Magic You

Magic You
Chapter 71


__ADS_3

Catatan penulis:


Yuhu gengsss.... Jangan lupa di like, comment, vote ( kalau ngak ada beri hadiah koin ya guys... Hehe) dan rate 5 Yau...


oh ya... btw jangan lupa mampir juga ke cerita aku yang baru ya... Judulnya "Choco Cake"


Ceritanya buat nagih loh... wkwk. banyak unsur bapernya. oh iya, ada cogan juga loh... 🙃👍😂


ceritanya mengenai seorang remaja bernama Gralista bernama temannya yang tak sengaja menemukan ruang aneh di rumah Gralista saat ingin menonton film. Hal aneh terjadi pada mereka saat mencoba mengikuti alur kinerja ruangan itu. hal yang hanya sekedar mencoba coba karena penasaran membuat mereka dalam masalah. Ruang itu membuat mereka berada di dimensi lain, bahkan sebelum adanya kemerdekaan!!! membayangkan hal itu... apa yang akan terjadi pada mereka? apakah mereka dapat kembali? atau...


penasaran ya... kuy langsung baca aja cerita baru aku itu... selamat mencoba yau...


Wkwk. Cuma mau bilang itu aja sih...


Thanks bagi yang udah beri, semoga dapet pahala, panjang umur, sukses selalu... Amin...


Oke deh... Lanjut aja bacanya ya guys... Lope yu ❤️


Happy reading....


 


***(Rekaman berikutnya)


"Pertama kalinya dia mengatakan aku manis. Cih. Kenapa aku sangat senang?


Cih... Dasar gila."


***(Rekaman berikutnya)


"Hari ini aku lebih gila dari biasanya. Aku lepas kendali dan hampir menciumya! Dia sangat marah dan menamparku. Dia mengatakan membenciku.


Rasa sesak di dadaku. Dan aku terus memikirkan kalimat itu terus menerus. Aku tak ingin dia membenciku. Aku tak ingin...."


***(Rekaman berikutnya)


"Hari ini aku mendatanginya ke kelasnya di jam istirahat, itu karena aku tak menemukannya di setiap sudut kantin.


Aku melihatnya tengah bernyanyi di dalam kelas. Aku jadi gerogi mau ngomong apa. Cih... Sejak kapan aku alay begini? Ck. Apaan sih!"


"Setelah aku minta maaf aku jadi tambah gerogi. Jadi aku langsung pergi saja. Setelah di luar kelas. Aku mengusap wajahku. Arh... Aku ini kenapa?!"


"Beberapa jam setelah pulang. Dia datang ke kamarku secara tiba tiba. Aku senang dia datang. Aku membatunya mengerjakan tugas nya yang lumayan banyak, tepatnya hanya memberikan buku untuk di baca sih. Tapi aku sangat betah berlama lama seperti itu. Hem, bahkan aku berharap dia terus ada di kamarku.


Arh... Apaan lagi sih aku ini?!"


***(Rekaman berikutnya)


"Aku sangat membenci hari ini. Untuk pertama kalinya mama menangis di hadapanku dengan sangat memohon. Mama terjerat hutang dengan perusahaan lain yang bekerja sama dengannya, dia tak dapat membayar. Satu satunya cara adalah aku harus menikahi wanita yang merupakan seorang anak tunggal dari pemilik perusahaan itu. Cih. Aku sangat membenci mama.


Baru saja aku merasakan kebahagiaan. Kenapa cepat sekali kebahagiaan ku ini tergantikan dengan mala petaka!


Ini sangat tidak adil!!!"


***(Rekaman berikutnya)


"Hatiku benar benar remuk melihat Valen yang menatapku dengan kosong. Aku tak ingin menyakitinya lebih dalam lagi.


Aku mengatay padanya kata kata kasar agar dia tak mendekat padaku lagi. Aku tak ingin melihatnya lebih menderita lagi.


Hati sangat hancur saat dia sangat marah dengan mematikan ponselnya secara sepihak.


Air mataku menetes untuk pertama kalinya terluka karena cinta."


***(Rekaman berikutnya)


"Aku berusaha sekuat tenaga untuk kembali mengutuhkan perusahaan mama, menaikkan pemasukkan dan membayar segala hutang piutang. Dengan ilmu yang ku miliki, ku tekatkan untuk dapat maju ke depan!"

__ADS_1


"Well. Aku sekarang di luar negeri. Tak ingin untuk berfikir lain selain menaikkan perusahaan mama. Aku takkan mau menikah dengan wanita dalam perjodohan itu. Aku ingin Valen. Hanya Valen."


***(Rekaman berikutnya)


"Perusahaan mama telah naik. Bahkan aku membuat beberapa perusahaan baru tanpa bantuan siapapun. Aku harus kembali. Dalam pikiranku, aku ingin berjumpa dengan Valen."


***(Rekaman berikutnya)


"Aku membatalkan pernikahan ku dengan wanita ini. Mereka tak dapat lagi berbicara. Aku telah mengalahkan mereka denga dapat bangkit tanpa bantuan saham mereka! Aku langsung pergi dari sidang dan langsung memesan tiket pesawat untuk kembali ke Indonesia!"


***(Rekaman berikutnya)


"Jantungku berdegup sangat kencang melihat Valen tengah menaiki bus. Aku ingin mengejarnya. Tapi aku terlambat, dia sudah pergi."


***(Rekaman berikutnya)


"Tak ku sangka, Ken mendekati Valen. Dia mengatakan Valen pacar nya. Ck. Apa apaan dia?!


Kenapa Valen tak menolak?!


Mengesalkan sekali!"


***(Rekaman berikutnya)


"Rasanya sangat senang. Ternyata Valen tak pernah menyukai Ken. Wajah Valen sangat terlihat dia membenci Ken. Hem. Aku takkan pernah melepasmu lagi."


***(Rekaman berikutnya)


"Hem. Aku menciumnya. Akal sehatku sudah terganggu. Cih... Tapi aku sangat bahagia."


***(Rekaman berikutnya)


"Badanku sering merasa sakit. Dan detak jantungku sangat menyakitkan saat berdetak.


Setelah pengecekan. Aku memiliki penyakit langka pada jantungku, membuat jantungku pun mengalami komplikasi.


Kenapa penyiksaan ini tak pernah berkurang dari pada ku!"


***(Rekaman berikutnya)


"Aku mencium Valen. Menyatakan dengan perumpamaan mengenai seseorang yang takkan dapat bertemu lagi karena takdir mereka takkan bersama.


Dia menyatakan bahwa jika dia menjadi pasangan yang di tinggalkan dia akan mencari cara untuk dapat kembali pada pasangan nya.


Kalimat itu mampu membuatku kembali menetes kan air mata. Hariku semakin sakit membayangkan suatu hari nanti akan pergi mendahului nya ke baka.


Apakah aku harus menjauhi nya lagi?


Aku tak ingin melihatnya menjadi kesepian saat aku pergi dan tak kembali. Aku hanya ingin melihatnya bahagia... Sebagai mana dia pun membahagiakan ku sampai dengan hari ini."


"Pada hari ini juga sedikit aneh. Aku mendapat kan seperti pembatas buku berwarna emas. Aneh... Padahal sebelumnya tidak ada."


***(Rekaman berikutnya)


"Aku berusaha menjauhi nya. Aku tak mau melihatnya semakin sakit melihatku akan mati dalam waktu yang tak dapat di tentukan ini. Hanya tunggu penyakit ini kambuh sekali lagi. Dan aku akan meninggalkan dunia."


"Aku memberikan buku ajaib ini. Tapi sebelum nya aku menyisihkan pembatas buku yang pernah aku jumpai di sana."


***(Rekaman berikutnya)


"Aku melihat mantan tunangan ku. Dia sangat picik. dia mendatangi ku ke kampus, mengancamku dengan takkan memberikan surat perjanjian yang seharusnya sudah ku pegang sekarang sebagai tanda perjanjian pertunangan ini di hapus.


dia berjanji akan memberikannnya besok. tapi dengan satu syarat. besok dia akan memberitahu ku. bukan sekarang.


***(rekaman berikutnya)


"Mantan tunangan kurang ngajar ini menyuruhku untuk menciumnya agar dia mau memberikan surat perjanjian ini. cih..

__ADS_1


sangat licik!


terpaksa aku menciumnya dan segera melepaskan nya.


aku mengambil surat itu dan pergi.


sangat menjijikan!"


"sesampainya di rumah aku langsung membersihkan mulut ku yang kotor ini.


cih... menjijikan!"


***(rekaman berikutnya)


"Sebenarnya aku sangat tak tahan jauh dari pada nya. Ini sangat menyiksaku. Sangat!"


***(rekaman berikutnya)


"Penyakit ku semakin menjadi. Cih..."


"Tadi juga terjadi ke aneh saat aku mengantar Valen pulang di tengah hujan.


Aku ingin sekali berbicara padanya dua mata tanpa ada yang mendengar. Tapi di sini ada Ken. Ck.


Lucu juga ya kalau aku berharap ada pengalih perhatian Valen untuk keluar sebentar. Pikiranku.


Tiba tiba ada angin menghembus seketika wajah ku pelan.


Dan ya, tiba tiba ada bunyi bel dari depan rumah Valen. Aku merasa keanehan, why? Ya karena siapa juga yang di tengah badai hujan mau datang ke rumah orang?


Tunggu sebentar. Bukannya tadi aku meminta pengalih perhatian bel berbunyi?


Apa jangan jangan?


Aku merogoh kantong saku ku.


Terdapat kertas emas... Huh?


Bukannya tadi ada di meja belajarku, di dalam laci kecilnya?


Mungkin memang ini kertas pengabul keinginan.


Hem...


Saat Valen keluar. Aku melihat Ken. Aku coba berbicara padanya sekedar basa basi. Dia tertidur sangat pulas. Aku sedikit mendorong tubuhnya, aku tau Ken orangnya bukan tipe orang yang tidur kebo, tapi dia juga tak merespon. Kali ini aku coba menepuk pipinya, dia juga tak bangun.


Ini sangat lucu. Bahkan sihir ini mampu membuat Ken tertidur pulas agar tak mengganggu waktunya ku dengan Valen.


Beberapa saat kemudian Valen kembali dari depan dengan wajah pucat. Dan duduk di sebelahku. Aku yakin tak ada orang di luar dan dengan polosnya Valen pasti menganggap itu hantu. Cih...


Apa sekalian aku kerjain aja kali ya? Hem...


Aku berharap mati lampu.


Cih. Dan ya... Sekarang mati lampu.


Aku berharap ada benda jatuh.


Haha, suatu benda jatuh. Membuat Valen sangat ketakutan.


Dia memelukku erat. Aku berusaha menahan tawa dan tetap berwajah datar.


Dan di malam itu juga aku mengatakan bahwa aku sangat mencintainya dan mencium Valen.


Angin kembali berhembus dengan sedikit cahaya kecil yang silau...


Saat aku membuka mata, aku melihat Valen tertidur kemudian tersentak terbangun. Sihir ini membuat Valen menganggap kejadian ini hanya mimpi. Ya, itu memanglah juga harapanku. Aku hanya ingin melepas rinduku padanya. Aku sangat rindu. Dan aku berharap dia mendapatkan pria yang lebih dapat melindunginya, bukan seperti aku yang berpenyakitan ini."

__ADS_1


"I love you Valen."


__ADS_2