Magic You

Magic You
Chapter 77


__ADS_3

Catatan penulis:


Cuma mau bilang... Jangan lupa di like komen dan vote (kalau vote habis, di beri hadiah juga boleh...) ya...


Thanks...


Jangan jadi pembaca gelap guys...


Happy reading 🤗


________________________________________________


Tunggu... Apa yang terjadi? Maksudnya?


"Nek. Kan Valen KOAS di rumah sakit nek." Kataku dengan nada bingung.


Kakek dan nenek saling berhadapan beberapa detik, kemudian tertawa. Nenek mengelus kepalaku. "Masih sekolah kok ngebet banget mau KOAS aja. Kuliah aja belum." Kata nenek sambil mengacak rambutku.


"Lah. Iya loh nek." Kataku jujur.


Mereka kembali tertawa. "Iya iya... Semoga doa kamu terkabul ya Valen. Nenek ngak nyangka ternyata kamu ingin jadi dokter rupanya."


"Lah...?" Aku semakin bingung.


"Udah udah... Nanti aja bercandanya. Kamu harus cepat ke sekolah sekarang." Kata nenek sambil beranjak dari tempat tidur ku.


"Maksudnya apa sih nek?"


Nenek menoleh ke arah ku, kali ini nenek yang bingung. "Valen. Hari ini kamu kan sekolah seperti biasa. Nenek jadi bingung lihat kamu."


Aku bahkan lebih bingung.


Drr drrr


Ponselku bergetar. Tertulis nama Tessa di sana.


Ku angkat telepon nya. "Iya tes?.... Tumben nelpon."


"Tumben tumben.... Kayak jarang aja aku telpon kau. Val Val..." Katanya.


Huh?


Bukannya selama aku berpisah dari Tessa di kampus kami jadi jarang telponan ya?


"Cepetan..... Nanti kau terlambat lagi!!!" Pekiknya


"Terlambat ke?"


"Astaga ni anak... Ya ke sekolah lah Val!!! S-E se... K-O ko... L-A la... Tambah H... Se ko lah!!!" Tessa mengeja kalimat sekolah dengan penuh penekanan.


Aku langsung mematikan ponselku. Dan memegangi kepalanya yang pusing memikirkan hal aneh ini.


Aku beranjak dari ranjangku.


"Nenek sama kakek keluar dulu ya Val." Ucap nenek.


Aku mengangguk kaku, aku masih linglung.


Maksudnya apa sih ini?


Aku duduk di meja belajarku. Kemudian membuka ponselku. Pertanggal 10 Tahun yang lalu?


Wait what!!!


"Wow wow... Apa apaan nih?!" Aku menggelengkan kepalaku.

__ADS_1


"Ah. Enggak enggak. Ini pasti mimpi kan? Hahaha... Iya iya, ini pasti mimpi. Oalah." Aku mulai tenang karena pasti ini mimpi. Hah...


Aku ingin kembali membaringkan tubuhku.


Huhh... Aku kembali menutup mata.


Drett drett...


Ish... Apa lagi sih?!


Aku melihat Tessa kembali menelponku. Aku mengangkatnya.


"Iya?" Jawabku santai.


"Valll Cepatttt!!! Sebentar lagi masuk!!!" Pekik Tessa.


Hedeh... Mimpi mimpi.


Udah deh, ikuti baja alurnya.


Aku pun berjalan menuju kamar mandi. Mandi dengan santai.


Tunggu... Kok airnya terasa nyata ya?


Ngak ngak... Ini hanya mimpi.


***


Setelah naik bus dan sampai di sekolah, aku di setrap.


Yup, karena terlambat.


Well, aku biasa aja sih. Memangnya kalau di setrao di mimpi aku bakalan mati apa? Haha...


Gila ya nostalgia nya... Nyata banget.


Setelah di setrap menghormat bendera selama 1 jam mata pelajaran, aku pun di perbolehkan masuk kelas.


"Selamat pagi Bu." Sapaku ke Bu Atun.


"Valen!" Pekik ibu itu.


Aku sedikit tersentak kaget.


"Kamu, sudah terlambat... Malah tidak merasa bersalah pula." Maki ibu itu.


"Iya iya Bu. Maaf ya Bu." Jawabku enteng.


Lah... Mimpi kok garang amat sih..


"Sudah! Pergi sana kamu duduk." Suruh ibu itu padaku agar duduk di bangku ku seharusnya.


Aku berjalan ringan ke bangku dengan santai.


Setelah duduk, aku menyapa Tessa. "Oy... Lama ngak jumpa." Kataku.


Tessa hanya menggelengkan kepalanya kesal. "Val... Gila kau ya." Pekiknya pelan.


"Sudahlah Tes. Santai aja." Kataku. Kemudian aku menghadap ke depan. "Huh... Dasar mimpi." Ucapku.


Pletak.


Kepalaku di geplak oleh Tessa.


"Aduh..." Pekikku. "Sakit tau..." Kataku sambil meringis kesakitan sambil memegangi kepalaku.

__ADS_1


Tunggu... Sakit? Aku merasa sakit?


Aku jadi beneran panik.


"Masih bermimpi lagi huh?" Kata Tessa meledekku kesal.


Aku menatap Tessa lekat lekat. "Tes... Kok pukulan mu sakit?"


"Ya sakit lah! Emang enak..."


"Ini kan mimpi Tes." Ucapku.


"Mimpi mimpi palamu!"


"Lah... Serius?... Ngak ngak, ini pasti mimpi."


Tessa menjewerku keras. "Aaa.." Aku memekik kesakitan kemudian aku menutup mulut ku agar tidak teriak.


Sakit banget!!... Ini ngak mimpi!!


Aku mengguncang badan Tessa. "Tes.... Ini ngak mimpi!!! Gimana bisa aku ke jaman ini!!! Tessa..." Jerit ku yang membuat satu kelas melihat ke arahku.


"Valen!!" Jerit ibu.


Aku berhenti mengguncang badan Tessa dan melihat ke arah sumber suara itu.


"Keluar sekarang!!"


Aku yang di liputi rasa bingung dan dan takut karena di marahi guru pun menurut untuk ke luar kelas.


Aku berjalan dengan lemas, membuka pintu kelas, keluar dan kemudian menutupnya lagi.


Aku duduk di kursi tunggu di depan kelas dan merenung.


"Apa sebenarnya yang terjadi?" Aku menatap bawah.


"Kamu kembali ke masa kamu sayang..."


Suara itu membuat ku mendongak dan melihat ke arah sebelahku. Itu nenek peri.


"Nenek."


Nenek itu mengangguk. "Kamu kembali ke masa SMA kamu, dimana kamu berada di masa di mana sebelum kamu menemukan buku itu."


"Kehidupan kamu akan berjalan seperti normalnya tanpa ada buku ajaib. Jessen akan tetap hidup, tanpa ada penyakit yang di deritanya seperti dulu yang membuat dia tersiksa sebelum merasakan kebahagiaan."


"Keinginan mu sewaktu di rumah sakit yang ingin agar Jessen tidak mati kerana penyakit itu ku kabulkan, ini semua adalah hadiah untuk mu karena menjalamkam segala misi yang ada di buku ajaib." Kata nenek itu.


"Jadi semua memori yang pernah ada akan terhapus nek?"


Nenek mengangguk. "Iya. Karena kejadian itu di anggap tidak ada."


Nenek itu mengelus kepalaku. "Misi tuntas. saya tidak akan meminta apapun darimu. Terimakasih untuk segalanya..." Sesaat kemudian nenek itu menghilang.


Huh?....


Jadi bagaimana dengan ku?..


Apakah Jessen akan melupakan ku juga?


Hati sangat sakit dan sesak... Bagaimana ini?... Jessen yang ku cinta takkan mencintai ku lagi...


Aku menangis dan terus menangis.


Aku tak tau... Apakah aku harus mensyuskuri apa yang terjadi karena Jessen takkan tersiksa dengan penyakitnya atau... Aku harus membenci ini karena hal ini membuat Jessen melupakan ku?...

__ADS_1


Aku tak tau...


__ADS_2