Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius

Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius
90. Hubungan tersembunyi


__ADS_3

Pagi harinya.


Meskipun belum pulih, Stefan memaksakan diri masuk ke kantor. Pak Arya melarangnya, tapi Stefan masih bersikeras. Katanya, demi kebaikan dia pribadi dan perusahaan. Jika dibiarkan, Bobby akan bergerak lagi.


Di ruangannya saat ini sudah ada Martin dan David.


Stefan membuka laptonya dan berkata sangat tegas, “Saya pastikan sore ini Sanjaya Group bangkrut!”


Martin dan David sangat tercengang. Apa yang dikatakan Stefan barusan?


Martin memperbaiki posisi duduknya dan memasang kupingnya dengan sangat fokus. “Kami sudah sedikit tahu masalah pribadi Anda dengan Keluarga Sanjaya, tetapi bagaimana mungkin Anda ingin perusahaan mereka bangkrut.”


David terduduk dan tidak berkomentar. Selaku Manager HRD, meskipun jauh melenceng dari jobdesk, selaku orang kepercayaan dia harus patuh. Namun, David tidak terbayang kalau saat ini dia akan menjadi salah satu orang yang punya peran dalam kehancuran sebuah perusahaan sebesar Sanjaya Group.


“Jaga rahasia ini baik-baik!” titah Stefan sangat tegas, kemudian dia menceritakan semuanya, tanpa terkecuali. Dia melanjutkan, “Bobby sangat licik padaku! Dia mengambil hakku dan ingin menghabisiku. Bobby sangat berbahaya. Dia tidak boleh dibiarkan.”


Tugas Martin kali ini sangat berat. Jauh lebih berat daripada tugas-tugas sebelumnya. Dia tidak mungkin bisa menolak karena dia harus patuh dengan perintah atasan.


Stefan mengawasi ekspresi tidak terlalu mengenakkan dari David. Stefan berkata tegas, “David, kau awasi semua karyawan kita! Koordinasi dengan manager dan supervisor. Pastikan semua sistem keamanan kita tetap terjaga. Keluar!” perintah Stefan seperti membentak.


Martin membuka laptopnya dan mulai bekerja sesuai dengan arahan Stefan. Martin merupakan ahli siber andalan Pak Arya. Dia banyak belajar dari Stefan selama berada di Swiss.


Stefan menegakkan bahu dan berkata sangat dingin, “Martin, saya memperhatikan gerak-gerikmu selama ini terhadap Grace!”


Mendengar itu, Martin tercekat. Dia jadi kikuk. “Anda bicara apa, Tuan CEO? Jangan berpikir yang tidak-tidak.”


Mengalihkan dari isu Bobby Sanjaya....

__ADS_1


Sebelumnya, Stefan mendapat pesan dari mantan istrinya, Lionny, bahwa dia sudah tidak betah di rumah lantaran perlakuan buruk yang dia terima dari pihak keluarganya. Lionny juga menceritakan soal rahasia besar itu.


Dalam berbalas pesan tersebut, Stefan sudah tahu semuanya. Hanya saja, Lionny mengetahuinya sedikit lebih dulu, waktu malam dia adu mulut dengan pihak keluarganya, sementara Stefan mengetahuinya keesokan siangnya, pada saat Stefan adu skill siber dengan Leon.


Dalam berbalas pesan itu juga, diambil sebuah kesimpulan bahwa mereka ditakdirkan dalam penderitaan yang sama. Untuk ke sekian kalinya, setelah menahan sabar yang sangat payah dan getir, akhirnya Lionny ingin agar keluarganya mending hancur saja.


..... Jika kenangan yang lalu melebur kembali, akan ada hati yang tersakiti ......


Stefan tidak bisa dikatakan pria yang sangat jenius, namun, dia cukup pintar dalam memanfaatkan peluang yang datang.


Stefan tahu bahwa orang kepercayaannya ada main dengan sang primadona kantor. Hanya saja, Martin merasa rendah hati.


Stefan menatap Martin lekat-lekat, lalu berkata, “Kau adalah bagian dari Keluarga Sudrajat, dan masih ada kedekatan dengan Keluarga Diningrat.”


Stefan melanjutkan, “Ibunya Grace, bagian dari Keluarga Diningrat. Saya sangat yakin mereka akan menerima anak keturunan dari Keluarga Sudrajat.” Stefan melontarkan senyum hangat.


Martin menatap bingung dan berkata, “Saya tidak paham apa maksud Anda, Pak Stefan.”


Stefan mengedikkan bahu, lalu menjawab, “Baiklah, jujur saja pada saya kalau kau mengagumi Grace!” sentak Stefan dengan nada menggetarkan.


Martin tahu bahwa Stefan telah menjalani kedekatan yang amat panjang bersama Grace, bahkan semenjak Stefan hanya seorang driver ojek online. Martin pikir, dia akan berkelahi habis ini dengan bosnya lantaran main hati sama Grace. 


Martin masuk dalam persepsi yang keliru. Bisa jadi dia takut jika hanya akan mengganggu kedekatan Grace dan bosnya. Dia menjawab agak terbata, “Hm. Ya kalau kagum. Siapa yang tidak mengagumi wanita seperti Grace?”


Stefan terus membaca mata Martin. Kali ini kesempatan tersebut datang. “Silakan! Saya sangat setuju jika kau berhubungan dengan Grace. Kalian sangat cocok,” ucap Stefan terang-terangan.


Martin bergidik badannya. Matanya menjadi kosong. “Saya meminta maaf jika saya ada salah, Pak Stefan. Sekarang, izinkan saya bekerja.”

__ADS_1


Stefan memajukan kursinya dan berkata, “Sebentar. Saya menawarkan sesuatu yang sangat kau inginkan. Tugas kali ini sangat berisiko, jika ada kesalahan sedikit saja, kita bisa masuk penjara. Kita harus main aman.”


Oleh karena itu, Stefan akan memberikan imbalan yang besar dan sangat menggiurkan. Mungkin terdengar cukup gila. Stefan menatap Martin lurus-lurus, lalu menyampaikan isi kesepakatan mereka.


Setelah beberapa saat, ekspresi Martin langsung berubah signifikan. Selama ini, dia tidak pernah mendengar omongan bosnya yang kosong. Stefan terkenal dengan kejujuran dan ketulusan. 


Martin menerima tawaran tersebut. “Saya akan berusaha memberikan yang terbaik.”


“Soal keamananmu, saya akan bertanggung jawab.”


Lalu, Stefan dan Martin pun mulai bekerja sangat keras di depan laptop masing-masing.


Martin sangat andal dalam melakukan eksploit terhadap sebuah target. Dulu dia pernah mematikan listrik satu komplek hanya dengan perantara laptop dan internet. Entah bagaimana caranya. Itu cerita waktu dia masih SD.


“Pak Stefan, saya sudah mengambil alih areal satu kilang di Sanjaya Oil. Apa yang harus kita lakukan?” Martin gugup bilang seperti demikian. Khawatirnya Stefan menjawab dengan sangat kesetanan. Bisa bahaya.


“Kerja bagus. Buat berhenti beroperasi. Alirkan minyak mentah mereka ke tanah. Jangan ke sungai dan pemukiman warga!” perintah Stefan.


Martin bernapas lega. Dia pikir, Stefan memberikan perintah untuk meledakkan satu kilang itu. Tiga puluh menit kemudian, Martin berkata lagi, “Sanjaya Coal, kantornya sekarang tidak bisa beroperasi. Sekarang, tambang batu bara mereka tidak terurus karena semua karyawan telah melarikan diri.”


Stefan mengangguk dengan penuh semangat. “Kerja yang sangat bagus, Martin. Teruskan!”


Setelah itu, secara bergilir Sanjaya Karet, Sanjaya Auto, Sanjaya Futures, dan Sanjaya Bank, semuanya down! Kantor dan pabrik milik Sanjaya Group tidak bisa beroperasi karena semua jaringan buntu. Sebagian besar karyawan berhenti mendadak.


Siang menjelang sore. Ramai di pemberitaan, baik di media tv, internet, dan media sosial serta media lainnya, mengatakan bahwa Sanjaya Group hampir bangkrut. Krisis yang mereka alami sangat aneh. Dalam waktu belum genap tiga hari, keuangan mereka merosot sangat tajam tanpa terkendali.


Meski demikian, para ahli ekonomi masih bilang bahwa Sanjaya Group masih bisa bangkit.

__ADS_1


Stefan tersenyum penuh kemenangan dan berkata, “Jika Bobby Sanjaya berlutut di hadapanku dan meminta maaf, lalu memberikan hakku, pasti Sanjaya Group bisa bangkit!”


__ADS_2