
Keesokkan hari nya sekolah di liburkan tiga hari ke depan karna, area gerbang sekolah bagian depan di beri tanda oleh polisi berupa police line yang bertulis : Police Line Do Not Cross. Dan hanya pihak polisi saja yang bisa memasuki.
Kemarin pada jam setengah lima sore, baru lah para polisi dan petugas rumah sakit melakukan evakuasi di sebuah sumur tua yang di lihat airnya sangat keruh dan mengeluarkan bau tak sedap. Para petugas yang kebagian mengangkat para korban di haruskan memakai masker dan tali karna kedalaman nya cukup lumayan.
Pada pukul 04.50 salah satu petugas berhasil membawa satu karung jenazah yang berisikan tulang tulang manusia yang sudah tak utuh. Dengan kondisi tulang sedikit keropos, mengakibatkan proses pengangkatan sedikit berhati hati.
Setelah berhasil di pindah kan dan di letakan di atas tanah baru lah petugas rumah sakit menurunkan tandu ambulance. Dalam satu mobil ambulance di isi dua sampai tiga karung jenazah. Sisa nya masih tahap pencarian.
Pada saat menjelang maghrib sekitar jam 05.15 bagian Wib, keanehan dan keganjilan mulai terasa. Waktu itu salah satu petugas rumah sakit yang kebagian mengangkat satu karung jenazah yang di dalam nya ada mayat yang di bilang masih utuh, yang berjenis kelamin perempuan. Petugas rumah sakit itu mendengar rintihan orang kesakitan dan di barengi dengan bau anyir darah yang berasal dari dalam karung jenazah.
Petugas rumah sakit itu tak menggubris ada nya bau dan suara misterius. Diri nya dan tiga teman nya cepat cepat memindahkan karung jenazah ini ke dalam mobil ambulance. Tak hanya petugas rumah sakit saja yang mendapatkan gangguan misterius, petugas polisi yang mendapatkan tugas menjaga keadaan sekitar sumur tua. Juga mengalami gangguan gangguan yang di luar nalar seperti, jeritan minta tolong yang sumber suara nya tidak jelas , aroma darah segar ( seperti orang yang baru saja di bantai ), keluar nya belatung dari dalam sumur dan suara tangis yang berasal dari dalam sumur dan itu suara nya sangat jelas. Yang mendengarkan bukan hanya satu orang melainkan dua puluh orang yang berada di sekitar TKP.
Suara suara yang tak tau sumber nya dari mana mulai bermunculan di saat jam menjelang sholat maghrib. Semua orang yang berada di TKP memutuskan rehat sebentar dan di lanjutkan setelah sholat maghrib.
...****************...
Jam sholat maghrib pun telah usai, kini mereka melanjutkan sesi pencarian tulang manusia yang masih terpendam di dasar sumur tua itu. Yang proses pencarian nya memerlukan waktu hampir dua jam lama nya dan minim pencahayaan lampu. Pihak sekolah dan polisi sudah mengupayakan cahaya lampu semaksimal mungkin.
Akan tetapi pencahayaan ini masih kurang untuk orang yang masih di dalam sumur. Ada sekitar tiga orang yang terjun ke dalam sumur dan ketiga orang sudah memakai lampu yang di ikat di kepala.
Entah kenapa malam ini suasana nya sangat berbeda, suasana nya seperti di dalam hutan sunyi. Padahal di sekitaran taman belakang masih banyak orang, hanya orang orang yang ( sensitif ) yang bisa merasakan dan memahami.
Jam menunjukan pukul 19.25 semua korban yang berada di dalam sumur sudah di angkat dan dipindahkan ke dalam karung jenazah. Sekarang ada tiga mobil ambulance yang perlahan meninggalkan lokasi TKP dan mengendarai mobil ambulance menuju rumah sakit agar korban dan tulang manusia ini segara di tangani oleh dokter forensik.
Jam 20.00 tepat para polisi , warga sekitar sudah meninggalkan sekolahan. Dan besok nya baru lah polisi menyelusuri sekolah agar menemukan barang bukti dan mengungkapkan motif apa yang ia ( pelaku ) buat.
__ADS_1
...****************...
Sekarang Arumi dan kedua orang tua di tambah kakek Djoko telah kembali pulang begitu juga dengan kedua sahabatnya berserta kepala sekolah telah kembali pulang dengan kondisi selamat sampai tujuan.
Keganjilan dan keanehan belum usai pada saat itu. Keanehan dan keanehan harus di rasakan oleh Arumi , Anin dan Siska. Mereka bertiga mendapatkan teror pada tengah malam di saat jam 01.00 dini hari.
Dimulai oleh Arumi yang mengalami ketindihan selama 15 menit dengan kondisi susah bergerak , teriak serta sulit memejamkan kedua mata. Arumi melihat sangat jelas siapa yang menindih nya, ternyata seorang wanita dengan rambut sepanjang pinggang lagi melihat diri nya yang lagi berbaring di ranjang tidur nya.
Sosok itu lagi duduk di atas perut nya dengan posisi wajah nya menatap wajah Arumi. 'Sosok' itu berupa mengerikan dengan kedua bola mata nya berwarna putih semua ( tidak ada warna hitam yang berada di tengah tengah bola mata ) , wajah pucat , pipi sebelah kanan ada luka yang sangat lebar seperti habis kena sayatan pisau ( di dalam luka itu penuh dengan belatung yang berwarna krem sedikit kecoklatan disertai dengan keluar nya cairan putih seperti nanah ).
Tak hanya luka di pipi kanan. Luka lebam di ara pelipis sudah membusuk memuat warna menjadi hitam keunguan. Rambut panjang nya terus meneteskan air tanpa henti.
Arumi sangat ketakutan di saat hantu itu tersenyum( creepy ) ke arah Arumi. Arumi terus memanjatkan doa tanpa henti supaya hantu atau setan yang berada di hadapan nya lenyap.
Ya Allah ya tuhan ku selamatkan hamba mu ini dari gangguan hantu. Aku mohon ya Allah selamatkan aku.
Hingga gedoran pintu membuat Arumi bebas dari ketindihan.
" Arumi..."
" Arumi..." panggil seseorang dari balik pintu.
Membuat Arumi segera lari ke arah pintu tanpa melihat ke arah belakang.
Cklek... ( suara pintu terbuka ) Arumi langsung memeluk tubuh deddy nya dengan badan yang bergetar di tambah dengan isak tangis.
__ADS_1
" Udah..udah tenang, sekarang kamu udah bebas dari 'dia' kan " ujar deddy Baskoro sembari membawa anak nya menjauh dari kamar tidur nya dan berjalan menuju kamar tidur nya. Yang mana istri nya sedang menunggu kehadiran nya.
Bunda Aurora menghampiri suami dan anak nya yang masih berdiri di sisi ranjang " ayo nak sini sama bunda" bunda Aurora mengelus rambut Arumi supaya anak nya sedikit tenang. Karna ia sangat khawatir dan kasihan dengan kondisi anak nya yang sedang menangis di tambah seluruh badan bergetar disertai keringat dingin.
Bunda Aurora membawa Arumi duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang tidur.
" Udah ya sayang jangan nangis lagi kan ada deddy yang siap membantu mu " memeluk anak nya dengan posisi sudah duduk di sofa. Kepala Arumi masih di sandaran pundak sang bunda.
" Ded tolong ambilkan air " bunda Aurora menyuruh suami nya mengambil air supaya Arumi lebih tenang. Sampai saat ini Arumi masih nangis dengan kedua mata nya masih terpejam.
Selang beberapa menit kemudian...
Deddy Baskoro telah kembali sembari membawa gelas yang berisikan air doa yang ia bawa dari dapur.
" Di minum dulu " deddy Baskoro menyuruh Arumi segera meminum air tersebut.
" Bagaimana udah enakan? " Deddy Baskoro duduk di samping putri nya.
" Udah " dengan suara yang sedikit lemas.
" Sementara kamu tidur di sini aja sama bunda " kata deddy Baskoro yang sedang menggenggam tangan Arumi.
" Terus deddy tidur nya di mana, biar Arumi kembali ke kamar "
" Malam ini jangan tidur di kamar mu. Tidur di sini saja , deddy akan tidur di sofa biar kakek yang membersihkan kamar mu " tutur deddy Baskoro.
__ADS_1
Bersambung...