Lelembut

Lelembut
Terjebak dalam mimpi


__ADS_3

Di saat ingin mendengarkan cerita tentang mendiang kakak angkat mami nya Siska, ada seorang tamu datang ke rumah Siska dan kebetulan mami (Siska) berada di ruang tamu. Mami pun dengan sigap menerima tamu yang hadir di rumah nya.


" Oh, kirain siapa tadi yang datang ternyata kamu. Ayo masuk ke dalam " ujar mami(Siska)


Tenyata orang tadi adalah tamu nya mami(Siska). Mami(Siska) mempersilahkan teman nya untuk duduk di sofa.


Tiga anak ini otomatis membersihkan apa saja yang berada di atas meja ruang tamu. Dengan gerak tangan yang cepat, mereka bertiga sudah membersihkan apa saja yang mengganggu pandangan.


Siska menarik Anin dan Arumi untuk masuk ke dalam kamar nya, sebelum Siska membawa sahabat nya masuk ke dalam kamar, Siska meminta izin ke mami dan tamu yang duduk di sofa.


" Mi, Siska sama yang lain masuk ke kamar " sembari membawa barang barang mereka.


" Iya..." balas mami nya.


...****************...


Ketiga anak ini sudah berada di dalam kamar, dan mereka merebahkan badan di bed cover milik Siska.


Siska menutup kedua mata dengan posisi kedua tangan sebagai bantalan kepala, Anin membelakangi Arumi dengan posisi tubuh miring ke kanan menghadap dinding yang berada di atas bed cover.


Dan Arumi memandang langit langit kamar Siska sembari memeluk guling, pandangan mata terus menatap langit langit kamar dengan pikiran yang kemana mana.


Ucapan mami (Siska) masih terngiang ngiang di dalam otak nya, berbagai macam pertanyaan bermunculan dengan sendiri nya. Sampai kepala Arumi di buat pusing, ingin sekali mengutarakan pertanyaan yang bersarang di dalam otak nya. Namun, waktu belum mengizinkan.


Arumi menepis segala pikiran negatif yang tiba tiba muncul di dalam benak nya, sekuat tenaga ia tepis namun, hasil nya nihil. Membuat Arumi frustasi dengan keadaan saat ini. Ia menarik tubuh nya dan terduduk di atas bed cover Siska.


Arumi melihat kedua sahabatnya yang sudah terlelap ke alam mimpi, ingin sekali Arumi bertanya kepada Siska, akan tetapi orang nya sudah terlelap. Arumi memilih turun dari bed cover. Memilih duduk di bawah ( lesehan ) dengan di lapisi dengan karpet.

__ADS_1


...****************...


Baru memejamkan mata, Anin merasakan suasana berbeda, di bawa oleh seorang wanita yang tak di kenal namun wajah nya tidak di perlihatkan hanya rambut belakang dan punggung yang terlihat.


Anin terus mengikuti langkah demi langkah dan Anin tak tau akan di bawa ke mana, diri nya hanya mengikuti wanita yang ada di depan nya.


Beberapa detik kemudian, Anin tersadar bahwa suasana ini jauh berbeda dengan suasana sebelum ia terlelap ke dalam mimpi. Di sini suasana nya sangat sunyi dingin dan tak ada aktivitas manusia. Hanya suara angin yang berhembus sangat tipis.


Anin sadar bawah diri nya sedang di alam mimpi, di dalam batin nya terus berdoa agar segera sadar dari mimpi ini.


Di saat sedang berdoa, wanita yang ada di depan nya hilang. Sontak Anin kebingungan mencari keberadaan wanita tadi. Anin cari ke segala arah, namun tak menemukan.


" Ini di mana sih? dan ke mana wanita tadi" gumam Anin yang masih berjalan tanpa tau arah tujuan.


Anin di situ masih terus berjalan tanpa ada rasa lelah sedikit pun. 10 menit telah berlalu rasa lelah mulai terasa. Anin merasa kedua kaki nya sangat berat seperti ada yang membebani nya.


Anin menoleh ke belakang untuk memastikan ada orang atau barang yang menyangkut kedua kaki nya. Ternyata tidak ada hanya tanah dan rumput liar yang mengelilingi Anin.


Sewaktu memutarkan kepala nya seperti semula ( menghadap depan ), suasana berubah tidak seperti tadi yang di tengah hutan. Kini sudah di sebuah gedung yang sangat besar.


Anin termenung, sejak kapan diri nya pindah dan siapa yang memindahkan. Di tengah kebingungan Anin mendengar suara teriakan seseorang yang asal suara nya mengarah ke gedung yang berada di hadapan Anin.


" Ih.. itu tadi suara siapa? kan sedari tadi gue enggak ketemu orang. Terus tadi suara apa " Anin terbengong setelah mendengar teriakan yang asal nya entah dari mana, yang Anin yakin suara itu mengarah ke dalam gedung yang bangunan nya besar sekali.


Anin melangkah dengan rasa sedikit was was, menengok kanan kiri bila ada orang tau hewan. Anin bisa lari menjauh.


Semakin mengikuti suara teriakan seseorang, semakin pula rasa deg deg itu muncul. Tanpa di sadari oleh Anin, diri nya sudah masuk ke dalam gedung yang di lihat lihat bentuk nya seperti gedung sekolahan nya.

__ADS_1


Setiap sudut ruang ruang Anin hafal, sampai sampai Anin tersadar bahwa diri nya berada di sekolahan.


Deg! jantung Anin berpacu sangat kencang sampai diri nya mendengar detak jantung nya sendiri.


" Ini kan sekolahan gue, bukan nya tadi cuma gedung kosong. Kok bisa berubah dalam sekejap " keringat dingin mulai menguasai tubuh nya.


Di tengah tengah kebingungan, suara teriakan itu muncul kembali. Membuat Anin penasaran. "Siapa orang itu" batin Anin.


Drap... drap...


Langkah Anin terhenti di sebuah ruang yang terasa lembab dan pengap, udara di ruangan ini sangat minim. Membuat Anin susah untuk bernafas. Ruang ini di penuhi oleh sarang laba laba dan tumpukan bangku yang tidak berfungsi dan banyak debu di sekitar ruang ini.


...****************...


" Ampun mas... jangan siksa aku, ampun hiks..." dengan suara paruh yang terus merintih kesakitan.


" Kau!!!... jangan panggil aku dengan sebutan mas dengan mulut busuk mu " bentak seorang pria yang di duga kekasih dari wanita ini.


" Kenapa mas berubah, apa salah ku mas" sembari menangis berlinang air mata.


Sepasang kekasih bertengkar di sebuah ruang yang penuh dengan debu dan sarang laba laba. Di duga ruang ini di gunakan sebagai gudang oleh sekolah. Sepasang kekasih ini masih menggunakan seragam osis lengkap dengan tas ransel.




__ADS_1


Sampai di sini dulu cerita nya, author lagi enggak enak badan. Besok insyaallah tetap update.


Bersambung....


__ADS_2