
Brian kembali ke uks di saat Arumi sudah sadar. Brian langsung memberikan satu cangkir air hangat dan tolak angi* yang masih di segel kepada Anin yang berada di depan nya.
" Berapa? " tanya Siska yang sudah merogoh kantong saku.
" Udah enggak usah. Simpan saja uang mu" menatap Siska yang berdiri di sisi ranjang uks.
Brian mengalihkan pandangan ke Arumi yang masing berbaring dengan kondisi sudah sadar " udah enakan apa belum Rum?"
" Udah kok" dengan bibir berwarna putih pucat.
" Bangun..." Anin menyodorkan cangkir tadi yang sudah di campur dengan obat herbal.
Arumi bangun di bantu Siska yang stay di samping ranjang uks. Dengan badan yang sedikit lemas berusaha meraih cangkir dari tangan Anin.
Glug....glug... " eh ini air apa? " menyerengit pahit ke arah Anin.
" Air panas biasa di campur obat herbal, udah itu di minum sampai habis. Biar enakan badan elu " jawab Anin.
Arumi mengangguk sembari melanjutkan minum hingga bersih tak tersisa. Setelah itu cangkir nya di kebalikan ke Anin.
" Elu sakit apa? tumben tumben nya muntah di sekolah biasa nya enggak pernah " imbuh Siska.
" Gue sendiri juga enggak tau. Kemarin baik baik aja, terus pas berangkat sekolah pun masih baik aja. Tapi pas gue habis dari kamar mandi pas istirahat ke satu. Baru gue merasakan badan udah agak meriang. Awal nya gue enggak begitu peduli tapi lama kelamaan kok perut gue enggak enak rasa nya kayak mabok perjalanan unek unek gitu lah. Hingga...ada kejadian kaca pecah lah bohlam lampu jatuh, di situ gue udah enggak tahan. Gue lari mencari kamar mandi terdekat, di situ lah gue muntah di dalam kamar mandi yang ada wc jongkok. Badan gue tuh pegel semua lemes di kaki. Setelah buka pintu kalian ada di depan dan di jam itu gue enggak ingat lagi "
" Masuk angin mungkin " sahut Brian yang masih di situ.
" Hmm...bisa jadi itu rum. Coba gue kerokin leher belakang " Siska mencari minyak kayu putih di kotak P3k. Setelah menemukan Siska berjalan menuju ranjang uks yang mana Arumi duduk di situ.
" Sorry gue tali rambut elu " Siska merapikan rambut Arumi hingga mengumpul jadi satu di tali rambut.
" Enggak merah merah tuh " ucap Anin yang melihat Siska yang sedang dikerok leher Arumi.
" Iya juga, elu enggak masuk angin " Siska melihat sendiri bahwa Arumi tidak sedang masuk angin. Lantas ia menghentikan aktivitasnya dan mengembalikan minyak kayu putih ke kotak P3k.
" Jangan bilang elu..." ucapan Siska langsung di sahut Arumi.
" Gue paham arah bicara elu. Sekarang kalian kembali ke kelas biar gue istirahat bentar di sini "
" Ta...tapi kan elu nanti sendirian di sini, lain nya juga udah pulang " imbuh Brian.
" Enggak apa gue di sini. Gue berani kok "
" Yakin? elu sendiri an di sini " ujar Anin.
" Yakin lah, kan yang lain nya masih di kelas kan dan kelas di samping masih ada murid " ungkap Arumi yang belum sadar arah pembicaraan mereka.
" Ck...ck, yang lain nya udah pulang mbak Arumi. Enggak lihat jam sekarang jam berapa "
Arumi melihat jam di pergelangan tangan nya. Ternyata sekarang menunjukan pukul tiga sore, yang mana sudah waktu nya pulang.
" Hehe...iya ya. Ya udah pulang sekarang aja " beranjak dari duduk nya. Melangkahkan kaki mengarah ke pintu. Baru melangkahkan kaki, Arumi membalikan badan " tas gue mana? masih di kelas kah"
__ADS_1
" Iya lah. Tas kita aja masih di kelas " jawab Anin.
...🍂🍂🍂...
"Assalamualaikum..." ujar Arumi yang baru tiba dan kedua sahabatnya ikut berjalan menyusul Arumi masuk ke dalam.
" Wa'alaikumsalam non, eh ada non Anin sama non Siska " jawab art yang kebetulan lagi membersihkan bufet minimalis yang letak nya di ruang tamu.
" Deddy udah pulang apa belum? " tanya Arumi yang jalan mengarah ke anak tangga.
" Tuan belum pulang non "
" Kalau bunda? bunda kemana" berdiri di anak tangga ke tiga dari bawah.
" Kalau nyonya ada di ruang kerja " jawab art.
Arumi berbalik arah menuju ruang kerja bunda nya yang berada di lantai dasar, yakni berdekatan dengan ruang kamar yang khusus buat tamu.
" Bunda " Arumi membuka sedikit pintu dengan sebagian badan sudah masuk ke dalam ruang kerja.
" Udah pulang nak" ujar bunda Aurora yang masih sibuk dengan kerjaan nya.
" Barusan " Arumi melangkahkan kaki dengan kondisi tubuh sudah sehat.
" Anin sama Siska ada di sini bun" Arumi memeluk bunda dengan manja.
" Suruh makan dulu. Lauk nya masih banyak " bunda Aurora masih berkutat dengan kerjaan.
...🍂🍂🍂...
Perlahan matahari mulai meredup. Mereka bertiga masih berbincang di ruang tamu sembari menunggu kedatangan deddy Baskoro.
"..."
"..."
Dan tiba lah sang penguasa mansion ini datang bersama sekretaris nya. Deddy Baskoro berjalan dengan kedua lengan baju di gulung hingga batas siku. Jas kerja di bawa dengan keadaan terlipat di lengan nya.
Drap...
Drap...
" Tumben Siska sama Anin main ke sini. Biasa nya hari weekend main nya " ucap deddy Baskoro yang kini sedang mengambil air mineral di dispenser.
Serempak mereka menoleh ke sumber suara " hehe...lagi pengen main ke sini om, ya kan Sis " ucap Anin.
" Yakin itu aja? " sekarang deddy Baskoro jalan menuju tempat mereka berkumpul.
" Iya om udah lama tidak main ke sini" sambung Siska.
Deddy Baskoro duduk di sebelah anak nya tiba tiba deddy berkata " udah enakan belum badan mu, kalau belum minum dulu air kepala ijo yang baru deddy beli "
__ADS_1
Duar.... ( suara jantung ) mereka bertiga saling tatap tatapan selama lima detik.
" Deddy tau tentang tadi " Arumi langsung menebak dengan cara to the points.
" Deddy sudah tau semenjak kamu pulang terkena teh panas itu. Arumi masih ingat perkataan deddy waktu itu? "
" Yang mana ded" menggaruk kulit kepala yang kebetulan lagi gatal.
" Yang deddy menyuruh mu untuk berjaga jarak dengan tiga anak itu dan deddy juga berpesan agar selalu berhati hati. Dan selalu rajin sholat "
" Ya...Arumi baru ingat " menunjukan deretan gigi.
" Terus apa hubungan nya sama yang tadi ded? apa semua ini ulah si Tasya "
Deddy Baskoro mengangguk " iya anak itu mempunyai hati yang sangat gelap. Segala cara sudah ia lakukan termasuk bermain dengan ilmu hitam"
" Apa!!"
" Dari mana deddy tau kalau Tasya bermain dengan ilmu hitam? dan Arumi juga enggak punya foto Tasya"
" Deddy menugaskan sekretaris deddy untuk membobol cctv sekolahan mu mulai dari depan sampai ke belakang. Dan sekretaris deddy menemukan Vidio di kantin yang mana di situ ada kalian dan tiga anak itu. Semua kejadian deddy sudah lihat. Dan deddy juga menyuruh sekretaris ku mengambil data mereka dengan diam diam. Dari situ lah deddy tau bahwa cewek yang kamu lawan ternyata bukan sembarang orang. Dia bisa membunuh orang tanpa menyentuh atau pun menyuruh orang lain "
" Apa mungkin sosok yang mengikuti ku itu adalah suruhan Tasya? untuk mencelakai ku "
" Benar " jawab deddy Baskoro.
" Sosok siapa rum? " tanya Anin.
" Sosok itu bertubuh besar hitam yang terus mengikuti ku. Dia mulai mengikuti ku sehabis dari kamar mandi pada jam istirahat ke satu. Itu aku udah tau dan tau siapa yang mengirim "
" Kalau elu udah tau, ngapain elu sakit muntah muntah " ucap Anin.
" Karna energi dia sangat besar, hingga aku tak berdaya. Kita kalau terlalu lama bersinggungan dengan sosok maka kita nya yang akan kalah, karna sosok itu sangat suka menyerap energi kita. Terlebih lagi sosok itu kiriman dari orang yang sangat membenci kita itu yang lebih berbahaya "
" Kalau yang tadi itu apa ada hubungan nya sama makhluk kiriman? " tanya Anin
" Ada. Makhluk itu di utus tuan nya untuk mencelakai si korban atau target, namun makhluk itu harus berhadapan dengan 'penjaga' Arumi. 'Penjaga' itu terus menampis serangan dari makhluk kiriman. Tak hanya satu melainkan ada dua 'penjaga' yang turut melindungi jiwa dan raga Arumi. Jadi peristiwa kaca pecah yang secara tiba tiba adalah efek dari mereka yang sedang bertempur " jawab deddy Baskoro.
Siska menyela pembicaraan " ngomong ngomong om yang menjaga Arumi siapa ya? kenapa kita berdua tidak tau kalau ada yang 'menjaga' "
" Tidak semua orang bisa melihat 'penjaga' yang berada di sekeliling Arumi. Kalau pun bisa pasti dia mengizinkan untuk 'melihat' " jawab deddy.
" Berarti kita belum di izinkan " sahut Anin.
Deddy Baskoro hanya tersenyum tipis.
" Siapa yang 'menjaga' Arumi om? " tutur Siska.
" Yang pasti nya leluhur dari keluarga deddy dan juga leluhur keluarga dari negara Filipina. Yang paling dominan leluhur dari keluarga deddy khusus dari tanah Jawa " balas deddy Baskoro.
Bersambung...
__ADS_1