
Hari ini tanggal 25 bulan Juli tahun 2022. Arumi, Anin beserta Siska masuk ke sekolahan yang mereka pilih. Hari ini hari pertama mereka masuk sekolah, setelah tiga Minggu lama nya mereka libur.
Anin dan Arumi telah sampai di sekolah baru nya, mereka berdua sedang menunggu orang yang tak kunjung datang.
" Nin, si Siska kok belum datang juga. Udah elu hubungi belum, mana kurang lima belas menit lagi mau masuk "
" Udah gue hubungi kata nya sih lagi otw dia nya " mereka berdua menunggu di depan gerbang sekolah.
Mereka masih mengenakan seragam SMP karna seragam SMK belum jadi. Tak lama kemudian datanglah kakak kelas yang memakai jas almamater yang berwarna merah. Kakak kelas itu menghampiri Arumi dan Siska yang berdiri di depan gerbang sekolah.
" Kalian kenapa masih di sini? cepat kalian masuk ke dalam "
Arumi dan Anin menoleh secara bersamaan " lagi nunggu teman kak, sebentar lagi orang nya akan tiba " jawab Anin.
" Tetap kalian masuk ke dalam. Upacara pembukaan MPLS segera di mulai " kakak kelas menyuruh mereka berdua masuk ke dalam.
" Isshh!! galak benget sih kakak kelas tadi. Mana dandan nya sok cantik judes lagi " gerutu Arumi sepanjang jalan menuju perkumpulan siswa siswi baru.
" Dahlah jangan di dengerin omongan tadi. Kita kumpul sama yang lain, nanti juga Siska datang " tutur Anin sambil nenangin Arumi.
Anin dan Arumi membaur bersama dengan yang lain nya sembari menunggu kedatangan Siska.
Di sela sela mengobrol dengan yang lain nya Arumi dan Anin mendengar teriakan yang suara nya sangat familiar di kedua telinga.
" Arumi!..Anin!.." Siska berlari menuju kearah mereka berdua dengan dahi di penuhi oleh keringat. Serta rambut yang sedikit acak acakan.
Anin dan Arumi merentangkan kedua tangan nya untuk menyambut pelukan dari Siska. Sesampai di depan mereka Siska langsung memeluk kedua sahabat dengan nafas yang memburu.
Anin dan Arumi saling melirik dan di balas gelengan kepala dari Anin.
" Elu dari mana aja, dari tadi di tungguin enggak muncul muncul. Tersesat elu " Arumi merapikan rambut Siska yang sedikit berantakan.
" Gue tadi terjebak macet, makan nya gue telat datang ke sekolah " ujar nya dengan tangan kiri nya sibuk membenarkan kerah baju.
" Macet karna...." ucapan Anin terpotong, karna suara speaker sekolah sangat keras.
__ADS_1
" Halo...halo...selamat datang di sekolah tercinta kita. Hari ini kalian semua harus mengikuti upacara pembukaan MPLS pada jam tujuh pagi sampai selesai. Setelah upacara selesai kita akan membagi per kelompok, masing masing kelompok di isi sepuluh orang. Kalian semua sudah membawa kartu nama. Kalau tidak ada yang bawa harap lapor kepada mbak atau mas OSIS yang ada di barisan paling belakang " tutur ketua OSIS.
...****************...
Acara upacara telah usai, kini semua siswa siswi dari kalangan SMP sederajat di kumpulkan manjadi satu di gedung serba guna yang letak nya di lantai dua dekat ruang komputer.
Semua orang kumpul menjadi satu di gedung serba guna ini.
" Assalamualaikum semua nya perkenalkan saya wakil ketua OSIS yang tadi waktu pengumuman sebelum upacara di mulai. Saya di sini sebagai pemandu acara ini. Kalian semua apa ada yang lupa bawa kartu nama yang terbuat dari kardus bekas?, tunjuk jari siapa yang lupa bawa " imbuh wakil ketua OSIS.
" Tidak ada yang angkat tangan berarti sudah saya anggap bawa semua. Kalau ada yang ketauan tidak memakai kartu nama ada hukuman. Hukuman nya maju ke depan berdiri di sini sampai selesai acara ini "
" Nin...nin " panggil Siska yang duduk nya berada di belakang. Sedangkan Anin duduk nya di tengah antara Arumi dan Siska. Arumi depan, tengah nya baru Anin.
" Apa? " menoleh sedikit ke belakang.
" Gawat nih Nin gue lupa bawa kartu nama. Gimana nih Nin, gue takut di hukum " tubuh Siska sedikit mencondong ke depan agar Anin bisa mendengar ucapan nya.
Anin memutar kedua bola mata nya " kebiasaan deh elu, coba cek di dalam tas gue. Kalau enggak salah ingat gue buatin elu kartu nama "
Siska melaksanakan perintah Anin dan segera membuka tas milik Anin.
" Thanks ya Nin. Sudah buatin kartu nama tanpa sepengetahuan gue " ujar nya sembari menutup kembali tas Anin.
" Hmm..." Anin mengangguk " gue udah tau tabiat elu yang selalu lupa bawa barang "
" Hehe..." menampilkan deretan gigi " kau emang the best friend gue "
Kedua pun segera memperhatikan kembali ucapan wakil ketua OSIS yang berada di depan.
...****************...
" Sekarang kita bagi kelompok, per kelompok di isi sepuluh siswa atau siswi. Deret ini dari depan sampai belakang berjumlah sepuluh. Kamu hitung sudah pas apa belum " wakil ketua menyuruh salah satu siswi untuk berhitung dari depan ke belakang.
" Sudah pas kak "
__ADS_1
" Ok, kalau sudah pas berarti barisan ini menjadi nama kelompok mawar " ujar wakil ketua.
Barisan ini lah Arumi, Anin dan Siska masih menjadi satu kelompok atau grup.
Arumi menoleh ke belakang " kita masih satu kelompok besti " dengan raut muka yang bahagia.
Setelah selesai membagi kelompok. Saat nya pembagian kelas. Satu kelas akan di isi empat kelompok. Dua kelompok akan di isi siswi dan satu kelompok lagi akan di isi siswa.
Anin, Arumi dan Siska masuk ke kelas XII TKJ. Suasana di dalam kelas nampak tenang dan nyaman, di dalam kelas terdapat lcd proyektor, kipas angin besar dua ada di tengah, dan dua lagi ada di sisi kanan kiri dan lain lain.
Kebetulan Arumi duduk di sebelah siswi yang tengah terdiam dengan pandangan menatap ke depan. Kesan pertama kali melihat siswi ini sangat pendiam dan enggan untuk bersosial. Ingin ia menegur sapa, akan tetapi ia urungkan niat baik nya karna percuma saja. Toh diri nya juga tidak merasa keberatan.
Tempat duduk antara Arumi, Anin dan Siska terlampau jauh. Arumi duduk di barisan nomor dua dari depan, sedangkan Anin dan Siska memilih duduk di barisan paling belakang.
" Kelihatan nya Arumi tidak nyaman sama dia " bisik Anin saat suasana kelas belum mulai.
Siska mengikuti arah pandang Anin dan berkata " bisa jadi belum saling kenal. Jadi wajar lah, kalau sudah saling kenal pasti akan saling ngobrol enggak diam diam an gini. Kita aja dulu sebelum kenal sama Arumi ya gitu. Jadi jangan di buat pusing"
" Benar juga sih apa kata elu " kini arah pandang Anin mengarah ke kelompok anak laki laki. Di sana ada salah satu anak laki laki yang diam diam memandang Arumi dari jarak jauh. Anin mengerutkan kedua alis di dalam benak nya. Siapakah laki laki itu? dan mengapa memandang Arumi tanpa henti. Niat hati ingin memberi tau kepada Siska namun waktu nya yang tidak bisa di ajak diskusi.
Yang tadi suasana kelas riuh dengan suara orang yang saling berbicara. Kini ruangan ini kedatangan satu guru yang di dampingi oleh salah satu siswa OSIS. Menjadi diam tak ada bunyi yang keluar dari mulut.
" Selamat pagi semua nya " sapa guru yang berada di depan.
" Pagi..."
" Selamat datang dan selamat atas di terima nya di sekolahan ini. Kalian semua siswa dan siswi pilihan. Dan saya harap kalian semua akan betah belajar di sekolahan ini. Pertama tama saya memperkenalkan diri, saya sebagai guru bahasa Indonesia nama saya Ida ayu. Saya mengajar di kelas X OTP, X TKJ dan XII Akuntansi. Sebelum masuk ke pembahasan awal, saya meminta kalian untuk memperkenalkan diri masing masing di tempat duduk. Yang duduk di sisi kanan depan tolong perkenalkan diri, asal sekolah dan nama kelompok "
Kini giliran Arumi yang memperkenalkan diri di tempat ia duduk.
" Perkenalkan nama saya Arumi Putri Aurora, asal sekolah dari SMP Mulia, nama kelompok mawar " setelah memperkenalkan diri Arumi duduk kembali di kursi tanpa memandang sekitar nya.
Semua orang langsung tersorot ke arah Arumi saat sesi perkenalan diri. Ada yang melihat karna kagum dan ada juga yang melihat nya dengan tatapan sinis.
" Cantik..." gumam seseorang yang memandang dari jarak jauh.
__ADS_1
" Manis..." batin orang yang diam diam menaruh rasa sejak pertama kali jumpa.
Bersambung...