
Keesokan paginya Arumi pergi ke sekolah bersama deddy Baskoro. Dengan di sopir oleh pak Ahmad.
" Kata nya bunda, kemarin kamu ketiduran di samping bunda. Saat bunda lagi menerima tamu " tanya deddy Baskoro yang di tangan nya terdapat iPad.
" Eh deddy kok tau " sembari scrolling sosmed.
" Hehe...bunda mu yang beri tau "
Arumi teringat dengan 'sosok' yang kemarin yang ia lihat. Di ruang kerja bunda nya.
" Ded, kemarin Arumi lihat ada orang yang memakai susuk sama pelet. Jaman sekarang kok masih ada ya yang makai gituan, apa enggak takut efek samping nya "
" Biarin aja nek, selagi masih hidup dan membuat dia senang. Kalau sudah meninggal enggak akan terbesit untuk memakai susuk kembali. Toh yang menanggung dosa dia, kenapa kamu yang bingung. Kalau kamu menemukan orang yang memakai susuk, pelet, Semar mesem biarkan saja cukup kamu lihat saja jangan lebih. Kalau ada terjadi sesuatu biar dia yang menanggung "
" Ck,,ck padahal pakai skincare malah aman dan halal. Enggak usah melanggar pantangan. Tapi yang memakai begituan pernah mendapat hari sial apa enggak ded? "
" Pasti pernah, ada kasus orang yang memakai susuk di sekitar wajah. Orang itu membasuh muka dengan air suci yang berada di tempat keramat. Orang itu lupa akan pantangan, di saat membasuh muka nya dengan air mengalir seketika susuk yang di tanam di sekitar wajah rontok jatuh ke bawah. Orang itu masih belum menyadari bahwa susuk yang di tanam di wajah lepas dengan sendiri nya. Di saat ia baru menyadari susuk nya lepas karna teman nya menemukan jarum kecil tipis berwarna emas yang jatuh nya tak jauh dari ia membasuh muka. Teman nya berkata " kok wajah mu pucat kayak orang sakit, enggak seperti tadi yang wajah nya cerah dan berkharisma " ,sontak orang yang memakai susuk itu kaget di campur malu karna susuk nya menampakan bentuk fisik nya. Yang awal nya dengan wajah yang begitu menarik perhatian, kini biasa saja seolah olah beda wajah dan ada juga nenek nenek yang sering sakit sakit an berbaring di atas ranjang dengan tubuh yang tak berdaya. Dalam waktu satu bulan nenek nenek itu keluar masuk ke rumah sakit dalam empat kali. Waktu di periksa tidak ada penyebab sakit nya. Umur nenek itu sudah menginjak sembilan puluh tahun. Keluarga besar si nenek itu sudah kesusahan untuk mengobati sakit nenek yang misterius. Sering kali merintih kesakitan di sekitar dada, **** ********** dan dahi, anak dan cucu dari si nenek membawa nya ke rumah sakit. Namun lagi lagi dokter tidak menemukan penyakit yang di deritakan oleh nenek itu. Hari demi hari keadaan nenek nya makin memburuk sampai sampai keluarga besar si nenek sudah mengikhlaskan kepergian nenek nya namun belum kunjung di panggil. Hingga ada orang yang paham akan lelaku susuk dan sejenis nya. Sebelum di ambil susuk yang tertanam di tubuh nenek itu, orang ini mengatakan " kalian semua sudah ikhlas apa belum. Kalau ada yang belum akan susah untuk melepaskan susuk. Kalau semua nya sudah ikhlas insyaallah susuk akan cepat lepas nya dan musibah selanjut nya akan menghampiri keluarga besar nenek ini "
" Terus terus si nenek itu kelanjutan nya gimana ded? " tanya Arumi yang sangat penasaran dengan cerita deddy nya dan mematikan ponsel nya.
" Nenek itu meninggal dunia di saat semua susuk udah di buang. Dan keluarga besar dari nenek segera memandikan jenazah nenek nya dan mengumumkan atas kematian nenek nya. Percaya tidak percaya seluruh keluarga besar menyaksikan lepas nya susuk yang di dalam tubuh nenek nya mereka. Jumlah susuk yang tertanam cukup banyak ada yang sudah patah ada juga yang sudah keropos " ucap deddy Baskoro.
" Ihhh....ngeri kali ded cerita nya " imbuh Arumi yang belum sadar kalau sudah sampai di depan sekolah nya.
Deddy Baskoro menepuk lengan anak nya" ngobrol nya di pending dulu, ini sekolah apa enggak, kalau enggak deddy tidak akan mentransfer uang jajan mu "
__ADS_1
Bibir Arumi di lengkung kan ke bawah serta kedua bahu nya jatuh ke bawah " loh jangan ded, nanti Arumi bingung mau jajan pakai uang siapa "
Deddy Baskoro menggelengkan kepala" ya udah sana masuk ke sekolah. Deddy mau kerja dulu "
Arumi membuka pintu mobil, sebelum memindahkan kaki nya ke jalan. Arumi menyempatkan mengucapkan salam sambil mencium telapak tangan deddy nya " assalamualaikum ded " setelah mengucapkan salam baru lah Arumi turun dari mobil dan segera masuk ke sekolah.
Mobil yang di tumpangi Arumi melesat menjauh dari sekolah.
...****************...
Arumi yang baru tiba di sekolah langsung di sambut oleh kedua sahabatnya yang tengah menunggu kedatangan nya di bawah pohon mangga yang berada di samping pos satpam.
" Pagi tuan putri, tumben datang nya agak siang biasa nya pagi udah sampai di sekolah " ucap Siska yang tengah membawa buku komik.
" Ya enggak telat telat banget sih. Ini masih jam 06.45 " sahut Anin yang udah berdiri dari duduk nya dan merangkul bahu Arumi.
" Kenapa kalian duduk di sini? bukan nya langsung masuk ke dalam kelas aja " ucap nya sembari memiting leher Anin tapi tidak kencang kencang hanya menempelkan lengan nya di leher Anin.
" Enakan di sini adem, ya sekalian bareng sama elu. Yuk lah masuk ke kelas " Siska berjalan terlebih dahulu dan di belakang nya baru Anin dan Arumi.
...****************...
Sepanjang perjalanan menuju kelas, mereka bertiga hanya diam sembari melihat sekeliling bangunan sekolahan ini.
Setelah sampai di depan pintu kelas, mereka bertiga tidak langsung masuk ke dalam melainkan melipir ke pembatas pagar dinding yang berada di depan pintu kelas.
__ADS_1
Anin dan Arumi melihat keadaan di bawah sana, sedangkan Siska masih asik membaca buku komik yang ia bawa.
Anin mengubah posisi menyamping dengan tubuh di sandarkan ke pagar dinding " kata nya hari ini akan di adakan olahraga di halaman depan tapi pembina nya bukan kakak kakak yang kemarin atau guru yang kemarin "
Kepala Arumi menoleh ke Anin " terus siapa yang jadi pembina nya? terus elu tau nya dari mana? "
" Kata nya sih dari luar, siapa nya gue enggak tau. Gue tanya ke kakak pembina, ya sekalian kenalan hehe..."
" Pasti cowok nih "
Anin meninju lengan Arumi " cewek sis, pikiran lu aja yang tentang cowok cowok dan cowok "
Ctak!! ( Arumi menyentil bibir Anin yang berwarna merah maroon )
" Sembarangan kalau bicara. Jangan munafik deh, kalau ada cowok ganteng lewat bawaan nya pengen kenalan melulu" sindir Arumi dengan tepat sasaran.
" Uhuk...uhuk... mental auto break dance" sahut Siska yang tiba tiba nimbrung pembicaraan mereka berdua.
" Elu enggak di ajak. Main nimbrung aje " sahut Anin dengan nada sedikit jutek.
" Woo...elu aja yang ngomong nya keras kayak speaker masjid ya otomatis telinga gue dengar "
Di tengah tengah perdebatan yang sengit. Suara bel masuk terdengar sangat nyaring. Membuat ketiga perempuan ini masuk ke dalam kelas.
Bersambung...
__ADS_1