Lelembut

Lelembut
Darmani


__ADS_3

Setelah Anin menarik sosok yang ada di depan sana. Arumi bersiap konsentrasi dan siap menanyakan maksud tujuan nya. Dan mengapa memilih berdiri dengan jarak jauh, biasa nya sosok makhluk halus memilih berdekatan dengan mereka dan pada akhirnya minta bantuan atau sekedar ingin berinteraksi dengan contoh usil mencolek lengan Anin, saat Anin menoleh ke belakang tidak ada siapa siapa. Ada juga yang menarik rambut Arumi yang sedang belajar di kelas. Yang yang paling ekstrim sosok itu bisa menjelma menjadi manusia. Yang bentuk an nya sangat mirip dengan manusia tidak ada beda nya. Pernah suatu hari Siska yang lagi di kamar mandi sekolah dikagetkan dengan kemunculan Anin yang tiba tiba berdiri di depan pintu kamar mandi. Sosok yang menyerupai Anin berbicara dengan Siska"Arumi kerasukan di kelas."


Siska yang tidak menaruh curiga langsung keluar dari kamar mandi tanpa membilas tangan nya dengan air mengalir. Siska lari dari lorong kamar mandi menuju lorong kelas nya yang berada di lantai dua.


" Arumi!!..." panggil Siska yang berada di tengah pintu tanpa mengetuk pintu dan mengucap salam.


Semua orang yang tengah proses belajar mengajar terganggu dengan teriakan Siska yang begitu tiba tiba.


" Kau ngapa teriak teriak Sis " ujar Anin yang berada di kelas dan tengah mengerjakan tugas dari guru.


Lah terus yang di kamar mandi tadi siapa. Detik itu pun Siska baru sadar bahwa yang ia jumpa di kamar mandi itu bukan Anin melainkan sosok yang menyerupai Anin.


...****************...


Kita balik ke topik utama.


" Dari mana asal mu? " ucap Arumi dalam batin. Karna ia tidak mau mengganggu orang lain yang sedang istirahat.


Sosok tersebut menundukkan pandangan nya tidak berani menatap mata Arumi. Dan sosok itu masih aja tidak mau menjawab.


Arumi masih menunggu jawaban dari dia.


Apa gue salah ngomong ya. Coba gue tanya lagi siapa tau mau jawab.


" Assalamualaikum...selamat malam dengan siapa saya bertanya "


Sosok yang di depan masih enggan menjawab nya. Hingga Siska tanpa sadar menyebut nama si sosok tersebut.


" Nama nya Darmani Rum " Siska cepat cepat menutup mulut nya.

__ADS_1


Anin menoleh ke belakang dengan satu alis terangkat " elu dapat nya dari mana?"


Siska menggaruk kepala nya yang tidak gatal " hehe...asal ceplos tadi "


Arumi memutar tubuh nya menghadap Siska yang duduk nya tepat di dekat nya " yakin hanya asal ceplos "


Yang tadi nya cengengesan kini raut wajah nya berubah menjadi raut wajah serius " sebenar nya dari tadi ada suara yang entah dari mana. Suara itu berbunyi Darmani...Darmani...Darmani, sebanyak tiga kali. Sempat gue hiraukan dan suara itu makin menjadi. Hingga gue tanpa sengaja ceplos begitu saja. Mulut gue seolah terbuka dengan sendiri nya. Setelah menyebut nama nya gue langsung sadar dan menutup mulut gue "


" Elu dengar nya dari kedua telinga atau dari dalam hati mu yang paling dalam " Arumi menunjuk dada bagian atas, tepat di bagian bawah leher.


Siska tampak terdiam sesaat " gue belum bisa membedakan mana bisikan dari telinga atau dari dalam hati. Yang gue dengar tadi bisikan dari dalam hati yang tiba tiba muncul dengan sendiri nya, seolah olah ingin gue ucapkan "


" Eh gue pernah kalau itu " Anin merangkak dari tempat sofa ke tempat bed cover.


" Gue kasih tau kalau ada bisikan dari dalam hati yang paling dalam yang muncul pertama kali itu lah jawaban yang sebenar nya. Itu pun harus benar benar dengan kondisi konsentrasi. Dan kalau kalian dapat bisikan dari telinga kanan berarti makhluk halus nya hanya ingin berinteraksi tidak lebih. Dan yang paling membahayakan bisikan dari telinga kiri di situ lah bisikan bisikan yang mengarah ajakan yang bersifat negatif. Jadi kalian berdua harus berhati hati jangan terlena dengan bisikan yang dari telinga kiri, kalau kalian masih ragu membedakan. Kalian bisa tanya kepada kakek ku kalau enggak ke gue. Insyaallah gue akan jawab sebisa gue "


Anin dan Siska saling pandang kemudian mengangkat kedua bahu.


" Benar nama mu Darmani? " tutur Arumi yang masih dalam hati.


Sosok tersebut mengangkat kepala dan sekilas menatap wajah Arumi. Arumi melihat sosok itu mengangguk kan kepala.


" Kenapa kamu berdiri di sana? dan asal mu dari mana? "


Sosok yang berdiri di depan almari, benar ia lah bernama Darmani. Darmani hanya melihat Anin dan Siska, diri nya tidak berani menatap langsung wajah Arumi apa lagi kedua mata nya. Sungguh ia sangat ketakutan.


" Di bunuh " dengan suara yang sedikit di tekan seakan memendam rasa dendam yang amat besar.


Arumi bisa melihat kedua sorot mata nya yang masih di selimuti dengan rasa dendam.

__ADS_1


" Dia membunuh ku dan anak ku!! " teriak sosok hantu yang bernama Darmani. Setelah berteriak ia memilih berjalan mundur hingga tak dapat di lihat dengan mereka.


" Astaghfirullah " mengelus dada nya dan berbalik menatap Anin dan Siska.


" Kenapa elu? " Siska yang tak tau dengan kejadian yang tadi. Karna Siska tipe orang yang tidak bisa berkomunikasi dengan sosok astral. Tapi di saat ia terjebak di dimensi sebelah ia bisa berkomunikasi dengan lancar layak nya berkomunikasi dengan sesama manusia.


" Dia kabur di saat ia bilang membunuh ku dan anak ku " Arumi memberi tau kepada kedua sahabatnya.


" Terus kenapa elu mengelus dada? " sahut Anin.


" Kaget gue, habis dia teriak sampai telinga gue berdenging " Arumi bangkit dan membaringkan tubuh nya di pinggir bad cover, Arumi bersiap siap untuk memejamkan kedua mata.


" Si hantu tadi apa udah pergi. Kok aura nya udah beda enggak sedingin tadi "


" Baru aja. Mungkin ia masih trauma dengan masa lalu nya, biarin aja dia pergi jangan di paksa untuk bercerita. Gue mau bobok dulu udah ngantuk " Arumi memejamkan kedua mata nya dan menghadap sisi kanan.


" Gue juga bobok nyusul Arumi sama adek mu " Anin tidur di antara Arumi dan adek Ita.


" Lah pada tidur semua, ya udah deh gue juga bobok. Udah tengah malam juga " Siska membaringkan tubuh nya di samping adek nya yang dari tadi udah di tinggal tidur duluan.


...****************...


Ketiga orang tersebut sama sama sudah terlelap ke dalam alam bawah sadar. Tanpa harus menunggu waktu lama, ketiga orang itu mulai memasuki alam mimpi. Mereka bertiga sama sama mimpi di lokasi yang sama tanpa ada kata janjian terlebih dulu.


Mimpi tidak bisa di minta. Apa lagi mimpi di barengi dengan arti yang orang awam pasti tidak tau arti mimpi yang barusan di mimpikan.


Saat ini mereka di satukan ke dalam alam mimpi. Kalau di kata kebetulan ini tidak mungkin pasti ada maksud terselubung di balik mimpi yang mereka jalani.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2