Magic You

Magic You
Chapter 95


__ADS_3

Aku beneran ngak ada teman lagi di kelasku. Mereka memusuhiku.


Huf... Udahlah Val. Sebentar lagi kan tamat, tinggal satu setengah tahun lagi. Jangan pikirin sesuatu yang membuat mu pusing. Sudahlah...


Aku berjalan di koridor sekolah hendak berjalan menuju perpustakaan.


Eh. Itu Tessa. Ngapain dia?


Wajahnya murung banget.


Buntutin aja kali ya...


Aku berjalan perlahan mengikutinya dari belakang.


***


Langkah Tessa berhenti saat sampai di loteng sekolah.


Ngapain Tessa ke sini...


"Hu hu... Hu hu..." Tessa menangis.


Tessa tampak mengeluarkan sesuatu dari saku roknya.


Cutter?


Dia tapak... Astaga dia mau motong nadinya?!


Aku langsung berlari dan menepis tangannya membuat cutter itu tercampak.


"Kau apa apaan sih Tes! Gila ya! Kalau aku ngak dateng pasti kau bakalan mati!" Jerit ku.


Dia membalikkan badan melihat ku. Dia langsung memelukku. "Val... Mama sama Papa berantem lagi..." Dia menangis terisak isak.

__ADS_1


"Mereka akan bercerai... Val... Aku harus gimana... Hu hu..." Dia semakin mendekapku dan menangis kencang. "Gimana ini..."


Aku mengelus pundaknya.


"Aku lebih baik mati Val... Mati lebih baik dari pada hidup." Katanya dengan suara parau.


Aku menjauhkan badannya dengan tangan memegang bahunya. "Ngak! Kau ngak boleh bilang gitu! Kau harus tegar Tes... Hubungan mereka berakhir bukan berarti hidup mu akan berakhir!"


"Huuu huhu huuu..." Tessa jadi semakin menangis. "Val... Mereka ngak sayang sama aku Val..."


Aku memeluknya erat. "Dengar. Mereka sayang samamu Tes, percaya sama aku. Kalau mereka ngak sayang samamu, kan ada aku."


"Valen... Huu... Hu..." Isaknya. "Kenapa kau masih baik padaku. Padahal aku udah menjelekkan kau sama teman teman."


Aku melihat nya. "Karena aku tau kau begitu hanya karena emosi sesaat. Kau aslinya bukanlah orang yang suka menjelekkan orang di belakang, aku tau itu." Aku tersenyum.


"Huuu... Hu....huu..." Dia tambah nangis. "Maafin aku Val. Aku juga salah. Aku mengatakan kau adalah wanita yang suka merebut seseorang yang di sukai teman sendiri, padahal aku salah. Kau sendiri aja ngak pernah menggoda Jessen. Aku aja yang di butakan oleh rasa cemburu."


"Iya ngak apa." Aku lega Tessa tak membenciku lagi.


Tessa mengacungkan kelilingnya. "Teman..."


Aku membalas nya dengan mengaitkan kelingkingku padanya. "Teman."


Kami kembali berpelukan.


Rasanya senang sekali bisa seperti ini lagi.


"Aku kangen banget sama kamu Val." Kata Tessa sambil menlap air matanya dan sedikit terkekeh.


"Aku juga Tes.."


Tessa mengangguk. "Hooh. Kangen banget."

__ADS_1


"Oh ya. Btw aku udah ngak suka sama sekali sama Jessen. Aku udah punya doi baru." Sambung Tessa.


Aku melemah kan pelukanku. "Serius. Siapa?" Tanyaku sambil tersenyum penasaran.


Dia menunjukkan foto di ponselnya.


Aku melihatnya, kemudian menjadi kesel sendiri. "Ini kan Kim Tae Hyung... Gimana sih..."


Tessa terkekeh. "Hehe... Ngak apa kali. Mana tau beneran jodoh..." Kemudian dia memeluk ponselnya. "Aaa... Cowok aku."


Ch. Kepalaku berdenyut melihat tingkah Tessa sekarang. "Jadi kau udah jadi..."


"K-POPERS.... AAA..." Jeritnya semangat.


Aku menggeleng. Baru aja ni orang mau bunuh diri karena prustasi. Dan sekarang dia malah... Malah...


Ntahlah. Yang penting dia ngak jadi bunuh diri aja aku udah seneng.


"Iiya deh. Yang penting kau seneng."


"Makasih Valen..." Ucap Tessa cengengesan.


"Oh ya. Kau ngak mau jadi K-Popers juga?"


Aku menggeleng. "Eh enggak. Aku jadi Indo-Lovers aja cukup."


Dia merangkul pundak ku. "Ada ada aja kamu Val."


Kami saling tertawa.


"Kuy lah balik ke kelas." Ajakku.


"Kuy dong..."

__ADS_1


__ADS_2