Magic You

Magic You
Lip Tint


__ADS_3

Catatan penulis:


jangan lupa di like, komen, vote dan beri hadiah ya guys... ingat jangan lupa tinggalkan jejak kalian yauuu


...Author POV...


Gia diam di kursi baca perpus melihat Fian dalam diam. Jujur saja, Dian memang sangat tampan, seperti titisan dewa rupawan. Namun Gia sadar, Fian sama sekali tak menyukainya dan hanya menganggapnya sebatas teman masa kecil sampai sekarang.


Gia berfikir beberapa menit.


Cerita cintanya sama seperti film India "Kuci kuci hotahe" yang cinta segitiga itu loh...


Memang terakhir kisahnya dia sama tu cowok. Tapi ya kali nunggu dia duda?


'No no no... Enak aja giliran duda samaku' pikir Gia kesal.


"Oy. Mikirin apa sih?" Seseorang meneguk Gia di sebelahnya. Gila menoleh. Dio. Sejak kapan dia ada di sini?!


Ck. Gia selalu merutuki kenapa dia bisa sebangku dengan cowok tengil satu ini di kelas, menyebalkan. Udah di situ playboynya, genitnya, usilnya. Semua deh yang buruk buruk sama dia...


"Hm.. Lagi mikirin aku ya?.." Godanya lagi.


Gia menghembuskan nafas berat, "Udah deh. Ngak usah sok ke-gantengan. Jijik." Hina Gia yang di sambut kekehan Dio.


Dio itu anak bebas, berbeda dengan Gia yang teratur dan tak suka hal yang aneh aneh.


Dan kau tau, ciuman pipi yang di lakukan Dio kemarin pun adalah hal pertama yang di dapatkannya. Dan Gia sangat kesal akan hal itu! Kenapa harus dia yang menjadi pertama!


Gia bahkan sangat kaku sekarang.


Kemarin setelah kejadian itu Gia bahkan mencuci dan menyikat pipinya dengan gosok gigi. Sangat menjijikan bibir Dio pernah menempel di pipinya.


"Pipimu kenapa merah?"


Gia menatap tajam Dio, "Itu karena ulahmu! Kenapa kau cium cium orang sembarangan, kan aku jijik! Kalau mau cium cewe cari yang lain lah! Tuh tuh adek kelas banyak yang mengejarmu!" Gia menunjuk nunjuk sembarang arah.

__ADS_1


Gia menunjuk Dio dengan tajam, "Pokoknya yang first kiss kemarin itu ngak ada! Ngak pernah terjadi! Aku tak terima!"


Dio terdiam beberapa saat.


Wait, I am her First Kiss?


Kemudian Dio terkekeh. "Cupu banget sih. Bisa bisanya ngak pernah ciuman sampai sekarang. Kau pacaran sama mantanmu ngapain aja sih? Main ludo sama ular tangga doang? Haha"


Merasa terhina Gia mencubit pipi Dio keras membuat Dio meringis kesakitan. "AW AW... Sakit.."


"Makanya. Jangan aneh aneh... Pacaran mana boleh ciuman. Dasar aliran sesat!"


Gia bangkit dari kursinya dan kembali kembali menendang Dio. "Aw.." Pekik Dio.


"Mampus."


Ntah apa yang membuat Dio menarik tangan Gia sekarang sehingga membuat Gia terduduk di pahanya.


Dio menatap wajah Gia.


Plakk


Gia menampar pipi Dio. "Bisa ngak sih ngak usah tiba tiba narik gitu! Kalau aku jatoh dan geger otak gimana?!"


Dio yang masih memegangi Pipi yang terasa nyeri tadi angkat bicara, "Abisnya kau ngeselin. Belum siap aku bicara kau malah pergi aja."


Dio mengingat sesuatu. Dia membawa lip tint di sakunya. Itu bukan miliknya tapi akan menjadi milik Vye kakak Fian sebagai hadiah biar kakak Fian makin kelepek kelepek sama Dio di masa PDKT ini.


Rencananya mau ngasih ke Vye, tapi besok besok aja deh di beliin yang baru. Yang ini untuk Gia aja.


Dio merogoh sakunya dan menunjukkan Lip tint ke Gia. "Pake ini." Ucapnya.


Gia melihat ke barang yang di tunjukkan Dio. "Itu lipstik?"


Dio memutar matanya malas. Aku aja cowo bisa tau yang mana lipstik yang mana lip tint, kenapa ni cewe bisa ngak tau. Beneran cupu. "Engga. Ini lip tint. Ngak setebal lipstik. Biar bibirmu lebih manis aja di lihat orang."

__ADS_1


Gia berfikir sejenak. Buat apa coba? Emangnya aku mau ngapain harus cantik cantik segala.


Gio menyadari bahwa bibir Gia memang pink alami. Cuma apa salahnya kalau pake sedikit kan? Bukankah jadi semakin menarik?


Gia menyesap bibirnya sendiri singkat dan berfikir. Memangnya bibirku kurang pink apa?


Dio yang sedari tadi memandangi bibir Gia membulatkan matanya melihat bibir Gia yang semakin pink karena esapan tadi.


Kenapa jadi terlihat begitu menggoda?


Dio menggeleng kepala dan kembali fokus, "Mau ngak?"


Karena percaya begitu saja gua akhirnya mengangguk, "Hm. Ya udah."


Gia mengambil lip tint itu dan langsung membukanya. Gia kembali menatap Dio, "Dio, sekarang lihat aku. Aku mau berkaca di matamu biar cepat."


Dio menatap Gia dengan fokus.


Gia mengoleskan lip tint di bibirnya dan tak luput dari perhatian Dio.


Sial. Kenapa jantungnya malah berdegup kencang?


Gia semakin mendekatkan wajahnya membenarkan polesan lip tint tadi.


Seperti terhipnotis Dio pun mengikuti mendekatkan wajahnya pada Gua, melihat ke arah bibirnya.


"Siap." Kata Gia menghancurkan lamunan Dio tentang cumbuan.


"Huh? Kenapa? Kan belum mulai kok udah siap?" Tanya Dio seperti orang linglung.


Plakk


Kepala Dio kembali di geprek oleh tangan Gia, "Ngak kau lihat lip tint nya udah ku pake. Dasar bego."


Gia kembali berdiri dari pangkuan Dio dan pergi meninggalkan Dio.

__ADS_1


Dia memegang dadanya yang jantungan dari tadi. "Gak. Apaan. Ngak ngak, aku ngak mungkin suka sama dia."


__ADS_2