Lelembut

Lelembut
Terjawab sudah


__ADS_3

Tragedi berdarah masih berlanjut. Setelah Sutrisno melarikan diri pada malam hari. Darmani masih tergeletak di bawah dengan tubuh masih berlumuran darah. Malam itu hujan mengguyur sangat deras. Suara petir menyambar nyambar layak nya orang yang sedang marah. Hujan turun terus Tampa henti sampai dini hari sekitar jam empat.


Tetangga kanan kiri belum ada yang tau, kalau Darmani sudah tiada. Hingga pukul tiga sore salah satu tetangga nya yang berniat meminjam cangkul ke Darmani. Di kejutkan dengan penemuan seorang wanita yang sudah terbujur kaku di ruang masak, dengan kondisi yang memprihatinkan. Tetangga yang penasaran melangkahkan kaki nya mendekat ke wanita tersebut.


Tetangga yang bernama Jumair berteriak histeris sampai sampai tubuh nya merosot ke bawah. Karna sudah tak bisa menopang tubuh nya.


" Ya Allah....Darmani!!! " suara teriakan Jumair terdengar sampai keluar. Tetangga yang mendengar teriakan Jumair, berbondong bondong masuk ke dalam rumah Darmani.


Dan betapa kaget nya mereka mereka yang baru datang di suguhi dengan seorang wanita yang bernama Darmani sudah tak bernyawa. Lantai ruang masak di penuhi dengan darah. Bukan hanya di lantai saja, di dinding juga ada noda noda darah yang noda cipratan nya tak beraturan.


Langsung para tetangga memanggil kepala desa. Tetangga yang menemukan jasad Darmani masih terduduk lemas dengan wajah kaget, panik dan tidak menyangka kalau Darmani di bunuh dengan cara keji. Jumair sangat kenal dengan Darmani. Darmani sosok wanita yang baik dan selalu menolong kawan nya yang sedang kesulitan.


Selang beberapa menit datanglah para bantuan dan jasad Darmani di bawah ke rumah sakit.


Sekarang apa kabar rumah Darmani setelah di tinggal oleh pemilik nya. Desas desus para tetangga kanan kiri. Kini rumah yang dulu nya di huni oleh Darmani, sekarang masih kosong. Barang barang yang masih tertinggal di biarkan begitu saja. Rumah yang dulu nya berdiri kokoh kini sudah di ambil alih oleh alam. Rumput liar kian menjalar ke setiap sudut bangunan rumah. Atap mulai rapuh. Kaca kaca sudah tak berbentuk.


Saksi para tetangga kerap mendengar suara seperti orang yang lagi menangis di dalam rumah yang sudah lama tak berpenghuni. Salah satu saksi mata, pernah melihat seorang wanita berjalan mondar mandir di dalam rumah dengan pakaian yang lusuh di tambah ada noda noda darah yang sudah mengering.

__ADS_1


...****************...


Kejadian dari awal sampai akhir di saksikan oleh Arumi, Anin dan Siska. Mereka seolah olah ada pada kejadian masa itu. Namun orang orang yang di sana tidak dapat melihat ada nya Arumi, Anin dan Siska.


Yang awal nya mereka bertiga berdiri di depan pintu ruang tamu. Dan mendengar ada nya suara gaduh. Pada akhirnya mereka masuk ke dalam dan melihat aksi Sutrisno yang menggila dengan sangat jelas. Mereka bertiga layak nya sedang melihat aksi bunuh seperti sedang menonton bioskop.


Mereka bertiga dapat merasakan suasana pada hari itu. Dan kedua kaki mereka juga merasakan saat berjalan di lantai rumah Darmani. Bau amis yang berasal dari tubuh Darmani juga tercium oleh indra penciuman mereka. Hujan angin dan petir juga mereka rasakan, hembusan angin malam membuat tubuh mereka menggigil. Saat mereka sadar bahwa mereka tidak berada di alam (masa lalu ). Tubuh yang awal nya menggigil, kini tidak mereka rasakan lagi. Tetapi saat mereka fokus ke sana, mereka merasakan lagi angin malam.


Di saat Anin, Arumi dan Siska berdiri di ruang makan. Di belakang tubuh, mereka merasakan ada tiupan angin yang sangat dingin, hembusan nya sangat tipis namun sangat menusuk sampai ke tulang. Di saat Arumi memberi kode ke pada kedua teman nya. Mereka serempak menoleh ke belakang.


Kedua mata mereka seakan lepas dari cangkang nya setelah melihat siapa yang hadir.


Di lihat dari sisi pandang Arumi, Anin dan Siska Darmani sosok hantu yang baik tidak mau menampakan diri ke semua orang, diri nya hanya mau menampakan diri di sekitaran rumah nya. Kalau ada orang yang masuk ke rumah nya dengan maksud tujuan jelek, maka sosok hantu Darmani menampakan diri dengan perwujudan mengerikan.


***


Arumi memberanikan diri berkomunikasi dengan Darmani yang berdiri tak jauh dari nya.

__ADS_1


" Kenapa kita ada di sini dan mengapa anda tiba tiba datang di saat kami sudah melihat kejadian semua nya "


Darmani hanya menampilkan senyum tipis kepada mereka " agar kalian tau, kalau saya meninggal dengan cara sangat mengenaskan. Dia juga telah membunuh anak kandung darah daging nya. Saya sangat terpukul di saat orang yang saya sayangi telah tega menduakan perasaan saya dan memilih dengan wanita yang jauh lebih muda dengan saya. Saya sangat terpukul dengan kelakuan dan sifat dia yang sangat berbeda jauh. Kami sudah lama menginginkan anak hingga menunggu lama selama tiga tahun. Sebelum saya meninggal, saya tidak tau kalau sudah hamil anak kami. Namun peristiwa itu tidak bisa di cegah seolah takdir buruk datang menjemput ku dan buah hati ku. Yang tak berdosa. Di saat tuhan telah memberikan kami sebuah anak, suami saya memilih membunuh ku dan meninggalkan seorang diri tanpa ada kata maaf dan penyesalan, dari mulut nya " Darmani bercerita kisah pahit nya sembari mengusap cairan bening yang membasahi kedua pipi nya.


Setelah mengusap air mata, Darmani melanjutkan bercerita " maafkan saya. Yang sudah lancang menarik kalian ke peristiwa ini " air mata menetes kembali dengan sangat deras.


Anin meraih tangan Darmani yang rasa nya sangat dingin melebihi memegang es batu " justru kami sangat berterima kasih kepada mu. Di balik peristiwa ini, kami mendapatkan pembelajaran hidup yang sangat berharga. Kita bisa tau arti kasih sayang yang tulus, pengorbanan, dan keteguhan. Kami hanya bisa mendoakan mu agar segera mendapatkan keadilan seadil adil nya dari-NYA dan kamu segera menemukan tempat yang terindah di sisiNYA " tangan Anin perlahan melepas tangan Darmani dan berjalan ke tempat ia berdiri.


Siska menatap Darmani " apa kamu yang mengikuti kami sepasang perjalanan? "


Darmani mengangguk sebagai jawaban.


" Sudah sampai di sini kalian melihat ini semua. Saat nya kalian kembali ke asal mu " Darmani mengangkat jari telunjuk dan mengarah ke belakang ketiga perempuan.


" Ikuti arah cahaya itu dan kalian akan terbangun dari tidur "


Arumi, Anin dan Siska menoleh ke belakang dan ternyata cahaya putih muncul secara tiba tiba. Tanpa pikir panjang mereka masuk ke cahaya putih itu dan perlahan cahaya putih redup sejalan hilang nya mereka.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2