
Setelah kejadian kemarin malam, kelurga kecil deddy Baskoro menginap di rumah orang tua nya bersama keluarga kakak nya.
Waktu di perjalanan bunda Aurora terus merasakan punggung nya sakit dan sedikit mual, membuat suami nya terus mengusap punggung istri nya yang sedang merintih kesakitan. Rasa mual yang di alami bunda Aurora yakni usia kandungan masih muda di tambah benturan energi negatif.
Istri dari om Abay sudah tidak merasakan mual, hanya saja masih merasakan lemas. Hati orang tua mana yang tega melihat menantu nya yang kondisi badan tidak fit di tambah sedang mengandung cucu atau anak dari Abay dan Baskoro.
Sang kakek Djoko tidak tinggal diam, kakek Djoko sudah menyiapkan air yang sudah di beri doa doa tertentu. Singkat cerita, setelah minum air doa, perlahan rasa lemas dan rasa pegal di punggung berangsur pulih.
"..."
Siang hari nya, Arumi menghampiri bunda Aurora yang sedang rebahan di atas bed cover.
" Udah enakan apa belum Bun? " Arumi masuk ke kamar orang tua nya sembari membawa sup ayam yang masih hangat.
Bunda Aurora menjawab dengan anggukan kepala.
" Alhamdulillah, kalau udah enakan. Bunda mau enggak sup ayam buatan nenek, mumpung masih hangat. Arumi suap in mau " memegang mangkok kecil berisi sup ayam.
Bunda Aurora hanya melihat sup yang di pegang oleh anak nya, tanpa mau memegang sendok.
" Kenapa di lihatin Bun, Arumi suap in ya " Arumi menyendok kan sup ayam. Namun, bunda Aurora memalingkan wajah nya sembari membungkam mulut nya dengan kedua tangan.
Huek..!
Arumi langsung meletakan mangkok di meja kecil sebelah bed cover.
" Bunda, kenapa bun" dengan raut wajah panik. Arumi membantu menarik tubuh bunda nya, agar posisi duduk.
" Jauhkan sup ayam itu, bunda gak mau " terus membungkam mulut nya menggunakan guling.
Arumi menoleh ke arah meja kecil, perlahan langkah kaki nya menuju meja kecil untuk mengambil mangkuk kecil itu.
Drap...
Drap...
" Loh, mangkok nya kok di taruh di meja. Enggak enak sup nya? " kebetulan nenek Suminten sedang cuci piring di dapur.
" Enak kok nek, tapi bunda enggak mau makan. Cium bau nya udah mual " jawab Arumi dengan keheranan.
Nenek Suminten tersenyum tipis " enggak apa itu Rum, sudah biasa kalau begituan. Hormon orang yang hamil muda emang lagi naik turun. Kalau enggak mau sup, coba berikan buah semangka yang ada di kulkas. Berikan ke bunda mu supaya meredakan rasa mual " nenek Suminten berbalik mencuci piring lagi.
__ADS_1
Arumi melaksanakan ucapan nenek nya tadi, menyuruh untuk memberikan buah ke bunda Aurora. Tanpa berlama lama, Arumi membawa potongan buah semangka yang ia taruh di piring plastik dan satu garpu kecil.
" Bunda, lihat Arumi bawa buah semangka" menyimpan piring plastik di pangkuan bunda nya.
Perlahan bunda Aurora memakan buah semangka yang baru keluar dari kulkas. Suapan demi suapan habis di lahap oleh bunda Aurora, tanpa tertinggal satu potong buah.
" Lagi?.." tanya Arumi sebelum menjauh dari kamar ini.
" Iya, selain buah semangka apa aja di kulkas? " dengan wajah berbinar, tidak seperti pertama mencium sup ayam.
" Ada sih, apel, anggur, sama jeruk "
" Bawa semua di sini ya. Sekalian bawa plastik dan pisau buah, kalau semangka nya masih. Bunda bawakan lagi " ucap bunda Aurora.
Lima menit kemudian, Arumi datang membawakan buah, kresek hitam dan pisau buah tak lupa membawa piring plastik.
...🍂🍂🍂...
Keesokan harinya, Arumi berangkat ke sekolah bersama Agus yang kebetulan satu sekolah namun berbeda kelas. Arumi dan Agus berjalan bersama melewati lorong lorong kelas.
Sewaktu jalan bersama Agus, cara pandang murid murid lain ke Arumi sangat berbeda. Terutama murid cewek entah kelas X atau kelas XII, rata rata murid yang berjenis kelamin cewek seakan sangat membenci Arumi, tatapan nya sinis. Dan ada juga secara terang terangan menggunjing dengan kata kata yang tidak tepat ketika Arumi dan Agus jalan tepat di depan mereka mereka.
Arumi mendengar cemoohan dari mulut mulut sampah mereka, tapi Arumi memilih menutup kedua telinga. Dari pada menutup mulut mulut yang tidak berpendidikan itu.
" Biarkan omongan kosong mereka " ujar Agus sembari merangkul Arumi. Tak lupa Agus membelai kepala adek nya.
Orang orang yang syirik dengan Arumi tambah syirik dan panas hati, melihat idola nya berpelukan dengan cewek lain.
"..."
"..."
Sampai di dalam kelas, Arumi di sambut dengan Anin dan Siska. Mereka berdua memeluk erat tubuh Arumi, hingga Arumi kesusahan untuk bergerak.
" Elu kemana aja sih kawan, kalau mau healing tuh ajak ajak kita dong. Biar seru, kita di sini butuh yang nama nya piknik. Mana kemarin tuh keos banget sekolah ini" curhat Siska yang masih menempel di tubuh Arumi.
Arumi mendorong Anin dan Siska dengan kedua tangan nya, dan berlalu meninggalkan dua orang yang berdiri di depan papan tulis. Arumi duduk di bangku nya sembari melepas tas ransel di pundak.
Anin dan Siska masih membuntuti Arumi, hingga sampai ke meja.
" Tumben elu datang agak siangan" tutur Anin yang baru melihat jam dinding. Jam menunjukan pukul 06.45.
__ADS_1
" Biasa si Agus kalau berangkat mesti agak siangan, ya mau enggak mau gue harus ngikut jam berangkat nya " jawab ku.
" Agus? elu mampir ke rumah nya bang Agus, apa si Agus nya yang mampir ke mansion elu "
" Salah semua sob, kelurga gue nginap di rumah nya. Karna bunda gue lagi enggak enak badan, jadi yang ngerawat bunda. Nenek gue sama tante Isti, ya gue sama deddy ngikut lah nginep di sana " jawab Arumi.
" Terus tadi elu " Arumi menunjuk menggunakan dagu mengarah ke Siska. "Kata elu, kemarin di sini rame. Rame masalah apa? kok gue enggak tau, ada ular masuk apa gimana? "
Siska langsung menjawab ucapan dari Arumi " kemarin tuh ada kesurupan massal di halaman sekolah. Untung kelas kita masih aman enggak ke sambar "
" Kok bisa, terus yang menangani kesurupan massal itu sapa? "
" Tiga guru agama di tambah guru guru lain nya turut ikut bergabung di halaman. Waktu itu masih pagi sekitar jam delapan, yang di halaman sekolah tuh kakak kelas lagi kegiatan olahraga. Eh tau nya ada yang teriak teriak. Pas itu gue sama Anin dengar, ya kita kira biasa lah teriak teriak biasa enggak kepikiran kalau itu udah ada yang kesurupan. Kita hiraukan lah, ngapain keluar kelas pas ada guru. Kurang kerjaan "
" Kok kalian bisa tau kalau itu udah kesurupan? " tanya Arumi dengan mode kepo.
" Teman nya teriak kesurupan.Ya auto dengar lah, enggak cuma kita aja yang dengar. Satu kelas dengar sampai Bu guru keluar melihat ke arah halaman. Satu kelas mau lihat keluar langsung di larang sama guru, pintu kelas di tutup enggak ada yang boleh keluar apa lagi lihat dari kaca jendela. Yang kesurupan enggak cuma satu atau tiga orang. Banyak murid cowok ada yang kesurupan juga, entah ada berapa orang yang kesurupan " imbuh Anin yang duduk di kursi sebelah yang masih kosong.
" Terus penyebab nya apa? "
" Enggak tau " Siska menggindikan kedua bahu. " Selesai nya aja tiga jam pokok nya yang ada di halaman keos deh " sahut Anin.
" Terus yang kesurupan udah pada sadar semua? "
" Udah lah, tapi ya lama keluar nya. Isi nya tuh teriak dan teriak, pengging kuping gue " kata Siska.
"..."
"..."
Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi. Pertanda jam pelajaran pertama akan di mulai.
Bersambung.
*
*
*
Kesurupan dalam sisi medis: gejala gangguan jiwa yang disebut folie a deux, yaitu gejala gangguan jiwa pada seseorang yang diikuti orang lain. Mereka kehilangan kepribadian yang asli.
__ADS_1
Kesurupan: sering terjadi pada perempuan dan sangat jarang terjadi pada laki laki. Fenomena kesurupan sering di kaitkan dengan hal hal mistis yang berbau horor. Orang yang sedang mempunyai masalah hidup yang berat pasti akan sering melamun atau pandangan kosong. Orang yang sering melamun menjadikan sasaran empuk bagi jin, setan atau hantu untuk masuk ke dalam tubuh manusia, melalui bagian yang 'mereka' inginkan. Fenomena kesurupan sering di temukan di seluruh pelosok Indonesia mau pun di luar Indonesia.
Bersambung...