
Drap.... Drap....
Mereka bertiga berlarian menuju kelas nya. Di sepanjang jalan sudah tak ada orang yang berlalu lalang. Semua nya sudah masuk ke dalam kelas masing masing.
Dari perpus menuju kelas nya mereka terus berlarian, hingga Arumi tak sengaja menabrak bahu orang yang sedang berjalan dengan arah yang berlawanan.
Dug!!
Arumi langsung mengentikan laju lari nya, dan menoleh ke orang yang ia tabrak.
" Sorry tadi gue enggak sengaja " jongkok di depan orang yang ia tabrak.
Arumi bangkit dan berniat untuk membantu orang ini untuk berdiri. Tangan kanan menjulurkan ke depan, namun orang ia ia tabrak tak menerima uluran tangan Arumi.
" Adek kelas songong! kalau lari tuh lihat lihat jangan asal nabrak. Paham lo " orang ini berdiri sendiri sambil menunjuk muka Arumi dengan jari telunjuk. Dengan muka yang merah padam orang ini langsung melengos pergi tanpa menoleh ke belakang.
Arumi yang masih berdiri melongo dengan apa yang terjadi pada saat ini. Dan Arumi masih menatap punggung orang itu sampai hilang di penglihatan nya.
" Orang saraf, udah minta maaf malah dikatain. Dapat karma tau rasa " Arumi balik badan dan segera menyusul kedua sahabatnya.
Sampailah Arumi di depan pintu kelas nya, di situ ada Anin dan Siska yang menunggu kehadiran Arumi yang sempat tertinggal jauh. Kedua nya belum berani masuk ke dalam karna ada suara orang mengajar dari dalam kelas, bisa di simpulkan bahwa di dalam kelas sudah ada guru yang mengajar.
Anin Dan Siska menoleh mengarah ke Arumi yang berdiri di tengah tengah mereka. Dari tatapan mata saja, Arumi bisa paham apa maksud dari mereka. Dengan helaan nafas panjang, Arumi memegang gagang pintu kelas dengan jantung yang sudah deg...deg kan.
Kreek...
Arumi membuka pintu kelas, membuat penghuni kelas ini menoleh ke arah pintu. Dan guru yang sedang duduk di meja guru juga menoleh ke arah pintu dan sambil berkata.
" Dari mana saja? "
Arumi, Anin dan Siska melangkah maju ke depan hingga mentok ke depan meja guru.
" Kami tadi ke perpus Bu, cari buku. Maaf kita terlambat masuk " ucap Arumi.
" Ya sudah lain kali kalau bel udah bunyi langsung pergi ke kelas, jangan keluyuran di luar sana. Mengerti!? "
" Mengerti Bu " jawab mereka bertiga dengan pandangan mata menatap ke lantai.
" Kalian boleh ke bangku masing masing "
Anin, Arumi dan Siska membalik kan badan, berjalan menuju bangku mereka dengan perasaan plong karna tak di hukum oleh guru yang mengejar di siang ini.
Pelajaran terus berjalan hingga istirahat kedua berbunyi. Guru yang mengajar tadi langsung memberi tugas kepada murid yang ada di kelas ini dan di kumpulkan Minggu depan di waktu pelajaran guru ini.
__ADS_1
Membuat semua murid menghela nafas kesal dan melampiaskan kemarahannya dengan pergi ke kantin untuk menghilangkan rasa ngantuk dan kesal.
Anin, Arumi dan Siska berjalan santai menuju kantin yang lokasi nya tak jauh dari kelas nya.
" Elu tadi ke mana aja sih? lama banget sampai di depan kelas. Kesasar? " Anin berjalan beriringan dengan Arumi.
" Enggak "
" Terus kok lama? " kini Siska yang bertanya.
" Ada kerikil nyasar di lorong kelas, maka nya gue kembalikan ke asal nya "
" Kerikil perasaan tadi enggak ada. Apa gue salah lihat " batin Siska yang berjalan tepat di belakang Arumi dan Anin.
Tak lama kemudian, Mereka bertiga sampai di kantin yang tidak terlalu ramai orang.
Tanpa berlama lama, mereka mendekat ke penjual nasi yang berada di kantin ini.
" Lauk nya apa aja buk? " tanya Anin yang berdiri di depan etalase kaca.
" Masih banyak neng. Ada nasi pecel, tempe orek orek, sayur asem, telur goreng, tempe goreng, perkedel dan gorengan "
" Saya nasi pecel enggak pakai sayur lauk nya perkedel sama telur goreng " ucap Arumi.
" sayur asem lauk nya telur goreng " sahut Siska.
" Nasi tempe orek sama telur goreng"
" Minum nya apa? " tanya penjual.
" Es teh dua, es teh tawar satu " jawab Anin.
Mereka berjalan menuju meja yang tempat nya ada di depan persis meja penjual. Baru empat langkah ke depan. Arumi kembali menuju tempat yang tadi.
" Total semua berapa buk? "
Ibuk penjual nasi pun menolehkan kepala " dua puluh lima lima ratus " ujar nya sembari mengambil nasi dari magic com.
Arumi mengambil uang saku yang berada di saku baju atas.
" Ini buk, uang nya kembalian nya ambil aja " Arumi berlalu menuju tempat dua sahabat nya berkumpul.
Di tengah tengah menunggu makanan nya jadi, mereka bercakap cakap ringan sambil bermain ponsel.
__ADS_1
" Eh elu tau enggak artis A punya pacar D, tapi si A selingkuh sama si E. Terus si E itu sahabat nya si D, wah gila gak si A " tutur Anin yang barusan membaca berita terbaru di ponsel nya.
" Biarin aja lah toh enggak ganggu hidup elu, yang ngejalanin dia kenapa elu yang sewot " imbuh Siska.
Di sela sela mendengar obrolan Anin dan Siska, telinga kanan Arumi mendengar suara orang yang sangat tipis namun jelas. Suara itu berkata " Aku salah, bantu aku "
Arumi yang mendengar suara itu langsung menengok ke sumber suara. Di saat kepala nya menengok ke kanan suara itu tak terdengar lagi dan tak ada orang yang berada di belakang Arumi.
Sempat Arumi menghiraukan suara itu. Jarak lima menit suara itu berpindah ke arah kiri dengan suara nya sama dan perkataan yang sama.
Lagi lagi Arumi menengok ke kiri namun di sana tak ada orang sama sekali. Arumi yakin suara itu sama persis dengan suara manusia.
Di saat jengkel dengan suara ini, Arumi mengepalkan tangan dan memukul meja yang ada di depan.
Brak!!
Anin dan Siska yang enak enak main ponsel dikagetkan dengan suara gebrakan meja.
" Ada apa Rum? " tanya Siska yang sedikit panik.
Arumi menatap tajam mata Siska dan berganti menatap mata Anin.
Di situ mereka berdua sudah tak enak perasaan nya, membuat mereka berdua was was dengan tatapan mata Arumi.
Anin berpindah tempat duduk menjadi di sebelah sisi kiri nya Arumi.
" Rum? " Anin memegang pundak Arumi.
Arumi menoleh ke Anin dan berucap" Apa?"
" Elu tadi ngapain gebrak meja? ada masalah?"
" Gue terganggu dengan suara yang tak terlihat " dengan suara mendengus kesal.
Tiba tiba...
" Silahkan mbak mbak " ujar penjual sambil meletakan satu piring yang berisi nasi lauk dan satu gelas es teh.
Siska mendongak menatap wajah penjual nasi " makasih buk "
" Iya mbak "
" Ayo kita makan dulu, keburu di makan sama setan " imbuh Anin sembari membagikan piring ke Siska dan Arumi.
__ADS_1
Mereka makan bersama dalam diam dan tak bersuara hanya dentingan sendok yang menemani suasana makan siang hari ini.
Bersambung....