Lelembut

Lelembut
Terlambat pulang


__ADS_3

Teng...teng...teng....


Arumi dan Siska berjalan keluar dari kelas di susul dengan yang lain nya. Baru beberapa langkah Siska menoleh ke arah Arumi.


" Sorry ya Rum, gue enggak bisa menemani elu ke perpus " menunjukan puppy eyes serta mengatupkan kedua tangan di dada. " Gue ada urusan mendadak"


Arumi Memicingkan satu alis" urusan apa?"


" Adek gue di rawat di rumah sakit, jadi gue cepat cepat ke rumah sakit. Enggak apa kan gue tinggal "


Arumi menangkap ekspresi wajah lawan bicara. Siska menunjukan ekspresi wajah khawatir, dan Arumi bisa memaklumi nya. Arumi tidak mau egois, ia membiarkan Siska pulang terlebih dulu " enggak apa kok, lagian di sini masih rame. Jadi elu enggak usah khawatir. Oh ya adek lu sakit apa? " menepuk pundak Siska sebelum pergi.


" Sorry..." menundukkan kepala. "lain kali gue akan menemani elu ketiak ke perpus lagi. Adek gue sakit muntaber, udah sedari jam sebelas malam sampai pagi jam dua." mengangkat kepala, menatap wajah Arumi.


" Iya lah. Dah sana ke rumah sakit nanti di tungguin adek mu " memberikan senyum hangat.


" Terus sekarang adek lu udah mendingan apa belum? " tanya Arumi sebelum Siska pergi.


" Lumayan, tapi masih lemes efek dehidrasi "


Siska memeluk sesaat kemudian memegang kedua bahu " gue pulang dulu, kalau ada apa apa langsung telpon " jari nya seolah seperti gagang telpon di tempelkan ke telinga.


" Iya..."


Siska berjalan sembari melambaikan tangan ke Arumi. Arumi memandang kawan nya sampai benar benar hilang dari pandangan nya.


...🍂🍂🍂...


Arumi telah sampai di dalam perpus yang ternyata masih ada orang di dalam sana. Dengan sikap tenang, ia berjalan lewati orang orang yang tengah asik membaca buku.


Arumi jalan di lorong rak buku buku seraya kedua mata nya aktif melihat rak kanan kiri.


" Kebetulan ada orang di sana, jadi gue enggak merasa kesepian di sini. Mana rak rak nya tinggi " Arumi berniat menghampiri orang yang berdiri sambil membaca buku.


Drap...drap...


" Mbak mau tanya buku sejarah kerajaan Sriwijaya di mana ya? udah saya cari tapi enggak ketemu " dengan tutur kata yang sopan. Karna ia tidak tau orang di depan nya itu seangkatan atau kakak kelas.

__ADS_1


Orang itu mengangkat kepala nya menatap Arumi dengan tatapan tajam. Tak bergeming dengan posisi tangan masih membawa buku.


" Mbak maaf, letak buku sejarah di mana?" Arumi harus mengulang pertanyaan yang sama.


Dengan pertanyaan yang di ulang ke dua kali, baru lah orang itu bersuara" di sana" dengan memberi kode menggunakan dagu.


" Sebelah mana ya mbak? sebelah ini apa di sebelah pojok sana"


" Sebelah itu " menunjukan letak rak buku.


Arumi mengikuti arah orang yang menunjuk tempat rak" oh, makasih mbak"Arumi melanjutkan jalan nya tanpa menengok ke belakang.


" Mana ini kok enggak ada. Di sini kan tempat buku novel dan komik. Kan gue nyari buku sejarah, sesat deh mbak nya tadi. Tau gitu gue nggak nanya " gumam nya dengan kedua kaki masih lanjut jalan.


Lima menit lamanya, Arumi masih mencari letak rak buku sejarah. Sudah memutari rak rak buku sebanyak dua kali, namun masih belum ketemu apa yang di cari.


" Perasaan udah gue cari kok enggak ketemu. Apa mata gue yang rabun atau enggak sengaja kelewatan" ujar ku yang berdiri di tengah tengah kedua rak buku.


Melihat jam tangan yang sudah menunjukan pukul setengah tiga lewat empat puluh lima menit.


" Dahlah gue balik aja, udah enggak mood gue di sini " kedua kaki mengayun dengan irama yang sama, saling bergantian.


" Untung belum saya kunci. Kalau kamu enggak muncul bisa jadi udah ke kunci dari luar dan enggak bisa pulang " imbuh penjaga perpus yang tidak jadi menutup pintu.


" Untung aja "mengelus dada nya dengan perasaan dag dig dug.


Menepuk lengan penjaga perpus" di dalam sana kan masih ada orang "


" Enggak ada, semua udah pulang sedari tadi. Maka nya tadi saya ingin mengunci pintu ini, ternyata di dalam masih ada orang " jawab penjaga perpus.


" Eh masa sih, kan saya baru aja masuk di sini kurang lebih tiga puluh menit. Dan tadi saya juga melewati orang yang membaca buku. Mana ada tidak ada orang jelas jelas saya lihat ada kok"


" Benar mbak tidak ada. Ada nya mbak yang langsung masuk ke dalam kirain mau mengembalikan buku. Saya tunggu kok enggak keluar. saya sempat menunggu mbak sekitar sepuluh menit di dalam. tak berselang lama mbak udah keluar sambil membawa buku di tangan. Ya lagi lagi saya kira udah benar pulang, ya udah saya langsung pulang dan menutup pintu ini. Ternyata masih ada orang di dalam "


" Saya belum keluar mbak. Masih cari buku di dalam tapi enggak ketemu, dari pada di sini kelamaan mending saya beli di toko. Terus tadi saya masuk kesini ketika jam pulang sekolah " ucap Arumi.


" Terus tadi saya lihat siapa dong mbak, jelas jelas tadi kamu udah keluar " mengunci pintu perpus dengan cepat, karna perasaan nya udah tidak enak.

__ADS_1


"Mana ku tau " menggindikan kedua bahu.


Arumi tak mau ambil pusing karna diri nya udah tau jawaban nya dan enggan untuk memberi tau ke orang lain.


...🍂🍂🍂...


" Assalamualaikum..." Arumi masuk ke dalam mansion dengan dua tangan full paper bag.


" Wa'alaikumsalam. Dari mana aja? jam segini baru pulang " sahut kakek Djoko yang duduk di ruang keluarga bersama istrinya dan juga anak nya.


" Hehehe....tadi mampir dulu di mall beli buku sama baju " mencium satu persatu tangan kakek, nenek dan deddy nya.


" Kenapa enggak ngabari deddy dulu kalau kamu mau pergi ke mall " bersidekap dada seraya duduk di sofa.


" Batrai lowbat ded. Jadi enggak bisa di buka " memperlihatkan keadaan ponsel nya yang benar benar mati total.


Bunda Aurora tiba dari arah belakang sembari membawa nampan berisi teh hangat dan dua cangkir kopi pahit.


" Tumben terlambat pulang, mampir kemana? "


" Di mall beli buku sekalian beli baju "


" Oh. Udah sana mandi dulu keburu sore nanti " bunda Aurora menyuruh Arumi segera mandi.


" Ok bunda " Arumi berdiri Melangkahkan kaki mengarah ke lantai atas.


"..."


"..."


" Kakek sama nenek nginep di sini" tanya Arumi ketika semua ngumpul di meja makan.


" Iya udah lama tidak menginap di sini " sambung nenek Suminten.


" Sebentar lagi Arumi bakal jadi kakak. Seneng enggak?" bunda Aurora mengelus perut yang sudah membuncit.


" Ya senang dong bund. Jadi Arumi ada teman enggak kesepian di sini "

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2