Lelembut

Lelembut
Di ikuti


__ADS_3

Arumi dan Anin sudah terlebih dulu pulang. Dan Siska masih menunggu jemputan di tempat halte bus. Tempat nya persis di depan gedung sekolah. Siska duduk sendirian seraya melihat kendaraan yang sedang lalu-lalang di depan nya.


Terik matahari dan polusi udara kian meningkat, membuat Siska kepanasan. Keringat di dahi dan di leher bercucuran keluar melalui pori pori kulit. Siska masih setia menunggu jemputan walau terik matahari menerpa wajah nya.


Butuh waktu dua puluh menit Siska menunggu jemputan dan, tiba lah yang di tunggu sedari tadi. Sebuah mobil berhenti di depan nya, membuat Siska bangkit dan berjalan menuju ke sebuah mobil yang baru saja berhenti.


Jendela kaca terbuka setengah, menampilkan seorang yang tengah duduk di bagian setir mobil "maafkan papi ya, tadi beli bensin dulu di tambah antri " membukakan pintu untuk anak nya dari dalam.


" Aku kira lupa jemput " ucap ku sambil menarik pintu mobil. Blam!.. Siska duduk di samping pengemudi dengan wajah yang kusam di tambah bau sinar matahari. Membuat Siska sedikit badmood.


Papi menengok ke sisi kiri dengan mesin mobil masih nyala, tetapi mobil masih diam di tempat dan berkata " pakai dulu Safety Belt nya " setelah mengatakan, baru mobil berjalan dengan hati hati.


Di perjalanan, Siska nampak terlihat diam dengan posisi kepala menengok ke samping. Pandangan mata melihat pemandangan jalan dari dalam mobil.


Hubungan Siska dengan papi nya tidak begitu dekat, berbeda ketika Siska di jemput oleh mami nya. Siska begitu banyak bicara. Berbeda jauh dengan saat ini ketika di jemput oleh papi nya. Tetapi...adek nya yang perempuan begitu dekat dengan papi nya. Siska berinteraksi dengan papi nya bila ada suatu kepentingan. Kalau pun tidak ada kepentingan Siska memilih membaca buku atau bermain game di kamar. Walaupun tidak begitu dekat dengan papi nya, Siska sangat menyayangi papi nya. Kalau papi nya terlihat murung, Siska lah yang pertama kali mengajak ngobrol. Hanya sekedar basa basi dan sedikit bertanya dengan keadaan yang menimpa nya.


Papi(Siska) menoleh sekilas ke samping pengemudi " mampir apa langsung pulang?"


Siska menjawab tanpa menoleh ke papinya " mampir? mampir kemana pi?"


" Ya terserah kamu, mau nya mampir ke mana. Mumpung masih di luar "


Siska mengetuk mengetuk kepala nya ke kaca jendela mobil sembari mikir "hmmm..mampir lah pi mumpung masih di jalan "


" Kemana? " berhenti di lampu merah.


" Beli ayam goreng sama pizza " balas ku sambil membenarkan jok mobil yang ku tempati. Siska memundurkan jok mobil dan mendorong pelan punggung jok ke belakang, agar Siska nyaman.


" Ok..." mobil pun berjalan kembali, di iringi dengan suara klakson mobil yang saling bersautan.


"..."


"..."


Tanpa berlama lama, mobil pun terparkir di pinggir jalan. Dan orang yang ada di dalam, turun dari mobil. Langkah tegap berjalan menuju tempat penjual ayam goreng. Yang kebetulan tempat nya tidak terlalu ramai, tidak perlu menunggu terlalu lama untuk memesan sebuah ayam goreng.


Dan...di tempat ini lah ada 'sesosok' yang ikut masuk ke dalam mobil, tanpa sepengetahuan pemilik mobil.


" Udah cukup apa belum ayam goreng nya?" tanya papi nya saat sudah berada di dalam mobil.


Sebelum membalas ucapan dari papi nya. Siska membuka bungkus ayam goreng dan menghirup aroma ayam goreng yang baru matang itu, setelah puas menghirup bau ayam goreng. Baru lah membalas perkataan papi nya" udah cukup pi"

__ADS_1


" Pizza nya jadi apa enggak?" tanya ulang.


" Ya jadi dong pi. Lagi pengen nih " jawab Siska yang sambil meletakan bungkusan ayam goreng ke jok belakang. Di saat lagi menengok ke belakang, tiba tiba tangan kanan nya merasakan hawa dingin sampai sampai bulu kuduk nya berdiri semua sampai pergelangan siku.


Saat itu Siska masih berpikir positif mungkin efek AC mobil. Siska membalik kan badan membiarkan bungkusan ayam goreng di jok belakang. Badan nya di sandarkan di punggung jok dengan posisi kepala agak miring sedikit ke sisi kiri.


...🍂🍂🍂...


Singkat cerita, mereka berdua sudah sampai di rumah pukul tiga sore. Makanan yang baru saja di beli di letakan di meja makan. Mereka berdua masuk ke kamar masing masing. Baju kotor sudah di masukan ke dalam ranjang kotor.


Siska dan papi nya menuju meja makan, dengan menit yang berbeda. Diri nya lah yang sudah tiba di meja makan. Dan tak lama kemudian di susul kedatangan papi nya dengan baju kasual.


Bau ayam goreng dan pizza mengundang kedatangan mami berserta adek nya yang datang nya entah dari mana.


" Tumben sekali pulang pulang bawa jajan banyak " datang datang langsung mencomot satu potong pizza.


" Siska yang pengen mi " menunjuk mengunakan dagu.


" Mi..mami Ita pengen yang itu " tangan kecil menunjuk daging paha ayam goreng yang di pegang oleh Siska.


" Enak aja, ini punya ku. Paha satu nya masih di dalam " Siska langsung mengoyak daging ayam yang ia pegang, agar adek nya tidak berani meminta.


" Udah jangan ribut, ini papi kasih yang lebih besar " papi nya mengambil kan kesukaan anak nya yakni paha ayam.


...🍂🍂🍂...


Ketika sedang belajar di kamar, Siska merasakan ada hawa yang tidak enak yang muncul nya dari arah belakang. Tiba tiba saja Siska merasakan bulu kuduk nya berdiri lagi. Ia pikir suhu AC kamar nya yang terlalu rendah. Setelah di setel menjadi 26° bulu kuduk nya tidak berdiri lagi. Di situ lah Siska merasa tenang bahwa sumber nya dari suhu AC. Siska lanjut lagi belajar dengan di temani lagu dan cemilan.


"..."


"..."


Jam pun berjalan terus menerus. Hingga akhirnya menunjukan pukul sembilan malam. Siska memutuskan menyudahi belajar nya dan bergegas menuju ke ranjang. Sebelum memejamkan mata lampu nya sudah di buat sangat redup agar tidak silau ketika tidur.


Baru saja memejamkan mata, Siska sudah tertidur pulas. Terbukti terdengar suara dengkuran halus dari mulut nya. Tanda nya sudah tidur dengan pulas nya.


'Sesosok' ini ikut masuk ke dalam kamar Siska, dengan cara menembus pintu kamar.


Perlahan 'sososok' ini mendekat ke arah ranjang, yang mana Siska sedang tidur di sana.


Setelah berdiri tepat di depan Siska, perlahan tangan dingin nya terulur memegang telapak kaki nya Siska.

__ADS_1


...🍂🍂🍂...


Baru memejamkan mata, Siska langsung bermimpi di datangi oleh orang yang tidak pernah ia lihat dan mengenali nya. Tiba tiba orang itu berubah dalam sekejap, berubah menjadi lebih mengerikan. Anggota tubuh nya tidak lengkap di tambah baju yang di kenakan penuh dengan warna merah dan kuning.


Siska memilih bangun dari mimpi buruk nya, tapi...nasib sial menimpa diri nya. Ia sadar kalau diri nya sudah bangun. Tapi seluruh badan nya tidak bisa di gerakan, seolah sedang di tali. Mulut nya sangat sulit mengucapkan kata, hanya kedua mata yang bisa melirik kanan kiri. Kepala nya sulit untuk di gerakan seolah seluruh tubuh mati rasa.


Siska kaget dengan badan nya sendiri, sebelum tidur sudah sholat dan baik baik saja. Mengapa.. ketika bangun dari mimpi buruk, tiba tiba badan nya tidak bisa di gerakan.


Mulut nya ingin berkata tolong, namun sangat sulit. Hanya bisa teriak dalam batin. Siska terus berdoa agar badan nya bisa di gerakan.


".."


".."


Saat lagi berdoa, ada 'sesosok' yang berdiri tepat di bawah kaki nya. 'Sosok' itu berdiri dengan tangan nya memegang telapak kaki Siska. Siska bisa melihat dengan jelas apa yang ada di depan nya.


Keringat dingin mulai membanjiri badan nya, mulut nya bergetar dan pacuan jantung tak karuan.


Siska benar benar sangat ketakutan pada malam ini. Siska melirik ke jam dinding yang masih menunjukan pukul sepuluh malam.


' Sosok' itu masih berdiri tak jauh dari nya. Berteriak dan bergerak tak bisa, memutuskan memejamkan kedua mata dan berharap ini hanyalah mimpi semata. Di dalam hati terus berdoa tanpa henti.


Hingga...


Klontang!!


Refleks Siska terperanjat kaget dan seketika badan nya bisa di gerakan dan 'sosok' berdiri itu sudah menghilang. Setelah Siska mendengar suara benda jatuh.


Cepat cepat Siska lari kecil menuju dapur untuk mengambil air mineral.


" Tadi itu apa" kedua kaki nya masih bergetar.


" Gue tadi mimpi apa enggak sih. Kalau mimpi kok bisa nyata gini sih " gumam Siska yang masih di dapur.


Bersambung...




__ADS_1


Kalian pernah mengalami ketindihan sewaktu tidur atau setengah tidur apa enggak? kalau pernah coba cerita di bawah dong. Author pengen tau cerita cerita dari kalian..


__ADS_2