
Mami(Siska) kembali mengunjungi kamar anak nya pada jam enam pagi. Tok..tok.. jgrek. Perlahan mendekat ke ranjang, yang mana anak nya masih di bawah selimut tebal. Tak lupa mematikan lampu tidur yang masih menyala.
Srakk!! korden jendela di buka dengan suara keras. Korden nya di lipat menjadi satu menyisakan korden putih.
Mami(Siska) membalikan badan, berjalan menuju nakas yang mana di sana masih ada wadah yang semalam ia simpan di atas sana, tak lupa mengecek kondisi anak nya.
" Masih panas..." ujar nya setelah mengecek suhu tubuh menggunakan telapak tangan nya.
Kini mami(Siska) sudah berada di depan meja belajar anak nya. Mata nya sibuk mencari buku tulis yang tengah nya masih kosong.
Setelah mendapatkan yang ia cari, ia mengambil lembaran tengah dan segera memberikan tinta hitam di atas kertas putih.
" Kalau panas nya enggak turun turun, terpaksa di bawa ke rumah sakit " batin nya sambil melipat kertas yang ia ambil tadi. Selesai membuat surat izin, ia mencari amplop yang di simpan di laci ruang depan.
Di saat mami nya sedang mencari amplop, tak lama kemudian, Siska bangun dengan kedua mata yang masih berair. Siska mengedarkan pandangan nya ke seluruh kamar tidur nya. Kedua mata nya menangkap keadaan pintu kamar nya terbuka, menandakan bahwa tadi ada orang yang masuk ke kamar nya.
Menarik tubuhnya agar bisa duduk selonjoran di atas ranjang. Dengan kepala yang masih sedikit pusing, ia memaksakan untuk turun dari ranjang.
Meski sedikit pusing, Siska memaksakan diri berjalan menuju kamar mandi yang letak nya di luar kamar. Kamar mandi berada di dekat dapur.
" Duh, kok dingin " mendudukkan diri di atas kloset.
Setelah selesai buang air kecil, Siska kembali masuk ke kamar nya. Berniat mengambil handuk dan juga baju ganti. Siska membalikan badan mendengar, mami nya yang tiba tiba masuk ke dalam kamar.
" Hari ini kamu enggak usah masuk dulu. Besok besok aja kalau udah sembuh. Udah mami buatkan surat izin" membawa lagi surat yang ia buat tadi.
" Kalau mau mandi pakai air hangat aja. Badan mu masih panas, nanti agak siangan mami bawa ke rumah sakit " berbicara di depan kamar anak nya, yang posisi pintu terbuka lebar.
" Iyaa mi.." dengan suara lemas, Siska membalas ucapan mami nya.
...▪️▪️▪️...
Dua jam kemudian... Siska dan mami nya keluar berdua pergi menuju rumah sakit untuk mengecek kondisi anak pertama nya. Takut takut kalau terkena penyakit apa.
Lagi lagi Siska di perjalanan merasa tubuh nya sakit semua di tambah panas di sekujur tubuh. Tapi..kalau tengah malam diri nya kedinginan dan mendengar suara langkah kaki yang seolah olah sedang memutari kamar nya. Suara nya sangat jelas. Pernah suatu malam, Siska kebangun karna mendengar suara orang yang sedang senandung di luar kamar nya tepat nya di taman depan, bersebelahan dengan teras. Suara nya sangat jelas seperti sedang mengucapkan tembang Jawa.
Refleks Siska mengintip dari balik korden. Mengintip siapa senandung malam malam di luar sana. Setelah di lihat cukup lama, Siska tidak melihat ada orang. Dalam batin nya " Loh kok hilang ya suara nya, tadi ada " Siska menggaruk kepala nya sembari kembali ke ranjang untuk melanjutkan tidur.
...🍂🍂🍂...
Tiba di rumah sakit, Siska di antar mami nya menuju tempat yang mana nanti untuk pengecekan kondisi Siska.
"..."
__ADS_1
"..."
Dan tiba lah, Siska di periksa oleh dokter. Dalam satu ruang hanya di isi oleh tiga orang. Ruangan ini tidak terlalu besar dan seluruh dinding di penuhi cat warna putih dan semerbak bau aroma obat.
Dalam pemeriksaan tadi, dokter menyimpulkan hasil nya bahwa Siska tidak mengalami penyakit yang berbahaya hanya faktor kecapean saja. Dan di suruh untuk istirahat dalam tiga hari. Sebelum beranjak pergi, dokter memberikan secarik kertas, yang tulisan nya tidak bisa di baca oleh pasien hanya orang orang tertentu saja yang paham akan tulisan dokter.
Setelah selesai di periksa, Siska dan mami nya pergi meninggalkan tempat ini. Sebelum benar benar pergi, mereka berdua melipir ke tempat apotek yang letak nya berada di lantai dasar dekat dengan tempat loket.
Setengah jam kemudian...mereka berdua telah mendapatkan obat dan bergegas menuju parkir mobil.
" Surat izin tadi di titipkan ke siapa mi? " tanya ku di saat sudah masuk ke dalam mobil.
" Tadi di titipkan ke papi waktu mau berangkat kerja "
...🍂🍂🍂...
Senja terbenam terbitlah malam hari, Siska yang baru menunaikan ibadah sholat. Di kejutkan lagi dengan suara gesekan roda kursi yang di pakai pada saat belajar. Jelas jelas tidak ada orang yang sedang menduduki kursi itu, aneh nya tidak ada angin kok bisa roda kursi bergerak dengan sendiri nya. Seketika Siska memikirkan yang tidak tidak, mau lari tidak bisa. Diam tak bergeming.
" Pasti gue salah lihat, ya salah lihat " Siska memutuskan membuang jauh jauh bayangan yang mengerikan.
Selesai ibadah sholat, Siska berjalan keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil piring, karna kebetulan diri nya lapar.
Kebetulan di dapur ada mami nya yang sedang menghadap tempat cuci piring, membelakangi Siska yang mengambil piring bersih.
Baru tiba di meja makan, Siska melihat mami nya yang baru keluar dari kamar adek nya dengan model dan warna baju yang berbeda. Tidak seperti tadi melihat nya di dapur.
Siska langsung mematung sesaat, mencerna apa yang ia lihat barusan, seolah di rumah ini ada dua mami nya " lah mami baru keluar dari kamar Ita. Terus tadi yang gue lihat siapa dong, udah terlanjur ngajak ngobrol " di tengah tengah ke bengong nya, Siska tidak tau kalau mami nya udah di depan nya.
" Kalau mau makan jangan di buat mainan. Tuh lihat magic com nya di buka enggak di tutup " tegur mami nya. Setelah itu melengos pergi ke kamar mandi luar.
" Enggak mungkin kan mami gue ada dua" Siska meletakan piring di dekat magic com. Dan kembali menuju dapur untuk memastikan.
Dan ternyata...
Di dapur tidak ada siapa siapa, kosong. Hanya perlengkapan dapur saja yang terpampang jelas. Di situ Siska merasa ada yang tidak beres dengan rumah nya, sudah tiga kali ini. Siska merasakan ada hal aneh di dalam rumah ini, mulai dari sekelebatan cahaya, bunyi suara yang asal nya entah dari mana, dan sekarang kejadian ini, di kira mami nya berada di dapur ternyata asli nya baru keluar dari kamar adek nya.
" Kalau tadi bukan mami, terus siapa dong? " baru mengucapkan kalimat itu, dari arah belakang Siska merasakan ada nya hembusan nafas yang sangat dingin. Tepat nya di bagian tengkuk belakang.
" Setan, jin atau apalah. Jangan usil di rumah ini. Ini rumah ku jangan sampai sampai melukai keluarga ku " batin Siska, setelah merasakan hembusan nafas yang asal nya dari belakang.
"..."
"..."
__ADS_1
Dengan langkah kilat, Siska menelepon Arumi dengan nada gemetar. Melupakan piring yang di letakan di atas meja makan dan seketika selera makan nya hilang. Di gantikan dengan rasa gemetar dan was was.
Siska menceritakan kejadian yang ia alami dari awal sampai sekarang dan menceritakan pula bahwa diri nya sakit karna sehabis melihat penampakan cahaya putih melintas di depan wajah nya.
Dalam sambungan telpon, Arumi nampak memberi nasehat dan ketenangan agar tidak takut di campur rasa cemas yang melanda pada diri nya.
📞" Banyak banyak istighfar, sebelum tidur wudhu dulu agar di saat elu tidur tidak ada yang mengusik. Besok gue sama Anin ke rumah elu pas pulang sekolah. Kalau sekarang kemalaman dan jarak nya jauh ke rumah elu. Tenang oke, kalau ada yang mengganggu kunci nya jangan panik atau takut, kalau elu takut yang mengganggu elu tambah senang karna misi nya berhasil. Tapi...dari cerita elu, gue belum bisa memastikan siapa yang 'ikut' ke rumah elu "
📞" Btw..elu bisa memagari rumah gue enggak? " tanya Siska.
📞" Kalau itu gue belum bisa Sis, tapi yang bisa kakek gue "
📞" Kalau deddy elu? bisa " tanya Siska yang berada di dalam kamar.
📞" Bisa tapi kan pulang nya enggak tentu, kalau pun bisa pasti bentrok sama kerjaan kantor kalau enggak itu cepat capek. Besok nya enggak masuk kerja "
📞" Rum..."
📞" Hmmm.."
📞" Semisal kamar gue yang di pagar bisa enggak? takut takut kalau menyelinap masuk. Terus waktu istirahat gue terganggu"
📞" Bisa sementara apa selama nya? ada dua cara soal nya " balas Arumi yang masih dalam mode telponan.
📞" Beda nya apa? "
📞" Beda nya di bagian mengamalkan surah nya. Kalau jumlah nya di bawah 100 bacaan hasil nya akan sementara tapi itu udah kuat kok. La yang di atas 100 atau 1000 itu kekuatan nya besar dan efek nya jangka panjang, asal tempat nya tidak boleh untuk maksiat, insyaallah masih aman "
📞" Bacaan nya apa? "
📞" Istighfar 33x, Al Fatihah 7x, an nas 7x dan ayat kursi 1000x. Media nya pakai air yang udah di kasih garam udah gitu dong. Kalau bisa pakai daun kelor jumlah nya ganjil, kalau ada. Kalau tidak ada tidak apa itu saja sudah cukup"
📞" terus setelah itu, air nya di apakan? "
📞" Di siram di setiap sudut kamar elu. Di percikan aja air nya, jangan di tuangkan semua, nanti kamar elu yang basah "
📞" Ok, makasih Rum "
📞" Sama sama..."
Dan akhir nya percakapan telpon di hentikan, Siska langsung melaksanakan perkataan Arumi tadi. Dengan kondisi tubuh masih sedikit panas. Yang terpenting diri nya bisa istirahat dengan tenang malam ini.
Bersambung....
__ADS_1