Magic You

Magic You
chapter 108


__ADS_3

...1 Tahun kemudian...


Drret


Rio terbangun dari tidurnya saat mendengar suara ponselnya yang bergetar.


"Em..." Rio merenggangkan badan. Dan langsung mengangkat ponselnya. "Ha apa. Aku udah punya pacar, ngak usah kecentilan." Rio langsung mematikan ponselnya malas dan kembali tidur.


Selama Rio berkuliah memang banyak sekali gadis yang mendekatinya. Dia sangat muak, ntah dari mana mereka dapat nomor Rio. "Dasar Psikopat." Ucap Rio.


Drett


Ken mengusap wajah nya jengah.


Dia mengangkat ponselnya dengan kesal. "Apa sih! Kau budeg ya!"


"Rio." Kata orang yang ada di seberang sana.


Mata Rio melotot mengenali suara ini. "Sayang?" Rio langsung melihat nama kontak yang menelpon nya.


'Sayang ✨❤️'


Buru buru Rio langsung duduk dan kembali menempelkan ponselnya pada telinganya.


"Maaf sayang aku baru bangun tidur." Rio cengengesan.


"Hm." Kata Tessa sambil menahan tawa karena kalimat Rio sebelumnya.


"Sayang di mana. Aku kangen."


"Di rumah."


"Owh.. oke aku otw."


"Eh. Mau ngapain?!" Tessa mulai berpikir aneh aneh.


"Ngajak kamu jalan jalan." Rio menjawab polos.


"Oo" kata Tessa tanpa bersuara. "Ya udah. Aku tunggu ya."


"Oke sayang..."


Rio langsung bangkit dari ranjangnya dan melompat ke kamar mandi.


***


Rio terus memegangi tangan Tessa selama mereka berjalan di mall.


"Emangnya aku anak kecil apa." Kata Tessa.


Rio menoleh ke arah Tessa. "Hm?"


"Kok di pegangin mulu."


Rio tersenyum. "Iya.. kamu masih kecil. Ntar hilang." Ledek Rio


"Rio." Tessa kesal.


"Tessa." Malah di jawab sama Rio.


"Rio... Aku ngak anak anak."


Rio mendengus kemudian menganguk. "Oke. Fine." Rio melepaskan tangannya.


Kemudian Rio memeluk Tessa dari belakang. "Kalau gitu peluk."


"Rio..."

__ADS_1


Rio menggeleng. "Ngak mau lepas.. aku kangen tau. Kamu ngak kangen sama aku apa?"


Tessa menyikut perut Rio. "Malu yo, dilihatin orang."


"Bodo."


"Rio."


"Sayang."


"Ya ya udah kita pegangan tangan aja."


Rio memayunkan bibir nya. "Tapi enakan peluk."


"Rio."


Melihat Tessa sudah marah. Rio ngak berani. "Iya iya." Rio melepaskan pelukannya dan kembali mengandeng Tessa.


"Kita hari ini nonton ya." Rio memberi saran.


Tessa menganguk.


'Sebenarnya ada yang mau aku omongin sekarang. Tapi sepertinya nanti aja.' Batin Tessa.


***


Setelah selesai menonton Tessa dan Rio pergi ke taman.


"Rio. Sebenarnya ada yang mau aku omongin."


Deg!


"Kamu mau putus. Ngak. Aku ngak mau. Aku sayang banget sama kamu sayang. Ngak mau putus pokoknya. Dan emangnya apa yang salah? Aku ngak pernah selingkuh. Gak pernah godain cewe lain. Kenapa kamu mau putus. Kamu jahat..." Kata Rio dengan suara lirih.


"Siapa yang mau putus? Aku cuma mau ngomong sesuatu kok." Tessa jadi bingung.


"Aku.."


Jdar...


Terlihat sebuah kilat di langit dan tiba tiba hujan mengguyur tempat mereka. Rio langsung menarik tangan Tessa menuju parkiran mobilnya dan membuka pintu untuk Tessa, kemudian Rio pun masuk.


"By.. aku antar kamu ke rumah aku dulu ya. Baju kamu basah. Ntar sakit." Kata Rio tanpa sadar kalau dia sendiri juga basah.


Rio langsung mengemudikan mobil nya ke rumah Tessa.


***


Dengan cepat Rio memarkir kan mobilnya ke dalam garasi. Rio langsung membuka pintu mobil keluar dan membuka pintu Tessa. Tessa keluar dan kemudian Rio langsung menarik tangan Tessa ke pintu depan rumah nya.


Rio menuntun Tessa duduk di ruang tamu sedangkan dia sibuk mencari handuk untuk Tessa.


"Ah. Ini." Rio langsung mengambil handuk yang ada di hadapannya dan mengeringkan rambut Tessa dengan duduk di sebelah Tessa.


"Oke. Aku ambil baju kering dulu. Kamu tunggu di sini."


Tanpa menunggu jawaban Rio langsung cabut dan mengambil baju.


Tessa terkekeh pelan. 'Kenapa sepanik itu sih?'


Rio datang. "Ini sayang. Pakai baju dan celana aku dulu ya. Maaf kalau kebesaran."


"Em. Kamu mau mandi atau gimana? Kalau mandi, di sana ada kamar mandi tamu. Kamu bisa mandi di sana." Tunjuk Rio.


Tessa menganguk dan pergi masuk ke dalam kamar mandi.


Rio pun langsung menuju kamar mandi lainnya dan membersihkan diri.

__ADS_1


***


Setelah selesai Rio melihat Tessa belum juga keluar kamar mandi, jadi dia berinisiatif untuk membuat teh jahe. Berhubung pembantu rumah tangga Rio lagi pulang kampung. Jadi Rio terpaksa mandiri.


Akhirnya Tessa selesai mandi dan keluar kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya.


Tessa melihat Rio sangat sibuk di dapur.


"Dia ngapain?"


Tessa memutuskan untuk menghampiri nya.


"Ngapain yo?" Tanya Tessa.


Rio melihat Tessa. "Buatin kamu minuman. Nih udah siap." Rio menyodorkan air jahe.


Tessa tersenyum. "Makasih."


Saat ingin meminum Tessa berfikir sejenak. 'Kalau ini obat tidur, bahaya juga.' Pikir Tessa.


Yup, Tessa tak semudah itu mempercayai orang. Tak semua orang bisa do percayai, bahkan orang yang paling di cintai nya sekalipun.


"Yo, kamu kan juga kena hujan. Jadi minumannya kita bagi dua." Kata Tessa.


Rio tersenyum dan membungkukkan badan nya sedikit agar sejajar menatap Tessa. "Oke. Tapi pakai gelas kamu aja. Biar romantis."


"Terserah kamu." Tessa menyodorkanku minum nya ke mulut Rio. Dan Rio meminum nya.


'Berarti minuman ini aman.' Pikir Tessa.


Tessa tersenyum renyah. 'Pikiranku saja yang terlalu jahat ke Rio.'


Tessa pun meminum minuman buatan Rio.


"Oh ya. Kamu tadi mau ngomong apa?" Tanya Rio.


"Ah itu.."


Rio menganguk dan mendengarkan Tessa dengan seksama.


"Yo, aku mau terusin kuliah di Amerika. Kamu jaga diri baik-baik."


Deg!


"Huh?! Apa?! Kok gitu!" Rio kaget setengah mati.


"Kan cuma kuliah Rio."


Rio membuang wajahnya kesal. "Kami mah gitu. Ninggalin aku sendiri di sini. Ntar kalau jumpa  orang jahat gimana? Kalau kamu tiba tiba di culik gimana?"


"Rio aku bisa jaga diri."


"Tau ah. Sebel sama kamu." Rio membelakangi Tessa.


"Yo.. jangan marah dong."


Rio diam dan langsung meneguk air putih cepat. Dia sangat kesal.


Tessa bingung jadinya. Tapi kemudian Tessa terbesit suatu. Tessa langsung berjalan ke depan Rio. "Rio."


Rio kembali memutar badan nya tapi Tessa dengan cepat memeluk Rio. "Rio.." Tessa mendongakkan kepala menatap wajah Rio dengan manja.


'Aduh.. manis banget. Ngak ngak. Ingat Rio, kau lagi marahan sama Tessa.' batin Rio kemudian Rio memalingkan wajahnya.


Tessa sedih.


Tessa membenamkan wajahnya di dada Rio pasrah. "Rio.. kan aku cuma mau kuliah doang. Aku ngak bakal kok kepincut sama cowok lain. Aku kan sayangnya cuma sama kamu."

__ADS_1


Rio melihat pucuk kepala Tessa. Sedih juga, masa aku


__ADS_2