
Sinar mentari pagi telah terbit, semua orang sibuk dengan urusan masing masing. Anak anak sibuk mempersiapkan seragam sekolah, kepala keluarga bersiap siap untuk berangkat mencari nafkah dan ibu rumah tangga sudah sibuk mengurusi bagian dapur.
Pagi ini seluruh keluarga Anin sibuk dengan makanan yang ada di hadapan mereka, satu keluarga di haruskan sarapan pagi bersama di rumah. Begitu juga Anin yang sedang sarapan dengan nasi goreng dan telur ceplok. Di meja Anin termenung dengan apa yang ia lihat kemarin malam, mau menyangkal itu mimpi tapi tidak mungkin. Ia ingat bahwa kemarin malam itu Anin masih sadar, enggak mimpi.
Anin mengunyah nasi goreng yang berada di mulut nya dengan suasana murung, tidak ada suasana senang yang terpancar di wajah nya. Membuat papa nya penasaran dan segera menegur nya "kenapa, enggak enak nasi goreng nya? atau mau yang lain?
Ucapan dari sang papa, membuat kedua orang lain nya menghentikan sarapan nya dan beralih menatap papa dan Anin.
" Kurang enak ya nak, sini mama buatkan lagi " mama( Anin ) berinisiatif mengambil piring yang berada di depan Anin. Tapi setelah mendengar jawaban dari anak perempuan nya inisiatif memasak ulang ia urungkan dan kembali ke tempat duduk nya.
" Nasi goreng ini sangat enak ma " dengan sedikit kunyahan nasi goreng di mulut.
" Ya sudah jangan melamun di depan makanan. Tidak baik, cepat habiskan sarapan nya " sambung papa nya yang masih menikmati nasi goreng buatan istrinya.
Ke empat orang ini masih melanjutkan sarapan nya yang tinggal tiga kali suapan.
...****************...
" Mah, Anin sama kakak berangkat dulu. Assalamualaikum" mencium telapak tangan mama dan berganti mencium telapak tangan papanya.
" Wa'alaikumsalam, hati hati di jalan enggak usah ngebut "
" Iya mah, enggak ngebut kok nanti " jawab kakak( Anin ), yang di sambut gelengan kepala dari papa (Anin).
Kedua anak nya pergi menjauh dari rumah nya menuju sekolahan nya yang jarak tempuh tidak terlalu jauh.
"..."
Tak berselang lama, mereka kakak beradik telah tiba di sekolahan dengan selamat dan tidak terlambat masuk. Kakak (Anin) memarkirkan sepeda motor nya di tempat biasa nya. Sedangkan adek nya entah pergi kemana, tak ambil pusing sang kakak(Anin) melengos menuju kelas nya yang berada di lantai dua.
...****************...
Anin berlarian sepanjang koridor kelas. Dengan keringat yang menetes begitu deras sampai lolos masuk ke dalam mata.
" Hey!! minggir....minggir " teriak Anin dari kejauhan, yang masih posisi berlari.
Orang orang yang berdiri di sepanjang sisi koridor, terpaksa menepi dengan tatapan heran.
" Gue harus samperin Siska sama Arumi, harus " tekat nya sudah bulat untuk menceritakan kejadian kemarin malam. Yang menimpa nya.
^ Sampai di kelas ^
__ADS_1
Anin terlihat kesusahan untuk bernafas, membuat teman teman lain nya keheranan, dengan apa gerangan nya. Salah satu teman sekelas nya mendekat "habis ngejar maling mbak. Udah ketangkap belum maling nya " bukan nya dipersilahkan duduk dulu, malah di tanya yang sangat sangat tidak masuk akal.
Anin pun membalas ucapan teman nya dengan jawaban yang absurd " ya nih maling nya udah ketangkep " sembari membenarkan anakan rambut yang berantakan karna terkena angin.
" Mana? masa sih di sekolah ada maling" dengan jawaban yang sangat polos, membuat Anin tertawa dalam hati. Karna pemikiran polos nya.
Anin menahan tawa nya agar tidak menyingung lawan bicara, dengan wajah tanpa dosa Anin berkata " lah ini maling nya, ada di depan gue " setelah mengucapkan kata kata itu. Anin langsung melengos menuju bangku nya.
" Wah, kurang ajar ya kau Nin!! " dengan muka malu di tambah marah.
" Hahaha....sorry ya. Gue tadi bercanda jangan di masukan ke hati, nanti gue enggak cukup masuk ke sana " gelak tawa Anin menghiasi suasana kelas di pagi hari, sebelum membahas ke hal mistis.
"..."
...###...
Siska dan Arumi telah tiba dengan jam yang sama, namun beda orang yang mengantarkan. Kedua orang ini berjalan beriringan menuju bangku. Kedatangan mereka berdua di sambut ceria oleh Anin yang sedari tadi menunggu di kursi.
Arumi meletakan tas ransel di kursi tempat ia duduk, setelah meletakan tas nya. Baru lah ia berjalan lagi menuju bangku belakang.
" Anin....Anin bisa enggak malam malam jangan di ajak ghibah, orang mau tidur jadi enggak jadi kan " kata Arumi ketika sudah duduk di kursi tepat di depan bangku Anin dan Siska.
" Elu nya aja, yang tidur nya kecepatan " balas Anin yang sedang menyandarkan punggung di kursi, dengan kedua kaki di buka selebar bahu. Serta tangan nya bersidekap di dada.
" Iya, Rum. Beneran enggak bo'ong gue, si hantu itu muncul, untung wujud nya masih enak di pandang. Kalau sebalik nya, pingsan gue "
" Wow, salut gue sama elu, enggak pingsan sedari awal. Kalau gue udah pingsan sewaktu lihat pertama kali, gue yang kadang merasakan 'kehadiran mereka' aja masih ada rasa gemetar di tambah rasa takut, semoga gue enggak diwujudkan " imbuh Siska yang masih menggendong tas ransel.
" Hantu itu lambat laun akan menampakan kepada kita, entah ke gue atau kalian berdua. Atau bisa jadi waktu bersama, hantu itu nongol. Sebelum kasus ini terungkap, hantu itu terus menampakan entah pagi, siang, sore dan malam. Jadi kalian berdua jangan kaget, dia tidak menakutkan. Benar kan Anin? "
Anin mengangguk setuju " benar.."
Arumi mendongak menatap jam dinding yang letak nya di samping duduk nya Siska " kita enggak punya waktu banyak, karna sebentar lagi masuk. Kita sambung lagi di taman waktu istirahat "
Sepuluh menit kemudian, bel sekolah berbunyi pertanda jam pertama telah mulai.
"..."
...###...
Teng...
__ADS_1
Teng....
Jam inilah yang di nantikan oleh seluruh murid murid yang masih bersekolah. Jam yang di rindukan di sela sela pelajaran yang membosankan.
Arumi, Anin dan Siska duduk di sebuah taman dekat dengan ruang UKS, taman ini tidak terlalu besar. Cukup untuk di isi dua bangku kayu yang panjang.
Anin membuka obrolan yang lima menit yang lalu mereka semua hening nampak sedang memikirkan hal yang lain.
" Hantu itu memberi clue bahwa dia berkata, bawah pohon asem. Hanya itu saja yang dia sebutkan dan mengapa baju nya banyak kotoran tanah basah dan kancing baju tinggal beberapa saja. Dan di bagian leher ada bekas seperti jeratan tali, sebelum hantu itu menampakan diri, gue udah mimpi ada cewek masih muda pakai seragam putih abu-abu di ruang yang sangat gelap dan pengap, kalau enggak salah gudang. Di dalam sana ada satu orang lagi, anak laki laki. Mereka berdua bertengkar selayak nya suami istri (KDRT), sampai di puncak nya si laki laki br*ngse* itu melecehkan cewek itu dengan cara paksaan. Gue yang ngelihat ngilu rasa nya. Bukan ngilu lagi sih yang di rasakan oleh si cewek, melainkan rasa kecewa, amarah, jijik dengan diri nya yang sudah tak perawan lagi. Habis manis sepah di buang begitu lah nasib yang di alami oleh cewek ini dan sebelum gue sadar, cewek itu bunuh diri di depan mata kepala gue, gue yang berada di sana histeris. Kacau di sana mau teriak lari enggak bisa badan enggak bisa di gerakan. Hingga gue tersadar bahwa kejadian yang kelam itu hanya lah mimpi yang sangat real " tutur Anin yang sangat panjang dan detail. Mereka berdua mendengar sembari mengangguk kan kepala.
" Kau lihat mayat si cewek itu di lepas atau masih menggantung? " tanya Siska.
" Gue enggak tau kalau itu, apa elu udah tanya ke mami mu tentang kakak angkat nya? " Anin balik bertanya pada Siska.
" Hari itu mami gue enggak menyangka, kalau hari itu hari terakhir nya. Mami gue enggak kepikiran sampai sana, waktu itu mami gue masih umur dua belas tahun, kejadian pasti nya udah lupa. Tapi... seminggu yang lalu kakak angkat mami gue udah menunjukan perilaku yang tidak seperti biasanya, pokok nya aneh banget. Ngomong nya pun ngelantur. Saat penemuan jasad di dalam gudang sekolah keluarga besar mami gue sangat terpukul tak terima apa yang mereka lihat. Hati seolah terpecah belah hancur tak tersisa, orang yang mereka sayang dan cintai meninggal dengan cara tragis, banyak luka lebam tersebar di seluruh tubuh. Yang paling menyesakan hati adalah rok yang di gunakan kakak angkat mami gue banyak darah menetes hingga ke ujung kaki " kata Siska.
" Kenapa pas pulang telat enggak cepat di cari, kenapa harus menunggu besok, apa nenek mu tidak memiliki firasat yang buruk? biasa nya kalau anak pulang telat pasti di cari, enggak mungkin kan orang tua menunggu di dalam rumah saja tanpa berinisiatif keluar mencari " cerca Arumi.
" Nenek gue dapet SMS dari anak angkat nya bahwa dia pulang nya malam karna ada tugas sekolah dan mengerjakan tugas di rumah teman nya. Di tunggu pun di tunggu anak angkat nenek gue belum juga pulang, jam sedang menunjuk pukul sembilan malam, satu rumah udah enggak enak. Terutama nenek gue yang nangis tak kunjung selesai, sampai kakek gue dan saudara lain nya mencari keberadaan nya mulai dari sekolah, rumah teman teman nya, tetangga bahkan tempat les. Enggak ada, semua tempat sudah di cari namun hasil nya sama tidak ada. Dua hari pencarian masih di lakukan para tetangga hingga polisi turun tangan, di hari ketiga baru di temukan bahwa anak angkat atau kakak angkat dari mami gue di kubur dengan cara tak layak di bawah pohon besar yang letak nya tak jauh dari tempat terakhir nya ia hidup " ucap Siska, selaku keponakan nya.
" Jangan jangan... " serentak mereka bertiga mengucapkan dan saling tatap tatapan.
" Pohon asem, tapikan... jasad nya udah di temukan, lantas apa yang membebani dia?. Apa ada sesuatu yang tertinggal di sana? "
" Kenapa kau bisa langsung menunjuk pohon asem? " tanya Siska.
" Coba elu pikir dulu, pohon mana yang enggak besar kalau enggak pohon asem yang ada di sana. Pohon itu kan dekat dengan gudang " Arumi menunjuk pohon asem yang letak nya sangat jauh dari tempat mereka duduk.
Siska membalikan badan melihat pohon asem yang ukuran nya sangat besar " lah iya ciri ciri nya sama "
( Ilustrasi )
Bersambung...
^
^
^
__ADS_1
Mengapa Lusi masih gentayangan di sekitar sekolah, apa yang membuat ia tidak bisa tenang, coba kalian komen di bawah kira kira apa yang membuat nya terbebani...