Lelembut

Lelembut
Berita sedih


__ADS_3

Kemarin kejadian tragedi tabrakan menelan korban sebanyak tujuh jiwa, lima orang meninggal di tempat. Dua orang lain nya di larikan ke rumah sakit sebab luka yang di alami dua orang ini cukup serius dan segera di tangani oleh medis. Dua orang korban tabrakan mengalami luka di bagian tangan dan kaki. Sulis korban perempuan yang berusia dua puluh satu tahun asal kota S mengalami luka robek di bagian kaki kanan. Luka robek ini membuat tulang kaki terutama di bagian lutut terlihat jelas dan luka lain nya tidak terlalu parah. Membuat keadaan Sulis tak sadarkan diri ketika tiba di rumah sakit.


Ahmad korban tabrakan yang masih hidup namun mengalami luka yang sangat memprihatinkan karena salah satu tangan nya mengalami luka patah tulang. Mulai dari lengan sampai pergelangan tangan penuh dengan darah. Sikut sampai pergelangan tangan membuka membuat tulang bagian tangan keluar dari kulit karna robekan nya cukup dalam dan panjang. Tak hanya luka bagian tangan saja, kepala bagian ubun ubun robek membuat pendarahan bagian otak tak bisa di tahan, darah merembes keluar sampai mengalir ke wajah korban. Segala cara sudah di lakukan oleh pihak dokter yang menangani korban kecelakaan ini. Namun usaha yang di berikan oleh pihak dokter dan rumah sakit tak berhasil. Korban yang bernama Ahmad menghembuskan nafas di ruang operasi pada jam tujuh malam. Ahmad sempat kesulitan bernafas sebelum meninggal ,pada jam empat sore ketika jam operasi berlangsung, kurang lebih lima belas menit Ahmad kesulitan bernafas, untung nya dokter dan perawat berhasil.


Jam terus berjalan hingga jam lima sore bagian otak mengalami pendarahan membuat kain kasa yang baru di pasang berubah menjadi warna merah, rembesan darah itu sangat banyak membuat dokter dan yang lain nya kelimpungan mencari cara agar pendarahan nya terhenti. Kain kasa yang berwarna merah tadi sudah di ganti dengan yang baru, tapi lagi lagi darah keluar lagi lewat lubang yang lain. Dokter bedah menumpuk kain kasa tiga agar darah segera berhenti.


Cara ini sempat efektif dan darah yang merembes tadi tak keluar. Membuat dokter dan yang lain nya bernafas sedikit lega. Dokter bedah di ruang ini bukan hanya satu melainkan ada tiga dokter yang sangat profesional di bidang nya yang terjun membantu korban atau pasien bernama Ahmad.


Setengah jam kemudian, detak jantung mulai melemah di iringi dengan nafas yang tak beraturan, semua dokter dan lain nya berusaha lagi untuk menormalkan detak jantung.


Wajah Ahmad mulai pucat, bibir perlahan berubah warna menjadi putih pucat. Dan puncak nya jam tujuh malam, Ahmad di nyatakan meninggal dunia karna pendarahan di bagian otak. Para dokter dan perawat di situ sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun takdir tuhan berkehendak, tuhan lebih sayang kepada hamba nya. Tiga dokter bedah terduduk lemas di lantai ruang operasi. Rasa kecewa, rasa sedih dan rasa capek sudah bercampur menjadi satu sulit untuk di utarakan namun sangat jelas di rasakan.


Lima perawatan yang membantu menangani korban ini bergegas merapikan alat alat operasi dan melepas jarum infus serta selang oksigen yang berada di hidung.


Nasib korban yang bernama Sulis masih di ruang operasi di rumah sakit yang sama, dokter yang menangani korban ini masih menjahit luka di areal lengan.


Lima korban yang meninggal di tempat sudah dialihkan ke ruang mayat untuk di indentifikasi serta di mandikan agar sewaktu di jemput oleh keluarga korban, korban bisa langsung di bawa pulang.


...****************...


Esok hari nya seluruh stasiun televisi menyiarkan berita tentang kecelakaan yang merenggut nyawa tujuh orang, kabar terbaru lima orang meninggal di tempat, yang satu nya meninggal pasca di rumah sakit dan satu nya masih di rawat di rumah sakit. Lima korban di tambah satu yang meninggal di rumah sakit sudah di bawa oleh pihak keluarga, masing masing sudah di kubur di kampung halaman.


Seluruh berita menceritakan kejadian kecelakaan ini mulai dari media sosial dan media cetak. Rangkaian tabur bunga sudah di laksanakan oleh warga sekitar pada pagi hari untuk membuang sial agar kejadian ini tidak terulang lagi.

__ADS_1


Berita kecelakaan ini sampai ke sekolah yang mana seluruh murid yang berada di sekolah nampak kaget dan prihatin, sebab ada salah satu siswi yang ikut dalam tragedi kecelakaan itu. Guru guru yang mengajar di sini turut ber bela sungkawa atas meninggal nya siswi yang bernama Puput kelas XII jurusan TKJ.


Semua murid di kumpulan menjadi satu di halaman sekolah untuk menyampaikan pengumuman serta berdoa bersama untuk kepergian siswi Puput kelas XII. Semua murid murid nampak menundukkan kepala.


Arumi yang berada di dalam barisan paling belakang nampak sedikit menitihkan air mata, di dalam perasaanya ada rasa penyesalan yang datang secara tiba tiba. Diri nya sempat bingung mengapa diri nya merasakan rasa penyesalan? penyesalan apa ini dan untuk siapa?.


Setelah lama merenung, Arumi teringat dengan kejadian yang kemarin yang mengakibatkan macet panjang.


" Apa kecelakaan yang kemarin itu " batin Arumi yang masih bertanya tanya.


Pluk!!


Siska menepuk pundak Arumi dengan tenaga keras. Membuat Arumi terperanjat kaget, Arumi mendongakkan kepala dan segera memutarkan tubuh ke belakang.


" Kenapa sih Sis? sakit tau " dengan kedua alis nya di kerutan menjadi satu.


Arumi langsung melihat sekeliling nya, benar apa yang di bilang Siska. Semua murid udah pada bubur dan masing masing berjalan menuju kelas.


" Tunggu Sis! " ujar Arumi sembari berlari kecil mengejar Siska dan Anin yang sudah berjalan terlebih dulu.


...****************...


Teman satu kelas korban kecelakaan yang bernama Puput nangis sejadi jadi nya. Apalagi geng nya Puput semua saling berpelukan dengan air mata yang membasahi kedua pipi.

__ADS_1


" Hiks...hiks...kenapa elu pulang nya enggak sama gue, kalau pulang nya bareng enggak akan kejadian seperti ini. Pasti ini mimpi kan " dengan suara serak.


" Hiks... Put pulang yuk jangan main jauh jauh. Udah ya main nya "


" Dari pada kalian nangis di sini, mendingan kalian takziah sana ke rumah nya. Kita udah iuran suka rela " ucap bendahara kelas.


Tak lama setelah memberi iuran suka rela, wali kelas serta kepala sekolah datang ke kelas XII TKJ.


" Saya dan wali kelas XII akan takziah ke rumah Puput, siapa yang ikut kami? jangan semua ikut perwakilan saja " imbuh kepala sekolah.


" Empat teman nya aja Bu yang kesana" sambung ketua kelas.


" Baiklah, kalian ayo ikut kami "


Dan empat teman ( Puput ) ikut bersama wali kelas dan kepala sekolah menuju kediaman rumah Puput.


...****************...


" Tolong!!!!" suara lirih menahan sakit.


'Sesosok' perempuan dengan wajah yang hancur sedang mencari bagian tubuh nya yang tertinggal entah di mana. 'Sosok' ini berjalan sambil menyeret kaki kiri dengan baju yang sudah robek lusuh terkena darah nya sendiri.


'Sosok' ini ialah Puput korban dari tabrakan maut di simpang tiga. Puput ini mencari kedua telinga nya yang hilang dan belum di temukan oleh nya.

__ADS_1


Sepanjang jalan Puput hanya bisa menangis dan menyesal atas tindakan atau perbuatan nya selama masa hidup nya.


Bersambung...


__ADS_2