Lelembut

Lelembut
pulang


__ADS_3

Jam pulang pun tiba semua para penghuni sekolah serentak berhamburan keluar menuju gerbang sekolah. Baik guru, senior dan junior berbondong bondong berjalan menuju arah depan yakni gerbang.


Semua kursi yang berada di dalam kelas di naikan ke atas meja, agar besok pagi nya bisa membersihkan kelas dengan bersih dan nyaman. Dan semua lampu, kipas angin, AC dan alat komputer di matikan sebelum meninggalkan sekolah.


Di saat menuju gerbang sekolah, di sana masih banyak orang orang yang berdesakan untuk keluar dari sekolah, tak hanya pejalan kaki yang memenuhi jalan. Orang membawa sepeda motor tak kalah dari pejalan kaki. Mereka semua sama sama ingin menuju rumah masing masing.


Mereka bertiga berjalan beriringan yang hendak menyebrang jalan menuju zebra cross, tiba tiba ada orang yang berteriak dengan lantang.


" Woy!!.."


Tak hanya teriakan saja, orang ini melempar batu yang ukuran nya tidak besar. Lemparan batu ini mengarah ke orang yang berdiri di tengah tengah dua anak perempuan.


Kebetulan orang yang ia tuju sedang berdiri di pinggir zebra cross. Tanpa menunggu lama orang ini melempar batu dengan dorongan yang sangat besar.


Dan lemparan yang di targetkan untuk orang itu tepat sasaran. Batu itu mengenai kepala bagian belakang. Buru buru orang ini melarikan diri masuk ke dalam gerbang sekolah bersama empat teman nya. Orang ini berlarian ke dalam sambil tertawa cekikikan.


Di situasi yang berbeda. Arumi merasakan sakit di bagian kepala belakang, sampai kepala nya terhuyung ke depan. Dan di tambah suara lemparan batu itu lumayan terdengar oleh kedua sahabatnya yang posisi berdiri nya di sampai kanan kiri.


Dug!!Arumi meringis kesakitan sambil mengusap kepala nya.


Anin mendengar rintihan Arumi yang masih mengusap kepala nya. Anin tatap wajah Arumi dan beralih melihat kepala Arumi yang sedari tadi ia pegang.


" Kenapa Rum? " tanya Anin sembari menuntun Arumi menyebrang jalan dan di ikuti Siska yang berada di samping kanan Arumi.


" Gue enggak tau, rasa nya kayak ada yang lempar gue pakai batu " sontak ucapan Arumi membuat Anin dan Siska cepat cepat memeriksa kepala Arumi.


Siska merogoh ponsel nya dan segera menghidupkan icon senter.


Btw mereka sudah menyebrang jalan dan sekarang mereka berdiri di depan kedai makanan.


" Sis, coba elu arahkan senter nya ke bagian ini. Cepet! " Anin menyibak rambut Arumi agar bisa jelas ada luka apa tidak.


Di saat memeriksa menggunakan senter ponsel, mereka berdua tak menemukan luka atau memar yang di timbulkan akibat lemparan batu.


" Ada luka enggak? " posisi kepala sedikit menunduk.


" Enggak ada, tapi elu merasakan pusing apa enggak? kalau pusing kita periksa ke dokter yuk"


Arumi menggeleng " enggak usah udah enggak pusing. Pusing nya udah hilang "


" Yakin? " tanya Siska yang masih menghidupkan senter.


" Gue yakin. Udah enggak pusing, palingan tadi orang iseng aja " ujar nya sembari membenarkan rambut yang sedikit berantakan.


Arumi melihat ada kedai makanan yang isi makanan nya aneka masakan Korea. Membuat Arumi ingin mencoba masakan di kedai itu.

__ADS_1


Arumi memutar tubuh nya " makan di situ yuk " menunjuk kedai yang berada tepat di depan nya.


Anin dan Siska hanya bisa mengangguk dan berkata " hayuk gas lah "


...****************...


Di tempat yang berbeda, sekumpulan anak anak abg ini sedang bersorak gembira atas kemenangan nya karna berhasil membalas dendam kan. Satu orang ini sedang asik 'minum minum' hingga habis dua gelas.


Orang ini bergumam sambil menggenggam gelas " akhirnya gue bisa balas dendam sama anak songong itu, hahaha..."


" Benar biar dia tau rasa, masih junior aja udah belagu "


Lima siswi ini bersorak gembira atas kemenangan nya di sebuah gedung yang sudah lama tak di gunakan. Rata rata lima siswi ini membawa tiga botol yang isi nya alkohol dan dua kaleng bir.


Tak terasa hari sudah menjelang sore, mereka lima siswi ini keluar sambil bernyanyi nyanyi ria. Dan mereka berinisiatif pulang kembali ke rumah menggunakan motor yang mereka bawa.


Anak ini melihat teman nya yang jalan nya sempoyongan menuju motor nya yang terparkir di bawah pohon.


" Bareng sama gue aja. Biar motor nya di titip di sini " ucap nya sembari memegang kedua pundak.


" Enggak! gue bisa bawa motor sendiri " dengan nada suara tinggi sambil mendorong teman nya.


" Tapi elu mabuk berat. Bareng aja yuk " menarik lengan orang ini.


Di saat sudah tak ada lagi yang mengganggu nya, ia menaiki motor nya dengan cara yang brutal.


Tindakan dan perilaku lima siswi ini di pantau sama sepasang mata yang keluar dari persembunyian nya, tempat nya yakni gudang yang berada di lantai atas dekat dengan pohon asem.


Lima siswi ini membuat onar dan berperilaku negatif di tempat ia tinggal yang berada di gudang ini. Gudang ini masih dalam satu lingkup kawasan sekolah. Berarti secara tidak langsung tempat gudang ini di gunakan untuk kumpul kumpul para siswi atau siswa yang berprilaku negatif.


Sepasang mata ini, terus mengikuti arah pergi nya gadis yang berprilaku kasar. Bukan tanpa alasan sepasang mata ini terus mengikuti gadis itu, dalam mengikuti ini ada maksud terselubung yang ia rasakan.


Kalian ingat sewaktu pulang Arumi di lempar batu saat hendak menyebrang. Pelaku nya yang tak bukan dan tak lain ya gadis kasar ini yang terus di ikuti oleh sepasang mata ini.


Sepasang mata ini marah dengan perbuatan yang tak mempunyai etika dan sopan santun. Marah kecewa menjadi satu dan menimbulkan gejolak api yang membara di dalam tubuh ( sepasang mata ini ).


Dan mengapa sepasang mata ini sangat membenci gadis itu? dan apa hubungan nya dengan Arumi?


Karna sepasang mata ini sangat menyayangi Arumi selayak nya saudara kandung, jadi kalau ada orang lain yang melukai atau menyakiti hati Arumi, sepasang mata ini siap membalaskan dendam. Walaupun tidak di suruh oleh Arumi.


Entah mengapa melihat Arumi di perlakukan tak baik oleh gadis ini, rasa nya sakit seperti dada nya di tikam oleh benda tajam dan diri nya sadar bahwa ia dan Arumi tak mempunyai ikatan darah. Namun hati nya selalu ingin menjaga Arumi di mana pun.


...****************...


Dan tiba lah sepasang mata ini melancarkan aksi pembalasan dendam ini. Di saat ada jalan pertigaan, kedua tangan sepasang mata ini menutup kedua mata gadis ini yang sedang membawa motor dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Kedua tangan nya menutup mata gadis ini agar tidak melihat kalau di depan nya ada lampu merah yang sudah menyala sedari tadi.


Di sisi lain dari sudut pandang gadis ini. Gadis ini tak sadar kalau tangan kanan nya memutar gas motor terlalu tinggi di tambah dengan kondisi tubuh yang sedikit sadar karna terpengaruh minuman keras.


Gadis ini tak melihat kalau di depan sana ada lampu merah yang menyala semua para pengguna jalan sudah meneriaki gadis ini kalau di jalan sisi kanan sudah jalan dan ada truk dengan kecepatan tinggi.


Gadis ini masih nekat menerobos lampu merah, sebelum terpental jauh ia tak mendengar atau melihat keadaan sekitar nya. Yang ia lihat jalan di depan sana lenggang dan bebas hambatan. Jadi yang dipikiran nya cuma dia yang mengendarai motor di jalan raya.


Tabrakan tak terkontrol gadis yang membawa motor menabrak truk yang membawa bahan baku minyak goreng. Sebelum menabrak motor itu, dari jarak jauh truk pengangkut minyak ini sudah memberi klakson namun naas, rem kaki yang berada di truk pengangkut minyak tak berfungsi dan akibat nya tabrakan tak terkontrol membuat gadis ini terpental jauh hingga sepuluh meter.


Dan motor nya hancur di lindas roda truk pengangkut minyak.


Dan sopir truk membanting setir ke kiri jalan hingga menabrak rumah makan yang berada tak jauh dari tempat kejadian nya.


Dalam kejadian ini menelan korban sebanyak tujuh orang dan yang meninggal sebanyak lima orang. Dan gadis yang terpental ini termasuk orang yang kelima yang meninggal di tempat. Dua orang terluka parah di bagian tangan dan kaki. dan untung nya sopir dan kernet truk selamat atas kejadian ini.


Sepanjang jalan darah segar mengalir deras memenuhi jalan raya.


Atas kejadian ini orang orang yang berada di tempat kejadian berbondong bondong membatu para korban tabrakan.


Dan untung nya rumah makan yang di tabrak truk ini hanya rusak di bagian depan dan tak ada korban jiwa.


Mobil ambulance dan mobil polisi sudah datang di tempat kejadian dan segera di selidiki penyebab kecelakaan ini. Olah TKP pun berjalan hingga membutuhkan empat jam.


Korban yang sudah meninggal dan yang orang yang mengalami luka serius di bawa ke rumah sakit terdekat.


...****************...


Di tempat lain, sepasang mata ini tersenyum puas karna misi nya sudah berhasil dan ia pun kembali ke tempat asal nya yakni sekolah yang di tempati oleh Arumi, Anin dan Siska.


*


*


*


Apa hubungan nya sepasang mata ini dengan Arumi dan apakah sepasang mata ini dengan gadis yang menyusup ke mansion Arumi adalah orang yang sama atau orang yang berbeda?


Ikuti kisah lelembut hingga tamat...


Dan jangan lupa like, komen dan klik hadiah agar Author semangat membuat cerita lelembut ini.


See you next episode....


Bye 👋

__ADS_1


__ADS_2