Lelembut

Lelembut
Curhat


__ADS_3

Para anak anak muda sedang berbondong bondong memasuki sebuah sekolahan yang sangat terkenal di daerah ini. Sekolahan ini di kenal dengan fasilitas yang sangat bagus di tambah akreditasi A.


Perlahan gerbang sekolah di tutup oleh satpam yang berjaga di sekolah ini dan bel masuk berbunyi dengan sangat nyaring, dan lagi lagi membuat siswa siswi masuk ke dalam dengan langkah kaki yang panjang. Namun siswa dan siswi baru ini, harus dikumpulkan di halaman guna menyampaikan hal yang penting.


Seorang pria bertubuh tegap berjalan menuju ke depan "selamat pagi anak anak, kalian semua saya kumpulkan semua di sini guna mengumumkan info penting mengenai pembagian kelas. Di sini saya akan membagikan lembaran kertas yang mana di sana sudah ada nama kalian berserta kelas, semua nya akan kebagian kertas " ujar kepala sekolah.


Dua perwakilan kakak kelas maju ke depan sambil membawa tumpukan lembaran kertas. Setelah semua nya sudah kebagian rata baru lah mereka semua membaca secara teliti.


Kepala sekolah kembali membuka suara "setelah menemukan nama kalian dan di kelas apa, kalian boleh masuk ke dalam kelas masing masing sesuai jurusan yang kalian pilih. Sekian dari informasi saya, terimakasih" kepala sekolah mengundurkan diri dari hadapan siswa siswi yang berada di halaman.


Semua siswa siswi masuk ke dalam kelas masing masing, yang letak kelas nya berada di belakang. Kelas X berada di bangunan belakang dekat pohon asem, yang menghadap ke timur. Kelas X di bagi menjadi lima jurusan yang masing masing jurusan terdiri dari dua sampai tiga ruang kelas. Sisanya ruang kelas X bersebelahan dengan ruang kelas XI jurusan akuntansi 1 dan samping kiri bersebelahan dengan lorong kelas menuju lantai dua. Yang mana lantai dua di isi dengan ruang kelas XI, sebagian ada ruang guru.


Kelas X berada di lantai satu di bangunan yang belakang. Bangunan depan bawah di isi ruang kelas XII dan ruang guru serta ruang kepala sekolah. Di bagian depan adalah parkir motor para guru guru yang mengajar di sini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arumi, Anin dan Siska lagi lagi satu jurusan dan kelas namun berbeda tempat duduk nya. Arumi memilih duduk di tengah urutan ke tiga dari depan, sedangkan Anin dan Siska memilih duduk paling belakang. Mereka bertiga masih berada di dalam satu baris bangku.


Awal nya Siska ingin memilih jurusan akuntansi, namun tidak jadi memilih karna diri nya tidak suka dengan hitungan uang gaib. Siska paling benci hal itu, tapi di saat ada pelajaran matematika justru ia tambah semangat. Berbeda dengan Anin yang sangat membenci pelajaran matematika, bagi nya pelajaran matematika pelajaran yang paling membosankan.


Anin condong ke pelajaran sejarah dan kesenian. Dan Arumi berbeda dengan yang lain nya, malah diri nya lah yang menyukai semua mata pelajaran tidak ada mata pelajaran yang tidak ia sukai, semua suka.


Untung nya mereka bertiga memiliki kepintaran yang sangat tinggi. Dengan IQ yang sama tinggi nya.


Suasana kelas X jurusan perkantoran sangatlah ramai, banyak orang orang yang saling berbicara atau ngobrol. Ada yang sedang mencari teman dan ada juga yang tidak melakukan kegiatan apapun.

__ADS_1


Tidak seperti yang lain, yang pada sibuk memperkenalkan diri. Orang satu ini cukup di bilang anak introvet sangat sangat mencolok. Yang lain nya sibuk bercengkrama dengan yang lain. Tapi orang satu ini memilih membaca buku sembari menikmati musik lagu melalui earphone.


Dan orang itu duduk sendiri di pojok paling belakang dekat jendela. Diri nya tidak peduli dengan kondisi di sekeliling nya. Yang ia fokus kan membaca buku yang berada di depan mata.


Pukul 8 pagi, suasana kelas X perkantoran masih terdengar hiruk pikuk suara orang orang, dengan suasana kelas yang masih bebas.


Membuat Arumi bergegas menuju tempat Anin dan Siska duduk. Arumi berjalan ke arah bangku belakang. Bukan tanpa sebab Arumi menghampiri dua sahabatnya yang sedang main game bareng.


" Guys...guys ada hal penting yang gue mau omongin " duduk di kursi kosong yang kebetulan kursi kosong itu tepat di depan meja bangku mereka berdua.


" Hmm..." jawab Anin yang kedua jari jempol masih aktif di layar ponsel.


" Ini hal serius, kemarin gue di teror sampai ke bawa mimpi " ujar Arumi yang sedikit lirih.


" Teror? " Siska sampai menghentikan aktivitas game nya.


Siska langsung menyudahi permainan game nya, ia tidak perduli menang apa kalah dalam main game. Yang penting mendengarkan curhatan Arumi.


" Teror seperti apa yang elu rasakan? teror yang biasa saja atau teror yang ekstrim" tanya Siska dengan tatapan mata lurus ke depan.


" Teror nya campur aduk deh, tapi ada yang aneh tapi benar benar nyata. Yang pertama gue di teror pas jam pulang sekolah, kejadian nya tuh gue lagi baca buku kuno eh tau tau ada angin yang entah datang nya dari mana. Terus pintu kamar mandi di banting kayak ada orang di dalam. Kalau benar angin masa iya pintu kamar mandi nutup sendiri, kan kalau angin datang nya dari arah luar enggak bisa dong menarik pintu yang ada mendorong ke dalam dan menimbulkan suara benturan antara daun pintu dan dinding kamar mandi. Lah itu kagak benar benar real di tarik dari luar. Sampai bunyi nyaring, di situ gue masih berpikir positif. Terus gue masuk dong ke kamar mandi buat ngecek bener angin apa ada orang asing yang menyelinap masuk ke dalam "


" Terus? pas elu ngecek ke dalam ada apaan? " sahut Anin yang baru gabung.


" Pertama ngecek sih enggak ada apa apa. Tapi..tapi pas gue mau balik badan tiba tiba mata ekor gue menangkap ada tulisan huruf di cermin warna nya kayak darah yang udah kering gitu loh, tau kan warna darah kering kayak apa. Sebelum nya gue enggak ngeh kalau itu darah kering pikiran ku ah paling kotoran biasa. Pas gue mau hapus tulisan itu enggak sengaja ke cium bau nya ternyata darah "

__ADS_1


" Baca nya apa Rum? "


" Huruf L" jawab Arumi yang masih duduk di meja depan.


" Dan gue juga menemukan kalung yang ada huruf L. Kalung itu masih utuh dan berbentuk fisik. Aneh kan gue menemukan huruf L sebanyak dua kali dalam satu hari. Malam nya kan gue tidur nyenyak kali, sampai mimpi. Kalian tau mimpi gue sangat sangat seram melebihi lihat ghost candy atau white lady. Gue mimpi terbangun dari tidur karna punggung gue sakit banget kayak di tusuk tusuk pakai benda tajam, ya gue usap usap tuh punggung nya pakai tangan. Dan kalian tebak gue dapat apa saat usap usap punggung gue " menaikan kedua alis sembari melipatkan kedua tangan nya di atas meja.


Siska menggaruk kepala dan Anin menaikan kedua pundak nya, tanggapan mereka berdua sangat mudah di tebak oleh Arumi.


" Pasti kalian bingung, ok gue jelasin" ujar Arumi yang masih menggaruk kaki kiri yang terasa gatal.


Setelah menggaruk kaki nya, Arumi melanjutkan cerita nya " di saat mengusap punggung tangan gue merasakan ada benda kecil yang bentuk nya kenyal. Ya gue ambil lah, di saat gue melihat dengan jelas. Gue lempar itu "


" Kelereng? " celetuk Siska.


" Permen yupi? " sahut Anin.


" No..." menyilangkan kedua tangan nya di depan wajah nya.


" Terus apa kalau bukan itu semua? "


" Belatung! " jawab Arumi dengan nada sedikit tinggi.


Anin buru buru menyenggol kaki Arumi sambil memelototi mata Arumi.


" Hehe...iya kalian enggak salah dengar. Belatung yang keluar entah dari mana di tambah ada darah yang mengucur dengan deras di bagian punggung. Seprei, kasur, selimut full darah, mau gerak susah teriak pun enggak di gubris seolah suara gue enggak di dengarkan oleh orang orang rumah. Di situ gue benar benar kesal banget bangun bangun dapat hadiah belatung apa enggak syok. Tapi kejadian itu semua hanya lah mimpi buruk gue, ternyata darah dan belatung itu hanya lah mimpi bukan nyata nya "

__ADS_1


" Apa ada kaitan nya dengan kalung yang elu temukan itu. Ya kan? atau bisa jadi itu 'tanda' dari si makhluk itu kayak memberi tau penyakit nya atau kejadian sebelum dia meninggal " pendapat Siska.


Bersambung...


__ADS_2