Lelembut

Lelembut
Serangan metafisika


__ADS_3

Semakin malam semakin pula bola-bola 'kiriman' berdatangan. Bola-bola 'kiriman' itu layaknya api panas, yang siap menggempur mansion Daddy Baskoro. Malam semakin mencekam ribuan makhluk mengepung mansion layak nya lebah membangun sarang.


Para siluman berdatangan dengan bentuk rupa yang menyeramkan, salah satu di antara mereka merupakan ketua atau pemimpin dari bangsa siluman. Berbadan manusia berkepala hewan, siluman itu berkepala macan kumbang dengan mata berwarna merah serta gigi taring yang begitu runcing. Siluman macan kumbang sangat lah besar di antara yang lain.


Para siluman itu mencakar dinding pertahanan yang di buat oleh kakek Djoko. Tak tanggung tanggung cakaran 'mereka' menimbulkan suara gaduh. Suara itu seperti suara petasan yang meledak tepat di atas mansion.


Di saat 'mereka' menggempur 'pagar', di situ lah penjaga yang berada di dalam keluar menghadang para siluman.


Pertempuran kian memanas dari pihak siluman dan penjaga sama sama memiliki kekuatan yang dahsyat. Mereka sama sama mengadu kekuatan baik di dalam pagar maupun di luar pagar. Pertempuran ini berlangsung sangat lama hingga dini hari.


Deddy Baskoro selaku pemilik mansion juga turut membantu para penjaga mansion. Deddy Baskoro telah Ragasukma, melepas Sukma dari wadah nya. Sukma nya melayang menembus dinding mansion. Sukma Baskoro ikut membantu para 'penjaga' yang sedang tempur adu kekuatan.


Semakin mengeluarkan tenaga dalam, semakin pula energi terkuras. Di sisa sisa energi terakhir, bala tentara datang lagi. Kali ini gerombolan banaspati yang cahayanya sangat terang dan besar. Banaspati datang bersama anak buah nya.


Penjaga mansion ini berupa khodam yang berasal dari kris, batu akik dan batu permata. Dan ada juga leluhur dari keluarga kakek nya. Yang ikut membantu. Khodam khodam ini bukan hanya berupa manusia, hewan turut hadir membantu menangkis energi negatif. Harimau putih, ular putih dan naga.


Duar....suara ini sangat terdengar sangat keras, sampai orang orang yang berada di mansion kelimpungan mencari sumber suara. Suara ledakan ini terdengar sampai ke dunia manusia, orang awam akan terdengar jelas ledakan ini. Suara ledakan ini tanda nya telah usai pertempuran ini. 'Mereka mereka' telah kalah dan 'mereka' kembali pulang dengan keadaan kalah serta kesakitan.


Pertempuran ini berakhir pada jam dua dini hari. Semua yang terlibat sangat lelah dan sangat sangat terkuras energi nya. Yang mereka rasakan, di rasakan oleh deddy Baskoro. Setelah Sukma nya kembali ke tubuh, deddy Baskoro tergeletak di lantai dengan nafas yang memburu.


Hoss...hoss...hoss...


Deddy Baskoro tergeletak di ruang kerja nya, sedangkan Arumi masih terjaga mengerjakan pekerjaan kantor yang di beri deddy tadi.


Di sisa sisa energi nya, deddy Baskoro menarik tubuh nya, duduk dengan kedua kaki di luruskan. Deddy Baskoro menengok ke arah meja kerja nya. Dengan nada lirih nya " Rum, tolong ambilkan deddy air "


Arumi menoleh menatap deddy nya yang sudah kembali. Arumi berdiri melangkah kan kaki nya mendekat ke di deddy nya yang masih duduk di bawah "air dingin apa air biasa "

__ADS_1


" Air hangat aja " jawab deddy Baskoro.


" Wait a minute! " Arumi jalan cepat menuju dapur yang berada di bawah. Arumi harus melewati anak tangga terlebih dulu, baru sampai ke dapur.


Drap...drap....drap....( suara langkah kaki )


" Ini ded air hangat nya " menyodorkan segelas air hangat untuk deddy Baskoro.b


Glug....glug....


Dalam hitungan tiga detik, segelas air hangat habis sampai tetes terakhir. Deddy Baskoro mengembalikan gelas kepada Arumi.


" Tidur lah udah malam " deddy Baskoro menyuruh anak nya tidur, karna makhluk negatif sudah pergi.


" Ok ded, tau aja kalau Arumi ngantuk. Arumi balik ke kamar. Bye deddy" Arumi bergegas keluar dari ruang kerja, berjalan menuju kamar nya.


Sebelum ke kamar, gelas yang ia bawa sudah di letakan di bawah dekat pintu kamar nya. Dari pada turun lagi ke bawah, mending taruh di bawah. Pasti aman nya.


...🍂🍂🍂...


Suasana sekolah di saat jam kosong.


" Elu tau enggak kakak kelas yang koar koar pas di kantin, sekarang jatuh sakit. Di rawat di rumah sakit " Anin memulai topik pembicaraan.


" Masa sih? tau dari mana berita itu, jangan jangan hoax " balas Siska.


" Mana ada gue nyebar berita hoax, emang gue pernah nyebar berita hoax " Anin melempar pertanyaan.

__ADS_1


" Terus dari mana coba? " sambung Arumi.


" Gue enggak sengaja denger guru guru lagi ngobrol di ruang guru. Dan semua guru pada cerita tentang Tasya "


" Oh, kirain asal ngomong elu " tutur Arumi.


Sesaat Arumi terdiam mengingat kejadian tadi malam yang tidak di perbolehkan tidur sore oleh kakek nya. Dalam batin nya ia bertanya tanya " apa kekalahan tadi malam berdampak ke pelaku "


Siska yang melihat Arumi melamun langsung mencubit tangan si empu.


" Aw.." Arumi kaget sambil mengelus bekas cubitan.


" Jangan kebanyakan ngelamun, enggak baik " imbuh Siska.


Anin kembali membahas cerita yang tertunda " hahaha...gue puas kalau dia sakit. Karma nya udah datang mungkin, jadi di beri sakit biar istirahat mulut nya"


Siska mencondongkan badannya ke depan, dengan dada menempel ke sisi meja " terus..terus dua asisten nya masuk apa ikut ikut enggak masuk "


" Enggak tau gue, yang penting bos nya enggak datang. Gue Alhamdulillah "jawab Anin dengan gaya centil nya.


" Hmm, habis pulang dari sini. Langsung telpon kakek. Apa benar si pelaku langsung mendapatkan ganjaran " isi batin Arumi.


Bersambung...



__ADS_1



Sampai di sini dulu cerita nya, author banyak tugas kampus. Bye sampai ke temu cerita selanjutnya


__ADS_2