Lelembut

Lelembut
Tragedi berdarah


__ADS_3

Seorang wanita dengan kisaran umur empat puluh tahun. Tinggal di sebuah rumah yang kecil. Bangunan ini peninggalan kedua orang tua nya yang sudah lama meninggal dunia, di saat wanita ini berumur dua puluh dua tahun.


Wanita ini bernama Darmani. Ia tinggal di rumah ini seorang diri. Darmani lahir dan di besarkan di desa di wilayah provinsi J. Di desa ini sangat kental dengan tradisi Jawa.


Singkat cerita Darmani menikah di umur tiga puluh lima tahun. Awal nya ia sangat senang menikah dengan seorang pria yang sangat ia cintai. Menginjak pernikahan ke lima bulan Darmani dan suami nya tampak harmonis dan saling mencintai.


Sang suami bernama Sutrisno bekerja sebagai buruh pabrik yang tempat nya sangat jauh dari tempat tinggal nya. Darmani sangat senang karna suami nya bisa berkerja kembali meskipun jarak yang di tempuh sangat jauh. Darmani sangat mendukung pekerjaan suami nya ya walaupun bekerja sebagai buruh pabrik.


Sebelum di terima sebagai buruh pabrik, Sutrisno sempat tidak bekerja semalam satu bulan karna gaji sebagai buruh tani tidak mencukupi untuk memenuhi keutuhan rumah tangga nya.


Sutrisno ialah sosok pria yang bekerja keras dan penyayang keluarga. Bukti nya ia mau bekerja di tempat jauh dengan jumlah gaji yang tidak seberapa besar namun cukup untuk memenuhi kebutuhan istri nya. Dengan resiko meninggalkan istri nya dari pergi pagi pulang sore.


Sutrisno sangat mencintai Darmani hingga ia mau berkorban demi mencukupi kebutuhan istri dan rumah tangga nya. Awal nya Sutrisno tidak mau bekerja di pabrik, namun sang istri sedikit mendesak untuk suami nya bekerja di situ.


...****************...


Hari demi hari sudah di lewati. Kini usia pernikahan mereka menginjak tujuh tahun. Dan kalian tau semenjak suami nya bekerja menjadi buruh pabrik, kelakuan nya sangat berbeda. Berubah menjadi seratus delapan puluh derajat.


Yang awal nya sangat baik dan pengertian dengan istri nya. Kini perlakuan baik berubah menjadi buruk. Istri nya di perlakukan seperti pembantu, yang harus melayani nya setiap, yang dia minta.


Perlakuan nya sangat jauh sekali, bagaikan orang lain yang masuk ke dalam tubuh suami nya. Kalau permintaan nya tidak di penuhi si Sutrisno akan menghajar istri nya hingga sekujur tubuh nya berubah warna menjadi biru keunguan.


Darmani tidak menyangka bahwa suami nya yang ia cintai begitu tega memperlakukan diri nya dengan begitu keji. Dengan contoh : Darmani yang baru selesai mencuci pakaian tidak mendengar teriakan suami nya karna letak tempat mencuci sama rumah nya agak jauh sedikit. Ya maklum dulu belum ada mesin cuci yang bisa di simpan di dalam rumah.


Orang dulu harus mencuci baju di dekat sumber air yang melimpah, seperti di dekat sumur ,sungai atau kali yang air nya mengalir deras. Dan jarak rumah dengan kali lumayan jauh. Memakan waktu sepuluh menit dari rumah.


Darmani yang tidak mendengar teriakan suami nya. Ia datang dengan berjalan perlahan karna ia jalan sambil membawa keranjang yang terbuat dari rotan.


Sampai di rumah, Darmani mendapati suami nya berkacak pinggang sambil melototi diri nya yang tidak tau apa apa.


" Kang mas udah pulang " Darmani berjalan menghampiri suami nya dengan kondisi wajah lesu. Suami nya yan mendapati istri nya yang jalan nya terlihat tidak bersemangat, langsung memarahi nya dengan jari telunjuk nya menunjuk nunjuk tepat di depan mukanya.

__ADS_1


" Punya istri kerjaan nya lelet terus. Bisa enggak sih kalau kerja itu yang serius. Rugi saya menafkahi mu " dengan nada tinggi, sampai para tetangga dengar teriakan Sutrisno ini.


Darmani menghela nafas yang terlalu berat " kang mas lapar ya? " di akhiri dengan senyum yang sedikit ia paksakan.


" Udah tau tanya " dengan nada jutek. Sutrisno tak sampai di situ saja memarahi istri nya. Keranjang baju yang di bawa Darmani di rebut paksa dan di buang ke sembarang arah. Tak peduli itu pakaian kotor atau bersih. Setelah di buang Sutrisno menarik paksa tangan Darmani.


Darmani yang asli nya udah sakit sakit an, harus merasakan sakit lagi di tangan nya akibat cengkraman tangan suami nya. Darmani sudah melawan sekuat tanaga, namun tenaga nya sangat lemah untuk melawan dan tidak sebanding dengan tanaga suami nya.


Darmani hanya bisa menangis dan menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya. Siksa an demi siksaan telah ia terima, walau hati ada rasa dendam amarah. Ia tidak tega menaruh dendam kepada suami nya yang sangat sangat ia cintai.


...****************...


Sampai lah Darmani dan Sutrisno di area tempat masak yang berada di ruang paling belakang dekat dengan kamar mandi.


Sutrisno menarik tubuh istri nya dan mendorong nya hingga tubuh istri nya tersungkur ke bawah. Kedua lutut Darmani berdarah hingga baju yang ia kenakan sobek dan mengenai kulit. Tak sampai itu saja rambut panjang nya di tarik oleh Sutrisno hingga rambut nya ikut ke tertarik. Hanya satu kata yang bisa ia ucapkan sakit!!. Darmani hanya bisa menangis sejadi jadi nya mau berteriak minta tolong percuma, sebab mulut nya di tutupi dengan kain.


Perlahan Darmani merasakan ada yang mengalir di kepala nya. Tapi masih ia hiraukan " ah mungkin air".


" Buat kan saya lauk!!, saya lapar. Saya tunggu di ruang depan. Cepat jangan kelamaan " setelah mengucapkan, Sutrisno sempat sempat nya menendang punggung istri nya dengan keras hingga menimbulkan bunyi krak...


Sutrisno pun berlalu masuk ke dalam dengan langkah tegap nan angkuh.


Darmani membuka mulut nya dengan tangan yang bergetar sembari menahan air mata. Ia tidak mau di anggap lemah oleh suami nya. Ia berdiri dengan sangat hati hati karna kedua lutut nya masih mengeluarkan darah. Ia tertatih tatih berjalan menuju tempat ia menaruh berbagai bumbu dapur.


" Aku harus kuat. Jangan lemah, aku pasti bisa " batin Darmani yang menyemangati diri nya.


Darmani meracik bumbu masakan dengan menahan sakit di kedua lutut , kepala serta punggung. Di saat ia mengelap kening nya betapa kaget nya. Diri nya mengetahui ternyata kepala nya berdarah. Yang tadi ia anggap air ternyata darah segar. Dari meja satu ke meja yang lain nya.


Beberapa saat kemudian lauk yang di minta suami nya sudah selesai ia buatkan dan sekarang ia mencoba berjalan walau merasakan perih. Ia berjalan berhati hati hingga ke ruang yang mana suami nya sedang duduk di kursi makan.


" Ini kang mas lauk nya " piring yang ia bawa, ia letakan di atas meja makan tepat di depan sang suami.

__ADS_1


Sang suami yang sedang membaca koran, terhenti ketika istri nya menyodorkan lauk yang ia suruh tadi.


" Lama banget sih kamu " sembari melipat koran dengan cara kasar.


Darmani hanya diam menunduk ketika diomelin oleh suami nya.


Baru memakan satu sendok, Sutrisno menyemburkan makanan yang sudah ia kunyah tadi di samping. Lebih tepat nya di kaki Darmani.


" Cih kamu bisa masak apa enggak sih!! lebih baik saya nikah lagi sama dia dan hidup ku lebih bahagia di banding hidup dengan mu yang penyakitan " umpat Sutrisno tepat di depan Darmani.


Hati Darmani seolah panas seperti terkena bola api yang selalu siap meletup kapan saja. Dengan sekuat tenaga yang masih tersisa, Darmani mendorong tubuh Sutrisno hingga terjatuh dari kursi dan kepala nya terbentur kaki meja makan.


" Sialan kamu!! istri tidak berguna " Sutrisno bangkit dan menyeret rambut Darmani, hingga Darmani terjengkang ke belakang.


" Ampun jangan sakiti aku lagi. Aku udah lelah, lepas kan aku kang mas " diselipi air mata yang tidak bisa ia tahan.


Sutrisno masih menyeret rambut Darmani hingga ke ruang belakang tepat nya ruang dapur yang tadi sempat di gunakan aktivitas memasak.


Sutrisno mendorong tubuh Darmani hingga kepala nya terbentur dinding. Hingga dinding awal nya bersih kini terkena noda darah yang berasal dari kepala Darmani.


Tak sampai di situ saja, Sutrisno berbalik badan berjalan untuk mengambil pisau dapur. Untuk menggorok leher Darmani. Darah dari leher keluar dengan deras mengalir hingga dress yang ia gunakan terkena warna merah.


Perut Darmani di tusuk sebanyak tiga kali dengan tempat yang berbeda. Kegilaan Sutrisno tidak sampai di situ. Ia berlari menuju kamar nya untuk mengambil air keras yang jauh jauh hari ia simpan di kolong tempat tidur.


Byur... air keras ia siram ke Darmani dari ujung kepala sampai wajah. Darmani tidak sempat minta tolong karna nyawa nya sudah tak tertolong. Saat Sutrisno menggorok leher Darmani.


Ada satu hal yang Sutrisno tidak tau dan akan menyesal seumur hidup. Yakni Darmani mengandung anak dari Sutrisno dan Darmani tidak merasakan kalau diri nya hamil.


Dan lebih parah nya setelah membunuh istri nya Sutrisno melarikan diri sembari membawa perlengkapan baju dan barang barang berharga. Pergi nya menuju rumah simpanan nya yang berada di kota dekat pabrik yang ia tempati.


Saat ini Darmani tengah membalaskan dendam kepada anak keturunan Sutrisno dengan wanita simpanan nya selama tujuh turunan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2