Lelembut

Lelembut
Turun tangan


__ADS_3

Kegiatan persami akan segara di mulai. Semua murid dari sisiwi, siswa dan para pembimbing acara ini sudah berkumpul di halaman sekolah. Ruang kelas kelas lain nya sudah kosong dan sebagian sudah di tutup rapat. Semua orang kumpul menjadi satu di halaman sekolah membentuk lingkaran. Yang mana panggung di buat persegi di letakan di tengah tengah halaman.


Para pengisi acara persami ini sudah berkumpul di depan ruang guru. Dari beberapa perwakilan kelompok sudah mengisi daftar hadir, bahwa kelompok ini sudah siap tampil di depan.


Kelompok Arumi sudah tiba dan sudah mengisi daftar hadir. Dari tujuh anggota tersisa hanya dua orang yang sebagai penonton. Tiga anggota yang bernama Nia, Yuki dan Alexa akan tampil di kemeriahan persami. Satu orang yang tidak masuk ialah Anin, yang masih sakit tipes. Sedangkan Arumi ikut serta menyumbangkan lagu di waktu pembukaan persami. Nia, Yuki dan Alexa akan menampilkan tarian Jaipong khas daerah Jawa barat, lengkap dengan busana dan aksesoris, di tambah dengan tatanan wajah yang sangat minimalis jauh dari kata menor. Sebab masih di dalam lingkungan sekolah di tambah penampilan nya hanya sebentar dan tidak resmi. Yang me makeup mereka adalah Arumi di bantu dengan kedua temannya Siska dan Yuli.


Kurang sepuluh menit lagi acara akan di mulai. Suara cek sound sudah menggema di seluruh lingkungan sekolah. Gemerlap lampu sudah menyoroti tengah tengah lapangan yakni panggung yang akan di jadikan tontonan gratis di malam Sabtu.


Arumi yang sibuk dengan gitar nya sampai tak sadar bahwa acara ini sudah di mulai. Waktu sadar kalau acara persami sudah di mulai. Ketika Arumi mendengar suara batu yang jatuh dari atas genting. Baru lah dari situ Arumi sadar kalau acara pembukaan persami sudah di mulai.


Ia memandang suasana sekolahan ini ketika matahari sudah tak nampak di langit biru. Arumi melihat gemerlap nya bintang menghiasi malam hari. Tanpa ia sadari diri nya melihat sekelompok anak laki laki yang duduk di bawah pohon mangga tanpa mengikuti acara persami. Arumi melihat dengan jelas bahwa anak laki laki itu duduk melingkar sembari membawa kayu yang sudah di ikat membentuk lambang plus (+) dan di atas nya di beri batok kelapa yang sudah terlihat tua.


Arumi yang melihat itu hanya bisa geleng geleng kepala dengan senyum penuh makna.


" Cari penyakit tuh bocah, udah tau malam nginep di sekolah. Main nya di bawah pohon lagi. Bener bener deh " ujar Arumi yang masih menatap mereka mereka yang tengah asik main jelangkung. Tanpa tau akibat dari memainkan jelangkung.


...🍂🍂🍂...


Dan tiba lah waktu yang di tunggu-tunggu. Arumi maju naik ke atas panggung sembari membawa gitar yang sempat ia pinjam sebelum pentas di mulai.


Saat di atas panggung, Arumi benar benar bisa melihat semua orang yang duduk di bawah. Antara rasa deg deg an dan rasa senang di aduk menjadi satu.


Sebelum menampilkan sebuah lagu, Arumi menyempatkan diri untuk menyapa para penonton, agar para penonton enjoy dengan penampilan ini.


" Halo...halo selamat malam semua " dengan nada ceria di tambah senyum yang manis.


" Kalian semua sudah kenal dengan mbak yang berdiri di panggung ini apa belum?" teriak pembawa acara yang berdiri di samping Arumi.


Para penonton kompak menjawab "tidak.."

__ADS_1


" Masa sih belum kenal sama mbak cantik ini, rugi loh kalau belum kenalan. Kayak aku gitu udah kenal sama mbak satu ini " menatap Arumi.


Arumi hanya menanggapi dengan senyum.


" Enggak percaya" celetuk penonton.


" Wah..wah anda tidak percaya dengan aku. Mau aku kenalin apa enggak, mumpung mbak nya masih di sini "


" Mau..mau nama nya siapa" ujar salah satu penonton.


" Aku kasih tau, nama nya Arumi kelas X dari jurusan perkantoran. Yang dari jurusan perkantoran angkat tangan " pembawa acara sampai mengangkat tangan ke hadapan para penonton.


" Oiii...." sorak teman sekelas Arumi yang duduk segaris dengan panggung. Arumi membalas lambaian tangan.


" Nah sekarang udah kenal kan. Tanpa banyak ber basa basi, kita dengarkan suara mbak Arumi. Dengan membawakan lagu yang berjudul Sang Dewi " ujar pembawa acara dengan di akhiri tepuk tangan yang meriah.


jari jari lentiknya menari nari di atas senar gitar. Dengan melodi yang indah, Arumi memainkan suara merdu nya di hadapan para penonton. Suara dan kecantikan mampu menghipnotis para pasang mata yang menyaksikan penampilan malam ini.


Arumi yang berada di atas panggung melihat dengan jelas kumpulan anak laki laki yang berada di bawah pohon. Mereka masih memainkan jelangkung. Sesekali Arumi mengawasi mereka dari jarak jauh.


Di akhir lagu ini, tetiba angin datang secara tidak wajar. Angin ini datang dari segala arah. Arumi sangat yakin bahwa angin ini bukan sekedar angin biasa, melainkan akan mendatangkan malapetaka.


Sebelum menyanyi lagu yang ke dua. Dari arah belakang penonton ada suara teriakan yang sangat keras membuat para kakak kakak pembina menghampiri sumber suara. Begitu juga Arumi tersentak kaget saat mendengar suara teriakan. Dengan refleks Arumi menjauhi mikrofon, mendekat ke sisi pinggir panggung " mbak ada apa kok arah belakang rame " Arumi bertanya ke salah seorang sisiwi yang duduk nya tak jauh dari panggung.


" Saya juga kurang tau " dengan wajah kebingungan.


Perlahan lampu yang menghiasi halaman sekolah ini satu persatu padam. Sontak membuat para penonton berteriak kebingungan. Terutama orang yang takut akan kegelapan.


" Aaaa!!...tolong ada yang kesurupan" ujar sisiwi yang panik karna teman nya kesurupan dengan tingkah laku yang tak seperti biasa nya.

__ADS_1


Kesurupan ini merambat satu dengan lainnya, membuat suasana malam ini semakin mencekam.


Arumi turun dari panggung jalan menuju sisiwi yang duduk nya paling belakang. Arumi harus melewati suara teriakan yang entah siapa yang kerasukan. Jalan dengan penuh waspada karna cahaya lampu sangat temaram.


Setelah melewati orang yang tengah kerasukan, Arumi telah sampai di depan sisiwi yang pertama kali kerasukan.


Arumi memandangi siswi yang berteriak di tambah menangis tanpa henti. Setelah lama memandangi sisiwi ini, Arumi memutar badan nya mencari kelompok siswa laki laki. Yang tadi Arumi lihat ketika mereka lagi memainkan jelangkung.


Kesana kemari tak kunjung ketemu, membuat suasana ini makin tak kendali. Satu persatu sisiwi maupun siswa bergilir kerasukan. Yang memegangi orang kesurupan hanya sedikit.


Hingga sekitar sepuluh menit, baru lah Arumi menemukan kelompok siswa tadi. Dengan langkah cepat, Arumi merampas boneka jelangkung itu sembari memarahi orang orang ini.


" Kalian kenapa main ini!! lihat mereka yang berada di halaman. Kerasukan karna ulah kalian!! " kedua mata Arumi seakan ingin keluar dari cangkang.


Kelompok siswa ini berwajah tak peduli acuh tak acuh dengan ucapan Arumi dan menghiraukan suara riuh itu.


Salah satu merebut paksa boneka jelangkung dari tangan Arumi. Arumi yang sadar akan direbut jelangkung ini, langsung mempertahan jelangkung ini dalam genggaman nya.


" Semua ini gara gara kalian!!! " menarik lagi jelangkung dari tangan siswa.


" Kalau kalian tidak memanggil menggunakan jelangkung. Pasti malam ini damai " pungkas Arumi.


" Tolong pulangkan mereka ke tempat asal nya. Kali ini aku mohon "


Yang lain nya masih diam tanpa mau merespon ucapan Arumi. Salah satu berhasil mengambil paksa jelangkung dan kemudian mendorong Arumi.


" Kau itu kenapa marah marah sama kita!. Kita ini hanya sekedar main. Pergi sana ganggu aja " mengusir Arumi dengan cara membentak.


" Ingat! semua kejadian ini kalian yang tanggung akibat nya " sahut Arumi yang sudah merasa tidak di hargai di sini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2