
Ctek!! semua lampu yang menyala tiba tiba padam. Siska yang masih di dapur di kejutkan dengan keadaan lampu yang padam di tambah semua ruangan gelap.
" Ealah...kok ya mati lampu. Mana enggak bawa hp, senter pun tak punya " Siska ngedumel di dapur sembari per pegangan sudut meja makan.
Tangan kiri nya masih membawa gelas. Mau gerak susah tidak bisa melihat jelas, kalau tidak di letakan bisa bisa lepas dari tangan nya. Saat ini Siska dilanda cemas campur takut.
Mata nya terus memantau di sekitar nya, ya walaupun tidak terlihat. Siska terus mencoba. Dengan jiwa sedikit pemberani, Siska mencoba meraba raba di depan nya. Siapa tau diri nya mendapatkan hp atau apa lah yang bisa di gunakan.
" Haduh, kok enggak dapat dapat ya " tangan kanan aktif meraba di sekitaran meja dengan hati hati. Sedangkan tangan kiri masih membawa gelas.
"ck!! gue taruh aja gelas nya. Tapi kalau gue taruh di sini nanti kesenggol sama tangan gue. Aaarrggh!! " Siska mengeram kesal. Di sela sela kekesalan nya. Siska mendengar suara yang sangat tipis di dekat telinga nya. Suara itu berbunyi.
" Jangan teriak teriak.." suara nya sangat lirih.
Seketika Siska bergidik ngeri dengan suara tadi, menoleh kanan kiri dengan suasana gelap " ta..tadi su...suara apa" semua bulu kuduk nya berdiri.
Klotak... suara benda jatuh yang suara nya entah dari mana. Mendengar ada suara benda jatuh, jantung Siska berdetak lebih kencang.
Deg...deg...deg...
Siska masih berpegangan sudut meja dengan tangan bergetar. Tanpa di sadari air mata mengalir dengan deras " orang orang pada kemana sih? rasa nya kok sepi"
Drap....drap...
Siska mendengar langkah kaki, langsung memutarkan badan nya menghadap ke belakang, dengan kedua tangan di rentangkan ke depan " mami, papi " di kira tadi langkah kaki mami atau papi nya yang kebetulan bangun.
Di tunggu pun di tunggu, suara langkah kaki tidak lagi terdengar dan tidak ada sautan dari salah satu orang tua Siska.
Membuat Siska tambah ketakutan, Siska lagi lagi meneriaki orang rumah dengan nada bergetar " mami, papi...lampu nya kok mati " ujar nya sembari melangkah sedikit demi sedikit agar menemukan saklar atau benda yang bisa menghasilkan cahaya.
Kedua mata terus aktif memantau sekitar nya dengan keadaan lampu masih mati.
" Kalau mau kasih surprise, jangan gini gini amat dah. Enggak lucu tau " oceh Siska yang masih jalan dengan langkah pelan pelan. Takut nya tersandung atau terkena perabotan rumah.
__ADS_1
Tiba tiba...dari ujung mata kiri nya menangkap sekelebatan cahaya putih yang gerak nya sangat cepat, secepat kilat.
" Duh, itu tadi apaan" keringat dingin mulai bercucuran.
Sekelebatan cahaya putih itu melintas di depan mata nya. Membuat Siska tidak bisa berkutik. Tubuh nya kaku seolah sedang nge fresh. Sepersekian detik baru lah Siska berteriak dengan suara keras "Aaaa!!.." setelah bisa berteriak tubuh nya oleng dan akhirnya diri nya pingsan di tempat.
...🍂🍂🍂...
Waktu dini hari, Siska terbangun berada di kamar nya dengan posisi tubuh di selimuti sampai sedada. Sayup sayup Siska membuka mata nya hingga terbelalak, ternyata mami nya duduk di tepi ranjang dengan membawa baskom yang berisi air hangat dan handuk kecil. Ternyata Siska panas tinggi sewaktu pingsan dan di temukan oleh papi nya. Papi nya mendengar suara teriakan Siska, membuat terbangun dari tidur nya.
"..."
"..."
Baru bangun, posisi masih duduk di atas ranjang. Ternyata lampu nya padam, di kira nya di matikan sebelum nya, ternyata listrik nya mati. Setelah di cek mcb listrik. Tombol mcb nya mengarah ke nomor 0, membuat papi nya harus mengembalikan ke tombol 1. Setelah lampu nya menyala, baru lah papi nya mencari anak nya untuk memastikan bahwa tadi benar suara anak nya Siska.
Setelah berhasil menemukan anak nya. Betapa kaget nya melihat anak(Siska) pingsan di antara ruang dapur dan ruang keluarga. Siska tergeletak di bawah dengan lantai yang dingin. Buru buru papi nya mendekat untuk melihat kondisi anak nya. Waktu memegang lengan anak nya, papi nya kaget. Kenapa? karna suhu tubuh anak nya tinggi, dengan gerak cepat papi nya membawa Siska menuju kamar nya dengan cara membopong.
Dengan hati hati, Siska di baringkan di ranjang sembari di selimuti. Tak lupa di cek kembali suhu tubuh menggunakan termometer.
" Sejak kapan anak ini panas dan terus kenapa tiduran di lantai " ujar papi nya sebelum menutup pintu kamar.
Klek..pintu kamar tertutup rapat.
Keadaan Siska masih pingsan di atas ranjang. Tidak tau kalau diri nya di pindahkan ke dalam kamar. Awal nya masih baik baik saja, namun 30 menit kemudian. Siska merintih dengan suara yang tidak jelas posisi mata masih terpejam.
Suara rintihan itu terdengar sampai ke kamar kedua orang tua. Papi nya yang baru memejamkan mata, di kaget kan dengan suara rintihan yang asal nya dari kamar Siska.
" Mi, mami bangun " menggoyang lengan istri nya yang masih tidur pulas. Di bangunkan sampai tiga kali. Yang ketiga kali nya baru bisa bangun.
" Apa sih pi, masih ngantuk mami " dengan suara serak khas baru bangun.
" Itu Siska panas, coba di cek lagi. Masih panas apa enggak. Soal nya tadi papi menemukan Siska tidur di lantain " papi nya tidak tau kalau anak nya pingsan gara gara lihat sekelebatan cahaya putih.
__ADS_1
" Haa!! panas, udah di kasih obat apa belum?" sudah duduk di pinggir kasur dengan rambut di ikat menjadi satu.
" Belum..."
Mami nya berdiri berjalan menuju pintu. Kreek... pintu kamar terbuka " mami ke kamar Siska dulu " menutup pintu nya kembali.
" Kok bisa panas sih, tadi biasa saja " sembari mencari obat penurun panas. Di cari cari masih belum ketemu " haduh..mana obat nya "
Selisih lima menit, baru lah dapat obat penurun panas di laci meja lain nya. Mami nya jalan menuju kamar Siska seraya membawa baskom berisi air hangat.
Pas di jam dua dini hari, mami nya masuk ke dalam kamar anak nya. Mami nya duduk di sisi ranjang dengan membawa baskom dalam pangkuan nya.
Dan bertepatan itu lah Siska bangun dengan wajah merah dan kedua mata mengeluarkan air. Siska mendapati mami nya duduk di ranjang nya dengan raut muka serius dan khawatir.
" Jangan banyak gerak nanti handuk kecil jatuh " meletakan handuk kecil di atas kening. Baskom yang berisi air hangat di letakan di nakas agar tidak kena senggol.
" Nanti pagi enggak usah masuk. Badan mu panas, biar mami yang buat surat izin" membantu anak nya duduk dan menyuruh meminum obat penurun panas.
" Di buat istirahat dulu. Biar panas nya cepat turun " membawa gelas kosong yang baru saja di minum air nya.
" Tadi kamu ngapain kata papi tiduran di lantai, kalau gerah ngomong ke mami. Biar mami bersihkan AC nya" berdiri di sisi ranjang anak nya.
" Tiduran? kapan mi " Siska tidak ingat kalau diri nya pingsan.
" Kata papi waktu mati lampu. Pas lampu nyala, papi lihat bahwa kamu tiduran di lantai " jawab mami( Siska ).
Awal nya Siska tidak ingat, lama kelamaan Siska baru sadar dengan kejadian yang tadi. Ingin mengucapkan, namun ia tahan setelah muncul sinar mentari.
" Siska enggak ingat mi" kembali posisi tidur kembali.
" Ya udah tidur lagi gih " tutur mami nya seraya membawa gelas kosong dan menghilang di lahap dengan daun pintu.
Siska tidur kembali meski susah untuk menutup kembali kedua mata. Ia gulir ke kanan ke kiri nyata nya tidak bisa di pejamkan. Segala usaha sudah di lakukan, namun tetap sama tidak bisa tidur.
__ADS_1
Siska baru bisa tidur di saat mendengar adzan subuh.
Bersambung...