Lelembut

Lelembut
Bener apa enggak?


__ADS_3

Hari terus berjalan, hingga Arumi tidak menyadari bahwa diri nya dan kedua sahabatnya sudah tiga bulan berada di sekolahan SMK Xxx. Waktu dengan cepat mengubah hari ke hari. Peristiwa yang kemarin telah berlalu, kejadian demi kejadian ganjil terus di alami oleh mereka bertiga. Tak bosan bosannya mereka merasakan kehadiran 'mereka'.


Mulai hilang nya tempat pencil Anin yang hilang secara tiba tiba dan muncul nya di bawah meja guru yang berada di depan.


Siska yang sering di ganggu oleh suara aneh yang asal nya entah dari mana. Suara itu muncul di saat jam pelajaran pertama hingga ketiga, Siska sempat mengadu suara aneh itu ke Arumi. Diri nya benar benar frustasi dengan suara bising yang berasal dari 'mereka' yang berniat mengganggu konsentrasi belajar.


Arumi yang mendapatkan aduan dari Siska maupun Anin hanya bisa memberikan masukan atau nasehat ke dua sahabatnya dan terkadang diri nya juga mengalami gangguan yang cukup menguras energi dan konsentrasi. Arumi pernah melihat ada makhluk besar dengan badan seluruhnya berwarna hitam berdiri di tengah tengah pintu, makhluk itu sebelas dua belas dengan genderuwo. Sama sama memiliki badan besar dan berwarna hitam. Makhluk itu terus mengawasi Arumi yang sedang fokus mendengar penjelasan guru yang berada di depan.


Gangguan gangguan yang Arumi alami tidak sampai di situ saja, mulai dari mencium bau harum yang menyengat ke hidung sewaktu, Arumi sedang mengerjakan tugas ada juga rontokan rambut yang berserakan di atas buku nya. Rontokan rambut itu sangat kusam nan hitam berbeda dengan rambut Arumi yang sedikit kecoklatan.


Perlahan Arumi mendongak ke atas, ternyata di atas sana ada sesosok kuntilanak yang posisi nya kayang dengan kepala berputar 180⁰ membuat rambut nya terjuntai ke bawah. Wajah kuntilanak ini sangat menyeramkan, dengan kedua mata hitam pekat tanpa bola mata, seperempat wajah rusak mulai dari dahi hingga ke bawah mata. Bibir nya sobek hingga batas telinga bawah. Darah keluar dari mulut, hidung dan kedua mata. Kuntilanak itu tersenyum mengerikan menatap Arumi yang sedang menatap diri nya.


Arumi menatap sekilas ke arah kuntilanak itu, perlahan kepala nya menunduk menatap lurus ke depan dan tak mau menatap ke langit langit kelas. Posisi kuntilanak tepat di atas nya segaris dengan sorot lampu yang menyala di pagi hari.


Hari ini, langit nampak sedikit mendung. Perkiraan cuaca bahwa hari ini akan turun hujan disertai petir, akan tetapi hari ini tepat di hari Sabtu bahwa sekolahan ini mengadakan kegiatan Pramuka yang di laksanakan di halaman sekolah.


"..."


"..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Kelas X Apk mengadakan tugas kelompok, mengenai pelajaran kearsipan. Setiap kelompok di isi lima orang dan salah satu harus menjadi juru bicara saat presentasi di depan.


" Tugas di kumpulkan paling lambat jam sebelum sholat dhuhur. Di kumpulkan di meja, ibu tinggal sebentar ke ruang guru. Kalian tetap mengerjakan tugas dari ibu, jangan keluar di saat jam pelajaran masih berlangsung dan jangan ramai " ucap Bu guru sebelum meninggalkan kelas ini.


Arumi, Anin, Siska dan kedua teman nya duduk menjadi satu di tambah kedua meja di jadikan menjadi satu agar lebih leluasa.


" Weh.. kita harus segera bagi tugas, agar cepat kelar. Jangan menunggu satu orang aja " ucap Siska yang masih satu kelompok dengan Anin dan Arumi.


" Berhubung soal nya satu tapi pertanyaan nya banyak, kita bagi tugas dua orang bagian menulis dan tiga orang mencari informasi di internet, sisa nya biar gue cari soal untuk kelompok lain " Arumi membagikan tugas kelompok nya agar cepat Selesai dan cepat untuk presentasi ke depan.


" Siapa nih yang bagian nulis? " tanya teman sekelas, anggap aja nama nya Sinta.


" Gue sama Anin, sisa nya cari info di internet atau enggak di buku juga boleh bebas " sahut Arumi.


" Ok.."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tepat jam 11 siang, tugas kelompok mereka telah selesai dan sudah di kumpulan di meja guru. Saat nya, mereka menunaikan ibadah sholat dhuhur berjamaah di musholla sekolah.


"..."


Anin melipat mukena yang ia bawa dari rumah, sembari melipat. Anin menunggu Arumi yang sedang berdoa.


" Nanti apa ada Pramuka Rum?" kata Anin.


Arumi melipat mukena sembari membalas ucapan Anin " ya lah, sekitar jam 1 siang. Emang ada apa? "


" Bolos yuk, males gue ikut Pramuka " dengan bibir sedikit di majukan.


" Ngawur " Arumi mencubit lengan Anin. " elu mau nilai ekstrakurikuler Pramuka C"


Tiba tiba Siska datang dan bergabung dengan yang lainnya " jajan yuk, mumpung masih ada jam istirahat " mata Siska menangkap Anin yang sedang cemberut.


" Kenapa mulut mu di majukan segala, mau gue tutup mulut mu pakai lakban "


" Biasa lah mogok enggak ikut Pramuka " tutur Arumi yang sudah berada di luar musholla seraya memakai kembali kaos kaki dan sepatu.


" Enggak tau lah " dengan balasan nada jutek.


" Sis, belikan Anin es krim biar enggak panas otak sama hati nya " Arumi memberikan uang berwarna hijau ke Siska.


" Anin dong nih, gue enggak " ujar Siska, setelah menerima uang dari Arumi.


" Boleh, sekalian gue juga. Ok, gue tunggu di luar kelas " sebelum melangkah lebih lanjut, Arumi menoleh ke Anin " elu ikut sama gue atau Siska "


Anin menatap Arumi, kemudian menatap Siska " ikut Siska aja "


" Ya udah gue ke kelas dulu "


"..."


"..."

__ADS_1


Arumi menunggu Anin dan Siska yang sedang membeli es krim, Arumi menunggu di depan kelas nya sembari bermain air di tempat cuci tangan.


Kurang lebih sepuluh menit menunggu kedatangan mereka berdua. Kini mereka sudah nampak berjalan menuju kelas nya.


Arumi melihat Anin dan Siska yang bercanda gurau sambil makan es krim. Dengan cepat Arumi mematikan kran cuci tangan.


" Nih es krim mu " Anin memberikan kantong kresek berisi es krim kesukaan Arumi.


" Thank..."


" Eh, tadi gue denger kakak pembina Pramuka ngomong nanti enggak jadi Pramuka "


" Kau dengar dari siapa Nin? atau itu karangan elu aja. Biar enggak masuk Pramuka" sahut Siska yang tidak percaya dengan perkataan Anin yang barusan.


" Tadi pas beli es krim, gue enggak sengaja dengar kumpulan kakak pembina lagi ngomongin Pramuka libur "


" Masa sih?! kok gue enggak denger ya " dengan nada yang tidak percaya.


" Sekali kali gitu kek, percaya sama gue " sambung Anin yang masih memakan es krim.


" Musyrik gue percaya sama elu " timpal Arumi.


" Serah dah serah " kening nya mengerut di tambah kedua alis menyatu.


" Hahaha... gitu aja ngambek " kata Arumi.


Teeet... teeet....


" Pengumuman bahwa hari ini Pramuka di liburkan, seluruh murid kelas X bisa pulang sekarang. Sekian dan terimakasih" suara pengumuman menggema di seluruh kawasan sekolah.


Anin, Arumi dan Siska saling pandang dengan posisi masih memegang wadah es krim. Sedetik kemudian mereka bertiga bersorak gembira.


" Apa gue bilang benar kan "


" Kali ini gue percaya omongan mu bestie" ucap serempak Arumi dan Siska.


Mereka bertiga bergegas masuk ke kelas untuk mengambil tas dan segera untuk pulang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2