
Setelah melaksanakan segala rangkaian kegiatan berupa menanam ari ari, brokohan dan lainnya, hari ini kediaman mansion Baskoro di sibukkan dengan acara aqiqah. Semua art sudah di kerahkan seluruh tenaga nya untuk menyukseskan acara ini. Ada yang bagian dapur, membersihkan halaman depan, merapikan karpet yang berada di ruang tamu dan ada juga yang kedapatan sedang merapikan bingkisan untuk para tamu yang hadir.
Di bagian halaman mansion di pasang tenda selayak nya tenda manten. Di pasang sedemikian megah agar para tamu terkesan senang dan nyaman saat hadir di sini. Di sisi kanan kiri pintu masuk di hiasi bunga dan tanaman hidup agar, sewaktu tamu masuk mendapatkan sensasi harum semerbak. Yang berasal dari bunga.
Di halaman mansion terdapat taman yang cukup besar berbentuk lingkaran di situlah tiga kambing akan di sembelih. Tiga kambing itu sudah di letakan di taman sejak kemarin sore.
Acara ini akan di selenggarakan sehabis ashar dan di sambung pada pukul tujuh malam sampai selesai. Seluruh keluarga besar Djoko dan Antonio sudah berkumpul di kediaman Baskoro. Keluarga dari bunda Aurora sudah tiba pada kemarin malam. Mulai dari deddy, mommy, serta kedua kakak nya berkumpul dan membaur dengan keluarga Baskoro.
Tak hanya keluarga inti saja yang sudah di sini, saudara dari keluarga mertua nya juga nampak saling berdatangan sambil membawa buah tangan. Acara kali ini sangat meriah karna perusahaan yang di bangun oleh suami nya sudah berada di barisan nomor tiga se-Indonesia. Jadi acara aqiqah ini sangat meriah karna tamu kolega dan sanak saudara di undang, dan tak lupa anak yatim piatu juga turut adil di acara aqiqah ini.
Tidak hanya manusia saja yang di undang, sosok entitas juga turut hadir. Memeriahkan dan mendoakan anak kembar dari sepasang pasutri Baskoro dan Aurora.
Dreet....dreet....
Benda pipih ini bergetar di atas meja di saat Baskoro sedang memimpin jalanan nya rapat ini. Saat sedang presentasi di depan, Baskoro tak mendengar kalau ponsel nya bergetar.
Sekretaris nya mendapatkan pesan dari nyonya Aurora. Membuat sekretaris ini melirik sekilas ke arah Baskoro yang masih presentasi.
Sekretaris ini langsung membalas pesan dari nyonya nya"baik nyonya, saya akan menyampaikan pesan ini kepada tuan"
Empat puluh menit setelah melaksanakan rapat, sekretaris Baskoro langsung menyampaikan pesan nya tadi, di saat sudah sampai di ruang kerja.
"Tuan, tadi saya mendapat kan pesan dari nyonya"
"Pesan apa?" baru duduk di kursi.
"Acara potong kambing nya jam berapa?, ini mau memasuki jam siang"
"Ayo kita berangkat..." beranjak dari kursi, dan melangkahkan kaki sembari menenteng tas kerja.
Di dalam mobil. Baskoro baru membuka ponsel nya yang sedari tadi di silent. Ternyata pesan dari istri nya sudah memenuhi layar ponsel nya, terdapat tiga pesan dan lima panggilan telpon yang tak di jawab.
Baskoro menghubungi balik seraya melihat ke arah jalanan.
"Halo sayang, maaf tadi masih ada rapat"
__ADS_1
"Iya bunda paham, sudah deddy baca kan pesan dari bunda"
"Sudah baru saja, dan ini sedang perjalanan pulang. Tunggu deddy pulang"
"Hati hati di jalan deddy" ujar Aurora di sebrang sana.
...🍂🍂🍂...
"Assalamualaikum.." ucap Baskoro yang baru datang.
"Wa'alaikumsalam " sahut keluarga dari kakek Djoko.
"Hay mom, ded. Apa kabar?" Baskoro menyapa orang tua dari istri nya. Memeluk secara bergantian.
"Kabar kita baik " jawab deddy Antonio.
Deddy Baskoro celinguk celinguk mencari istri nya yang tak nampak di sini.
"Cari istri mu ya, dia lagi di kamar" jawab nenek Suminten.
Kakek Djoko berdiri, menghampiri deddy Baskoro yang hendak menuju kamar nya "jangan naik dulu, selesaikan dulu tugas mu. Sudah di tunggu orang di depan sana"
"Maaf bapak bapak, tadi saya rapat dulu. Apa bisa di mulai sembelih kambing nya" Baskoro datang dengan tampil pakaian kasual dengan celana pendek dan kaos lengan pendek.
Dua orang ini tampak mengangguk pertanda memperbolehkan menyembelih kambing di jam sepuluh.
"Sudah siap pak Baskoro" ucap seorang ini yang bagian memegang kepala kambing.
Orang satu nya kebagian memegang kedua kaki kambing. Saat ini kambing yang hendak di sembelih sudah di baringkan di bawah, dengan posisi kepala menghadap kanan dan di bawah nya sudah di beri lubang. Dua kambing lainnya di tempat kan terpisah, agar tidak bisa melihat teman nya saat di sembelih.
"Sebelum memotong kambing ini, hendaklah menyebut atas nama Allah Swt" orang yang memegang kepala kambing.
Baskoro mengangguk, kemudian mengucapkan basmalah. Setelah itu pisau yang ia genggam itu perlahan mendekat ke leher kambing.
"Menyembelih kambing harus benar benar putus urat nya, agar tidak kesakitan kambing nya" orang yang kebagian memegang kaki melihat, Baskoro sedikit ketakutan karna baru pertama menyembelih kambing.
__ADS_1
Waktu aqiqah Arumi, deddy tidak ikut menyembelih kambing. Karna lebih memilih pesan jadi.
"Alhamdulillah kambing nya tidak berontak saat di sembelih. Semangat pak kurang dua lagi yang belum di sembelih"
"Loh biasa nya kayak apa pak" sahut deddy Baskoro yang masih membersihkan cipratan darah yang terkena di lengan dan kaki.
"Kebanyakan berontak pak waktu di sembelih, kok ini diam anteng. Baru lihat pak saya kambing model an begitu "
"Haha...mungkin hanya kebetulan saja pak. Tadi aja waktu menggorok lehernya tangan saya gemetar" imbuh deddy Baskoro.
...🍂🍂🍂...
Jam setengah sebelas deddy Baskoro kembali masuk ke dalam mansion, lewat pintu belakang. Dengan kondisi baju penuh cipratan darah, dan bau kambing. Deddy Baskoro memutuskan lewat pintu belakang.
Saat melewati dapur kotor, deddy Baskoro memberi pesan kepada art nya "kalau ada bahan atau bumbu yang mulai habis, segera kasih tau ke saya. Biar sekretaris saya yang membeli nya"
"Baik tuan" jawab mereka.
"Bagus..." memberi dua jempol.
Deddy Baskoro berbalik badan lagi "tolong sampaikan ke istri ku, bawakan baju, celana dan handuk. Saya mau mandi di kamar mandi belakang" Deddy Baskoro baru sadar bahwa di mata kaki nya masih ada sisa darah kambing yang sudah mengering.
"..."
"..."
Sekitar ada lima menitan, bunda Aurora datang sembari membawa apa yang di minta suami nya.
"Udah selesai ded, nyembelih kambing?"
"Udah dari tadi. Deddy juga bantu memisahkan bulu sama memotong daging kambing, mungkin bentar lagi di bawa ke dapur " setelah mengucapkan kata itu, deddy Baskoro masuk ke kamar mandi. Dan tak lama, daging kambing datang di masukan ke dalam bak mandi besar yang baru saja di beli.
Bunda Aurora melihat sebentar, kemudian kembali ke atas untuk menemani bayi kembar nya.
Saat daging kambing tiba, orang orang di dapur gotong royong membersihkan ulang daging kambing dan sebagian menyiapkan bumbu.
__ADS_1
Sebelum memasak daging kambing ini. Orang orang dapur sudah selesai masak menu lain nya. Karna tamu yang datang kali ini sangat banyak. Kalau semisal kekurangan bahan masakan, mau tak mau harus membeli di pasar atau toko yang khusus sayur.
Bersambung...