Lelembut

Lelembut
Dimana pun selalu ada


__ADS_3

Siska kembali bersekolah di antara oleh taksi online. Perasaan nya seolah bebas tidak ada beban yang ia rasakan. Tadi malam ialah malam yang panjang dan penuh dengan kisah haru. Sebelum Arumi dan kakek Djoko pulang, kakek Djoko memberi pesan kepada dua perempuan ini. Dengan pesan yang begitu mendalam Siska dan Arumi hanya diam mengangguk. Selepas kepergian Arumi dan kakek Djoko, secara tiba tiba Siska merasakan kalau tubuh nya sudah enakan dan panas nya udah turun, ia pergi mengambil termometer untuk mengecek suhu tubuh nya. Dan ternyata benar dugaan nya bahwa suhu tubuh nya kembali normal. Sebelum mereka berdua datang ke rumah, badan Siska masih sedikit panas. Di cek ke rumah sakit bilang nya cuma kecapekan di suruh istirahat di rumah.


Pada malam hari nya Siska benar benar pulih dan tidak mengonsumsi obat yang di anjurkan dari Dokter. Merasa sudah pulih, Siska memutuskan besok pergi ke sekolah.


...🍂🍂🍂...


Tiba lah di sekolah, Siska jalan menyusuri lorong lorong kelas yang suasana nya sudah ramai murid yang baru datang. Dari jarak yang cukup jauh, Siska bisa melihat bahwa Anin sedang berjalan menuju kelas seorang diri, dengan langkah cepat Siska mengejar langkah kaki Anin.


Tap...


Tap...


Secara spontan Siska menepuk pundak Anin dengan nada suara keras" hayo!.."


Anin menengok ke belakang" kurang kerjaan aja deh elu "


" Hehehe...sorry kelepasan tadi. Btw kemarin ada tugas apa enggak? "mereka berdua memutuskan berjalan berbarengan menuju kelas.


" Ada, oh ya elu kan belum ulangan. Besok pas pelajaran pak guru ips di minta ulangan menyusul di ruang guru pas jam istirahat. Soal nya sepuluh pilihan ganda, lima soal esai " Anin terlebih dulu masuk ke kelas.


" Ealah ada ulangan" dengan nada lesu. "Susah enggak?, terus tugas nya yang kemarin apa? "


" Kemarin ulangan nya mendadak, jadi kemarin tuh anak anak pada kelabakan belajar singkat. Mana enggak di kasih tau kalau ada ulangan " melipir mencari penghapus papan tulis karna hari ini jadwal piket kelas.


Sembari menghapus tulisan yang berada di papan tulis, Anin tetap mengoceh walaupun badan nya menghadap papan tulis " tugas nya suruh menggambar 3D jenis nya bebas di buku gambar, di kumpulan waktu jam pelajaran "


" Apa!! gambar, kan gue enggak bisa gambar. Gimana dong Nin, elu tau kan kalau gue gambar nya mesti jelek. Terus di tambah buat gambar 3D, mana bisa " punggung nya ia sandarkan ke dinding.


" Gue ogah ya suruh gambar punya elu " Anin tau maksud kata yang di lontarkan tadi.


" Hehe...kok tau sih " memanyunkan bibirnya.


" Hello, gue berteman sama elu bukan dua atau empat tahun. Melainkan udah lama, jadi secara otomatis gue sadar arah ucapan elu tadi. Soo...elu harus belajar gambar sendiri. Okay..." membalikan badan dengan tangan kanan nya masih membawa penghapus papan tulis.


" Yaaahhh!!... enggak asik " menunduk cemberut.

__ADS_1


"..."


"..."


Salah teman satu kelas menghampiri meja bangku Siska " udah sembuh Sis? kok bisa elu enggak masuk selama dua hari "


Siska diam menatap mata teman nya " sakit biasa enggak terlalu berat "


Tak lama Arumi datang seperti biasa, jam selalu menunjukan kurang 10 menit. Baru Arumi datang.


...🍂🍂🍂...


Sekarang satu kelas di ajak ke lap komputer untuk belajar mengetik sepuluh jari. Setelah berada di dalam lap komputer, guru yang berada di situ meminta murid murid untuk duduk sesuai urut absen. Dan murid murid langsung mencari bangku. Di rasa semua sudah mendapatkan tempat duduk, baru lah guru nya menyampaikan materi pembelajaran hari ini " anak anak hari ini materi nya belajar mengetik menggunakan sepuluh jari. Dan kalian bisa mengetik bacaan yang sudah saya kasih tau tadi. Saya kasih waktu 30 menit dalam dua paragraf, di mulai dari sekarang " tutur guru setelah melihat jam dinding.


Semua nya gelagapan mengetik dalam waktu yang singkat sampai ada yang tangan nya tiba tiba kram.


Anin dan Arumi sudah terbiasa mengetik sepuluh jari, jadi hari ini mereka berdua tidak kaget dengan ucapan guru nya, malah mereka tersenyum santai. Seolah tidak ada beban.


Dan Siska hanya bisa mengunakan enam jari dalam mengetik hari ini, diri nya belum terbiasa mengetik cepat tanpa melihat keyboard.


"..."


"..."


...🍂🍂🍂...


Menit pun terus berjalan hingga...waktu yang di tentukan oleh guru tiba. Seluruh murid di perintah untuk menghentikan aktivitasnya. Guru pun berjalan melihat satu persatu sembari mengecek hasil ketikan yang berada di layar komputer. Tak hanya melihat saja, guru ini sembari menilai, setiap paragraf di nilai. Kalau hasil nya sesuai yang ia target kan maka nilai nya akan bagus.


"..."


Siska menoleh ke belakang yang mana Arumi duduk tepat di belakang nya " udah selesai lo"


Arumi menengok ke arah Siska "udah dari tadi" pas Arumi menengok ke tempat Siska duduk, tanpa sengaja pandangan nya melihat ke arah pojok dinding tepat nya di bawah AC.


Detik berikut nya Arumi mengalihkan pemandangan. Buru buru ia mengubah posisi duduk menghadap layar komputer, dalam batin nya ia mengumpat " oh *****..ngapain tuh berdiri di sana, bikin gue kaget aja "

__ADS_1


Arumi melihat candy ghost alias pocong yang berwajah hitam dengan bola mata hitam kecil. Berdiri di belakang teman laki laki nya, posisi berdiri nya di pojok dinding. Pocong ini berdiri menatap ke arah murid murid yang lagi fokus latihan ketik sepuluh jari.


Tanpa di duga duga oleh Arumi, pocong ini perlahan melayang ke tempat Arumi menembus orang orang yang masih duduk. Arumi yang sedang mendengar penjelasan dari guru, merasa terganggu oleh kehadiran pocong ini. Bukan nya mendengar ucapan guru nya, melainkan Arumi malah mendengar ucapan dari pocong " kamu bisa melihat saya ya" dengan suara lirih.


Arumi hiraukan dengan pocong ini dan fokus ke ucapan guru nya yang sempat tidak ia dengarkan.


" Tepat waktu, bagus pertahan kan " ucap guru setelah menilai hasil ketikan Arumi.


" Oh..ya bu, makasih " Arumi tersenyum puas akan apresiasi dari guru nya.


Guru pun berpindah jalan ke sisi kiri nya, untuk menilai murid selanjutnya.


Anin menjulurkan kepala di antara sela sela layar komputer " elu dapat nilai berapa? "


" Enggak tau, enggak di kasih lihat " jawab Arumi.


"Oh..." Anin mengangguk dengan arah pandang ke belakang Arumi di tambah dahi nya di kerutan.


Arumi bingung mengapa Anin memandang diri nya seperti itu " elu kenapa sih? kayak lihat apa "


Anin menggeleng kepala sebanyak dua kali " eh...enggak apa kok " Anin cepat cepat duduk ke posisi semula.


Membuat Arumi penasaran dan melihat ke arah belakang menggunakan mata batin. Dengan pandangan mata tetap ke arah layar komputer, namun mata batin nya sedang melihat ke belakang tubuh nya dan ternyata di belakang nya ada pocong tadi yang masih berdiri tepat di belakang nya.


" Petasan Anin lihat ke gue kayak lihat apa, ternyata lihat elu " batin nya yang masih melihat pocong.


Pocong itu pun mengeluarkan bau yang tidak enak melebihi bau bangkai, sampai sampai Arumi pusing karna bau dari pocong.


Sudah di suruh pergi, namun pocong ini masih diam tidak mau di suruh pergi.


Hingga...ketika Arumi menyebut mantra yang di ajarkan oleh kakek Djoko perlahan pocong ini pergi hilang di sapu angin, tidak ada bau yang tidak enak.


Beberapa jam kemudian, baru lah pelajaran ini selesai dan di ganti oleh pelajaran olahraga.


Bersambung...

__ADS_1



Bonus visual Arumi.


__ADS_2