Magic You

Magic You
chapter 70


__ADS_3

catatan penulis:


jangan lupa like, comment dan beri vote ya guys...(kalau ngak ada vote, hadiah juga boleh)


love you 🤗❤️


Ingat loh ya....


jangan cuma menjadi pembaca gelap guys... karena gelap gelap itu ngak baek... ongehh 👌


happy reading guys 🥰


 


"Aku sekarang ada di rumah Valen. Cih, ini semua karena alasannya mengatakan bahwa dia asma makanya aku mau ke sini.


Dia membuatkan ku mie. Padahal ini mi instan, tapi kenapa rasanya sangat buruk. Antara marah dengan lucu, aku terus memakan mie ini. Padahal aku tidak suka, tapi aku terus memakannya.


Dia bertanya mengenai 'pernahkah aku berpacaran'. Dan aku baru menyadari satu hal, dia adalah orang pertama yang menjadi pacarku, walau itu sebenarnya terpaksa, tapi dia yang pertama.


Aku jadi aneh sendiri melihat diriku yang sekarang ini. Kenapa begitu banyak perilakuku yang semakin aneh saat bersama ni cewek. Dan kenapa juga aku sangat menikmatinya? Apakah ada yang rusak dari otakku ini? Apa sarafku masih normal?


Ah... Sudahlah.


Dan beberapa saat kemudian aku mengajar Velen dengan cara yang menurut ku sangat mudah di serap bahkan oleh orang yang ber IQ rendah seperti nya... Dan aku mengunakan beberapa penekanan padanya agar dia lebih fokus dan cekatan dalam berfikir. Yup, dia tampak sangat serius dan berusaha untuk memahami setiap kalimat yang ku ucapkan, terutama saat aku menekankan 'tak ada pengulangan, cukup sekali.'... cih... Wajahnya jadi semakin pucat.


Waktu udah semakin larut dan dia tampak kelelahan. Dia pergi ke kamarnya dan meninggalkan ku. Dan ya, aku tidur di sofa sekarang. Beberapa saat kemudian aku tertidur dan bermimpi, sangat... Ah, aku tak tau mau mengatakan apa mengenai mimpiku ini. Dalam mimpiku, Valen datang dengan memaki dirinya sendiri karena bersalah meninggalkan ku sendirian di ruang tamu. Posisiku dalam mimpi aku sedikit terbangun karena mendengar suara Valen tadi. Sesaat kemudian dia bertindak di luar dugaan ku, dia menggendongku!


Tapi demi apa, dia kenapa sangat bego sih?! dia pasti tak akan kuat menggendongku. Jadi aku sedikit menopang tubuhku dengan berjalan kecil walaupun lebih besar aku membebankan berat badanku padanya. Cih... Dasar bego.


Ini terlihat seperti aku sedang memeluknya. Apa aku menikmatinya? Mungkin. Bahkan jantungku terus berdetak kencang saat jarak kami sedekat ini. Aku dapat melihat wajahnya sedekat ini karena kepalaku berada di pundaknya. Bahkan kepala ku menempel pada pipinya yang putih.


Apa aku boleh menciumnya?


Arh... JESSEN... APA YANG KAU PIKIRKAN?!


Aku kembali memalingkan wajahku dari menatapnya tadi.


Dia membawaku ke kamar tamu, menelentangkan badanku di sana. Kemudian dia duduk di lantai, sehingga menyisahkan wajahnya yang dapat menatapku lekat dari sisi kananku.


Dia tak menyadari kalau aku sudah sadar dari tadi. Dia mengelus kepalaku. Dia meledekku nyebalkan.


Dia juga menyatakan, aku baik tapi lebih banyak jahatnya.. cih.. Rasa mengelitik dalam pikiranku. Aku berhenti berpura pura tertidur, aku membuka mataku, menutup mulutnya dengan salah satu tanganku dan mencium punggung tanganku yang menutup mulutnya.


Tunggu... aku sudah gila!

__ADS_1


Dia menyerngit shock... Ya... Aku memang sudah gila melakukan ini.


Saat aku ingin sungguh mencium bibirnya angin kencang berhembus kencang dan seketika dia menghilang.


Arh... Kenapa dia menghilang?!


Kemudian terdengar suara teriakan Valen dari jarak jauh. Aku berjalan ke arah kamarnya. Sihir ini membuat Valen merasa seperti mimpi begitu pun aku, cih. Padahal sedikit lagi aku menciumnya.


Tunggu... Kenapa aku sangat ingin menciumnya?! Arh... Aku harus banyak istirahat menjernihkan pikiran. Aih...


Dia bertanya kenapa dia bisa di kamar. Aku langsung mengatakan hal kebohongan, yaitu dia tertidur saat berjalan ke kamar. Ya, itu alasan yang masuk akal. Dia tampak linglung namun mempercayai perkataanku."


***(Rekaman berikutnya)


"Baru pertama kali aku melihat dia baru bangun tidur. Hem, sembab dan terlihat sangat polos.


Ah... Jangan aneh aneh Jessen!


Aku mengalihkan pikiranku dengan menyuruhnya untuk cuci muka."


"Selagi kami sarapan, bibi mengobrol denganku mengenai orangtuaku. Dan aku baru tau ternyata orang tua Valen rekan kerjanya orang tua ku. Dan firasatku mengatakan bahwa Valen adalah gadis kecil yang cengengesan, cengeng dan manja yang pernah aku jumpai sewaktu umurku 6 tahun. Mungkin dia sudah melupakan di saat dia memelukku erat di taman perusahaan karena mengira dia tersesat di hutan. Cih, dia memang bego dari kecil. Itu alasanaku mengapa aku selalu ikut ke acara papa yang membosankan, aku ingin berjumpa dengannya. Namun, kami tak pernah berjumpa lagi. Cih... Dan sekarang kami berjumpa.


Seperti takdir... Hem?


Jessen terdengar seperti menertawai diri sendiri.


"Pada hari ini kami ke taman, melihat mama berciuman dengan pacarnya. Mataku benar benar panas, padahal aku udah keluar rumah, dia bahkan tak menyadari kepergian ku dari rumah dan malah tanpa merasa bersalah malah bercinta dengan lelaki sialan itu. Kondisi perasaan ku langsung menjadi sangat buruk dan emosional.


Valen malah selalu mengulang kalimat bahwa aku harus kembali aku berdamai dengan mama dan papa. Papa?! Kalimat itu sangat menusuk di telingaku... Aku memarahi Valen dan berkata kasar padanya. Aku pergi meningalkannya."


***(Rekaman berikutnya)


"Aku sangat emosional terutama aku kembali melihat pria itu berani beraninya menyatakan bahwa dia akan menjadi papaku. Aku tak menjawab apapun dan langsung pergi ke sekolah."


"Jam istirahat aku melihat Valen. Aku membuang wajahku. Tak ingin berkata apapun.


Dia terus berbicara membuat kepalaku semakin panas. Kata putus pun keluar dari mulutku. Kemudian aku meninggalkannya."


"Sesaat kemudian di rumah. Pikiranku kembali mengambang, dan ku alihkan dengan membaca buku. Kemudian Valen datang secara tiba-tiba seperti biasa, wajahnya sangat merah padam. Dia melemparkan sendalnya ke arahku, tepat mengenai wajah. Ck.


Dia sangat marah. Kenapa dia harus marah? Bukankah ini semua hanya untuk menyelesaikan misi bodohnya saja?


Cih, dasar amatiran.


Aku memberi dia soal. Dan aku yakin dia takkan bisa menyelesaikannya.

__ADS_1


Dia pasti takkan serius dengan soalku ini. aku yakin."


***(Rekaman berikutnya)


"Pikiran ku salah. Dia sangat serius dengan pengerjaan soal ini. Bahkan biasanya dia sangat rakus di kantin dan lebih sering mengobrol, sekarang malah mengerjakan soal.


Seserius itukah dia?


Aku melihat wajahnya sangat pucat. Apa dia sakit?"


"Pulang sekolah ini pun aku melihatnya tetap di perpus mengerjakan tugas ku. Dia terlihat berkeringat. Dia kelelahan.


Ck, kalau ngak bisa ngapain di paksakan!


Dan... Kenapa si Rio malah dekat dekat dengan Valen?! Dia lupa apa aku ini pacar... Tunggu... Aku bukan pacarnya lagi.


Kenapa rasanya kesal..


*Aku pun pulang dengan menggunakan motor. mataku tertuju pada apotek yang ada di pinggir jalan, aku singgah di apotek membeli vitamin untuk Valen. kenapa? ngapain juga aku peduli dengannya? bukannya dia udah bersama Rio? ck.


Sudahlah, udah terlanjur di beli. Aku simpan sajalah. Aku takkan memberikan ini padanya."


Karena perjanjiannya kami akan jumpa di perpus jam 3 untuk pengumpulan jawabannya*. Ntah dia ingat, ntah engak dengan tugas ini, aku akan ke sana. Kalau dia ngak ada, aku pulang."


"Di perpustakaan umum aku tak langsung duduk di kursi, aku berkeliling sambil membaca buku dengan posisi berdiri.


Kalau di pikir-pikir, aku juga yang salah. Valen kan ngak tau kalau pria asing itu pacar mama.


Arh.... Aku terlalu gegabah."


"Ini udah jam 18.00 malam. Cih... Begitu bodohnya aku masih mengharapkannya datang. Mungkin dia telah sakit hati karena kata-kataku yang kasar.


Memang aku terlalu keterlaluan padanya.


Hem. Dia takkan datang. Seharusnya aku mengetahuinya.


Aku kembali meletakkan bukuku yang ku ambil tadi di rak buku. Tapi saat aku kembali ke mejaku, senyuman ku melebar. Dia datang.


Aku duduk di hadapannya yang tengah menelungkupkan wajahnya di meja yang terlipat di atas meja. Aku melihat kertasnya, cih.. cuma satu yang terjawab. Bego.


Menyadari aku ada di hadapannya, dia terlihat sangat senang.


Melihatnya tersenyum membuat masalahku jadi ringan..


Cih... aku ini kenapa? aneh."

__ADS_1


__ADS_2