Lelembut

Lelembut
Kesurupan lagi


__ADS_3

Jam pelajaran telah usai, sekarang memasuki jam pelajaran ke tiga. Yang mana pelajaran ini paling di benci oleh satu kelas, kecuali Arumi. Ia paling suka dengan pelajaran satu ini.


" Assalamualaikum anak anak.." ucap pak guru yang baru masuk ke kelas ini dengan membawa buku pelajaran dan alat tulis.


Seketika raut wajah murid murid berubah drastis, menjadi wajah wajah muram tak se ceria jam pelajaran yang tadi.


" Haduh pelajaran ini lagi, jadi bosen "


" Iya bikin kepala sakit. Mana gue enggak paham lagi " curhat murid yang mengeluh dengan pelajaran matematika.


Guru matematika kembali berkata setelah melihat materi di buku pelajaran " bab yang kemarin masih ada yang belum paham? kalau belum tanyakan ke saya tidak apa. Kalau semua sudah paham, kita lanjut ke materi selanjutnya" duduk di meja depan, dengan pandangan menatap murid murid yang ada di depan nya.


Semua murid serentak menjawab " lanjut pak". Tapi ada murid yang menjawab tidak dengan suara lirih, dan ada juga yang diam mendengar ucapan teman teman nya. Entah diam nya paham atau diam nya tidak paham. Pasti kalian pernah begitu di saat masa masa sekolah 🤭.


" Baiklah kalau kalian pilih lanjut ke bab selanjutnya " membuka lembaran kertas yang ada di depan nya dengan posisi kepala menunduk. " Sekarang buka halaman 20 di sini kita akan membahas blablabla... " pak guru mulai menerangkan apa yang di maksud di bab selanjut nya dengan posisi masih duduk.


Arumi senantiasa mendengarkan penjelasan guru yang ada di depan, walau pun diri nya sudah paham dengan materi yang di bahas kali ini. Begitu juga dengan Siska dan Anin, mereka berdua paham dan tau cara mengerjakan soal ini. Tetapi...hawa bosan mulai merasuki pikiran mereka berdua. Membuat Anin dan Siska memiringkan kepala menyangga kepala menggunakan salah satu telapak tangan.


"..."


"..."


Di sisi lain...


" Heh Yoga! kenapa sih selalu lirik ke sana. Kayak ada yang menarik aja " teman sebangku nya menegur Yoga karna selalu arah pandang nya mengarah ke satu baris bangku Arumi.


" Apa sih!, dasar kepo " mengubah duduk nya menghadap ke depan, dengan sedikit di selonjoran ke depan. Buku pelajaran di tegakan membuat wajah cowok ini tidak kelihatan.

__ADS_1


Teman nya kembali memahami materi yang ada di buku sembari mendengar penjelasan guru.


...🍂🍂🍂...


Jam pun terus berjalan, hingga jam pelajaran matematika telah habis. Sebelum mengakhiri jam mengajar nya. Guru matematika memberikan pr untuk di kerjakan dan di kumpulkan besok pagi di meja guru. Tak tanggung tanggung, guru matematika. Memberikan pr untuk murid sebanyak lima halaman. Masing masing halaman ada sepuluh soal dengan cara dan rumus yang berbeda. Agar murid nya paham dan bisa mengerjakan soal.


Setelah pak guru matematika keluar dari kelas, baru lah murid murid mengeluh dengan pr yang di berikan oleh guru nya. Ada yang menggebrak meja, ada yang menutupi kepala nya menggunakan buku tadi dan ada juga yang bodo amat dengan pr yang di berikan tadi.


Satu kelas tau kalau tiga orang siswi dikenal pintar dengan segala bidang mata pelajaran. Dan tak lain dan tak bukan ialah Arumi, Anin dan Siska. Ketiga anak ini di kenal sangat pintar dan jenius, kepintaran mereka sudah di dengar oleh satu sekolah. Namun, ketiga anak ini tidak tau kalau diri nya sudah terkenal se sekolahan.


...🍂🍂🍂...


Satu kelas sudah keluar dari kelas menuju kantin. Tinggal Arumi seorang diri di dalam kelas, diri nya mengerjakan pr yang di berikan pak guru tadi. Di tengah tengah mengerjakan soal, telinga kiri mendengung sangat kencang. Membuat Arumi menutup telinga kiri sembari membaca doa agar suara dengungan segera hilang.


Dan berhasil, suara dengungan tadi sudah tidak terdengar lagi. Arumi kembali fokus ke soal yang ada di buku paket matematika.


Di dalam batin nya Arumi ngedumel " perasaan tadi ada yang lewat deh. Tapi kok udah enggak ada, cepat banget jalan nya " setelah ngedumel dalam batin, Arumi kembali mengerjakan. Tidak lagi memikirkan yang tadi, dalam pikiran nya tadi itu teman nya yang lagi mengambil barang dan kembali lagi ke luar kelas. Karna bangku teman nya tadi ada di belakang.


Sampai situ, Arumi tidak mendengar apa pun atau melihat, hanya terdengar suara detak jam dinding. Dan sesekali mendengar suara murid lain nya yang sedang melewati kelas nya.


" Mana nih dua anak itu, masa dari tadi enggak datang datang. Mana lapar lagi" gumam Arumi yang lagi lagi masih fokus mengerjakan soal.


Tak lama kemudian, dari arah pintu. Arumi mendengar suara langkah kaki yang di dengar dengar suara langkah kaki itu perlahan menuju bangku nya. Arumi kita yang datang kedua sahabatnya, eh tau nya..


" Lama banget sih!, mana jajan nya. Udah lapar nih" setelah mengucapkan kata kata tadi, perlahan kepala nya di naikan ke atas supaya dia bisa melihat siapa yang ada di depan nya.


Dan di saat kepala nya sudah mendongak, Arumi kaget bahwa yang di hadapan nya bukan Anin dan Siska. Melainkan teman se kelas nya yang bernama Yoga. Orang ini berdiri di depan meja sebelah kiri sembari berkata " enggak ke kantin? "

__ADS_1


Arumi menggeleng pelan " enggak.."


Yoga hanya mengangguk kepala, dan langsung melengos ke bangku nya tanpa mengucapkan kata lagi. Benar benar hanya satu kali ucapan.


Arumi hanya bisa melongo dengan tingkah teman nya yang bisa di bilang kurang kerjaan. Di kira ada apa, tau nya hanya mengucapkan kata tadi.


...🍂🍂🍂...


Kehebohan di UKS membuat Anin dan Siska berbondong bondong mendekat ke sumber suara. Sekian banyak nya orang yang melihat, Anin dan Siska sempat kesulitan untuk menerobos masuk ke dalam. Hingga pada saat nya, Anin dan Siska sudah berada di depan ruang UKS sambil membawa pesanan Arumi.


Di dalam sana ada dua siswi yang di lihat lihat sedang kesurupan lagi. Orang yang sedang di pinjam raga nya oleh 'mereka' berteriak histeris. Dua siswi itu memberontak ketika kedua tangan di pegang oleh guru dan teman nya.


Anin dan Siska tidak bisa melihat siapa yang merasuki tubuh siswi tersebut. Kedua nya tidak bisa melihat yang tak kasat mata. Hanya Arumi yang bisa melihat dan berinteraksi. Sebelum kembali ke kelas, Anin menyempatkan memfoto keadaan UKS dan kedua siswi yang masih berbaring di bad UKS. Tak lama kemudian, Arumi dan Siska sudah tiba di depan kelas nya. Tanpa berlama lama, kedua nya berteriak masuk ke dalam sembari berkata " Arumi! gawat "


Arumi yang sedang mengerjakan pr dikagetkan dengan teriakan kedua sahabatnya yang tak kenal tempat.


" Habis makan toa masjid apa gimana sih, datang datang langsung teriak enggak jelas. Ganggu tau" omel Arumi yang telinga nya mulai pengang.


Anin dan Siska langsung mengatupkan bibir nya. Kalau tidak bisa bisa mereka berdua kena semprot dari Arumi lagi.


" Gawat ini Rum, kajadian yang kemarin terulang kembali "


" Maksud nya? " kedua alis menyatu.


" Mending elu lihat ini. Pasti elu akan paham maksud gue "kata Anin seraya memperlihatkan foto dan juga Vidio.


Perlahan Arumi mengetahui penyebab kesurupan ini. Tanpa banyak bicara, Arumi menyusul ke UKS guna melihat keadaan yang sebenar nya. Anin dan Siska juga Mengikuti menyusul Arumi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2