Lelembut

Lelembut
kotor


__ADS_3

" Hoss..hoss...hoss" Arumi mengatur nafas sejenak sembari memegang dinding kelas yang bersebelahan dengan ruang uks.


Arumi melihat banyak murid murid yang masih berdiri di luar uks, hanya untuk sekedar penasaran. Arumi melangkahkan kaki nya mendekat ke arah sekumpulan murid murid.


Tap...tap.. tiba tiba, pundak Arumi di pegang oleh seseorang dari arah belakang. Seketika diri nya menoleh ke belakang.


" Elu kenapa berdiri di kamar mandi kosong. Gue panggil nama elu, eh elu nya aja yang enggak dengar " ucap Siska yang berdiri tepat di belakang Arumi.


Arumi yang mendengar penuturan dari Siska di buat tercengang dan diri nya baru sadar bahwa yang ia lihat tadi bukan lah ruang uks, melainkan kamar mandi yang sudah lama terbengkalai atau kosong.


Arumi membalikan badan menghadap Siska " kenapa berubah Sis, mana orang orang yang tadi? " dengan ekspresi wajah linglung.


" Orang orang yang mana? bentar elu tadi lari lari enggak jelas tadi tujuan nya mau kemana " tanya Siska seraya menarik tangan Arumi untuk menjauh dari kamar mandi kosong. Siska terus menarik tangan Arumi hingga sampai lah di depan kelas X jurusan akuntansi. Dan di sana ada Anin yang senang duduk menunggu kedatangan Arumi dan Siska.


" Sekarang jelas kan ke kita, elu tadi lihat apa dan tujuan nya mau kemana? " tanya ulang Siska.


Arumi menatap bergantian Anin dan Siska, setelah itu baru lah membuka mulut" tujuan gue tadi mau ke uks, lihat orang yang kau sebut tadi. Terus gue ingat banget bahwa, gue tadi udah sampai di lokasi (uks) dan di sana penuh dengan murid murid yang berdiri di depan pintu uks. Ya gue samperin lah, baru beberapa langkah lengan gue di tarik elu(Arumi menunjuk Siska) dan seketika suasana yang gue lihat tadi berubah menjadi kamar mandi kosong "


Anin menepuk jidat nya sambil bangkit dari duduknya dan berjalan mengarah ke Arumi dan Siska" Rum, tujuan elu tadi udah benar mau ke uks. Tapi arah nya bukan ke sana melainkan ke sana " Anin menunjuk lokasi uks berada.


" Yang tadi elu salah tempat. Di sana tidak ada uks, ada nya kamar mandi kosong dan rumor nya di sana sering ada suara suara aneh. Jadi kamar mandi di pojok sana sudah tidak di pakai. Eh..elu mau masuk ke sana. Untung Siska datang nya cepat, kalau enggak gue pastikan elu yang kesurupan kalau enggak masuk ke portal alam sebelah "


" Untung elu masih selamat, kalau enggak..." kata Siska yang terpotong karna ada suara yang membuat tiga orang ini kaget.


Aaaa.... suara teriakan ini terdengar dari ruang uks. Membuat Anin, Arumi dan Siska menuju ke sumber suara.


Suasana ini masih istirahat, kurang lima belas menit lagi. Jam istirahat berakhir.


"..."


"..."


Tiga orang ini membelah kerumuman murid murid yang berdiri di depan ruang uks. Dengan Arumi berada di depan "misi..misi minggir " kedua tangan Arumi membuka supaya murid lainnya bisa minggir.

__ADS_1


Setelah melewati kerumunan, Arumi dan dua sahabat nya bisa melihat secara langsung dua siswi yang masih keadaan kesurupan di atas bed uks. Tiga orang ini berdiri di tengah tengah daun pintu.


" Sudah berapa lama mereka dirasuki? " bisik Arumi kepada Anin dan Siska.


" Gue enggak tau kalau itu, yang pasti udah lebih dari sepuluh menit" balas Anin yang cara bicara nya berbisik di telinga Arumi.


Tak lama kemudian bel berbunyi teng!..teng!..teng!...


Arumi menoleh ke belakang " udah bel nih, kita udah ada di sini. Kita maju atau mundur " menoleh kembali ke depan.


" Kita maju Rum, sudah terlanjur di sini. Kalau 'mereka' tidak di keluarkan kasihan dua orang itu. Badan nya nanti lemas sewaktu dia sadar " tutur Siska, yang tanda tanda nya sudah merasakan kehadiran tak kasat mata.


Dua Siswi masih di pegang oleh guru guru lain nya dan teman nya kebagian memegang bagian kaki. Di dalam sana sudah ada guru agama yang sudah di bacakan surah surah pengusir setan. Namun usaha dari guru agama tidak membuah kan hasil. Setan yang merasuki tubuh dua siswi masih betah di dalam sana.


Arumi, Anin dan Siska sempat di suruh kembali oleh guru yang ada di situ, namun tiga anak ini kekeh untuk tetap di sini. Sudah tiga kali di suruh untuk kembali ke kelas. Dan tiga anak ini memilih masuk ke dalam dan ikut bergabung dengan yang lain.


" Biarkan kami di sini untuk ikut membantu" ujar Anin sebagai perwakilan.


" Kalian tidak usah di sini. Di sini sudah ada yang menangani. Biarkan bapak ibu guru yang berada di sini, murid murid dilarang masuk ke dalam uks " ujar salah satu guru yang memegang tangan siswi yang masih dirasuki.


" Biarkan tiga anak di sini, kita fokus berdoa agar kedua siswi segera sadar "kata guru penjaskes yang ikut di dalam uks.


Suasana di dalam ruang uks benar benar keos, di tambah hawa di dalam sini terasa panas.


Semakin memperbanyak membaca surah, semakin pula setan itu memberontak dan berteriak tidak jelas. Di dalam uks total ada sepuluh guru, dan itu masih kuwalahan belum bisa mengatasi.


" Hahaha...kalian tidak akan bisa mengusir 'kita' hahaha" di akhiri dengan tawa yang menggelegar.


Arumi menatap tajam ke arah siswi yang barusan tertawa. Tatapan nya seolah menatap musuh yang berada di balik tubuh siswi ini.


" Kenapa 'kamu' bisa masuk ke dalam tubuh anak ini? anak ini tidak tau apa apa. Keluar lah jangan siksa tubuh ini " Arumi mecekram pergelangan kaki salah satu siswi yang sedang kerasukan.


Tawa yang menggema itu, perlahan mereda dengan tatapan sama sama tajam ke arah Arumi " kalian tidak tau apa apa. Kalian hanya bisa mengotori tempat ku rumah ku " dengan kedua mata sedikit berwarna merah.

__ADS_1


" Aku tau maksud mu, tapi bisakah 'kamu dan teman mu' keluar dari badan siswi ini, kasihan tubuh nya tidak kuat " Arumi masih mencekam pergelangan kaki sembari berdoa dalam hati.


" Tolong!! panas...panas, lepaskan kaki ku. Lepaskan!!! " dengan teriak sekencang kencang nya hingga otot leher terlihat.


" Arumi kamu apakan siswi ini " tanya guru dengan kedua mata melotot ke arah Arumi.


Arumi yang mendapatkan tatapan dari guru hanya bisa membalas senyum tipis" saya tidak menggunakan kekerasan. Hanya dengan doa saja, memegang pergelangan kaki tidak terlalu kencang "


Arumi kembali menatap yang ada di depan nya " saya perwakilan anak ini minta maaf karna tempat tinggal mu di penuhi dengan kotoran, setelah kami membersihkan tempat tinggal mu. Saya mohon jangan ganggu anak anak di sini lagi, cukup dengan kejadian ini jangan terulang lagi "


" Kotoran? kotoran apa yang kamu maksud " tanya guru agama yang sedari tadi membacakan surah pengusir setan.


" Kedua anak ini membuang kotoran nya sendiri di tempat kamar mandi. Di tinggalkan begitu saja, membuat penghuni di kamar mandi murka " jawab Arumi seraya menoleh ke arah guru agama.


" Kamar mandi sebelah mana Rum? " sambung Anin.


" Entah saya tidak tau kamar mandi sebelah mana, coba tanya kan kepada kedua sisiwi ini ketika sudah sadar. Pesan saya segeralah membuang di tempat yang sudah di sediakan dan di cuci hingga bersih agar sisa sisa darah tidak berceceran di mana mana "


Arumi kembali membantu untuk keluar dari badan sisiwi ini " udah ya, jangan ganggu anak ini. Silahkan pergi dan kembali ke tempat asal mu " Arumi mendorong setan yang merasuk ke dalam tubuh sisiwi ini untuk segera keluar melalui tengah tengah pundak. Arumi sedikit mengusap punggung agar bener benar setan nya keluar.


Setelah berhasil mengeluarkan setan, tubuh anak ini tumbang ke belakang. Pingsan di atas bed uks. Di susul oleh teman satu nya yang sama sama di rasuki.


Kedua nya pun pingsan setelah menunggu beberapa menit lama nya. Guru guru yang berada di dalam di buat kaget dengan teknik simpel yang dipraktikkan langsung oleh Arumi.


" Alhamdulillah pingsan juga mereka " imbuh Siska, yang melihat kedua sisiwi sudah tidak berdaya dan tidak berteriak seperti tadi.


" Terima kasih, kalian sudah membantu kami. Mungkin tanpa kalian mereka berdua masih kerasukan " salah satu guru berjabat tangan kepada Anin, Siska dan Arumi.


" Terimakasih lah kepada Allah, kami hanya sebagai pengantar. Kalau begitu kami ijin kembali ke kelas " ungkap Arumi.


...🍂🍂🍂...


" Rum, bukan nya setan itu senang ya ada darah kotor yang tidak di buang atau tidak di bersihkan. Kok tadi marah marah, 'mereka' siapa " tanya Anin ketika sudah sampai di depan kelas nya.

__ADS_1


" Emang ada, tapi mereka tidak suka dengan hal hal itu. Bisa saja tadi itu suka dengan tempat yang bersih. Itu hanya sebagian loh, kalau yang lain nya beda cerita. Bisa jadi enggak cuma pembalu* saja, melainkan ada faktor lain nya yang kita tidak tau. Di tempat mana pun pasti ada yang menjaga, tinggal kita nya saja yang pintar pintar menyingkapi hal ini. Kunci utama nya saling menghargai " jawab Arumi sebelum masuk ke kelas.


Bersambung....


__ADS_2