
Hari Sabtu telah tiba dimana Arumi, Siska dan Anin pergi ke rumah kepala sekolah dengan di antar oleh abang ( Anin ) menggunakan mobil nya. Sebelum pergi mereka bertiga sudah mengantongi izin dari masing masing orang tau.
Rumah kepala sekolah lumayan jauh dapat di tempuh dengan waktu tiga puluh menit. Tapi kalau berkumpul di rumah Anin, perjalanan menuju rumah kepala sekolah di bilang dekat tidak jauh.
Di dalam mobil Arumi memahami semua isi yang berada di dalam buku kuno itu. Buku kuno sekarang di bawa kemana mana oleh Arumi, mulai dari pergi ke sekolah , tempat les ,dan hangout seperti ini.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhir nya mobil yang membawa mereka telah sampai di kediaman rumah kepala sekolah yang bernama bapak Suprapto.
Anin , Siska dan Arumi turun dari mobil dan berjalan masuk ke halaman rumah, sedangkan abang ( Anin ) memilih menunggu di dalam mobil.
Sebelum datang ke rumah kepala sekolah, Siska sudah meminta izin langsung ke bapak Suprapto. Dan pak Suprapto mempersilahkan siswi nya berkunjung.
Tok.... Tok....
" Assalamualaikum, permisi " suara Anin sembari mengetuk pintu rumah.
Tok.... Tok.....
" Assalamualaikum, pak Suprapto " masih dengan suara Anin di tambah dengan mengetuk pintu rumah.
Mereka menunggu di teras rumah seraya berdiri tepat di depan pintu. Beberapa menit kemudian... suara orang terdengar dari dalam rumah.
" Iya sebentar " suara itu terdengar seperti suara anak perempuan.
Cklek ( suara pintu terbuka dari dalam )
" Wa'alaikumsalam cari siapa mbak "
" Kami sudah ada janji dengan bapak Suprapto, kami murid dari SMP Mulia. Apakah bapak Suprapto ada di rumah? " jawab Siska.
__ADS_1
" Oh bapak lagi keluar beli pakan burung. Ayo masuk dulu ke dalam sembari nunggu bapak pulang " mempersilahkan Anin , Siska dan Arumi masuk ke dalam.
" Saya tinggal ke belakang dulu " sembari membungkuk badan.
" Ya mbak enggak apa " imbuh Arumi yang sudah duduk di kursi kayu jati.
Anak perempuan itu masuk ke dalam, meninggalkan tiga orang yang tengah duduk di kursi ruang tamu.
Anin membuka obrolan " itu anak nya pak Suprapto? "
" Iya lah, elu enggak lihat foto yang di pajang di dinding itu " Arumi menunjuk sebuah foto keluarga lengkap dengan istri dan tiga anak, dua laki laki satu anak perempuan.
" Ooo... berarti tadi anak yang paling bontot. Cantik ya anak nya " setelah melihat foto keluarga.
Siska pun menanggapi ucapan Anin " iya lah cantik ibu nya aja cantik masa anak nya enggak cantik, enggak kaya elu yang segala artis korea elu anggap mirip elu "
" Ngawur omongan elu " umpat Anin yang tak terima.
...****************...
Suara motor terdengar sangat nyaring dari arah depan, membuat Siska mengintip dari kaca jendela ruang tamu.
" Siapa itu Sis? " Arumi berusaha mengintip namun di halangi oleh Siska.
" Pak Suprapto udah pulang " baru terucap suara pak Suprapto terdengar jelas hingga di ambang pintu ruang tamu.
" Eh, ada kalian udah nunggu lama ya? maaf tadi bapak pergi sebentar beli pakan burung. Sebenar nya ada masalah apa hingga kalian datang ke rumah bapak, tapi maaf rumah bapak sederhana" bapak Suprapto duduk di kursi tunggal yang menghadap langsung ke arah pintu ruang tamu, sehingga tuan rumah bisa bertatap muka dengan para tamu.
" Baru datang kok pak kita. Sebenar nya kita di sini ada hal penting mengenai siapa pemilik sekolah? , sebelum di bagun dulu nya bekas apa? dan sudah berapa tahun sumur tua itu berdiri. Apa sebelum ada kejadian ini apa sudah ada desas desus orang hilang atau bunuh diri. Sebelum nya kita minta maaf sudah mengganggu waktu senggang bapak. Kita di sini cuma menanyakan itu saja, kalau ada tambahan info kita sangat senang " ucap Arumi dengan to the poin tanpa bertele tele.
__ADS_1
" Apa kalian di ganggu oleh wanita berambut panjang dengan pakaian dress warna kuning " ujar pak Suprapto ( kepala sekolah )
Anin , Siska dan Arumi saling pandang dan kaget kenapa pak Suprapto tau dengan teror yang mereka rasakan dan di tambah ciri ciri yang sama. Padahal mereka tidak membahas hal itu, namun pak Suprapto dengan gamblang nya membahas yang tak kasat mata.
Kenapa pak Suprapto tau, apa si 'dia' meneror sampai ke sini.
" Wanita yang mana ya pak murid SMP Mulia atau alumni? " Anin memastikan kalau yang di lihat benar manusia atau 'manusia' transparan.
" Wanita itu muncul ketika saya lagi membersihkan halaman rumah dengan muka yang pucat setelah itu menghilang. Bapak sangat yakin itu bukan manusia dan bukan siswi SMP Mulia " sembari mengingat tempo kemarin.
Mereka bertiga saling menceritakan apa yang mereka alami hingga, mereka sepakat ke rumah kepala sekolah. Dan betapa terkejut nya pak Suprapto dengan cerita mereka mengenai sosok yang di lihat tempo kemarin.
" Ok mulai hari ini kita usut kasus ini, jangan sampai ada korban selanjutnya. Tentang sekolahan kita ini saya mendengar cerita dari guru guru yang sudah lama mengajar di sini. Dulu sekolahan ini bekas lahan kosong yang di penuhi dengan rumput rumput liar dan beberapa pohon pisang yang tumbuh subur. Sekolahan ini sudah berdiri sejak dua puluh lima tahun "
" Kalau sumur tua itu pak? " sambung Arumi.
" Sumur itu baru umur nya "
" Apa dari tahun lalu ada berita orang bunuh diri? " ujar Anin.
" Selama saya sebagai kepala sekolah di SMP Mulia tidak pernah mendengar orang bunuh diri atau pun orang hilang. Baru kemarin itu saya kaget ada mayat di dalam sumur " pungkas pak Suprapto.
Tak lama kemudian anak perempuan nya datang sambil membawa nampan yang berisi teh anget tiga gelas dan satu cangkir kopi buat bapak nya.
" Monggo di minum selagi masih hangat " ucap anak nya.
" Makasih " balas Siska seraya membuka tutup gelas agar teh nya tidak terlalu anget.
" Kalau tidak ada yang bunuh diri di situ lantas siapa mereka. Kenapa bisa menemukan sumur di belakang sekolah, kan bukan sembarang orang tau kalau di sekolahan kita ada sumur nya, mungkin para pedagang kaki lima yang ada di depan tidak tau kalau ada sumur, apa lagi kita pak, kita baru tau kalau ada sumur tua yang sudah tidak berfungsi. Apa bapak sudah menyelidiki orang orang yang bekerja di sekolah, apa bapak tidak menaruh curiga dengan para pekerja di sekolah. Kami tidak bermaksud provokator " ujar Arumi.
__ADS_1
" Bapak paham apa yang di maksud kalian. Mari kita bahas pagi ini, besok Senin kan sudah mulai masuk, bapak akan mengadakan rapat mengenai kasus yang kita bahas hari ini dan besok hasil forensik sudah keluar. Dan besok mungkin akan pulang pagi di karenakan ada beberapa polisi dan dokter forensik yang datang ke sekolahan kita "
Bersambung....