Lelembut

Lelembut
Menyerah lah


__ADS_3

Warga sekitaran homestay ini berbondong bondong datang hanya untuk melihat kejadian apa yang membuat polisi ada di dalam homestay. Semakin malam, warga semakin mendatangi homestay ini. Suara ricuh dari luar membuat polisi terganggu, sebagian polisi ditugaskan untuk menertibkan warga warga yang berada di luar.


"Tenang bapak-bapak ibu-ibu jangan membuat gaduh di sini, karna proses pencarian korban dan pelaku masih mencari bukti. Mohon untuk bersabar" ujar polisi ini yang menghadap para warga yang tak sabaran melihat hasil nya. Rekan polisi lainnya tiba tiba datang seraya membisiki polisi ini. Polisi yang di beri pemberitahuan baru langsung menganggukkan kepala.


"Baik bapak dan ibu yang berada di sini, saya ingin bertanya apakah di daerah sini pernah ada kasus pembunuhan atau penculikan terhadap anak"


Warga yang mendengar ucapan dari polisi ini, langsung berbisik bisik dan ada juga terang terangan mengucapkan"saya sudah dua puluh tahun tinggal di sini, belum pernah mendengar ada kasus pembunuhan apa lagi penculikan. Di desa ini aman dari bahaya, betul apa enggak bapak bapak dan ibu ibu..."


Para warga saling menyahut" ya benar di sini tidak pernah ada berita tentang pembunuhan"


Dua polisi saling pandang kemudian mengangguk" kalau tidak ada lantas kejadian ini ulah siapa kalau bukan penjahat"


Detik berikut para warga terdiam mencerna ucapan dari polisi dan kejadian ini. Apa yang di kata oleh polisi ada benar nya, warga warga yang masih berkumpul di sini mulai was was dengan kejadian ini, takut nya kejadian ini menimpa salah satu warga di sini.


"Kami tidak mau desa ini tidak aman. Kami takut bila penjahat itu mulai mengintai korban berikutnya, pak polisi saya perwakilan dari warga warga sini. Mengharapkan agar penjahat itu segera di temukan dan di hukum, kalau bisa di hukum seumur hidup. Agar para warga di sini tidak was was lagi" ujar orang ini sebagai perwakilan suara dari para warga.


Di sela sela percakapan polisi dan antar warga. Ada tiga mobil yang baru berhenti dengan plat nomor kendaraan yang berbeda dengan plat kendaraan di daerah sini. Bisa diartikan bahwa mobil ini asal nya dari luar daerah sini. Tiga mobil ini menjadikan pusat perhatian dari warga warga setempat dan juga polisi yang lagi berjaga di sini.


Para warga di sini menatap orang orang yang baru saja keluar dari mobil. Tatapan ini seolah sedang penasaran siapa orang orang ini yang baru tiba di daerah ini.


Tiga mobil yang baru tiba ini ialah, mobil para orang tua dari tiga perempuan yaitu Anin, Siska dan Arumi. Dan yang keluar dari mobil ialah orang tua para anak anaknya. Para orang tua ini datang karna di beri tau oleh Arumi.


"Mohon maaf kalian siapa?" polisi ini menghadang mereka untuk masuk ke dalam karna orang lain tidak boleh sembarangan masuk ke dalam.


"Saya orang tua nya Arumi, apakah Arumi ada di dalam" jawab deddy Baskoro.


Polisi ini masih menghadang sebab polisi ini belum percaya akan perkataan orang yang berada di depannya, untuk memastikan ucapan orang ini benar apa tidak. Polisi ini menyuruh kawan nya untuk memanggilkan anak yang bernama Arumi.


Tanpa berlama lama, Arumi keluar bersamaan polisi. Arumi berjalan hingga tepat di hadapan deddy nya dan satu polisi tadi.


"Deddy..." ujar Arumi yang sudah berdiri tepat di depan deddy nya.


"Benar ini orang tua mu" polisi ini meyakinkan pada Arumi.


"Benar ini deddy saya" jawab Arumi seraya memeluk lengan Deddy nya.


"Oh..." polisi ini sekarang ganti menatap empat orang ini yang jenis kelamin nya berbeda.


Arumi menangkap arah pandangan nya polisi dengan gercap mengucapkan "empat orang ini adalah kedua orang tua Anin, dan Siska"


"Pak polisi apa anak ku sudah ketemu" ungkap orang tua Anin.

__ADS_1


"Masih tahap pencarian, mari ikut saya masuk ke dalam. Di sana anda bisa tanya langsung dengan atasan saya yang sedang mencari bukti bukti melalui pisau dan jejak pasir"


"Anak ku semoga di sana kamu baik baik saja..." suara mama nya Siska terdengar sangat paruh.


ketika Deddy Baskoro masuk ke dalam, seketika kejadian tadi terlihat nyata memalui kedua matanya, entah sejak kapan dirinya di beri kemampuan khusus. Saat melihat kejadian ini seolah menggunakan alat VR di matanya, kejadian ini sangat membantu polisi untuk mengungkap kan siapa sebenarnya.


Perlahan kaki ini membawa nya Baskoro ke depan pintu kamar yang sudah di beri batas atau police line. Tanpa harus masuk ke dalam, Baskoro bisa melihat jelas kejadian tadi yang membuat hilang nya Anin dan Siska. Dalam penglihatan nya ada seorang perempuan memakai jaket coklat, celana jins hitam, bersepatu dan wajah nya memakai masker membuat orang lain tidak bisa melihat identitas nya.


Perempuan ini datang tidak hanya sendirian ia membawa rekan nya yang bertugas menjaga pintu. Perempuan ini membawa pisau dapur yang masih baru dan lancip, berjalan perlahan menuju Anin dan Siska yang sedang merapikan baju. Selang lima menit perkelahian dan perlawanan kian memanas karena perempuan ini sengaja menyayat paha Siska hingga Siska mengalami pendarahan yang cukup parah. Tidak hanya Siska yang di incar, Anin pun sama beda nya. Anin di pukul punggung belakang membuat Anin pingsan seketika.


Perempuan ini menyuruh rekan nya untuk memindahkan Anin dan Siska. Yang paling membuat Baskoro kesal sebab, perempuan ini juga bermain ilmu hitam yang sangat berbahaya bila di salah gunakan.


"Allahu Akbar!..." ucap Baskoro dengan suara lantang. Membuat orang orang di dalam kamar menoleh ke arah Baskoro yang sedang berdiri tak jauh dari pintu kamar ini.


Arumi yang berada di samping deddy nya langsung bertanya" ada apa ded? deddy lihat apa" debaran jantung mulai tak stabil setelah melihat raut muka deddy nya.


Orang tua Siska maupun Anin menghampiri Baskoro dan tak lupa menanyakan perihal anaknya.


"Gimana Bas, apa yang terjadi dengan anak ku" ujar papa nya Siska.


"Anin baik baik saja kan Bas..." sahut papi nya Anin.


Baskoro bingung mau menjawab apa, sebab dalam penglihatan nya tadi Anin dan Siska di kurung di suatu ruang yang tempat nya tak jauh dari homestay ini. Baskoro takut kalau penglihatan nya ini tidak konkrit. Dan berakibat fatal bagi diri nya, jalan satu satu nya Baskoro menanyakan ini pada anaknya "Arumi kenal enggak pemilik homestay ini?"


"Dimana sekarang? apa dia tidak tau kalau homestay nya sedang tidak baik baik saja" ucapan deddy Baskoro terdengar oleh polisi yang baru saja lewat.


Polisi yang lewat itu langsung ikut menimbrung" maaf tadi saya menguping pembicaraan kalian. Apakah nak Arumi bisa menunjukan dimana rumah pemilik homestay ini. Siapa tau beliau mengetahui"


"Baik saya antarkan" Arumi berjalan duluan sementara lainnya mengikuti langkah Arumi.


Udara dingin kian meningkat, membaut orang orang ini semakin semangat mengungkap kasus ini agar dua korban segera dilarikan ke rumah sakit dan segera bertemu dengan keluarga.


Brian, Abi dan Antonio juga mengikuti orang orang ini( beberapa polisi, deddy nya Arumi, Arumi, ortu Anin dan ortu Siska). Berita hilang nya Anin dan Siska cepat tersebar melalui media sosial yang di unggah oleh warga. Baik keluarga Abi, Brian dan Antonio selalu menghubungi anak nya takut nya terjadi sesuatu.


"..."


"..."


Sekarang sudah berada di depan rumah pemilik homestay, hanya membutuhkan lima menit dari homestay. Tanpa harus berlama lama, salah satu polisi mengetuk pintu rumah.


Tok...tok...." permisi..."

__ADS_1


Menunggu hingga tak kunjung di buka, membuat Arumi melangkahkan kaki nya menuju belakang rumah ini. Dengan berbekal senter dari ponselnya. Arumi sudah sampai di tempat yang di duga ada ruang yang letak nya di belakang.


Baru tiba, Arumi samar samar mendengar suara manusia yang berasal dari balik dinding ini. Arumi yang penasaran sontak merapatkan dirinya ke dinding guna bisa mendengar jelas suara siapa itu.


"Tolong....tolong...."


"Siska.." batin Arumi mendengar suara yang sangat ia kenali. Di dengar lagi oleh Arumi sapa tau ia salah dengar. Untuk memastikan.


"Tolong, siapa pun di luar sana tolongin..." rintih Siska yang terdengar menahan kesakitan.


Arumi sangat yakin bahwa suara tadi sungguh suara Siska. Mengambil ponsel nya untuk memberi tau deddy nya kalau ada suara orang di belakang. Pesan dari Arumi langsung di baca. Tak lama kemudian, deddy Baskoro datang di temani oleh polisi supaya kalau terjadi sesuatu ada saksi mata.


Tanpa berlama lama, deddy Baskoro bersama tiga cowok mencongkel jendela ini dengan alat linggis kecil yang di dapatkan dari warga. Dan dengan kekuatan laki laki, jendela ini berhasil di buka.


Brak!!!


Pintu depan sudah di kepung oleh aparat kepolisian bersama para warga yang turut membantu atas kejadian ini. Salah satu polisi mengambil ancang ancang untuk mendobrak paksa pintu ini yang sedari tadi di kunci.


Brak...brak....brak.... dengan dobrakan tiga kali, pintu ini terbuka. Aparat kepolisian langsung masuk seraya mencari pelaku yang di duga masih bersembunyi di dalam. Di bantu dengan anjing pelacak, tak butuh waktu lama pelaku berhasil di ringkus. Pelaku berjenis kelamin perempuan sedang bersembunyi di balik pintu almari. Namun usaha pelaku tersebut di gagalkan oleh anjing pelacak dari kepolisian.


Dan benar saja pelaku tersebut menyekap Anin dan Siska di ikat di kursi dengan tubuh yang sudah penuh luka lembab. Korban bernama Siska langsung di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sedangkan Anin juga di bawa ke rumah sakit akibat kedua tangan nya penuh luka lebam.


Aparat kepolisian juga mendapatkan adanya jasad pria yang sudah lanjut usia tergeletak di dalam kamar nya. Di duga jasad ini terhitung sudah empat jam yang lalu. Jasad ini di bawa untuk penyelidikan lebih lanjut. Kepolisian belum mengantongi bukti bahwa pria lanjut usia ini lah pemilik homestay.


Pelaku tersebut sudah di amankan oleh pihak kepolisian sebelum di hajar oleh para warga. Sebelum di masukan ke dalam mobil polisi, Arumi meminta izin pada polisi untuk dibukakan penutup wajah nya agar ia dan ortu dari Anin dan Siska bisa tau.


Polisi mengizinkan, sewaktu penutup wajah di buka. Arumi, Abi, Brian dan Antonio di buat kaget dan tak percaya akan perbuatan yang ia perbuat.


Sontak empat remaja ini berkata dengan lantang dan bersama sama "Ami...."


Ya pelaku dari kejadian ini semua ulah Ami. Entah di rencakan oleh dia atau di suruh oleh orang lain. Masalah ini masih dalam tahap penyelidikan.


Ami yang kedok nya sudah terbongkar hanya bisa menunduk tanpa mau menatap orang orang yang ada di hadapannya. Dengan berat hati dirinya harus ikut masuk ke dalam mobil polisi. Arumi melihat Ami berada di dalam mobil hanya bisa bergumam" inilah hasil dari menaman keburukan. Apa yang kau tanam ya itulah hasilnya"


Deddy Baskoro merangkul pundak anak nya seraya melihat pelaku sudah menjauhi perkarangan rumah ini.


"Yuk pulang, udah malam" ajak deddy Baskoro.


Arumi membalas dengan anggukan kepala.


Tamat

__ADS_1


Terimakasih sudah mengikuti kisah perjalanan Arumi dan teman teman lainnya. Cukup sampai di sini kisah kisah penuh mistis. Mohon maaf bila ada salah kata dalam penulisan atau latar kejadian, ini semua hanya imajinasi author.


Bye sampai ketemu di cerita selanjutnya...see you again 😘👋


__ADS_2