Lelembut

Lelembut
Kembali ke homestay


__ADS_3

Blam!!....terdengar suara pintu mobil pertanda bahwa Arumi dan Brian sudah sampai. Dua orang ini masuk ke dalam homestay secara bersamaan, Brian masuk sembari membawa bungkusan yang berisikan bakso. Dan Arumi masuk tanpa membawa apapun. Brian jalan mengarah ke ruang makan, sedangkan Arumi masuk ke dalam kamar.


"Siapa yang obrak abrik koper gue!!!...".


Baru saja meletakan bungkusan bakso, Brian mendengar teriakan Arumi yang berasal dari dalam kamar. Sontak ia langsung bergegas menghampiri suara teriakan tersebut. Tak hanya Brian saja yang menghampiri, Anin, Siska, Abi, dan Antonio juga datang menuju kamar yang di tempati oleh Arumi.


Semua orang nampak berdiri di depan pintu seraya menggedor gedor pintu"Arumi....Arumi, lu kenapa? ada apa?"


"Woy! rum buka pintu nya" teriak Siska yang begitu khawatir setelah mendengar teriakan Arumi yang sangat keras sampai terdengar di lantai atas.


Cklek....Arumi membuka pintu dengan muka marah nan kusut. Dengan nada jutek Arumi membalas ucapan dari mereka" siapa yang dari kalian sengaja membuka koper gue" tatapan tajam ini mengarah ke semua orang yang tengah berdiri di depan Arumi.


"Kami enggak ada yang masuk ke kamar. Gue sama yang lainnya sedang asik nongkrong di balkon. Jadi kami enggak tau kalau koper lu ke buka" jawab Anin yang berdiri di samping daun pintu.


"Terus siapa yang buka koper gue" Arumi memegang kepala nya sebab dirinya mulai merasakan pusing. Pusing ini bukan di sebabkan hilang nya barang berharga. Di dalam koper tak ada barang yang di ambil. Dan untung nya buku kuno di bawa dan di masukan ke dalam jaket yang dikenakan Arumi hari ini, yang di pertanyakan adalah baju baju yang sudah tersusun rapi di hamburan ke lantai. Bukan satu atau dua baju saja yang berserakan, melainkan ada lima potong baju yang berserakan di mana mana.


Arumi meneliti siapa yang berdiri di hadapannya. Di tataplah satu persatu, hingga diri nya sadar ada salah satu orang tidak nongol di sini. Bukannya Suuzan terhadap Ami. Tapi kali ini benar benar mencolok dari semua yang ada di sini. Dirinya lah yang tidak ada di sini. Mau marah tapi tak ada bukti, ya sudah Arumi mengurungkan niat nya mencari keberadaan Ami.


"Huh..! sudah lah yang penting enggak ada barang yang hilang, cuma baju yang di hambur hamburan di luar. Sorry tadi emosi nya lepas kontrol, kalian bisa kembali" mengayunkan kedua tangan nya seraya memasang wajah tersenyum.

__ADS_1


"Yakin nih enggak ada barang yang hilang" Brian menekan lagi ucapannya.


"Iya yakin gue. Cuma baju aja kok, nanti gue lipat lagi hehe..." menggaruk tengkuk leher nya.


"Kalau ada apa apa, langsung kabari ke kita" ungkap Abi yang sudah berbalik badan meninggalkan kamar ini. Kepergian Abi membuat Brian dan Antonio juga ikut menyusul.


"Baik..."setelah itu Arumi kembali merapikan baju yang sempat berserakan di lantai. Memungut satu persatu, setelah memungut, barulah di lipat di atas ranjang.


Anin dan Siska juga ikut masuk ke dalam. Anin mengunci pintu kamar ini dan Siska sudah berada di samping Arumi yang sedang melipat baju. Dua orang ini perlahan duduk di tepi ranjang dengan kedua kaki menggantung.


"Buku kuno lu aman kan" suara Siska di buat pelan mungkin agar tidak bocor dari luar.


"Untung buku kuno tidak pindah tangan" Anin mengusap dada nya karna merasa lega.


"Gue udah punya firasat enggak enak di sini, jadi kapan kita pulang. Udah enggak betah lama lama tinggal di sini" keluh Siska yang merasakan kekhawatiran di sini.


"Gue juga merasakan tidak nyaman saat tinggal di sini. Padahal hanya dua malam, tapi yang gue rasakan sangatlah lama. Padahal cuma dua hari" Anin menyambungkan ucapan Siska yang mengadu akan keluhan.


"Semenjak gue pergi enggak ada yang mencurigakan di sini" kata Arumi.

__ADS_1


"Kami berdua melihat Ami sedang bolak balik masuk ke kamar, terus keluar lagi dan sampai detik ini belum pulang. Entah dia pergi kemana gue enggak ngurus" ujar Siska.


"Setelah itu enggak ada yang mencurigakan dia bahwa dia masuk ke kamar"


"Enggak tau kalau itu, semenjak Ami keluar. Kita berdua main ke lantai atas sama anak lainnya. Ngomong ngomong air suci nya mau di buat apa" tanya Anin yang tak tau apa yang di lakukan oleh Arumi.


"Buat nanti..." Arumi sudah berdiri. "Yuk makan bakso keburu dingin nanti" Arumi mengajak Anin dan Siska makan bakso dulu. Masalah Ami nanti dulu yang terpenting perut kenyang terlebih dulu.


...🍂🍂🍂...


Sore hari pun tiba, hujan sedari tadi sudah berhenti, meninggalkan jejak kubangan air dan sisa tetesan air yang terus menetes dari atas ke bawah melalui ujung genteng.


Arumi dan kedua sahabatnya sudah tau akan maksud dan tujuan dia membawa kami untuk menginap di sini dengan harga terbilang sangat murah untuk di pakai dua hari dua malam.


Sebelum nya Arumi dan kedua sahabatnya sudah melakukan sholat dan berdoa bersama meminta perlindungan kepada Allah SWT agar kami terhindar dari mara bahaya.


"Sebelum pergantian tahun, kita harus keluar dari sini sebelum terlambat. Sisa kita di sini tidak banyak, gunakan waktu kita di sini dengan sebaik mungkin. Kita tidak mau kan meninggal sia sia di sini" ujar Arumi selesai melakukan ritual doa menggunakan media air suci.


"Hmm...gue paham, serahkan pada kami. Elu tinggal mengarahkan dan mengawasi aja. Kita tidak punya waktu banyak untuk sekedar mengumpulkan bukti. Gue sama Siska akan mencari bukti akurat" sambung Anin yang ingin segera pulang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2