
Terhitung pada hari ini, hari terakhir ulangan akhir semester ganjil. Para murid murid antusias menyambut libur panjang dan tahun baru. Setiap kelas mengadakan liburan bareng di tempat wisata. Kelas X perkantoran sebagian murid memilih liburan di rumah dan sebagian murid sibuk menentukan liburan kemana.
Terhitung ada dua puluh anak yang sedang berdiskusi mengenai tempat wisata yang cocok untuk liburan. Tiga di antara nya Arumi, Anin dan Siska turut ikut dalam diskusi tersebut.
"Enak nya kita liburan kemana guys? yang tempat nya cocok untuk foto foto" tanya nya.
" Banyak sih daerah sini. Emang yang elu mau liburan ke mana"
"Ya enak nya sih yang udara nya sejuk di tambah pemandangan yang memukau"
"Gue punya ide, bagaimana kalau kita liburan ke gunung Dieng kan spot foto keren keren dan udara nya sejuk"
"Setuju..."
"Gue juga setuju..."
"Gunung Dieng" batin Arumi.
"Naik apa kita ke sana?" tanya Siska.
"Naik kereta api aja pasti seru"
"Gue sih ngikut aja, elu bagaiman setuju apa enggak" Anin menatap Arumi.
"Terserah lah penting enggak naik motor. Capek di perjalanan. Oh ya di sana kita ngapain aja, terus berangkat jam berapa. Biar jelas kita semua" tutur Arumi kepada teman nya.
"Tentu nya foto foto, terus menginap di sana"
"Apa!! menginap" sahut Arumi ketika mendengar kata menginap.
"Iya...emang ada apa? kayak nya bakalan seru kita menginap di sana dua hari dua malam" jawabnya.
Arumi memegang kening nya seraya menggeleng"kalau mau menginap di sana. Kita semua ini tidur di mana. Terus apa di ijinkan sama ortu kita"
"Lah iya gue baru ngeh" sambung Sari yang sebangku sama Arumi.
"Tenang masalah tempat nginap serahkan ke gue" kata Ami yang ikut dalam kelompok Arumi.
"Maksud lu?" tanya Siska yang duduk nya searah dengan tempat duduk Ami.
"Paman gue kebetulan punya homestay yang sedang di sewakan lokasi nya sekitaran Dieng. Kalau kalian mau, hari ini gue bisa telpon kan ke paman gue"
semua nampak terdiam saling menatap satu sama lain. Kemudian salah satu menjawab" boleh juga menginap di situ. Permalam harga nya berapa? dan fasilitas nya apa saja?"
__ADS_1
"Hmm..sebentar gue telpon dulu"memegang ponsel nya kemudian menempelkan ke telinga.
Yang lainnya menunggu jawaban dari Ami. Sambil mengobrol satu sama lain. Berbeda dengan lainnya, Arumi nampak terdiam dengan kedua tangan menyangga kepala. Seolah sedang memikirkan sesuatu.
" Harga permalam 150 ribu fasilitas lengkap ada pemanas air, kloset duduk, shower, dapur dan lainnya. Perlengkapan nya sama seperti rumah pada umum nya" jelasnya.
" Masih terhitung murah itu. Apa lagi dekat dengan wisata Dieng. Pasti homestay nya laris pengunjung" sambung temannya.
" Terus yang laki laki di taruh di mana? kan jumlah nya lebih dari tiga. Di homestay ada berapa kamar sih" tanya Brian, yang ikut gabung bersama cewek cewek ini.
" Kalau enggak salah ingat ada dua belas kamar. Tapi tunggu yang benar benar fix ikut siapa aja, semisal batal karna tidak di beri ijin sama ortu, langsung kabari gue. Biar gue tau siapa yang ikut" ungkap Ami.
Diskusi ini berjalan hingga pukul sepuluh pagi. Semua kebutuhan yang di bawa, berangkat jam berapa sudah di sepakati oleh mereka semua. Jadi tidak ada orang yang kebingungan sewaktu akan berangkat.
...🍂🍂🍂...
Dalam perjalanan pulang, Arumi sudah memiliki firasat yang tidak mengenakan. Setelah di pikir lebih dalam, Arumi belum menemukan jawaban nya. Sangat susah mengartikan firasat diri nya sendiri.
Dalam pantulan spion tengah, pak sopir bisa melihat jelas raut muka anak majikan nya. Raut muka yang menggambar kan kebingungan dan kebimbangan. Dengan rasa penasaran nya sopir ini mengucapkan kata kepada anak majikan nya.
" Kenapa non, kok kelihatan nya sedang bingung" melirik sekilas ke arah jok belakang.
Arumi membuyarkan lamunannya saat mendengar ucapan sopir"enggak kenapa kenapa kok pak. Hmmm...bapak pernah liburan ke Dieng apa enggak?"
" Iya pak, liburan sama teman sekelas. Kan ulangan udah selesai, ya sekalian liburan bareng. Di sana wisata nya ada apa aja pak? pasti dingin di sana" Arumi sedikit antusias dengan mengobrol sama sopir nya karna membahas liburan ke Dieng.
" Wah di sana banyak non, apa lagi di Dieng itu ada candi, wah candi nya sangat megah non. Berbeda dengan candi candi lainnya, pokok nya di sana pasti seru dan betah" dengan nada bicara senang.
"Apa iya gue bisa betah semalam di sana. Semoga firasat gue enggak benar" kata batin nya.
"..."
"..."
Telah sampai di mansion Baskoro, Arumi turun dari mobil sambil membawa beberapa cemilan untuk di bawa besok.
"Assalamualaikum..." ketika kaki memasuki mansion.
Tak ada yang merespon salam nya, Arumi tetap melanjutkan jalan nya menuju lantai dua. Saat melewati kamar ortu nya. Dari arah dalam muncul lah bunda Aurora yang keluar seorang diri dengan memakai daster.
" Tumben beli banyak, buat acara apa" bunda Aurora perlahan menutup pintu.
"Oh ini bund buat besok, sekalian minta ijin, besok sama teman teman liburan ke Dieng, di sana menginap dua hari dua malam. Apa boleh bund"
__ADS_1
"Bunda sih boleh aja kan udah selesai ulangan nya. Coba tanya ke deddy boleh apa enggak"
"Kalau enggak di bolehin gimana bund?" bergelayut manja di lengan bunda nya.
"Ya enggak usah berangkat. Kan enggak di bolehin" jawab bunda Aurora.
"Baiklah bund, Arumi mau masuk ke kamar" Arumi mengayunkan kaki nya menuju kamar baru nya.
Klek....Arumi menutup pintu dengan suara pelan.
"Kok rasa nya bimbang ya, satu sisi gue mau lihat suasana Dieng tuh kayak apa. Satu sisi gue enggak tenang dengan firasat yang gue rasakan. Duh gimana nih ikut enggak ya" Arumi mondar mandir dengan tangan masih membawa kantong belanjaan.
Di tengah ke bimbingan ini, gawai nya bergetar di saku baju. Dengan cepat ia melihat siapa yang menghubunginya.
"Halo' assalamualaikum..." perlahan kaki ini membawanya ke ranjang.
" Kata bunda, Arumi mau liburan ke Dieng sama teman sekelas?" suara itu sangat familiar di telinga Arumi.
"Iya ded, boleh apa enggak Arumi ikut" Arumi deg deg an menunggu jawaban dari deddy Baskoro.
"Boleh. Berapa hari"
"Yakin ini ded" tanya Arumi yang sedikit tak percaya.
"Iya asal kan di sana di jaga tutur kata sama tingkah laku. Di mana pun tempat harus di jaga mulut nya, jangan asal ceplos. Jadi Arumi menginap di mana dan berapa hari?"
"Di homestay ded. Milik paman nya teman ku, di sana cuma dua hari dua malam".
"Homestay? emang di sana ada penginapan" ujar deddy.
"Entah ded, Arumi juga baru tau. Habis nya sih liburan enggak pernah di ajak ke sana, selalu liburan ke Bali, kalau enggak itu liburan ke Filipina" dengan nada sebal.
"Hahaha....tapi Arumi menikmati kan"
"Ya mau gimana lagi mumpung ada yang bayari, hehe..."di sela tertawa nya. Deddy Baskoro memberikan nasehat.
"Buku kuno itu harus di bawa kemana pun Arumi bawa. Karna di sana segala penjelasan ada di dalam buku kuno. Dan jangan ada yang tau selain Anin dan Siska. Itu pesan dari deddy, dan satu lagi kemana pun pergi selalu membaca ayat kursi agar selalu di lindungi oleh Allah"
"Iya ded" jawab Arumi, yang seolah deddy nya tau akan terjadi apa di sana.
Setalah bertelepon dengan deddy nya. Arumi bersiap siap menata baju yang akan di bawa nanti. Dan tak lupa membawa buku kuno yang ia selipkan di antara baju baju.
Bersambung...
__ADS_1