
Perlahan kedua iris mata mereka terbuka secara perlahan, dan mereka tidak tau kalau mereka sudah tertidur selama dua hari dua malam dan hari ini sudah terhitung tiga hari. Dalam hari ke tiga mereka baru terbangun dari tidur panjang nya.
Mereka yang baru bangun di kaget kan dengan kehadiran orang tua dari masing masing anak yang masih stay di kamar Anin.
Yang mereka ingat hanya tertidur di kamar Anin dengan empat orang. Di saat mereka terbangun kok semua orang kumpul di kamar nya Anin, dengan ekspresi wajah lega dan syukur. Tak hanya para orang tua saja, kakek Djoko dan nenek Suminten turut hadir di dalam kamar tidur Anin.
Suasana kamar Anin tampak riuh orang. Ketiga orang ini ( Anin, Arumi dan Siska ) nampak kebingungan mengapa orang orang mengelilingi ranjang bad cover. Yang mereka tempati. Siska yang baru setengah sadar dari tidur nya menyibakkan selimut dan turun dari bad cover untuk menghampiri orang tua nya.
" Mi, tumben ke sini? kan Siska sama Ita naik motor ke sini nya. Jadi mami enggak susah susah jemput Siska" ujar Siska yang berdiri di samping mami nya.
Mami nya pun mengerutkan kening nya dengan raut bingung " Ita..? Ita kan di rumah sama mami papi, kamu lupa ya kalau Ita badan nya lagi enggak enak dan sejak kapan kamu bawa Ita kesini, terus kamu bilang ke sini nya naik motor. Kamu lupa ya kalau main ke rumah Anin di jemput sama ojek online. Ini nih gara gara tidur nya kelamaan jadi nya amnesia "
Siska yang mendengar penjelasan dari mami nya pun tak kalah terkejut sampai sampai kedua telinga nya ia korek dengan jari nya sendiri. Siapa tau ia salah dengar. Tapi nyata nya kondisi kedua telinga nya masih normal.
" Masa sih mi jelas jelas pas sore sebelum berangkat, Siska udah ijin sama mami papi pergi ke rumah Anin sama ajak Ita. Terus mami papi mengijinkan. Mami tau sendiri kan Siska udah ijin masa mami lupa sih "
" Kalau itu papi ingat nak dan Ita pun ada di situ, tapi pas sore habis magrib badan Ita panas dingin jadi enggak boleh papi ijinkan ikut kamu " papi ( Siska ) mengusap kepala anak nya.
Ucapan dari papi nya membuat Siska makin bingung, ia pun menetap sahabat nya untuk meminta bantuan hanya melewati tatapan mata. Anin dan Arumi paham arti tatapan Siska, kedua pun turut menimbrung pembicaraan.
" Kami lihat sendiri kalau Siska datang ke sini bawa motor dan di belakang nya ada Ita. Ita sendiri turun dari motor sembari membawa tas. Dan kami juga berinteraksi sama Ita. Kami yakin kalau ada Ita di sini" sambung Anin yang masih duduk di atas bad cover.
Mami dan papi saling pandang dengan wajah tanda tanya di campur dengan rasa bingung.
__ADS_1
" Coba deskripsi kan baju yang di pakai oleh Ita pas malam " papi ( Siska ) mengajukan pertanyaan kepada kedua orang yang masih duduk di atas bad cover.
Arumi pun mendeskripsikan baju yang di kenakan Ita semalam sampai detail dan berakhir tidur seranjang dengan adek nya Siska.
Kedua orang tua Siska membelalakkan kedua mata nya seakan akan bola mata siap keluar dari tempat asli nya. Bukan hanya orang tua Siska saja yang kaget, semua orang tua dari anak anak pun tak kalah kaget mendengar penjelasan dari Arumi sendiri.
" Wah udah enggak beres kalian. Nyata nyata Ita lagi sakit di rumah masa iya orang sakit keluyuran malam malam. Sebentar saja telpon kan orang rumah untuk memastikan ke kalian bahwa Ita tidak keluar di hari itu " mami Siska bersikukuh dengan ucapan nya karna mami nya sendiri merawat Ita yang kondisi badan nya lagi tidak fit.
Setelah tersambung telponnya, mami ( Siska ) langsung mengubah panggilan telpon ke panggilan Vidio call agar tau kondisi anak nya yang lagi di rumah.
" Halo Ita sayang, masih sakit badan nya?" ujar mami (Siska).
" Masih sedikit mi " balas Ita yang berada di dalam ponsel mami.
" Boleh lah mi " dengan senyum yang merekah.
" Ita masih ingat enggak hari Sabtu kemarin yang mbak Siska ngajak kamu ikut ke rumah nya mbak Anin "
" Masih mi, tapi Ita sedih karna Ita enggak bisa ikut mbak Siska main ke rumah mbak Anin. Ita waktu itu sakit jadi enggak boleh sama papi keluar "
Duar!!
Ucapan Ita membuat hati Anin, Arumi dan Siska berdetak dengan cepat. Yang awal nya bersikukuh bahwa Ita ada di sini. Di patahkan dengan pengakuan dari Ita nya sendiri bahwa diri nya tidak ikut bersama Siska.
__ADS_1
Siska yang notabene nya kakak kandung dari Ita, di buat lemas oleh pengakuan adek nya sendiri. Kedua lutut nya seakan tidak bisa berdiri tegak di atas tanah. Dan untung nya papi nya yang berada di belakang tubuh Siska dengan sigap menangkap tubuh anak nya.
Mami (Siska) meminta bantuan kepada kakek Djoko karna kedua orang tua Siska sudah kenal dan yakin bahwa kakek Djoko paham akan hal dunia astral dan supranatural.
Kakek Djoko tersenyum tipis setelah mami (Siska) memanggil nya " kemari lah nak Siska duduk sini " kakek Djoko menepuk nepuk pinggir bad cover, karna berdiri nya tak jauh dari bad cover.
Siska duduk kembali di atas bad cover bersama Anin dan Arumi.
Mereka ( Anin, Arumi dan Siska ) seolah olah di interogasi oleh mereka semua. Kenyataan nya emang benar ada nya. Karna para orang tua penasaran mengapa anak anak nya bisa tertidur selama dua hari tanpa makan dan minum.
Kakek Djoko dan istrinya duduk di pinggir sisi kanan kiri bad cover " coba ceritakan kepada kakek tentang perjalanan astral kalian dengan detail, agar kakek bisa menyelusuri akar permasalahan. Berbicara lah dengan jujur kepada kakek"
Nenek Suminten pun menimpali ucapan suami nya " jangan takut kepada kami. Kami tidak akan menyalahkan siapa siapa " nenek Suminten menenangkan cucu nya serta teman nya. Karna nenek Suminten menangkapi dengan perubahan raut wajah mereka.
Arumi menceritakan semua nya dari awal sampai akhir dan Arumi juga menceritakan tentang wanita yang berdiri di luar pagar.
Semua orang nampak manggut manggut mendengar penjelasan dari Arumi.
" Tidak apa apa nak, karna bukan sepenuh nya salah mu. Dia hanya menunjukan masa masa di mana sebelum ia terbunuh. Yang terpenting kalian harus ingat bahwa kalian berada di alam bawah sadar. Kalau tidak ingat bisa di pastikan kalian tidak akan menemukan jalan pulang. Karna secara tidak sengaja kalian sudah di anggap sebagian dari mereka 'yang tidak terlihat'. Pesan kakek jangan memegang benda di sana atau pun mengajak berbicara karna kalau sudah di balas oleh mereka siap siap kalian akan menetap di alam sana, walaupun alam di sana sudah lebih dari puluhan tahun. Dan kalian tau anak kecil yang kau anggap Ita itu ialah anak dari hantu si Darmani. Kalian harus bisa membedakan anak manusia dengan 'anak' dari alam lain. Ini sebagai pembelajaran kalian harus berhati hati dalam melangkah jangan merasa sombong atau pun angkuh, tetap lah merunduk ke bawah selayak nya padi yang sudah tua yang makin merunduk. Ilmu padi, makin berisi makin runduk Sebab, ilmu tak akan pernah habis bila terus menerus dibagikan kepada orang lain. Semakin tinggi ilmunya semakin rendah hatinya. kalau sudah pandai jangan sombong, selalulah rendah hati "
" Wah kita kecolongan lagi kawan" imbuh Anin, yang menyesal telah mengajak nya berbicara dengan 'Ita'.
Bersambung...
__ADS_1