Lelembut

Lelembut
Belum kapok


__ADS_3

Bertepatan hari ini, jam mata pelajaran ke dua murid murid kelas X perkantoran sedang melakukan ulangan harian. Di mana setiap bangku di isi satu anak, dan yang lain nya menunggu di luar kelas sembari belajar untuk materi yang akan di ujian hari ini.


Dalam satu ruang di isi sepuluh murid baik siswi maupun siswa. Dan guru akan mengedarkan soal ujian dengan soal yang tidak sama alias acak. Soal a dengan soal b tidak sama, kalau pun soal nya sama pasti nomor nya akan berbeda. Ulangan hari ini sangat lah banyak sebab soal pilihan ganda terdiri dari dua puluh soal di tambah lima soal esai. Dan yang paling membosankan adalah guru mata pelajaran ini. Karna guru ini di kenal killer, menjadikan semua murid tegang menghadapi ulangan harian.


Jam terus berjalan hingga waktu nya tiba, yang mana sepuluh murid yang berada di kelas akan di suruh untuk keluar dan di gantikan oleh sepuluh orang yang berada di depan. Pergantian murid sangatlah cepat hanya membutuhkan lima menit.


Kini giliran Siska yang masuk ke dalam tanpa di temani Anin dan Arumi.


" Dia bisa enggak ya?" ujar Anin yang melihat Siska dari balik jendela kaca.


" Bisa lah kan Siska anak pintar " balas Arumi yang sama melihat kawan nya sedang menghadapi ujian di kelas.


Anyway kaca yang kemarin pecah sudah di ganti oleh pak kebun yang bekerja di sekolahan ini.


Anin dan Arumi duduk di depan kelas tepat di bawah kaca jendela. Semua teman nya juga duduk lesehan di bawah dengan perasaan lega.


" Eh..eh tau enggak sih tadi nomor 18 soal nya sulit banget. Mau tanya ke samping gue enggak berani. Takut gue kalau di suruh ulangan sendiri " keluh teman sekelas dengan suara lirih.


" Iya loh mana tadi soal esai sulit semua " sahut teman yang lain.


" Elu berdua enggak kesulitan waktu ulangan? " salah satu teman sekelas menanyakan kepada Anin dan Arumi.


" Kesulitan lah. Mana ulangan nya mendadak alhasil gue enggak belajar semalam " jawab Arumi.


" Gue enggak percaya kalau elu enggak belajar semalam " ujar teman sekelas nya.

__ADS_1


" Di bilangin enggak percaya jadi orang" Arumi memalingkan wajah nya. Memang benar diri nya enggak belajar semalaman dan enggak tau kalau ada ulangan hari ini. Dan tadi ia menjawab soal dengan asalan yang dia ingat dan pahami setelah nya ia berserah diri dengan hasil ulangan.


" Dahlah merajuk lah dia " Anin mendorong lengan Arumi dengan pelan.


" Ih...lepas tangan kau kotor "memegang tangan Anin, kemudian di letakan di atas paha nya dengan pandangan lurus ke depan melihat halaman sekolah.


Arumi melihat sekumpulan orang yang tidak memiliki kepala. Ya orang orang yang di lihat Arumi bukan lah orang sungguhan melainkan manifestasi makhluk halus yang menyerupai wujud manusia. Yang di lihat Arumi sangat lah jelas melalui mata fisik bukan melalui mata batin. Sekumpulan tanpa kepala itu masih berdiri di bawah pohon dengan pakaian yang sudah koyak dan penuh dengan darah.


Sepersekian detik baru lah Arumi sadar, cepat cepat ia memalingkan wajah nya agar 'mereka' tidak sadar bahwa ada bangsa manusia yang bisa melihat 'mereka'.


Murid murid yang berada di luar sana masih asik ngobrol dengan topik pembicaraan yang bermacam macam. Hingga tak sadar bahwa ulangan sudah selesai, salah satu murid yang berada di dalam memanggil murid yang berada di luar untuk segera masuk ke dalam. Serentak mereka masuk ke dalam dan mengikuti pembelajaran selanjutnya.


" Gimana elu bisa jawab semua" tanya Anin yang baru datang. Anin duduk menghadap Siska, sedangkan Siska telungkup di atas meja.


" Boro boro jawab, nomor satu sampai lima yang esai gue ngawur semua apa lagi yang terakhir belum gue jawab masih kosong. Dah lah gue ikhlas nilai jelek dan berakhir remedial "


" Jangan bahas soal ulangan bikin pusing aja. Dah...dah gue mau tidur bentar biar relaks otak gue " menutupi wajah nya menggunakan buku dan salah satu lengan nya di jadikan bantal dadakan.


" Tapi kan masih ada materi lagi, masa udah mau tidur " suara Anin sangat lah dekat dengan telinga Siska. Membuat si empu membuka mata selebar biji salak.


Siska bangun dengan rambut sedikit acak acakan "elu benar, kalau gue tidur bisa bisa muka gue basah terkena guyuran air"


...🍂🍂🍂...


Adzan sholat dhuhur berkumandang sebagian murid murid berbondong bondong menuju mushola sekolah.

__ADS_1


" Elu enggak sholat " tanya Siska ke Arumi yang masih duduk.


" Enggak " jawab Arumi seraya menggeleng menatap Siska.


" Ikut aja dari pada di kelas sendirian " sahut Anin.


" Ayok lah ikut, elu bisa duduk di luar " Siska menarik tangan Arumi sampai benar benar Arumi jalan.


Arumi jalan dengan santai melewati berbagai kelas dan ruang. Di saat melewati ruang lap komputer Arumi melihat bayangan nya sendiri di pantulan pintu kaca. Di saat Arumi menoleh melanjutkan jalan nya, di pantulan kaca bayangan Arumi masih terdiam dengan pandangan kosong.


Arumi sadar bahwa ada yang aneh setelah bercermin di pintu kaca tadi. Arumi memundurkan langkah menatap kembali di pantulan pintu kaca.


" Jangan ganggu gue lagi, pergi sana!"batin ku saat melihat sosok yang menyerupai diri nya di pantulan pintu kaca.


" Gue tau asal mu dari mana dan wujud asli mu. Jangan menyerupai wujud diri ku!!, sana kembali ke tuan mu!" gertak Arumi yang mulai sebal dengan situasi ini. Sudah empat hari ini masih ada yang 'mengirim' nya pergi satu datang lagi yang baru.


Benar saja wujud yang menyerupai diri nya perlahan menunjukan wujud asli nya. Kali ini Arumi melihat ada makhluk yang sangat mengerikan. Diri nya baru pertama kali melihat ini di sekolah dan tak tau jenis makhluk apa.


Makhluk ini di gambarkan dengan wujud seperti kuntilanak namun tidak memakai baju putih, hanya saja penampilan yang sama dan tidak memakai apapun. Dari ujung rambut sampai ke bawah tidak memakai apapun. Tubuh nya kurus kering memperlihatkan tulang rusuk yang terpampang nyata. Tubuh kurus kering ini layak nya jenglot versi besar. Rambut nya panjang menjuntai ke bawah. Salah satu bola mata nya hilang dan masih mengeluarkan nanah beserta belatung. Wajah rusak layak nya tanah yang retak tak pernah di siram air.


Perlahan sosok dengan wujud asli hilang dengan sendiri nya tepat di depan mata Arumi.


Arumi yang melihat itu di buat melongo seumur umur hidup nya baru melihat sosok dengan wujud yang berbeda. Diri nya sangat yakin bahwa yang mengirim sosok itu ialah orang yang sama waktu Arumi muntah muntah di kamar mandi.


" Kok belum kapok ya dia, apa enggak takut karma suatu saat nanti " Arumi melangkah kan kaki nya lagi menyusul Siska dan Anin yang jalan nya sudah jauh mendekati mushola.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2