Lelembut

Lelembut
Siluman ular


__ADS_3

Orang orang yang berada di sekitaran rumah Sukiran dikagetkan dengan teriakan ketiga siswa yang asal suara nya berada di paling ujung ruangan ini.


Ya rumah Sukiran di lihat dari luar nampak kecil, tapi ketika orang masuk ke dalam rumah yang di bilang kecil asli nya luas banget. Di dalam rumah ini ada tujuh ruang yang masing masing ada kegunaan nya yakni ruang tamu yang berada paling depan. Masuk ke dalam kita bertemu dengan ruang yang luas entah di buat ruang keluarga atau ruang makan kita semua tidak tau karna ruang yang kedua ini cukup luas dan tidak ada barang barang yang tertata rapi di sini dan ruangan ini tidak di keramik, beda sama ruang tamu yang sudah di keramik. Kita berjalan lagi menuju belakang yang mana di lorong ini terdapat ruang ruang kecil yang mana bisa di deskripsi kan sebagai kamar dan aneh nya setiap kamar kamar tidak di beri pintu hanya korden sebagai ganti nya pintu jadi setiap orang dapat melihat keadaan kamar kamar yang di total ada empat kamar yang kosong tak berpenghuni. Dan di situ lah mereka mendengar teriakan yang berasal dari pojok kamar yang berada di sisi kiri yang tidak ada cahaya masuk sehingga kamar yang berada di pojok gelap seakan berada di rumah yang tak berpenghuni.


" Ada apa ini? kok teriak teriak " ucapnya ketika sudah berada di depan pintu kamar yang sudah terbuka.


Anin , Siska dan Arumi membalik badan dengan wajah yang sudah pucat.


" Ada ular hijau besar di sana " Anin menunjukan letak ular itu tanpa berani membalik badan.


Lantas orang orang masuk ke dalam untuk memastikan kalau benar ada ular hijau. Setelah di cari cari tidak ada ular yang di maksud oleh ketiga siswi SMP. Namun orang orang menemukan tumpukan tulang tulang , tengkorak yang di susun rapi di atas meja dan ada satu mayat yang tergeletak di bawah dengan tubuh yang sudah kaku dan sudah tidak bernyawa.


" Ular nya tidak ada tuh, mungkin kalian salah lihat "


" Enggak kok pak, kita enggak salah lihat nyata nya yang melihat bukan cuma saya saja. Sahabat saya juga melihat nya. Beneran ada pak sumpah, tadi ular nya melilit mayat itu tuh " ucap Arumi yang sudah masuk ke dalam namun ia memilih di dekat sesajen yang tergeletak di sudut ruang.


Komandan masih tidak percaya ada nya ular besar di sini, karna ia dan anak buah nya sudah mencari ular besar namun tak terlihat hingga detik ini.


Anin dan Siska sudah tidak memikirkan itu, mereka berpencar membantu para petugas polisi untuk menemukan yang kita nya ada barang bukti di sekitar ruang ini.


Anin dan Siska masih melihat ular besar itu melingkar di tengah tengah ruang ini dengan tatapan tajam yang siap menerkam mangsa. Di saat di lihat dengan jelas, ternyata ular besar itu nyata nya ular ' makhluk halus '. Kenapa bisa di bilang demikian karna semua petugas tidak melihat ular besar itu, nyata nyata ada ular besar di depan mereka. Dan yang bisa melihat kehadiran ular hijau besar itu hanya Arumi , Anin dan Siska. Hanya tiga orang saja yang melihat nya.


Beberapa menit kemudian salah satu anak buah dari komandan berteriak kencang membuat orang orang yang ada di dalam kaget, karna teriakan nya membuat orang di sekitar kebingungan.


" Kenapa kamu berteriak " ucap salah satu teman nya.


" I....itu ada ular di dalam lemari. Ular hijau " menunjuk lemari yang terbuka sedikit.


Teman nya lantas menghampiri lemari yang sudah terbuka sedikit dan untuk memastikan kalau ada ular apa tidak. Teman nya membuka pintu lemari secara perlahan.


Kreet...


" Astaghfirullah " dengan kondisi pintu lemari terbuka lebar dan benar ada anak ular yang jumlah nya puluhan sedang berkumpul di dalam lemari. Ular kecil itu berwarna hijau tua campur warna kuning.


" Nah kan di bilangin ngeyel sih " umpat Siska dengan nada pelan takut di dengar orang orang.


Sebagian anak buah nya mengambil ular ular itu menggunakan sarung tangan dan di masukan ke dalam karung.


" Kok bisa ada anak ular di sini? pasti sekitaran rumah ini ada induk nya kita cari induk ular nya. Bisa gawat kalau di biarkan berkembang biak di sini, bisa bisa membahayakan warga sekitar " ujar Komandan.


" Percuma pak nyari induk nya. Kan induk nya udah di sini dari tadi " celetuk Arumi yang sedari tadi sudah di awasi oleh ular besar.

__ADS_1


" Di mana tidak ada di sini "


" Ada tapi bapak yang tidak melihat nya " jawab Arumi yang berjalan menuju komandan.


" Apa bapak percaya dengan siluman ular? atau bapak malah tidak percaya dengan hal mistis "


" Sudah lah jangan membahas ini dulu. Kita otopsi tulang tulang ini dan sekaligus mayat ini " sahut Dokter Forensik yang baru bergabung.


...****************...


Mereka serempak membantu mengumpulkan tulang tulang yang sudah tak beraturan, di kumpulkan menjadi satu ke dalam karung jenazah.


Tak hanya di ruangan itu saja, ada penemuan kuburan dalam ruangan yang kalian tau letak nya di mana? ya kalian pasti akan kaget. Kuburan berjumlah enam lubang di temukan di ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang tamu itu. Yang ruangan nya tidak di beri keramik, jadi alasan pemilik rumah ini tidak memberikan keramik yakni untuk kuburan yang di isi dengan mayat mayat yang konon mayat itu sebagai tumbal pemujaan.


Para polisi membongkar kuburan kuburan itu dan menemukan mayat yang berjumlah enam orang.


" Banyak kali mayat mayat di sini " Anin melihat para mayat di angkut dan di masukan ke dalam kantong jenazah.


" Nama nya juga pemuja iblis, segala cara ia tempuh entah itu cara yang baik atau bisa jadi cara yang sangat mengerikan dan yang di puja nya juga meminta imbalan berupa darah dari manusia. Itu sudah sepakat dari awal " tutur Arumi.


" Tapi Rum, itu si ular besar nya kok mengawasi kita ya " ucap Siska.


" Dia marah sama kita karna rumah nya di rusak dan anak anak nya di buang. Dan yang lebih parah lagi sesajen , kemenyan , dupa dan makanan nya kita buang, jadi dia marah sama kita " Arumi mengecek buku kuno pemberian dari kakek Djoko.


Anin dan Siska merapatkan diri untuk ikut ikutan melihat isi buku kuno yang di bawa oleh Arumi.


" Apa baca nya Rum? " tanya Siska yang melihat Arumi yang sudah selesai membaca tulisan yang ada di dalam buku kuno.


" Garam ( krosok ) "


" Kita kan enggak bawa itu dan juga buat apa garam nya? "


" Entah lah gue juga enggak tau buat apa, gue hanya baca yang ada di buku ini " jawab Arumi.


Empat jam sudah eksekusi nya selesai. Kini para petugas kepolisian dan di bantu beberapa dari anak buah Dokter Forensik, bersiap siap untuk pulang.


" Tadi kalian ngomong apa? " Komando menghampiri Arumi dan kedua sahabatnya.


" Oh tidak ada pak " sahut Siska.


" Tapi kenapa teman mu itu diam saja " seraya menunjuk Anin yang terlihat diam dan wajah nya pucat.

__ADS_1


Anin yang berada di sebelah nya lantas menepuk lengan Anin " Nin..."


Sang empu tidak merespon masih diam dengan tatapan kosong.


Tidak berselang lama Anin membuka suara " kembalikan anak ku " aneh nya suara nya sangat berbeda tidak seperti suara Anin.


" Anak siapa yang kau maksud nak? "


" Aku yang berkuasa di sini! kembalikan anak ku yang kalian buang " tubuh Anin ambruk seakan akan kedua kaki nya tidak kuat untuk berdiri, alhasil Siska lah yang menopang tubuh Anin.


Arumi bersuara " kita tidak akan membuang anak mu, kami hanya memindahkan ke tempat yang seharusnya kalian tinggal. Bukan di sini tempat mu tinggal, kelak anak mu akan membahayakan warga sekitar.


" Tau apa kau bocah!! ini rumah ku kekuasaan ku jadi saya berhak tinggal di sini. Jangan mengatur hidup ku " dengan kedua mata melotot.


" Ok akan saya bebaskan anak mu tapi ada syarat nya, kalau tidak kau penuhi maka anak mu akan ku buang jauh dari jangkauan mu " Arumi mengancam ular besar yang masuk ke dalam tubuh Anin.


" Tidak akan!!!, kau bukan bagian ku "


" Oh ok kalau itu keinginan mu sekarang kau harus pilih satu : anak mu akan aku lepas kan tapi dengan satu syarat jangan melukai warga sekitar. Yang kedua : kalau kau tetep ngeyel melukai warga sekitar anak mu akan aku buang jauh atau bisa jadi di bakar hidup hidup di hadapan mu, pilih salah satu "


Ular besar yang di yakin sebagai istri dari Sukiran sedang terdiam tidak bisa berkutik, namun kedua mata nya masih menatap tajam ke Arumi.


" Saya tidak akan memilih kedua nya " dengan suara yang cukup keras.


Karung yang berisi anak anak nya sobek, sehingga anak anak nya keluar dari karung dan bergerak masuk kembali ke dalam rumah.


" Ingat kalian semua jangan ada di antara kalian yang nekat masuk ke dalam. Saya pastikan tidak akan bisa keluar dari rumah ini dan nyawa kalian jadi taruhan nya " dan di akhiri cekikikan yang mengerikan.


Dan di situ lah Anin tersadar dengan kondisi badan yang sangat sangat lemas.


*


*


*


Ciri ciri siluman ular yang berada di dalam rumah Sukiran:


Dari kepala sampai perut berupa manusia dengan rambut yang panjang se dada, badan kurus kering , wajah tirus pucat. Terus badan ke bawah berupa ular yang bersisik hijau dengan panjang kurang lebih dua meter.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2