenggang kan kaki nya masuk ke dalam.
Deddy Baskoro menjawab ucapan bapak nya sambil ikut berjalan masuk ke dalam.
" Anak mu kemana Bas? kok enggak kelihatan dari tadi? " tutur Abay yang merokok di teras mansion.
__ADS_1
( ilustrasi )
" Anak ku ada di lantai atas sama dua teman nya " ucap nya sembari ikut bergabung merokok bersama kakak nya.
" Emang nya rumah mu ini ada apa sih, kok bapak tadi bawa garam di kresek putih " mulai ke pembahasan inti.
Huh!!...( menghela nafas ) " kalau aku nanti cerita kamu percaya apa enggak? "
" Maksud nya gimana sih? aku enggak ngerti langsung ke inti nya aja "
" Mansion ku ada yang 'mengirim' dengan 'sosok' yang bersifat negatif. Jadi bapak berinisiatif membersihkan nya " imbuh deddy Baskoro.
" Lantas siapa yang berani 'mengirim' itu?, tapi anak dan istri mu tidak mengalami apa apa kan " tanya Abay.
"Hmm.." deddy Baskoro mengangguk " anak istri ku baik baik saja, tapi peliharaan ku ikan arwana mati. Mana baru beli "
" Hahaha....sabar bro duit mu gak bakalan habis kalau beli cuma satu " tawa Abay seketika berhenti ketika ibu dari mereka mendekati mereka yang berada di teras mansion.
" Masuk ke dalam "
Abay dan Baskoro mematikan puntung rokok dan di masukan ke tong sampah.
Mereka berdua segera gabung bersama dengan yang lain. Yang lain nya sudah duduk di bawah sembari menunggu kedatangan Arumi dan kedua sahabatnya.
Arumi memilih duduk di sebelah Agus, sedangkan Anin dan Siska duduk di sebelah bibi (Isti).
" Semua nya sudah kumpul di sini? " tanya kakek Djoko sebagai pemimpin doa bersama.
" Sudah kek " sahut Arumi.
" Ok, sekarang kita mulai doa bersama. Jangan ada orang yang main ponsel atau pun bermain game. Saya harap malam ini berdoa dengan sangat hening dan khusuk. Berdoa Al-fatihah..."
Hingga empat puluh lima menit telah berlalu, kini bunga tujuh rupa di campur dengan air bersih yang bunga nya berada di dalam ember plastik.
Kakek Djoko menyiapkan satu ember baru yang di isi dengan air namun, air nya di campur dengan garam grosok ( yang sudah di doakan ). Kakek Djoko memerintah Baskoro untuk mendekat.
" Air bunga ini di gunakan untuk membasuh kedua kaki, kedua tangan dan wajah keluarga mu sebanyak tiga kali. Kalau sudah sisa nya di buang ke halaman depan. Kau mengambil air nya menggunakan gayung yang terbuat dari batok kelapa. Masih punya kan gayung batok kelapa? " menatap anak nya Baskoro.
" Masih punya, biar istri ku yang mencari nya " deddy Baskoro memanggil istri melalui kode tangan.
" Apa ded? " jawab bunda Aurora yang sudah mendekat.
__ADS_1
" Tolong ambilkan gayung batok kelapa di kamar mandi dalam "
" Oh ok ded " bunda Aurora bangkit dan melangkahkan kaki menuju kamar nya guna mengambil gayung yang ada di dalam kamar mandi.
...****************...
Dua puluh detik kemudian... bunda Aurora kembali bergabung dengan yang lain nya seraya membawa gayung. Gayung itu di berikan ke suami nya.
" 'pembersihan' nya di luar aja biar gampang " deddy Baskoro membawa ember yang berisi bunga dan gayung batok.
Deddy Baskoro, Arumi dan bunda Aurora saat ini di depan mansion, tepat nya di samping kanan mansion. Deddy Baskoro membersihkan terlebih dahulu guna untuk mencontoh kan kepada istri dan anak nya. Setelah semua sudah membersihkan, sisa air nya di buang ke halaman oleh Deddy Baskoro guna membuang sial atau energi negatif yang menempel di tubuh.
Deddy Baskoro, Arumi dan bunda Aurora masuk kembali ke ruang keluarga.
" Sekarang sebarkan garam di ini ke setiap sudut mansion mu, kalau masih sisa coba sebar ke halaman belakang dan depan. Kalau bisa semua lingkup ini " menyerahkan satu ember yang isi nya masih sama yakni air di tambah garam.
Deddy Baskoro mengikuti saran bapak nya, sampai ke halaman belakang.
" Mansion ku sudah aku 'bersihkan' semoga serangan serangan ini segera pergi menjauh. Dan kembali yang menyuruh nya " gumam deddy Baskoro yang masih di halaman belakang.
...****************...
Suara dentuman besar ini membuat seisi mansion kaget. Mereka semua saling pandang. Tanpa pikir panjang Arumi bergegas keluar dari mansion dan melihat ke sekitar mansion nya.
" Suara apa itu? " Arumi menutup kedua mata nya dan melihat satu jam yang lalu, tentang kejadian apa. Arumi mencoba melihat ke masa lalu.
" Astaga! " Arumi membuka kedua mata dan berlari kencang masuk ke dalam.
Semua yang ada di dalam kaget dengan tingkah Arumi yang tiba tiba lari masuk ke dalam.
" Deddy..." memeluk kedua lengan deddy nya sambil terisak.
" Arumi lihat apa tadi? kok nangis " mengusap kepala Arumi.
Arumi melepas pelukan " tadi Arumi lihat buto yang tadi sore itu kepala nya putus sama bala tentaranya juga ikut mati kepanasan. Arumi takut sama buto nya ded "
" Tadi Arumi bilang apa buto? " sahut Agus yang ekspresi wajah kebingungan.
" Ya elu enggak salah dengar " sambung Siska.
" Udah nak Arumi tidak udah di ingat ingat dengan bentukan nya. Lupakan aja, masa sama begituan takut. Sama yang lain kok biasa saja. 'Mereka' tidak bisa ke sini lagi 'mereka' udah kalah " kakek Djoko menasehati cucu nya.
Arumi mengangguk sembari menghapus sisa sisa air mata.
__ADS_1
" Ayo kita makan malam bersama, bunda udah menyiapkan. Yok mari makan " bunda Aurora mempersilahkan untuk makan malam bersama.
Bersambung....