Lelembut

Lelembut
Pulang pagi


__ADS_3

Ketua kelas masuk ke kelas dengan raut wajah senang sembari membawa buku tulis di tangan kiri. Ketua kelas yang bernama Yusuf berdiri di depan papan tulis.


" Woy...woy kawan dengerin gue " sambil memukul papan tulis.


Semua kelas memperhatikan ketua kelas yang berada di depan papan tulis.


" Kita pulang pagi tapi pulang nya jam sembilan " ujar ketua kelas dengan suara yang menggelora dan bersemangat.


" Yee...." sorak penghuni kelas X perkantoran.


" Eits!, tapi ada tugas dari guru matematika. Sekretaris maju ke depan, tulis tugas ini di papan tulis"


...****************...


Ting! ponsel Arumi bergetar di saku baju, Arumi merogoh dan segera membuka ponsel nya untuk mengecek siapa yang mengirim pesan.


" Kesempatan kita ke perpus lagi " batin Arumi saat membaca pesan dari Anin. Arumi memutar tubuh nya ke belakang melihat Anin dan Siska menyalin tugas dari papan tulis ke buku tulis.


Arumi pun membalikan badan nya dan segera menyalin tulisan yang ada di depan sana.


Di tunggu pun di tunggu setelah selesai menyalin tugas dan memasukan buku ke dalam tas serta alat tulis . Arumi, Anin dan Siska berdiri dari tempat duduk, sebelum melangkahkan kaki menjauh dari bangku. Arumi menoleh ke belakang sambil memberi kode jari jempol mengarah ke dua sahabatnya.


Anin dan Siska mengangguk setuju, mereka bertiga bergegas keluar dari kelas seraya membawa tas ransel di pundak. Baru Siska menempelkan daun pintu, ketua kelas bersuara " mau kemana? belum waktu nya pulang! kalian apa sudah menyalin tugas "


Anin membalikan badan menatap ketua kelas " kami sudah menyalin tugas dan kami tidak pulang, kami hanya ke perpus ada urusan " setelah mengucapkan kata kata barusan Siska langsung mendorong daun pintu agar mereka bisa keluar dari kelas dan menuju ke perpus.


Teriakan dari ketua kelas tak di hiraukan oleh ketiga anak ini. Anin, Arumi dan Siska berlari kecil menyusuri lorong lorong kelas.


Dan tiba lah mereka di depan perpus, namun pintu perpus masih di tutup rapat, pertanda di dalam perpus ini tidak ada orang.


Siska berjalan mendekat ke kaca kecil yang terdapat di pintu perpus. Perlahan Siska mengintip dari balik kaca kecil untuk melihat keadaan perpus. Di saat lagi mengintip Siska melihat ada pergerakan yang sangat nyata, sampai kedua mata nya ia kucek siapa tau diri nya salah lihat. Tapi apa setelah mengucek kedua mata nya benda yang tadi ia lihat bergerak lagi dengan sangat nyata dan halus.


Siska melihat kursi yang berada di meja panjang bergerak dengan sendiri nya, awal nya menganggap itu halusinasi nya saja atau enggak diri nya yang salah lihat.

__ADS_1


Tetapi... kursi yang berada di sebelah nya ikut bergeser hingga menimbulkan suara yang sangat jelas di telinga Siska.


Krekk....


Langsung Siska terbelalak melihat dua kursi yang saling berpindah tempat dan yang paling enggak masuk akal adalah buku yang berada di rak jatuh dengan sendiri nya tanpa ada yang menyenggol atau pun ada angin. Bukan hanya itu saja masih ada banyak kejadian demi kejadian yang tak bisa di nalar, seperti terdengar suara keyboard yang sedang di gunakan, lampu yang berada di sepanjang lorong rak buku tiba tiba hidup dan tiba tiba mati.


Siska yang sudah tak kuat melihat kejadian secara langsung di depan kedua mata nya, terpaksa menyudahi mengintip di kaca jendela kecil. Siska memutarkan badan dengan raut muka pucat, Siska berjalan menghampiri Arumi dan Anin.


Kedua pun bingung dengan tingkah laku Siska yang secara tiba tiba mendadak diam seribu bahasa. Benar benar diam seolah bibir nya terkunci rapat, namun aneh nya Siska tak berani melihat ke arah belakang. Raut wajah nya masih pucat.


Arumi dan Anin saling menyenggol lengan dan saling memberi kode tata tatapan.


" Elu kenapa? mules perut mu? atau elu lihat yang tidak tidak " tanya Arumi yang seperti nya sudah tau gelagat dari Siska.


Siska hanya bisa menunduk tanpa mau membalas ucapan Siska, tapi hanya bisa mengangguk lemas.


" Udah enggak apa itu, 'mereka-mereka' hanya usil aja. Elu tadi lihat semua nya kan " ucap Arumi yang memandang perpus yang masih di tutup.


" Gue baru lihat yang begituan, biasa nya hanya bisa merasakan kehadiran 'mereka' gue kaget dong mana masih pagi. Masa iya 'makhluk' di dalam sana masih eksistensi? " melihat sekilas ke arah perpus.


Di saat sedang fokus menyimak ucapan Arumi, ekor mata Anin melihat kenop pintu perpus bergerak dengan sendiri nya. Anin menoleh ke arah pintu. Ternyata kenop pintu perpus tak bergerak.


...****************...


Dari arah Utara, penjaga perpus perlahan mendekat ke arah tiga anak ini yang berdiri di depan ruang perpus.


" Kalian kenapa berdiri di sini? "


Anin mencubit kecil lengan Arumi dari arah belakang dan berbisik " cepat elu yang cari alasan nya, yang penting masuk akal "


" Kami mau mencari buku Bu, di sini kami ada tugas dari guru mapel matematika. Siapa tau di sini ada buku matematika kelas X " tutur Arumi.


" Ada buku nya di sini, tapi saya hanya sebentar saja di sini "

__ADS_1


" Oh..., tak apa Bu yang penting udah dapat buku nya " timpal Siska.


" Ya udah masuk bareng aja. Tapi harus cepat tidak boleh lama lama, saya ada kepentingan yang lain " ungkap penjaga perpus sembari tangan nya sibuk membuka kunci pintu perpus.


" Di mana Bu tempat buku nya? " tanya Anin ketika mereka bertiga sudah masuk ke dalam perpus.


" Lorong nomor lima paling belakang. Tempat nya di barisan nomor tiga dari atas " jawab penjaga perpus sambil mencari barang di sekitar tempat ia berkerja.


Siska sudah terlebih dahulu berjalan menuju tempat buku yang ia simpan. Anin dan Arumi berbarengan berjalan menuju tempat lorong nomor lima, sampai di bagian belakang. Baru lah Anin dan Arumi menyusul Siska secara diam diam.


" Udah ketemu belum buku nya " bisik Anin saat sudah sampai di tempat Siska berada.


" Sttt..." menempelkan jari telunjuk ke bibir nya sendiri " pelan kan volume suara mu. Gue udah bawa buku nya ke dalam tas "


" Yakin udah benar? enggak salah ambil kan? " bisik Arumi.


" Udah benar. Sana elu cari buku yang kalian bilang tadi, supaya enggak ketauan sama penjaga di sini "


" Elu aja Rum yang cari, gue mau cari buku novel. Barang kali ada di sini " Anin beranjak dan melenggang pergi menuju lorong sebelah meninggalkan Arumi dan Siska.


Siska menatap Arumi " buruan cepet! " titah Siska.


Arumi bergegas ke lorong buku yang tadi ia lewati bersama Anin. Dan Siska berjalan mengikuti Arumi dari belakang.


...****************...


" Ini saja? " tanya penjaga perpus yang masih menunggu di meja kerja nya.


" Iya Bu, hanya ini saja yang di butuhkan" balas Siska.


" Kalau begitu silahkan isi nama dan kelas di buku ini "


Setelah beres menulis nama, kelas dan nomor induk yang berada di dalam buku. Ketiga anak ini pergi menjauh dari perpus dan berjalan menuju halaman sekolah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2