Lelembut

Lelembut
Bau apa ini?


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap kicauan burung sudah tidak terdengar di telinga. Angin dari segala arah mata angin beradu kekuatan hingga menjadikan suhu dingin di malam hari.


Arumi yang sudah siap pergi menyempatkan diri untuk berkaca terlebih dahulu " woke ini udah cocok untuk gue pakai "


Setelah puas berkaca di cermin, Arumi keluar dari pintu kamar dan berjalan menuju tangga.


Tak... tak... tak ....


Arumi berbelok, jalan menuju kulkas yang berada di dapur bersih. Untuk mengambil buah yang tadi siang sempat beli di toko buah. Setelah itu Arumi bergegas menghampiri kedua orang tua nya yang sudah menunggu nya di ruang tamu.


" Udah itu aja yang di bawa? enggak kurang? kan, bunda tadi bali nya banyak loh " tanya bunda Aurora ketika anak nya baru tiba di ruang tamu.


" Enggak bun ini aja udah cukup. Ayo berangkat sekarang " tutur Arumi yang sudah melewati kedua orang tua nya yang tengah duduk di sofa tamu.


Deddy Baskoro dan bunda Aurora beranjak dari duduk nya dan mengikuti langkah anak nya menuju mobil yang sudah di sediakan oleh supir.


Sebelum masuk ke dalam mobil Arumi memandang baju kedua orang tua nya yang terlihat simpel khas orang yang ingin berbelanja di pasar. Tidak seperti orang yang ingin berpergian ke suatu acara.


" Kata nya mau ke rumah teman nya bunda kok pakai baju santai? enggak jadi? " tanya Arumi yang sudah berada di dalam mobil.


" Enggak jadi nak " jawab bunda yang berada di jok depan.


" Kenapa enggak jadi bun? jauh tempat nya? " balik tanya, yang tipe anak anak kepo.


" Nenek mu sakit bunda sama deddy mau menjenguk " sambung deddy.


" Penyakit nya kambuh lagi ded? terus nanti yang jemput Arumi siapa? kan arah jalan nya beda enggak searah "


" Arumi nginep aja semalam di rumah nya Anin kan besok udah libur. Besok pagi deddy jemput jam enam "


" Baik lah "


...****************...

__ADS_1


" Hati hati di jalan ded, bun " ujar Arumi ketika sudah sampai di depan rumah Anin.


" Have fun nya " ucap deddy Baskoro yang berada di dalam mobil.


Mobil pun melesat jauh dari rumah Anin. Dan Arumi membalik badan masuk ke dalam rumah Anin yang pintu ruang tamu nya sudah di buka pertanda bahwa yang punya rumah sedang duduk di ruang tamu.


" Assalamualaikum" Arumi mengetuk pintu. Kebetulan Anin nya duduk di sofa ruang tamu sambil main game di ponsel.


" Wa'alaikumsalam, Rum masuk jangan berdiri di depan pintu nanti orang yang mau masuk jadi enggak bisa " Anin menoleh ke sumber suara.


" Siska udah datang apa belum? " Arumi bergabung duduk di sebelah Anin sembari membawa papar bag yang isi nya buah.


" Bentar lagi kata nya masih di perjalanan "


" Dari pada nunggu di sini mending kita siap siap menata untuk acara nanti. Eh Nin nanti BBQ an di mana di dalam apa di teras? " bangkit dari tempat duduk.


" Di teras aja kan udara nya enak kalau di dalam panas di tambah nanti bau bakaran nya kemana mana. Bisa bisa di amuk sama kanjeng mami " mematikan ponsel nya dan ikut ikut bangkit dari sofa. Anin berjalan menuju ruang makan yang ruangan nya tepat di sebelah ruang tamu, hanya di batasi dengan bifet.


Arumi ikut menyusul Anin ke ruang makan sambil membawa paper bag yang berisi buah.


" Di rak piring bagian bawah Rum " jawab Anin yang lagi mengelap beberapa garpu , sumpit , pisau dan piring makan.


Tanpa di duga duga suara yang sangat familiar ini terdengar jelas di indra pendengaran.


" Oii..ada Rum...rum nih ngapain elu di depan rak piring? mau jadi art di sini " celetuk abang ( Anin )


" Oi!! gue tanya loh tadi " kesal nya karna ucapan nya tadi tak di respon oleh Arumi.


" Elu ngomong sama gue " Arumi menunjuk diri nya setelah berhasil menemukan wadah tempat untuk buah yang ia bawa.


" Enggak gue ngomong sama tembok " pergi berlalu masuk ke dalam kamar.


Arumi tak ambil pusing, ia membersihkan buah di air yang mengalir. Sedangkan Anin sudah di teras rumah yang lagi menyiapkan tempat.

__ADS_1


Tak lama kemudian Siska datang bersama adek nya yang berusia lima tahun.


" Assalamualaikum..." ujar adek nya Siska yang berjenis kelamin perempuan yang bernama Ita.


" Wa'alaikumsalam, tumben elu bawa buntut, enggak ganggu nanti? " Anin menggandeng adek ( Siska ) untuk duduk di dekat nya. Karna Anin suka dengan anak kecil karna itu Anin sangat senang melihat Siska membawa adek nya main ke rumah nya.


" Halo mbak " sapa dedek Ita ketika melihat Arumi yang berjalan menuju teras.


" Eh ada Ita. Ita ke sini di antar sama siapa? " Arumi ikut duduk di samping adek ( Siska )


" Sama mbak naik motor" sambil membuka sedotan yang masih tertempel di susu kotak.


" Enggak di marahin sama mama mu Sis? kan pulang nya mesti malam " Arumi membantu meletakan panggangan di atas kompor gas yang berbentuk persegi.


Anin dan Siska kebagian menata sayur , bumbu dan daging yang sudah di potong tipis tips.


" Siapa yang pulang nanti gue sama adek ku bobok di sini. Elu enggak lihat adek gue bawa tas "


Arumi menoleh ke samping kiri yang kebetulan dedek Ita lagi minum susu sambil menggendong tas kecil. Arumi langsung melepas tas yang masih di pundak, kan kasihan masih kecil menggendong tas.


" Dek Ita coba tas nya di lepas biar mbak yang taruh tas nya di dalam " Arumi bergegas memasukkan tas ke ruang tamu.


Baru mau duduk di bawah Arumi mencium bau anyir di sekitaran teras rumah Anin. Dan Arumi ber celetuk " kalian nyium bau anyir enggak? " ucap nya yang masih lihat kanan kiri untuk memastikan kalau ia salah nyium bau.


" Bau daging mungkin. Kan kita bau BBQ an " sambung Siska yang kebetulan lagi membuka toples plastik yang isi nya daging sapi yang udah di potong tipis tips.


Arumi mendekat ke arah Siska dan mengambil toples plastik yang berisi daging, toples nya ia dekat kan ke hidung nya dan mengendus ngendus " bau nya bukan ini " menjauhkan kembali toples plastik isi daging sapi.


" Terus bau apa yang elu maksud Rum? gue nggak nyium sesuatu loh dari tadi? " Anin menimpali obrolan mereka.


" Bau nya tuh anyir darah yang baru keluar dari wadah ( tubuh / jasad ). Bau nya bau darah segar, ada amis nya sih tapi amis nya kayak amis darah haid. Kalian tau kan bau darah haid kayak apa? "


" Iya gue tau, tapi gue di sini dari tadi enggak nyium bau sama sekali. Malahan gue nyium bau bawang bombay " jawab Anin sembari menunjukan wadah yang isi nya beberapa potong bawang bombay.

__ADS_1


" Terus gue tadi nyium bau apaan dong " tutur nya dengan tangan kanan nya sibuk mencampurkan bumbu saus ke dalam wadah berisi daging ayam. Agar bumbu bumbu terserap ke dalam daging ayam.


Bersambung....


__ADS_2