
Lokasi di sekolah.
Di pagi yang cerah ini, sekolahan ini mengadakan UAS serentak se Jawa tengah. Dan di pagi hari ini memasuki hari pertama dalam ujian semester ganjil. Seluruh murid di wajibkan untuk masuk dan mengikuti ujian ini.
Dalam satu ruang kelas di isi dua jurusan dan tingkat kelas, yang mana kelas X akan di gabung dengan kelas XI. Dan kelas XII satu ruang di isi satu kelas. Dengan meja satu satu. Upacara hari Senin di tiadakan sementara, karna hari ini ujian semester ganjil
Tepat di jam tujuh pagi, semua murid masuk ke dalam kelas tanpa membawa buku, tas ataupun ponsel. Kalau ada yang masih nekat di bawa masuk, ponsel para murid di kumpulkan di meja pengawas yang berada di depan.
Setiap kelas di isi dua pengawas. Salah satu bertugas keliling meja ke meja, dan yang satu nya membagikan soal ulangan. Ulangan akan di mulai pukul setengah delapan.
Tiga serangkai ini(Arumi, Anin, dan Siska) tak selalu bersama sama, ada kala nya harus berpisah. Arumi dan Anin satu kelas, sedangkan Siska beda kelas.
Arumi dan Anin harus di pisahkan lagi. Anin duduk di sebelah kiri satu garis dengan pintu. Dan Arumi duduk di sisi kanan satu garis dengan papan data siswa. Kelas X jurusan perkantoran di gabung dengan kelas XII jurusan teknik mesin. Deretan selebah kanan khusus kelas X, dan kelas XI sebelah kiri. Agar meminimalisir terjadinya pertukaran jawaban. Itulah pihak sekolah mengatur letak duduk agar tidak saling mencontek. Tindakan ini untuk mencegah ada nya suara gaduh di dalam kelas.
...🍂🍂🍂...
Saat tengah mengerjakan soal. Arumi di buat tak nyaman dengan suara entitas anak anak yang berlarian mengelilingi meja nya, seolah entitas anak kecil itu ingin mengajak nya bermain. Entitas anak anak kecil ini berkisaran umur tiga sampai lima tahun. Yang paling besar cowok berusia lima tahun. Dan yang paling kecil juga cowok. Mereka sama sama tak memakai alas kaki, membuat kaki mereka kotor dan penuh luka.
Sreek! bruk.... kotak pencil tiba tiba jatuh dengan sendiri nya, membuat pusat perhatian murid murid lainnya. Orang lain melihat hanya kotak pensil jatuh karna tak sengaja menyenggol, lain hal nya yang bisa 'melihat'. Kotak pensil yang jatuh itu karna di lempar oleh entitas anak anak kecil yang berkeliaran di sekitar kelas ini.
"Suara apa itu?" pengawas ujian langsung menatap ke arah Arumi.
"Maaf bu, tempat pensil saya jatuh" jawab nya sembari tersenyum canggung karna seakan dialah yang membuat suara bising, padahal anak anak setan itu yang membuat masalah.
Lanjut Arumi mengerjakan soal ulangan dengan tenang. Sampai jam ulangan telah selesai. Arumi bisa menyelesaikan soal ini walaupun tadi sempat di ganggu oleh entitas anak kecil.
"Jam kedua ulangan masih berlanjut, sekarang kalian bisa istirahat sejenak" guru pengawas menghimbau murid murid nya agar patuh peraturan yang di buat oleh sekolahan ini.
"Baik bu guru..."
Semua murid murid keluar dari kelas ini. Karna dua pengawas menunggu murid murid keluar dulu, baru dua pengawas ikut keluar. Tak lupa pintu di gembok agar tidak ada yang masuk ke dalam.
"Rum, tadi di ganggu ya sama anak kecil" tanya Anin yang duduk di depan persis.
"Hmm..." mengangguk. Selang semenit Arumi menatap Anin" kok elu tau?"
"Cuma tebak tebak berhadiah, habis nya gue tadi sempat dengar ada suara anak kecil. Kayak sedang kejar kejaran di dalam kelas. Tapi gue enggak bisa lihat, cuma sempat mendengar sedikit. Itu pun pas posisi hening"
__ADS_1
"Ya elu enggak salah sih emang di sini 'ada' yang menempati cuma anak kecil itu doang"
"Hai ladies" Siska jalan ke arah dua orang ini sambil melambaikan tangan.
"Gimana soal yang tadi otak masih aman kan? enggak budrek" ikut nimbrung duduk di sekitaran Anin dan Arumi.
"Otak gue masih waras, tapi entah kalau nanti. Udah tadi mapel bahasa Indonesia, terus nanti mapel agama. Semoga otak masih aman lah ya" sahut Anin yang menyandarkan punggung nya di dinding kelas.
"Haha...ini masih permulaan, besok ganti matematika sama pkn. Mantap kan " sambung Siska.
"..."
"..."
Teng....teng.....jam istirahat sudah habis, murid murid kembali mengerjakan ulangan dengan mapel yang berbeda. Dalam mapel yang berbeda di situ dua pengawas ujian juga berbeda.
"Jangan ada yang berisik!, kerjakan sendiri" ucap pengawas yang sedang membagikan soal untuk kelas XI.
"Kalau ada yang nekat nyontek. Lembar soal dan jawaban di sita, tidak boleh mengerjakan di sini. Kalian mau kayak kelas sebelah, empat anak ketauan menyontek. Dan akibat nya ke nilai. Paham kalian!!" ungkap pengawas ulangan.
Arumi dalam hati" serah lah bu mau kata apa"
...🍂🍂🍂...
"Arumi!! tunggu..." ujar orang ini.
Nama nya merasa di panggil, menoleh kepala ke belakang. Mendapati Anin dan Siska lari menuju arah nya.
"Haa!...ngapain kalian lari lari"
"Kita ikut pulang sama elu" ucap Anin.
"Kan arah pulang nya beda. Apa kalian tidak di jemput hari ini" memiringkan kepala.
"Tidak" sambung Siska dengan cepat.
"Oh, ya udah bareng aja sama gue, tapi gue belum pesan taksi online" jawab Arumi.
__ADS_1
Saat sedang memesan taksi online, Arumi melirik ke arah tas yang di bawa Anin dan Siska "ini lagi ulangan loh, tapi yang kalian bawa itu apa aja di tas. Kayak nya banyak banget yang di bawa?"
"Baju lah apa lagi"
"Ngapain ke sekolah bawa baju kayak mau nginep aja" Arumi dan lainnya menunggu di halte seraya menunggu taksi online.
"Nginep ke mansion elu lah. Sekalian kan nanti sore ada aqiqah, gue sama Siska ikut menyaksikan, kan ortu masing masing dari kita di undang. Dan pengen lihat adek elu"
"Tapi kalian mau tidur di mana? keluarga dari bunda gue datang ke mansion"
"Ya di kamar elu lah gitu kok bingung" kata Siska.
"Ok, tapi kamar gue udah pindah. Entah cukup apa enggak lihat nanti" Arumi berdiri karna pesanan taksi online sudah tiba.
Di dalam taksi.
"Sopir elu kemana? enggak masuk"
"Ada di mansion tugas nya banyak, jadi gue pulang nya naik taksi online aja biar praktis" ucap Arumi yang duduk paling pinggir.
Sekitar tiga puluh menit, taksi online ini berhenti di depan mansion Arumi.
"Kembali an nya di ambil" kata Arumi yang memberikan uang dengan nominal lebih.
"Terimakasih neng" jawab sopir.
"Buset...ini aqiqah apa mau resepsi pernikahan besar banget tenda nya" Siska melihat ada kambing yang sedang di sembelih.
"Entah lah gue enggak tau" mengangkat dua bahu.
"Assalamualaikum semua selamat siang..." sapa Arumi yang baru masuk ke dalam mansion melalui pintu depan.
"Wa'alaikumsalam, kok pulang nya jam segini" nenek Suminten mengajak Arumi untuk duduk.
"Ayo duduk di sini" bunda Aurora mengarahkan Anin dan Siska untuk berbaur duduk bersama di sini.
"Dewa sana El masih bobok bund" melihat adek nya tidur di tempat tidur khusus bayi.
__ADS_1
" Iya nih adek mu dari tadi tidur, belum bangun" jelas bunda Aurora.
Bersambung....