Lelembut

Lelembut
Hilang


__ADS_3

Sejak kejadian tadi, banyak siswa dan siswi yang kerasukan dan baru bisa terkontrol pada jam dua belas malam. Dan di hari itu lah acara persami di nyatakan gagal dan juga acara penjelajah di batal kan karna situasi yang tidak memungkinkan.


Saat di jam yang sama seluruh murid mau itu sisiwi, siswa, atau kakak pembina untuk seger tidur di ruang masing masing yang telah di bagi oleh panitia Pramuka. Agar terhindar dari kerasukan yang membuat acara persami di batal kan.


Suasana sekolah kembali sunyi dan hening tidak ada aktivitas manusia di luar sana. Hanya ada suara ranting pohon yang saling bergesekan.


Di tengah hening nya malam, ada salah satu orang yang belum juga memejamkan kedua mata. Orang ini masih bermain game di ponsel nya, dengan posisi berbaring yang beralas tikar. Dan orang ini menghiraukan perkataan kepala sekolah yang sempat datang ke sekolah saat ada kejadian kerasukan masal.


Saat sedang asik bermain game, orang ini mendengar suara derap langkah yang asal nya dari luar kelas ini. Dengan rasa terkejut, ponsel nya ia tengkurap kan di atas tikar dengan layar yang masih menyala. Cepat cepat ia memejamkan mata takut kalau ada orang lain yang mengetahui kalau diri nya belum tidur.


Di tunggu sampai lima menit suara langkah kaki belum kunjung masuk ke ruang ini. Di kira orang ini kakak pembina yang sedang bertugas keliling di depan ruang.


Dengan rasa penasaran, orang ini bergerak menuju arah pintu. Kreeek...kepala nya ia julurkan ke depan untuk memastikan kalau tadi ia tidak salah dengar. Dan waktu mengecek di luar, ternyata tidak ada orang yang lewat di depan ruang ini. Tidak ada bekas jejak kaki yang tertinggal di lantai.


Dengan perasaan bingung, orang ini kembali menutup pintu dan berjalan menuju tempat tidur. " Apa aku salah dengar " kata yang terlintas di benak nya. Saat berbaring di alas tikar. Ia ambil lagi ponsel nya yang tengah tengkurap.


Di pertengahan permainan, suara derap langkah kembali terdengar di telinga nya. Suara itu seperti suara orang yang tengah latihan barisan. Suara itu sangat jelas, namun aneh nya semua orang tidak ada yang mendengar nya. Hanya diri nya saja yang mendengarkan.


...🍂🍂🍂...


Keesokan paginya murid murid di kumpulkan lagi di halaman sekolah sembari membawa tas dan perlengkapan persami lain nya. Kepala sekolah menyampaikan perihal kejadian semalam dan gagal nya pelaksana penjelajah.


" Dari hati yang paling dalam saya selaku kepala sekolah meminta maaf atas kejadian yang tak mengenakan. Bapak harap kejadian ini tidak akan terulang kembali. Cukup di hari itu. Sebelum kembali ke rumah masing masing, kita berdoa bersama meminta keselamatan. Berdoa mulai.." kata kepala sekolah.


" Selesai " serentak semua murid menatap kepala sekolah. " Saat sudah tiba di rumah, kalian istirahat yang banyak terutama yang kerasukan semalam. Pasti hari ini badan nya tidak enak. Setelah acara ini selesai, kalian bisa langsung pulang " kepala sekolah kembali ikut ke dalam barisan pemimpin Pramuka dan kakak pembina.


Tiba tiba ada orang yang berteriak ke arah kakak pembina yang sedang baris di depan " kak, teman saya tidak ada di kelas " suara teriakan itu berasal dari barisan kelompok siswa.

__ADS_1


Murid murid lainnya saling pandang saat mendengar ada salah satu siswa yang tidak ada di kelas maupun di halaman sekolah. Kepala sekolah dan pembina Pramuka langsung merespon ucapan murid nya.


" Apa sudah kamu cari di kelas lain nya?" tanya pembina Pramuka.


" Sudah pak. Tapi belum ketemu sampai sekarang "


" Cari lagi sampai ketemu, mungkin masih di area sekolah " sabung kepala sekolah.


Yang awal nya ingin pulang, sekarang satu sekolah di buat kelimpungan mencari satu orang yang belum ketemu. Dari segala sudut kelas sudah di cari, sampai kepala sekolah harus turun tangan mencari satu orang.


Orang yang hilang itu ialah murid laki laki dari kelas X jurusan teknik mesin. Orang ini hilang sejak subuh dan belum ketemu hingga sekarang. Kejadian orang hilang bukan suatu hal yang pertama bagi sekolah ini. Dulu ada orang hilang dan kabar nya sampai sekarang belum kembali.


Sebagian murid sudah di jemput oleh orang tua masing masing. Dan jadilah hanya beberapa murid yang tetap mencari keberadaan orang hilang ini. Kabar nya barang barang yang di miliki anak ini masih di dalam kelas, kecuali kain putih yang dia bawa lenyap. Sudah di cari oleh teman nya tetap tidak ketemu.


" Gimana ini kok belum ketemu. Ini udah jam satu siang, apa kita pulang aja ya. Tinggal kita di sini yang lain nya udah pulang dari tadi " orang ke satu.


" Hey! udah dong jangan ribut. Kita belum memberi tau orang tua nya, kasihan pasti di rumah cemas cemas menanti kedatangan anak nya " jawab orang ke lima.


...🍂🍂🍂...


" Gue pulang dulu udah sore takut nanti hujan deres " tutur orang ke dua yang sedang menggendong tas ransel serta membawa tikar.


" Gue juga pulang dulu "


Hari ini cuaca tidak mendukung, awan hitam perlahan berjalan menjadikan satu kepulan awan hitam yang super besar. Tidak hanya itu, udara perlahan menjadi dingin. Suara gemuruh terdengar sangat mengerikan, kilatan cahaya merah menghiasi awan hitam.


Tak lama kemudian hujan turun dengan deras nya membasahi tanah. Hujan yang sangat deras ini membuat tiga anak ini terpaksa berteduh di sekolahan. Hanya mereka lah yang masih di sekolah.

__ADS_1


" Waduh hujan nya deres. Kita pulang nya gimana " ujar orang kedua.


" Nunggu hujan agak reda dulu baru pulang " jawab orang kesatu.


Sela orang ketiga " gue ke kamar mandi " beranjak pergi mencari kamar mandi.


Dua orang ini duduk di emperan kelas seraya menunggu teman satu nya yang sedang ke kamar mandi. Di tunggu hingga sepuluh menit belum menampakan diri, membuat dua orang ini cemas.


" Kemana dia kok belum nongol " melihat kanan kiri dengan wajah cemas.


" Mungkin perut nya lagi enggak enak. Kita tunggu di sini " jawab nya.


" Tapi ini udah lama, perasaan gue enggak enak. Gue takut akan hal yang tidak di inginkan " berdiri seraya menengok kesana kemari.


Di tengah kegundahan hati mereka. Ada seorang yang mereka cari cari sedari tadi datang menghampiri mereka. Mereka berdua di buat kaget dengan kemunculan teman nya yang sempat hilang sedari subuh.


" Alhamdulillah, elu udah kembali " menghampiri lalu memeluk teman nya.


" Tapi badan mu kok dingin. Ayo kita pulang tenang barang barang mu gue yang bawa, btw habis dari mana kok dingin badan mu " ujar nya sembari melihat kondisi teman nya yang terlihat sangat pucat.


" Kena angin " dengan ekspresi datar.


" Oalah, ya emang udara nya dingin kan lagi hujan " sahut nya.


Bersambung...


__ADS_1


(Visual Anin)


__ADS_2