Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius

Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius
113. Terbaru dan Termahal


__ADS_3

Stefan tahu bahwa batas maksimal transaksi kartu Black adalah sepuluh milyar dalam sehari. Sisa saldonya di kartu tersebut sebenarnya masih 48M, tapi sayangnya tidak bisa digunakan.


Saat ini, meskipun semua mata tertuju padanya, Stefan tetap tenang dan tidak panik sama sekali. Dia ingat bahwa kartu Black Star Bank Diamond maksimal transaksi per hari adalah seratus milyar.


Tadi siang dia sukses setoran pertama sebesar sepuluh milyar, seharusnya dia bisa melakukan sisa pembayaran sebesar 1,6, tapi kenapa transaksi terusan gagal? Apa yang salah?


Stefan berkata kepada Tyo dan petugas kasir, “Tunggulah sebentar.” Kemudian, Stefan pun menjauh dari kerumunan dan menghubungi Tuan Lee via telepon.


“Halo Tuan CEO Nano-ID? Ada yang bisa saya bantu?”


“Saya langsung ke poin saja. Kenapa kartu Black Star tidak bisa digunakan?”


“Karena hari ini sistem belum pulih total, jadi pengaktifan kartu tersebut besok pagi baru bisa diproses.”


“Terimakasih.” KLIK!


Di Bank Diamond, Tuan Lee mamanggil Harvey, “Kenapa kau tidak bilang pada Pak Stefan kalau kartu itu belum bisa digunakan? Bodoh!” 


PLAK! Sebuah tamparan keras menghantam pipi kanan Harvey.


Di Best Auto, Stefan jelas tidak mungkin punya uang bergepok-gepok 1,6 milyar di dompetnya.  Lionny menghampiri Stefan. Dia berkata resah, “Sepertinya kau ada mengalami masalah dalam pembayaran. Biar aku bantu selesaikan.”


Tapi, Stefan tidak ingin agar Lionny malu di tempat ini. “Kau duduk saja, Lionny. Masalah sekarang sangat sepele. Tidak perlu risau.” Stefan tetap dingin seperti sedia kala. Tidak ada kepanikan di wajahnya.


Suasana di dalam gedung mewah cukup tegang. Setelah para penggemar membanggakan Stefan, mereka bergeming dengan tatapan malas. Bagi mereka yang tidak mengerti soal kartu Black dan Black Star, tentu akan mencemooh Stefan, bahwa Stefan hanya menang gaya.

__ADS_1


Mereka pikir, Stefan cuma mau sombong di hadapan mereka dengan memamerkan kartu sakti tersebut, jika satu kartu saja bisa menyelesaikan transaksi, tidak mungkin Stefan akan mengeluarkan dua kartu sekaligus. Untuk apa coba?


Saat cibiran mereka tambah ramai, Stefan menebalkan telinganya. Namun, tidak untuk Gia, meskipun tidak terlalu paham soal kartu tersebut, yang ada dalam kepalanya adalah pemilik kartu tersebut jelas bukan orang sembarangan, dan di sinilah letak kecerdasan Gia.


Tyo menenangkan para karyawannya dan juga beberapa pengunjung. Tyo yang telah berpengalaman dalam soal perkartuan, jelas tidak akan salah dalam mengambil sikap. “Pak Stefan, silakan duduk kembali. Sisa pembayaran bisa diantarkan besok. Lagipula hari sudah sore,” ujar Tyo memberikan pengertian.


Stefan duduk dan berkata, “Pembayarannya akan segera saya selesaikan sekarang juga.”


Satu, dua, dan tiga orang berpaling dari sekitar kasir, sembari mencibir, “Sombong sekali meletakkan dua kartu sekaligus.”


“Benar, kami kira dia orangnya rendah hati.”


“Ternyata, angkuh juga. Mending kalau pembayaran sukses, eh ternyata....”


Di saat umpatan berhamburan, salah seorang customer yang tidak jauh dari sekitar kasir pun merespons. Tadi dia mendengar ada yang menyebut kartu Black. Pria bersama istrinya ini merupakan karyawan di Bank Ace yang baru saja pulang bekerja dan kebelutan ingin mencari mobil.


Tidak lama kemudian, Tuan Lee lari terbirit-birit. Kebetulan jarak Bank Diamond dan Best Auto tidak lebih dari lima kilometer. “Tuan CEO Nano-ID merupakan nasabah baru Bank Diamond. Kartu Black Star-nya masih belum bisa digunakan saat ini,” ucapnya termegap-megap.


Tyo menengahi dan berkata bijak. “Sekarang kita semua sudah tahu problemnya apa. Lagipula, mana mungkin Pak Stefan tidak bisa melunasi yang hanya sisa 1,6 saja, sementara beliau sudah selesai bayar 10.”


Orang-orang yang berwawasan minim dan hobi mengumpat tadi pun sontak terdiam membatu. Termasuk Emelda, tadi secara sembunyi-sembunyi dia juga mencomel kenapa Stefan gagal dalam melakukan pembayaran. Baginya, jelas hal tersebut merupakan hal memalukan.


Stefan meminta nomor rekening Best Auto, kemudian langsung berkoordinasi dengan David, agar pihak bendahara Nano-ID segera melakukan transferan sebesar 1,6 milyar sekarang juga di nomor rekening yang sudah diberikan.


Beberapa saat kemudian petugas kasir bilang bahwa pembayaran telah sukses. “Nota pembayarannya, Pak Stefan. Setelah ini silakan berurusan dengan Pak Tyo untuk ke proses selanjutnya.”

__ADS_1


Stefan tak  berekspresi. Dia malah kaget melihat kedatangan Tuan Lee ke Best Auto. “Merepotkan sekali Anda harus datang ke mari, Tuan Lee.”


Tuan Lee memampang wajah tidak keenakan. “Maafkan anak buah saya bernama Harvey itu, Tuan CEO. Seharusnya dia bilang pada Anda bahwa kartu Black Star besok baru bisa digunakan.”


Stefan selalu berlapang dada. “Jangan terlalu kasar dengan bawahan, Tuan Lee. Mungkin hari ini dia sedang capek atau banyak pikiran. Bagaimana pun, dia tetap pekerja Anda.” Meski memang cukup kesal sama Harvey, Stefan punya hati yang besar.


Orang-orang yang tadi mencibir, perlahan menghilangkan wajahnya karena malu. Sekarang mereka harus menyadari bahwa Stefan merupakan bos sukses yang begitu dikagumi.


Jika mendapat celaan, mungkin sebagian pemimpin atau bos akan menunjukkan sikap tak patut, seperti menjadi bocah toxic yang hobi mengeluarkan umpatan dan kata-kata kotor sebagai bentuk bertahan ataupun menyerang balik.


Namun, tidak bagi Stefan, dia selalu belajar dari orang-orang besar dunia, di mana ketika mereka mendapat kritik tegas bahkan sampai menyangkut urusan pribadi keluarga, mereka tetap tenang dan tidak ambil pusing. Begitulah kedewasaan sejati. 


Semua orang terkesima tatkala melihat Tuan Lee, bos besar Bank Diamond, dan juga Arfan salah satu orang penting di Bank Ace begitu menghormati Stefan. Diketahui bahwa kedua bank tersebut sangat berminat menjadi rekan bisnis Nano-ID. Oleh karena itu, cara terbaik adalah dengan cara membangun kedekatan dengan bosnya secara langsung.


Stefan berbicara dengan Tyo. “Semoga karyawan di sini, terutama para sales, sifatnya sama seperti Gia. Dia seorang karyawan yang patut dicontoh. Saya yang merekomendasikan Gia agar cepat dipromosikan.”


Tak berpikir panjang, saat ini juga Tyo langsung menghadap atasannya, menyampaikan apa yang diinginkan oleh Stefan. Gia langsung dinobatkan menjadi supervisor. Jika management sudah memutuskan demikian, tidak ada yang bisa menolak.


Tidak lama berselang, ada seorang kurir masuk. “Atas nama Gia! Paket atas nama Gia!” serunya sambil celingak-celinguk di depan pintu masuk.


Gia bergegas ke sana. “Ya, saya Gia. Tapi saya tidak beli barang apapun di online shop.”


Si kurir memasukan nama dan alamat penerima. “Benar buat Gia. Silakan tanda tangan.”


Gia menerka bahwa isi kotak ini adalah smartphone.

__ADS_1


Stefan mendekatinya dan berkata, “Hadiah untukmu dari saya dan Nona Sanjaya.”


Gia segera membukanya. “Waw! Iphone terbaru dan termahal!” serunya pas di depan mata Emelda. “Terima kasih, Tuan Stefan dan Nona Lionny Sanjaya!”


__ADS_2