Lelembut

Lelembut
Masih di sekolah


__ADS_3

Rangkaian tiap rangkaian kegiatan telah usai. Seluruh siswa dan siswi baru, istirahat di kantin. D siswa siswi kelas XI dan kelas XII libur sekolah selama tiga hari, karna para guru dan anggota OSIS sibuk mengurus kegiatan MPLS.


Sekarang siswa dan siswi baru berkumpul di kantin sekolah. Di sekolah ini mempunyai tiga kantin yang menyebar di berbagai sudut sekolah. Ada yang letak nya di samping ruang kelas Pramuka, ada yang bersebelahan dengan perpus dan ada juga kantin yang diapit oleh dua ruang yakni ruang guru dan ruang kelas X TKR.


Anin, Arumi dan Siska kebagian di kantin yang sebelah nya ruang Pramuka. Mereka bertiga masih menunggu makanan yang mereka pesan. Sembari menunggu pesanan tiba, Anin dan Siska mengobrol dengan Arumi.


" Rum...tadi gue lihat ada cowok yang dari tadi lihatin elu melulu "


" Salah lihat kali elu Nin...kalau ada yang lihat kan wajar kan punya mata. Gue tanya ke elu fungsi mata buat apa? " Arumi tanya balik.


" Buat lihat..."


" Cakep tuh pinter elu " Arumi mengelus kepala Anin dengan senyum senang.


" Tapi tadi yang ngelihatin elu itu cara melihat nya itu loh agak beda " sahut Siska yang sama sama melihat. Sama seperti Anin.


" Dahlah cuek in aja, enggak penting penting banget " buang pandang menatap taman kecil yang berada di depan ruang TU.


Anin dan Siska saling pandang kemudian mengangkat kedua bahu.


Dan tak lama pesanan mereka telah datang ke meja.


" Silahkan di santap pesanan nya " ujar nya yang sudah membuatkan pesanan mereka.


Arumi dan Siska sama sama memesan bakso, sedangkan Anin memesan mie ayam bakso. Dan minuman mereka sama. Air botol mineral yang dingin.


Arumi celingukan kanan kiri sambil berkata" enggak ada lontong nih "


" Tak tau coba tanya sama yang jualan " jawab Siska yang sedang menuangkan sambal ke mangkok bakso.


Arumi berdiri dan melangkahkan kaki menuju penjual bakso dan mie ayam.


" Mas ada lontong apa enggak? " tanya Arumi di saat sudah sampai di depan gerobak.


" Enggak ada mbak " jawab nya yang sibuk mengelap mangkok mangkok yang sudah di cuci.


Arumi mengangguk " kalau yang jual nasi putih ada di sekitaran sini? "


Penjual bakso dan mie ayam menghentikan aktivitasnya dengan tangan kiri masih menggenggam serbet " ada di sebelah sana paling ujung. Di sana jualan nasi pecel sama soto Lamongan, coba lah tanya ke sana"


Arumi melihat penjual yang berjualan di paling ujung dengan kondisi lumayan ramai. Arumi langsung mengurung niat nya " baik mas terimakasih"

__ADS_1


Arumi jalan dengan langkah lunglai menuju meja yang tadi.


" Ada lontong nya? " tanya Anin yang baru mengaduk mie ayam.


Arumi menggeleng kepala, dengan raut wajah sedikit sedih.


" Ya udah lah makan seadanya aja, kalau kurang bisa nambah lagi " pungkas Siska yang sudah menyeruput mie bakso. Menggunakan garpu.


Tiba tiba datang segerombol orang yang tengah mencari bangku kosong. Dan ternyata masih tersisa bangku kosong tepat di sebelah Arumi.


Segerombol orang ini mendekat ke arah Anin, Siska dan Arumi yang tengah makan.


" Anu...kami boleh gabung di sini, soal nya enggak ada tempat lain " ujar salah satu yang membawa nampan yang berisi empat mangkok dan empat es teh.


Ucapan orang ini mampu menarik perhatian, membuat tiga orang yang sedang makan. Mendongakkan kepala dan menatap para wajah wajah orang itu.


Anin dan Siska sontak membelalakkan kedua bola mata, membuat Arumi mengerutkan alis.


" Apa? " kaki kiri Arumi menyenggol kaki Siska.


Anin dan Siska langsung mengubah ekspresi wajah, menjadi lebih tenang.


" Elu tadi ngomong apa? kita kurang dengar " Siska Melayangkan pertanyaan sembari menatap bergantian.


" Kita boleh gabung di tempat ini apa enggak, semua nya sudah penuh "


Membuat Anin, Arumi dan Siska melihat sekeliling kantin ini. Dan benar saja tempat buat makan sudah penuh, dan tempat ini lah masih menyisakan empat kursi.


" Silahkan siapa yang melarang nya " ucap Arumi tanpa melihat lawan bicara. Karna Arumi fokus ke mangkok bakso.


Empat orang ini langsung mendudukkan diri di tempat kursi yang mereka pilih sendiri.


" Rum, bukan nya mas Agus sekolah di sini kan umur kalian berdua terpaut lima bulan " tanya Anin yang ingat bahwa mas Agus sekolah di sini.


" Kan masih libur orang nya masuk nya hari Kamis, itu pun kelas nya berbeda dia kelas dua sedangkan gue masih kelas satu "


Orang yang baru bergabung ini cuma saling mendengar cerita dari tiga perempuan ini. Enggan untuk menimbrung pembicaraan.


...****************...


" Yuk lah masuk kelas udah bel " ajak Arumi kepada kedua sahabatnya.

__ADS_1


Mereka bertiga sudah menghabiskan pesanan mereka dan sekaligus membayar tagihan pesanan.


" Pulang nya jam berapa sih. Kok lama banget " bibir Anin mengerucut ke depan serta tangan kanan nya ia ayunkan ke depan ke belakang.


" Ya enggak tau lah gue. Tanya kok ke kita, tanya tuh ke panitia " balas Siska sembari mengetok kepala Anin dari belakang.


" Hey!! sakit tau kepala gue " geram Anin yang kesakitan karna ulah Siska.


" Kaborrr.... si mulut bebek ngamuk " Siska lari menjauh dari Anin. Membuat Anin terpancing untuk ikut lari menyusul Siska.


" Jangan kabor kau!! " teriak Anin yang tak peduli dengan sekitar nya. Yang ia pikirkan satu yakni membalaskan rasa sakit kepala akibat ketokan dari tangan nya.


Arumi hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan kelakuan absurd sahabatnya. Arumi tidak berniat ikut lari larian, justru ia ingin menikmati suasana sekolah baru nya.


Dari kejauhan tingkah tiga perempuan ini tak luput dari pandangan yang ada di sebrang sana.


" Suatu saat kau akan jadi milik ku. Tak ada yang lain bisa memiliki mu" ujar nya sembari mengeluarkan smirk yang mematikan.


...****************...


Jam sekolah telah usai semua siswa siswi berbondong bondong menuju tempat parkir yang lokasi nya berada di balik gedung sekolah ini.


Arumi sepanjang jalan terus tertawa melihat rupa kedua sahabatnya.


" Hahaha.... enak kan kalian. Udah gede masih aja main kejar kejaran, ending nya kepala jadi benjol. Mana warna nya merah lagi " kekehan kecil.


" Hufft!! " secara bersamaan mereka berdua buang muka.


Sampai lah mereka bertiga di depan halte bus, yang tempat nya tak jauh dari gerbang sekolah.


" Rum..Rum jemputan kita udah sampai " Siska menepuk pundak Arumi yang sedang mengecek ponsel.


" Oh ok..." Arumi memasukan kembali ponsel ke dalam saku rok.


Dan mereka bertiga masuk ke dalam mobil.


" Langsung pulang pak " tutur Arumi saat berada di dalam mobil.


" Baik neng " jawab sopir pribadi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2